TETAP WASPADALAH

Gegap gempitanya pemilu legislatif sampai hari ini rupanya elum reda, bahkan karena hari hari ini merupakan hari yang sangat rawan dalam hal penghitungan dan rekap suara, maka bagi pihak pihak tertentu memang disibukkan dengan persoalan itu.  Namun bagi kita yang tidak terlibat secara langsung dengan politik dan pemilu tersebut kiranya harus sudah kembali kepada pekerjaan kita masing masing.  Kalaulah kemarin kita fokus kepada pelaksanaan pemilu, dan seolah semua persoalan hanya pemilu, tetapi saat ini harus kembali normal dengan melaksanakan  kewajiban masing masing.

Banyak persoalan yang perlu mendapatkan perhatian kita, baik dalam bidang hukum, transportasi, pendidikan, kemiskinan dan persoalan sosial lainnya.  Bagaimana masalah transportasi kita masih  belum bagus, terbukti masih banyaknya kecelakaan, demikian juga persoalan pendidikan dengan bukti masih banyaknya anak bangsa yang tidak  dapat mengakses pendidikan hingga SLTA, dan juga masalah kemiskinan yang masih menghiasi sudut sudut negeri ini.  Semua itu membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius tidak saja dari pemerintah yang memang mempunyai kewajiban  akibat amanah yang dipikulkan kepada mereka, tetapi juga  dari kita semua yang merasa beriman.

Saat ini semakin marak saja kejahatan di sekitar kita, tidak saja mengenai perampokan, penjampbretan, dan juga pencurian,  tetapi juga  kejahatan seksual yakni pemerkosaan yang semakin  marak dan dilakukan dengan terang terangan.  Untuk itulah diharapkan semua orang waspada terhadap sekelilingnya.  Jangan jangan ada  pihak yang akan melakukan kejahatan kepada kita atau kepada orang orang di sekitar kita.  Salah satu kewaspadaan yang harus kita lakukan ialah dengan melakukan  antisipasi diri, misalnya tidak membawa sesuatu yang mencolok seperti perhiasan dan sejuenisnya.

Ketika kita memarkir kendaraan juga harus dikunci dan ditempatkan pada tempat yang diperkirakan aman.  Demikian juga ketika membawa sesuatu yang berharga, jangan sembarang meletakkannya dan lainnya.  Bahkan  akhir akhir ini telah terjadi penculikan terhadap anak anak balita dan bayi di rumah sakit.  Untuk persoalan ini  kita memang harus ekstra hati hati, jangan sampai kita ataupun keluarga kita mengalami nasib yang sama.  Artinya harus ada kepedulian kita yang lebih dalam mengawasi anak anak balita, agar  tidak terlalu jauh bermain hinga diluar lingkungan kita.

Sekali lagi pemilu sudah lewat, biarlah mereka yang terlibat dan berkepentingan dengan hasilnyalah yang aan terus mengawasi dan memperhatikannya, semenetra kita yang sudah melaksanakan hak politik dengan mencoblos di TPS, sudah selesai tugas kita dan sebaiknya kembali kepada  tugas dan kewajiban sehari hari.  Bahkan seharusnya malah lebih ditingkatkan, terutama terhadap kemungkinan adanya kejahatan yang timbul di lingkungan kita.  Mudaha mudahan dengan konsentrasi yang lebih dalam mengarungi kehidupan ini, kita akan semakin merasa berguna dan sekaligus menjadi pihak yang  menang dalam kehidupan.

Perlu diketahui bahwa saat ini penipuan dengan erbagai modus cukup marak di sekitar kita,mulai dengan modusmemberikan pertolongan, modus kecelakaan,  modus narkoba dan lainnya.  Semuanya itu harus dipahamioleh masyarakat kita, sebab dapat saja  bagi seseorang akan mudah termakan oleh modus yang sengaja disusun rapi dan seolah memang ada kebenarannya.  Tetapi ujung ujungnya  adalah bagaimana kita dapat mengeluarkan uang untuk keperluan yang mendesak yang disampaikan oleh penipu tersebut.

Nah, pada saat sudah terjadi penipuan, beberapa saat kemudian barulah orang tersebut menyadarinya dan menyesal untuk waktu yang lama. Sudah banyak korban yang telah  berhasil dikerjain, baik yang kemudian melaporkan kejadian penipuan tersebut maupun yang sama sekali tidak melapor dengan berbagai alasan.  Sangat mungkin nantinya akan ada korban berikutnya, dan sangat ungkin pula para penjahat tersebut akan mencari modus lain yang diangap akan dipercaya oleh calon yang akan ditpunya.

Hal terpenting bagi kita ialah bagaimana kita mewaspadai semua orang yang belum kita kenal, dan tawaran apapun janganlah  kita mudah tertarik, karena kalau kita sudah tertarik, maka itulah awal dari aksi mereka dan pada akhirnya kita akan rugi dan menyesal.  Bahkan dalam pertemanan sekalipun saat ini juga disarankan agar tidak begitu saja mempecayai kawan, sebab boleh jadi kawan sendiri tega untuk  menipu dan membuat kita berurusan dengan hukum.

Memang kalau kita  perhatikan ajaran untuk tidak berprasangka buruk kepada siapapun adalah ajaran yang bagus, tetapi tidak untuk semua kondisi,  bahkan terkadang malah kita harus bersikap sebaliknya, yakni mewaspadai  semua orang.  Artinya kalau dalam komunitas yang sudah sangat bagus dan hampir hampir tidak ada pelanggaran terhadap aturan secara terus menerus, tentu kita harus menerapkan sikap husnudzdzan tersebut, tetapi kalau kita beada dalam sebuah masyarakat yang penuh dengan tipu daya, dan bahkan tipu daya tersebut dapat muncul dari orang yang dekat dengan kita, tentu mengambil sikap waspada tidaklah ternoda, bahkan malah merupakan sikap bijaksana.

Itu disebabkan semua aturan akan dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi, termasuk aturan  tentang halal dan haram sekalipun.  Sebagai sekedar contoh ialah ada sebuah ketentuan yang dalam kondisi normal seseorang dilarang makana makanan tertentu, seperti daging bai, tetapi dalam kondisi tertentu dimana tidak ada makanan selainnya dan  kalau  seseorang tersebut tidak makan, justru akan lebih menderita, maka  babi menjadi dihalalkan, meskipun hanya sekedar untuk menyambung nyawa dana menyelamatkan seseorang tersebut.

Demikian juga  berbohong itu dilarang dan dosa, tetapi dalam kondisi tertentu, seperti untuk menyelamatkan nyawa seseorang, tentu berbohong diperbolehkan, dan begitu seterusnya.  Artinya setiap ketentuan, sudah barang pasti ada pengecualiannya.  Bahkan konon cerita  khalifah Umar bin al-Khattab pernah tidak memberlakukan hukum pidana terhadap seseorang, hanya disebabkan oleh kondisi yang menyertainya, yakni kasus adanya seseorang yang mencuri tetapi dalam kondisi yang sangat kepepet dan seseorang tersebut tidak dapat menghindar dari mencuri tersebut.

Tentu hal tersebut untuk kasus di negera kita tidak mudah untuk diberlakukan, terkecuali hanya sekedar menjadi pertimbangan yang meringankan saja bagi seorang hakim.  Artinya  kalau ada seseorang yang melakukan tindaka pidana dan kemudian mengaku dalam kondisi kepepet, maka pengakuan tersebut tidak dapat dijadikan alasan hukum untuk tidak memberlakukan ketentuan hukum.  Seharusnya yang melihat  alasan hukumnya itu adalah hakim, apakah seseorang pantas untuk dihukum ataukah tidak.

Nah, kembali kepada persoalan semula, yakni  tentang kewaspadaan kepada lingkungan sekitar, kita memang sangat memerlukannya, bukan untuk apa apa, melainkan sekedar untuk menyelamatkan diri kita.  Ternyata di sekeliling kita  cukup banyak potensi yang dapat membuat kita menjadi rugi, baik secara materiil maupun secara  moral.  Untuk itulah sikap waspada terhadap semua pihak menjadi sebuah keniscayaan, dan bukan menjadi tabu.

Kita memang berharap bahwa semua orang dapat menyadari tentang akibat buruk yang dapat ditimbulkan  atas perbuatannya, tetapi rupanya untuk menuju sebuah kondisi seperti itu tidak mudah dan memerlukan waktu yang cukup panjang.  Karena itu salah satu cara bagaimana kita dapat selamat dan aman dari segala kemungkinan buruk, ialah dengan bersikap waspada tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.