PANORAMA INDAH KARIMUNJAWA

Salah satu hal yang dapat menghilangkan kelelahan dan stress ialah dengan santai menikmati pemandangan indah yang diciptakan oleh Tuhan.  Dengan  menikmati  pemandangan indah tersebut rasanya  seluruh sendi badan menjadi terasa sangat nyaman, bahkan sangat mungkin bagi mereka yang mempunyai hutang, untuk sementara dapat melupakannya.  Bukan berarti melupakan hutang itu baik, tetapi hanya  semata mata untuk menggambarkan bahwa santai sejenak dan menikmati karunia Tuhan itu diperlukan.

Nah, saat ini saya sedang menikmati indahnya alam lautan di kepulauan Karimunjawa Jepara.  Memang bagi mereka yang lebih memperhatikan alam di karimunjawa,  kurang dapat menangkap keistimewaannya, bahkan akan berkesimpulan bahwa Karimunjawa sangat sepi dan tidak menarik untuk ditinggali.  Tetapi bagi mereka yang dapat  memfokuskan pada  keaslian dan keindahan alam, terutama lautan yang membentang dan mengelilingi pulau plau kecil yang ada, tentu akan dapat  menarik kesimpulan bahwa  alam pemberian Tuhan tersebut sungguh sangat menakjubkan.

Saya termasuk manusia yang tidak menyukai bersantai santai ria, dan lebih suka melakukan pekrjaan, terutama berp[ikir dan menulis, maka saat berada di Karimunjawa yang kebetulan  pas ada kegiatan di sana, saya  mencoba untuk sejenak menikmati keindahan yang terbentang di hadapan saya.  Mungkin saya  baru dapat menyadari dan menikmati  pemandangan tersebut setalah sekian lama bergelut dengan kesibukan rutin pekerjaan dan juga kesibukan lain, terutama yang terkait dengan persoalan umat.  Rasanya sangat nikmat dapat  bersantai dan melupakan rutinitas dalam pekerjaan.

Untuk  mencapai karimunjawa sesungguhnya tidak dibutuhkan waktu lama.  Kalau berangkat dengan  menggunakan kapat  dari Jepara akan memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan, dan kalau mau menggunakan pesawat kecil juga ada, meskipun sewanya  cukup mahal.  Nah,  pada umumnya para pengunjung akan lebih suka menggunakan kapal, karena  ongkosnya relative terjangkau, juga sekaligus dapat menikmati pemandangan lautan.  Hanya saja  bagi yang tidak terbia  menggunakan kapal, terkadang harus mabuk, karena seolah digoyang terus sepanjang perjalanan.

Ketika  berada di karimun juga  akan tidak lengkap rasanya kalau tidak melakukan wisata bawah laut dengan  pemandangan indahnya, yang  dianggap sebagai  alam bawah laut terbaik di negeri ini setelah di Bunaken.  Nah, ketika kita menyaksikan  alam bawah laut dengan aneka ragam karang yang ada dan juga bervariasinya  ikan, tentu kita akan semakin terkagum dengan semua itu.  Subhanallah, maha suci Tuhan yang  telah menciptakan alam dengan demikian hebat dan indahnya.  Hati dan pikiran akan semakin tenang ketika menyaksikan  keindahan alam bawah laut tersebut.

Sejenak kita  mungkin  terperangah saat menyaksikan  peternakan hiu di sana, karena  pasti akan timbul pertanyaan awal, mengapa ikan hiu yang  sangat membahayakan manusia tersebut harus diternak.  Apakah nantinya dilepaskan di lautan lepas ataukah kemudian ada maksud tertentu untuk kepentingan manusia juga.  Konon minyak ikan hiu sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, bahkan di beberapa Negara tetangga, harga minyak ikan hiu tersebut sangat mahal.  Nah, kalau untuk kepentingan seperti itu tentu kita dapat memahaminya, dan bukan untuk memperbanyaknya dan kemudian dilepas seluruhnya.

Pulau Karimun besar memang tidak sebanding dengan luas namanya, yakni besar.  Barangkali penamaan besar tersebut mengacu kepada  beberapa pulau yang ada di Karimun, sehingga kalau ditilik dari aspek tersebut, memang pulau Karimun besar adalah yang terbesar diantara kepulauan yang ada.  Hanya saja  meskipun  demikian, Karimun tetaplah  merupakan tempat yang menjadi tujuan sebagian wisatawan, termasuk wisatawan manca Negara, karena  bagi mereka yang menginginkan ketenangan dan  keindalam alami, maka karimuan memang menjadi salah satu yang  masih dapat dipertahankan.

Masyarakat di Karimun sendiri juga tergolong masih sangat sederhana, meskipun fasilitas untuk  tidak tertinggal dengan dunia lainnya  tetap tersedia.  Artinya penyedia jaringan seluler untuk berkomunikasi dengan dunia di luar Karimun  sudah tersedia dengan cukup, termasuk kecukupan listrik sebagai instrument penting dalam kehidupan.  Hanya saja untuk urusan listrik tersebut memang masih sangat terbatas, sehingga penggunaannya  masih dibatasi waktu.  Sedangkan untuk jaringan, baik untuk komunikasi seluler maupun untuk akses internet, dapat dilakukan  selama 24 jam.

Meskipun demikian kita juga harus menyadari bahwa terkadang sinyalnya sangat lemah, sehingga  akses ianternet  terkadang  lelet dan bahkan tidak nyambung, terutama kalau cuaca sedang kurang mendukung.  Secara keseluruhan Karimun memang  bukan daerah tertinggal, melainkan sudah  cukup  lumayan mengikuti perkembangan sebagaimana di daerah lainnya.  Beberapa sekolah juga  telah menghasilkan banyak alumni yang kemudian meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi di Jawa, dan bahkan beberapa prestasi juga pernah diraih oleh mereka yang ada di karimun.

Meskipun pulau Karimun besar tersebut terasa kecil bilamana diukur dengan pulau lainnya, seperti jawa, namun kalau kita menyusuri kedalaman pulau tersebut kita masih akan menemukan hutan yang cukup perawan.  Artinya masih banyak tanah yang masih berupa hutan, dan terutama tanaman  jambu mete yang memang menjadi andalan Karimun.  Untuk itu sesungguhnya Karimun masih membutuhkan para investor yang dapat melihat prospek cerah di sana untuk menanamkan  investasinya.  Tentu sekaligus dapat memajukan Karimun, terutama dalam bidang pariwisata.

Menurut saya prospek pariwisata karimun sungguh menjanjikan, terutama  pemandangan bawah laut dengan terumbu karangnya, dan juga tetumbuhan rumput laut yang sangat  cocok di karimun.  Dengan ombak yang tenang di seputar  Karimun, yakni diseputar kepulauan karimun, akan sangat cocok untuk wisata laut.  Tentu  ada beberapa fasilitas yang harus disediakan oleh investor tersebut.  Salah satunya ialah penyediaan kapal yang cukup memadahi untuk menarik wisatawan, dan juga fasilitas hotel yang memadahi.

Sebagaimana  kita ketahui bahwa  saat ini di karimunjawa meskipun sudah ada hotel, tetapi masih sangat sederhana dan mungkin bagi wisatawan tertentu tidak menarik.  Untuk itu sector penginapan ini perlu diperhatikan dan  dilengkapi pula  dengan berbagai fasilitas pendukungnya, seperti kolam renang, restoran yang menyajikan menu menu khusus dan juga sea food dengan aneka bumbu yang memikat lidah bergoyang.

Saya sendiri jadi merenung kiranya Karimun pada saatnya akan disulap menjadi lebih indah dan menjanjikan surge dunia, dalam arti positif.  Artinya  banyak  hal yang dapat dinikmati, termasuk hal hal yang disediakan dan dibangun dengan model khas.  Saat ini alamnya sesungguhnya sudah sangat bagus, dan pemandangannya terutama di lautan  juga sudah bagus.  Nah, akan lengkap rasanya, kalau kemudian dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung sebagaimana saya katakana tersebut.

Lebih dari itu transportasi dari pulau Jawa ke Karimun juga sangat perlu dipikirkan sedemikian rupa sehingga tidak lagi ada  saat saat tertentu yang tidak dapat dilakukan perjalanan  Karimun Jawa dan sebaliknya, yakni pada bulan bulan Desember hingga Perbuari awal.  Kalau fasilitas memadahi, transportasi  udara sangat memungkinkan untuk dikomersilkan dengan penerbangan terjadwal. Pada akhirnya,  saya benar benar berharap bahwa renungan atau mimpi yang saya gambarkan tersebut pada saatnya  dapat menjadi kenyataan.  Bukan untuk kepentingan siapa siapa, melainkan untuk  rakyat Indonesia seluruhnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.