MERINDUKAN PEMILU DAMAI

Sepertinya tidak ada oran yang menginginkan pemilu berjalan dengan banyak masalah alias semua menginginkan damai, tetapi dilihat dari perilaku banyak orang yang menjadi simpatisan partai politik tertentu, sepertinya harus ada usaha ekstra untuk menciptakan kedamaian tersebut.  Seruan agar semua pihak menahan diri untuk tidak memprovokasi pihak lain, rupanya hanya sekedar himbauan yang didengarkan lewat telinga kanan dan langsung keluar dari telinga kiri, dan sama sekali tidak berhenti sejenak di kepala.  Akibatnya  banyak terjadi pelanggaran atas aturan yang ada, dan kemudian sebagiannya ada ang “konangan” dan ditindak oleh aparat dan sebagian besarnya aman.

Kita tahu bahwa sampai hari ini aparat keamanan dalam menangani kampanye telah melakukan  penilangan sebanayk 379 kasus pelanggaran terhadap aturan.  Tentu masih banyak lagi yang tidak ketahuan, sehingga tidak termasuk yang dihitung ersebut.  Nah,  harapan agar pemilu termasuk palaksanaan kampanye dapat berjalan sesuai dengan aturan main yang ada, termasuk pematuhan terhadap aturan berlalu lintas, ternyata kandas, sehubungan dengan hirup pikuknya kampanye.  Secara umum kita memang melihat ada  sedikit perbedaan kampanye  tahun ini dengan sebelumnya, yang membuat masyarakat sidikit lebih lega.  Hanya saja tetap masih banyak pelanggaran yang terjadi.

 Belumlagi kalau kita berbicara mengenai pelanggaran pemilu yang terus menerus terjadi, terutama pelanggaran yang dapat dikategirikan sebagai kejahatan pemilu.  Meskipun  sudah banyak informasi yang diberikan dan beberapa bukti yang disampaikan, tetapi biasanya  akan kandas di tengah jalan atau kalah di Mahkamah konstitusi.  Pelanggaran yang sangat mengkhawatirkan ialah  dalam hal  manipulasi suara melalaui sistem yang sangat apik dibangun dan bekerjasama dengan pihak pihak yang mempunyai akses ke penyelenggara pemilu.

Banyak pihak yang tidak cermat dalam melihat kompleksitas pemilu, mulai dari pencetakan kartu pemilu, yang meliputi kartu suara, kartu formulir penghitungan suara hingga rekap suara, masih saja mengkhawatirkan.  Sedangkan  para saksi yang ada  hanya mengawasi pada saat hari H pelaksanaan pemilu dan tidak mungkin mengawasi selama 24 jam non stop.  Mungkin masih banyak yang berpikirian bahwa dengan pengawasan seperti itu sepertinya sudah selesai, tetapi harus diingat bahwa proses penghitungan suara masih sangat panjang hingga ke rekap tingkat nasional.

Untuk itu diperlukan pengawasan  serius dari semua pihak, termasuk  harus dijelaskan  berapa kartu suara yang dicertak dan berapa pula kelebihannya serta  diletakkkan di mana kelebihan tersebut, sehingga semuanya akan menjadi jelas.  Sebab kalau seperti yang lalu lau, bahwa kelebihan suaran dan formulir  penghitungan serta rekapnya tidak terkendali dan tidak jelas keberadaannya, sangat dimungkinkan akan terjadi manipulasi suara dengan mengganti kotak suara yang sudah dihitung dengan kotak lainya yang sama sekali berbeda dan sudah ada penghitungan yang sangat berbeda pula.

Dalam kaitannya dengan persoalan ini kita memang harus waspada dan tidak hanya  mempercayai begitu saja, sebab ada kemungkinan manipulasi suara melalui mekanisme sebagaimana saya gambarkan tadi.  Bisa saja ada pihak tertentu yang mempunyai akses kepada penyelenggara pemilu di suatu daerah dan kemudian berusaha untuk melakukan kecurangan dengan memanfaatkan kartu suara beserta form penghitungan serta rekap yang berlebih dan tidak terkontrol tersebut, kemudian  mengantikan kotak asli dengan kotak yang sudah dimanipulasi tersebut sebelum kotak tersebut dikirim ke tingkat kecamatan atau ke kabupaten dan lainnya.

Belum lagi mengenai pendistribusian logistik pemilu yang juga mengalami masalah.  Artinya ada  saja kartu suara yang kurang di suatu daerah, tetapi sebaliknya ada pula yang ternyata berlebih.  Hal tersebut juga masih ditambah dengan kurang siapnya daerah dalam menerima logisti pemilu tersebut seperti gudan yang tidak tersedia atau tersedia tetapi tidak sesuai dengan standar dan lainnya.  Itu semua  merupakan  persoalan yang mengkhawatirkan akan dapat dijadikan  kesempatan  untuk memanipulasi hasil pemilu.

Atas dasar itulah kiranya  penting untuk dicermati mengenai pencetakan kartu  atau logistik pemilu oleh semua partai. Memang itu merupakan tugas dari KPU, namun peserta pemilu harus turut peduli melakukan pengawasan, sehingga  kelemahan dalam sektor pencetakan dan pendistribusian logistik tersebut menjadi titik pengawasan yang sungguh sungguh.    Dalam hal seperti itu seharusnya partai politik  tergerak untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh dan menugaskan kadernya untuk terus mengawal secara bergantian hasil pemilu tersebut hingga  sampai penghitungan di tingkat pusat.

Bahkan kita juga masih saja melihat adanya usaha usaha terstruktur  kecurangan tersebut, yakni melalui penetapan daftar pemilih tetap yang hingga kini masih selalu berubah ubah.  Jangan jangan memang ada kesengajaan sehingga  sebagian masyaraka yang diasumsikan aan memilih kepada parta tertentu yang tidak diinginkan oleh oknum tersebut, kemudian dicari masalah dalam DPT nya sehingga mereka tidak akan dapat memilih.  Masalah DPT ini harus dianggap persoalan serius oleh semua komponen penserta pemilu, karena dari sinilah awal dari sebuah kecurangan dilakukan oleh pihak pihak tertentu yang memang sengaja  ingin memalsukan hasil pemilu.

Itulah mengapa  kita terus menyerukan agar seluruh masyarakat turut mengawasi jalannya pemilu kali ini, agar hasilnya memang benar benar valid mencerminkan suara masyarakat.Jangan sampai pemilu yang didanai dengan  uang rakyat tersebut  hanya  akan dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab demi kepentingannya sendiri atau partainya saja.  Kita  sesungguhnya  terus  menerus mengidam idamkan sebuah ondisi yang kondusif dalam pelaksanaan pemilu, dalam arti yang sesunguhnya, yakni kondisi yang tidak ada satu pihakpun yang berusaha menipu rakyat, memanipulasi hasil pemilu dan melakukan hal hal tidak terpuji lainnya.

Artinya pemilu yang  hakekatnya ialah pesta demokrasi rakyat memang benar benar dimiliki oleh rakyat dan sama sekali tidak dikendalikan leh para politisi  untuk memperoleh keuntungan pribadi atau golongan tertentu.  Rakayt pada saatnya akan mampu menentukan pilihan mereka sesuai dengan keyakinan mereka bahwa para calon yang menawarkan program kepada masyarakat dapat dilihat dari tingkat keseriusan mereka dan juga rekam jejak mereka  dalam masyarakat.  Nah, kalau hal ini dapat berjalan dengan mulus, maka  para calon angota legislatif yang terpilih pun memang dikehendaki oleh rakyat, dan bukan disebabkan karena  banyaknya modal calon yang dapat mempengaruhi pilihan rakyat.

Pemilu damai, itulah kata kunci yang harusterus kita perjuangkan.  Partai politik peserta pemilu juga dihimbau  untuk serius dalam hal pengawasan pemilu, bukan saja saat pelaksaan coblosan saja melainkan juga termasuk mengawasi perjalanan selanjutnya hingga rekapitusli akhir di KPU pusat.  Dengan begitu langkah dan niat pihak yang akan memalsukan hasil pemilu akan tidak dapat direalisasikan dan pada saatnya pe,ilu kita relatif lebih bersih dan dapat dipertanggung jawabkan.

Kita memang selalu berharap pemilu kali ini dan pemilu presiden dan wakil presiden mendatang, akan benar benar lebih berkualitas dan membanggakan semua pihak.  Apappun hasilnya nanti itu merupakan kehendak dan hak rakyat untuk menentukan, tetapi proses yang dilalui akan dapat berjalan dengan baik dan  dapat dipertangung jawabkan secara apapun.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.