AL-MURSALAT

Surat ini merupakan surat yang ke 77 dari 114 surat yang ada  dalam al-Quran dan merupakan surat Makkiyyah atau yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad saw bwerhijrah ke Madinah.  Surat ini terdiri atas 50 ayat pendek pendek dan lebih banyak memuat hal hal yang terkait dengan kepercayaan dan hari kiamat.  Penamaan surat ini sendiri diambil dari ayat pertama yakni al-mursalat yang berarti para malaikat yang diutus.

Surat ini pertama tama menceritakan tentang apa yang dijanjikan oleh Tuhan pasti akan terwujud.  Diantara janji Tuhan tersebut ialah memberikan  pahala dan surga bagi mereka yang taat dan menjalankan  perbuatan baik, dan juga balasan adzab bagi mereka yang ingkar dan menentang para utusan Tuhan.  Bahkan Tuhan memastikan hal tersebut dengan menyebut para malaikat yang diutus sebagai sumpah.  Para malakat tersebut banyak ada yang  melaksanakan tugas Tuhan,  ada malaikat yang menyebarkan rahmat Tuhan kepada seluruh alam, malaikat yang membedakan antara yang hak dan yang batil serta malaikat yang menyampaikan wahyu.

Tuhan juga menyampaikan berita tentang pelaksanaan adzab yang dijajikan tersebut.  Sebelumnya banyak yang menduga bahwa apa yang dijanjikan Tuhan tersebut sama sekali tidak akan terjadi, ssehingga Tuhan kemudian menyatakan dengan nada bertanya bahwa sampai kapankah mereka akan ditangguhkan adzab mereka? Tentu sampai hari penentuan, yakni hari dimana orang orang yang berdusta akan sangat merasa ngeri dan celaka yang tiada tara.

Dalam menjelaskan hal ini Tuhan juga mengingatkan betapa Tuhan telah membinasakan umat terdahulu dan juga  kemudian para pendusta yang berikutnya.  Intinya tidak ada seorang pun yang dapat selamat atau menyelamatkan diri mereka dai adzab Tuhan pada saatnya nanti.  Hal tersebut sudah sangat jelas dan terbukti, yakni para umat pendusta  terdahulu yang dapat kkita saksikan, terutama melalui cerita dan sejarah mereka.  Tentu hal serupa akan juga menimpa  umat  pendusta berikutnya.

Tuhan juga mengingatkan kepada manusia tentang asal kejadiannya, dimana  sebelumnya  manusia tersebut dijadikan Tuhan dari air mani yang hina, lalu ditempatkan ditempat yang kokoh yakni rahim seorang perempuan, lalu dijadikan  dalam bentuk yang baik bahkan sempurna.  Lalu kenapa manusia sering mendustakan hal tersebut?.  karena itu pantaslah kalau kemudian Tuhan memberikan  adzab yang sangat dahsyat kepada mereka yang mendustakana tersebut.

Demikian juga  banyak manusia yang tetap mendustakan kepada kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan bumi sebagai tempat berkumpulnya manusia , baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, termasuk juga pada saatnya nanti semua manusia akan dikumpulkan di sana untuk menerima keputusan Tuhan.  Tuhan juga telah menghiasi bumi dengan gunung gunung yang kokoh sebagai paku bumi, serta telah memberikan minuman air segar dan tawar kepada umat manusia.  Tetapi mengapa  masih banyak yang tetap mendustakannya?  Sekali lagi sangat wajar bilamana Tuhan kemudian memberikan  adzab kepada mereka.

Saat di hari keputusan tersebut seluruh manusia durhaka diperintahkan oleh Tuhan untuk menyongsong adzab yang dahulu telah mereka dustakan, dan sekaligus diminta untuk berlindung pada naunganyang mempunyai tiga cabang, tetapi sesungguhnya naungan tersebut bukanlah lindungan, melainkan justru sebuah asap tebal yang memancarkan percikan api yang sangat dahsyat, bahkan besarnya api tersebut sbesar istana.  Tetapi sekali lagi mereka  memang pendusta yang akan menerima akibat atas kedustaan mereka.

Demikian juga Tuhan menceritakan bahwa pada  saat keputusan tersebut adalah hari dimana mereka sama sekali tidak akan mampu berbicara dan tidak diberikan ijin sedikitpun untuk sejenak terbebas dari siksaan.  Semua manusia tidak dapat berbicara, karena mulut mereka dikunci rapat rapat, dan hanya anggota tubuh lainnya saja yang akan menjadi saksi atas semua perbuatan mereka.  Kenapa mereka masih saja mendustakan  peringatan yang sangat jelas tersebut?  untuk itu  pantaslah kalau kemudian mereka  mendapatkan  siksaan yang sangat pedih.

Pada saatnya nanti Tuhan akan mengumpulkan seluruh manusia dari awal hingga yang terakhir.  Artinya seluruh manusia semenjak zaman nabi Adam hingga mereka yang  mengalami kedahsyatan datangnya hari kiamat akan dikumpulkan dalam sebuah tempat, dan  tidak ada seorang pun yang dapat mengelak.  Bahkan  mereka yang pada saat berada di dunia selalu menipu kepada sesamanya, bahkan ditantang oleh Tuhan untuk melakukan tipu daya, kalau mereka memang dapat melakukannya.  Tentu mereka sama sekali tidak mempunyai daya apapun, tetapi kenapa mereka masih juga mendustakan semua yang dijelaskan oleh Tuhan tersebut?.

Tuhan juga memberitahukan kepada kita tentang orang orang yang bertaqwa dan dengan tulus melaksanakan seluruh ketentuan Tuhan, yakni bahwa mereka itu nantinya akan ditempatkan di surga yang dipenuhi dengan beraneka ragam nikmat.  Mereka dalam naungan yang sangat teduh dan sangat dekat dengan mata air, pada saat  orang orang kafir sedang kepanasan dengan kehausan yang begitu hebat.  Di dekat mereka juga banyak tersedia bermacam buah buahan yang mereka inginkan.  Dalam kondisi seperti itu, Tuhan kemudian berfirman mempersilakan kepada mereka untuk menimati hidangan makanan dan minuman dengan  nikmat.

Itulah balasan yang akan diberikan oleh Tuhan kepada mereka yang benar benar iman dan melaksanakan dengan penuh kesungguhan dan ketulusan seluruh perintah Tuhan.  Artinya semua orang yang senantiasa berbuat baik kepada siapapun, tentu pada saatnya nanti akan menerima balasan yang setimpal dari Tuhan.  Penjelasan dan keterangan  sepetri itu sesungguhnya sudah sangat jelas dan tanda tandanya sudah pula dapat diketahui saat masih di dunia ini, hanya saja  mereka yang memang mendustakan  tidak mau tahu dan tidak mau mengerti, sehingga mereka  berada dalam kesesatan yang sangat sulit untuk menerima kebenaran.

Sementtara itu bagi mereka yang mendustakan  apa yang dibawa oleh para utusan Tuhan dan juga  wahyu yang disampaikan kepada mereka oleh para utusan Tuhan tersebut,  akan mendapatkan hina dan adzab yang  sangat berat.  Tuhan juga berfirman kepada mereka untuk menikmati makanan dan minuman yang tersedia di dunia  dalam waktu yang sangat pendek.  Setelah itu   mereka akan berada dalam  sebuah ketakutan yang luar biasa dan mendapatkan  siksa yang abadi dalam neraka.  Artinya  pada saat masih di dunia  fana ini siapapun dapat menikmati semua yang dianugrahkan Tuhan kepada umat manusia, termasuk mereka yang berdusta,  tetapi haris diingat babhwa  masa mereka menikmati semua itu sangat terbatas.

Pada umumnya  mereka yang mendustakan  syariat Tuhan tidak mempercayai sama sekali tentang kehidupan akhirat, sehingga mereka hanya meyakini bahwa kehidupan tersebut akan berakhir pada saat seseorang maninggal dunia.  Kedustaan mereka seperti itulah yang nanti akan mengantarkan mereka kepada siksa yang  diingkarinya tersebut dan hal tersebut justru akan lebih terasa  sangat berat abgi merka.

Mereka yang mendustakan tersebut saat diajak untuk melaksanakan  syariat Tuhan, mereka enggan dan menolaknya, saat diajak untuk tunduk kepada Tuhan, mereka juga  meremehkannya dan menentang.  P{endeknya apapun yang diajakkan kepada mereka, selalu ditolaknya denganmentah mentah.  Demikian juga saat disodorkan kepada mereka wahyu al-Quran yang sangat jelas, mereka juga megingkarinya.  Lantas kalau mereka sudah tidak lagi mau mempercayai al-Quran, kepada siapa lagi mereka akan dapat mempercayai?

Sunguh bagi mereka yang sudah menyatakan menolak semua yang dibawa oleh rasul dan mwendustakannya sedemikian rupa, maka sewsungguhnya tidak  ada harapan lagi untuk mengajak mereka  beriman.  Namun  para utusan Tuhan tetaplah dengan sabar  terus mengajak dan mengingatkan kepada mereka agar mereka terhindar dari siksaan akhirat yang sangat luar biasa.  Itulah kondisi sebenarnya yang terjadi dan akan terjadi di akhirta nanti, semoga kita diselamatkan dari seluruh siksa Tuhan dan justru kita akan mendapatkan naungan dan karunia-Nya.  Amin.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.