SELAMAT ULTAH KE-44 IAIN WALISONGO

Tanggal 6 April merupakan  tanggal yang bersejarah bagi institusi pendidikan tinggi Islam yang kemudian diberi nama WALISONGO, karena pada saat itu, tepatnya 44 tahun yang lalu institusi ini secara resmi berdiri, sehingga setiap tanggal tersebut selalu diperingati hari ulang tahunnya atau biasa disebut dengan menggunakan bahasa asing, dies natalis.  Hanya saja dalam perjalanannya, karena institusi ini merupakan institusi negeri, maka  lazimnya peringatan tersebut dijatuhkan pada hari kerja. Nah, karena tanggal 6 April ternyata jatuh pada hari Minggu, maka peringatan puncak dies natalis tahun ini digeser sehari setelahnya, yakni tanggal 7 April.

Meskipun demikian bukan berarti menghilangkan nilai sejarahnya, melainkan hanya semata mata  diambil kepraktisannya dan  memudahkan kepada  mereka yang diundang untuk memperingatinya.  Sementara itu untuk berbagai kegiatan yang menyertai peringatan dies natalis tersebut sudah dimulai sejak awal bulan Maret dan berakhir  pada akhir bulan April.  Hal tersebut disebabkan  banyaknya kegiatan yang dilakukan dan dihubungkan dengan peringatan dies natalis tersebut, seperti seminar, sarasehan, workshop, perlombaan, pertandingan dan lainnya.

Dalam  acara puncak yang dilakukan dengan mengundang senat institut, memang dilakukan sidang senat khusus memperingati dies tersebut.  Nah, dalam sidang senat tersebut akan dilaporkan kegiatan selama satu tahu  yang telah lewat, yakni tahun 2013, yang dikemas sebagai laporan rektor.  Laporan tersebut pada hakekatnya ialah seluruh aktifitas, baik yang berkaitan dengan akademik, kemahasiswaan, administrasi umum, kerja sama, dan pengelolaan institusi secara umum.  Sehingga dengan demikian laporan tersebut merupakan laporan dari seluruh unit yang ada di institusi IAIN Walisongo.

Disamping laporan rektor, dalam peringatan dies natalis tahun ini juga  akan dilengkapi dengan orasi ilmiah yang sedianya akan disampaikan oleh sekretaris jenderal kementerian agama RI, hanya saja  bersamaan dengan rapim eselon 1 kementerian agama, maka  sekjen mewakilkan kepada staf khusus mentri Agama bidang pendidikan, prof. Dr. H. Amin Abdullah untuk menyampaikan orasi ilmiah tersebut.  Orasi ilmiah lainnya akan disampaikan dosen IAIN Walisongo Semarang, bidang biologi, Dr. Lianah.  Selain  orasi ilmiah, juga akan disampaikan sambutan gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo.

Sesuai dengan prinsip kesederhanaan, maka peringatan puncak dies natalis tahun ini tidak dilakukan dengan gebyar dan megah, melainkan hanya sekedar rapat senat dengan undangan yang terbatas pula.  Tetapi sama sekali tidak menghilangkan aspek kekhidmatan dan kekhususkan dalam peringatan tersebut.  Hal terpenting dalam peringatan tersebut ialah bagaimana seluruh civitas academika IAIN Walisongo dapat menyadari betapa pentingnya bersama sama mengembangkan dan meningkatkan  institusi, baik dalam hal kualitas maupun pengembangan kampus secara umum.

Dies natalis yang ke 44 memang  harus dimaknai sebagai  sebuah  pemantapan institusi menuju kondisi yang  diidealkan, sebab usia 44 tahun bagi sebuah perguruan tinggi sesungguhnya  merupakan usia yang cukup matang untuk berkiprah lebih bayak dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.  Namun demikian kalau dilihat  dan dibandingkan dengan beberapa perguruan tinggi yang sudah berusia ratusan tahun, maka usia 44 tahun belum apa apa.  Namun kita tidak mau hanya terpaku pada patokan usia, karena dapat saja usia muda tetapi sudah memberikan kontribusi banyak bagi masyarakatnya.

Sebaliknya dapat saja usia tua tetapi justru malah banyak masalah.  Jadi berapapun usia  yang saat ini telah dilewati oleh institusi ini, seharusnya tidak lagi menjadi fokus pengabdian, melainkan justru harus dipacu bagaimana instusi ini  dapat berperan aktif dalam memajukan bangsa  dan menjadikan masyarakat lebih cerdas, lebih memahami aspek kehidupan, lebih taat hukum, dan  mendukung berbagai kegiatan yang muaranya ialah mencerdasakan bangsa, tanpa memandang usia.

Peringatan ulang tahun bagi sebagian pihak memang tidak dianggap penting, namun bagi sebagian lainnya justru dianggap sangat penting, terutama  dalam upaya untuk mengenang sejarah dan sekaligus menyongsong panggilan sejarah masa depan.  Artinya bagi yang memandang tidak terlalu penting, didasarkan  atas peringatannya semata, karena justru yang terpenting ialah bagainmana peran serta institusi untuk bangsa dan masyarakatnya.  Namun bagi yang menganggap sangat penting, didasarkan atas pertibangan bahwa hanya dengan memperingati kelahiran tersebutlah orang akan ingat cita cita awal didirikannya sebuah institusi.

Artinya, tanpa  diingatkan kepada cita cita awal didirikannya institusi tersebut bisa jadi  ada sebagian anggotanya yang justru dengan tanpa  merasa dosa merusaknya melalui berbagai sikap, perilaku, dan juga ucapan.  Dengan pertimbangan tersebut peringatan seperti  peringatan ulang tahun tersebut memang  sangat penting, tentu bukan hura huranya, melainkan justru kesan yang mendalam dalam diri semua orang untuk  mampu berbakti dan membesarkan isntitusi serta menjadikannya sebagai wahana untuk mengabdi kepada bangsa.

Dalam usianya saat ini  IAIN Walisongo sudah mengalami banyak kemajuan dalam berbagai bidang, dan sudah lebih dikenal luas dimasyarakat. Bukti dari hal tersebut ialah minat untuk memasuki  IAIN Walisongo, dari tahun ke tahun selalu meningkat, dan daya tampungnya sendiri juga selalu diusahakan untuk terus ditambah.  Tahun lalu untuk pertama kalinya  IAIN Walisongo memberanikan diri untuk menerima  2500 mahasiswa baru, meskipun  kemudian harus melaksanakan perkuliahan di malam hari.

Tahun ini IAIN Walisongo juga  akan menyediakan kursi bagi calon mahasiswa baru sebanyak 2600, dan insyaallah kalau pembangunan gedung atas pinjaman dana dari Islamic Development Bank telah terealisasi, IAIN Walisongo akan meningkatkan daya tampungnya  menjadi lebih dari 3000 mahasiswa baru.  Dan seiring dengan terus bertambahnya  keinginan masyarakat untuk  bergabung dan dapat studi di IAIN Walisongo,  kita juga akan terus meningkatkan berbagai layanan dan juga fasilitas dan daya tampung.

Tentu dengan pembenahan di berbagai sektor dalam upaya menjadikan perguruan tinggi Islam terbesar di Jawa Tengah  tersebut semakin dipercaya umat dan sekaligus sebagai perguan tinggi reset, maka  pada saatnya nanti IAIN Walisongo yang insyaallah sudah  menjadi universitas Islam negeri Walisongo, akan  dapat memberikan jawaban atas  sebagian persoalan bangsa, terutama dalam bidang pendidikan tinggi.

Kita tahu bahwa saat ini daya tampung perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta hanya sekitar 17 % dari lulusan SLTA, dan negara sangat berharap bahwa  rakyat bangsa ini  pada saatnya  harus dapat bersing dengan bangsa lain, terutama dalam hal kualitas SDMnya.  Nah, salah satu syaratnya ialah bagaimana semua perguruan tinggi meningkatkan diri dalam berbagai hal, kualitas, dan juga kuantitas daya tamoungnya.  Idealnya di sebuah negara, masyarakatnya akan  dapat mengakses pendidikan tinggi sekitar 60 hingga 75 %.

Kondisi riil  di negeri kita akhirnya memaksa banyak generasi muda harus bekerja sebelum mereka mempunyai banyak pengetahuan untuk mendasi kerja mereka.  Pada akhirnya pula para generasi muda tidak lagi tertarik dengan ilmu pengetahuan, tetapi malah terperangkap dalam dunia hiburan dan malas usaha.  Ini harus segera dihentikan dan semua pihak harus menyadari persoalan ini sertta  seirus dalam mempersiapkan segala sesuatunya, khususnya di bidang pendidikan.

Mudah mudahan, IAIN Walisongo nantinya akan mampu  turut menyelesaikan persoalan bangsa tersebut dan sekaligus menjadi pelopor dalam pembangunan dan penyelalamatan generasi muda dari keterpurukan dan ketidak berdayaan.

 

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.