BKS PTN JATENG DAN DIY

Secara rutin badan Kerjasama perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah dan daerah Istimewa Yogyakarta digelar.  Sebagai tuan rumah selalu bergiliran dan diputuskan pada saat dilangsungkan  acara pertemuan BKS tersebut.  Kali ini tuan rumahnya ialah Universitas negeri Yogyakarta atau UNY dan pelaksanaannya sedianya akan  dilakukan pada hari Jumat hingga Sabtu tanggal 14-15 Pebruari 2014, tetapi karena ada gunung Kelud yang meletus, hingga pelaksanaanya dilakukan pada tanggal 28-29 Maret 2014 besuk.  Pertemuan BKS itu sendiri dilaksanakan  dua kali dalam satu tahun.

Banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan para pimpinan PTN tersebut, mulai dari persoalan akademik, hingga persoalan non akademik, khususnya yang terkait dengan berbagai  regulasi seputar perguruan tinggi dan bahkan juga  hal hal lain yang menyangkut masyarakat secara umum.  Pertemuan tersebut tidak saja dihadiri oleh para rector atau direktur, melainkan juga sekaligus para wakil atau pembantu rector atau pembantu direktur serta kopertis, dan masing masing  kemudian membahas hal hal  penting di seputar  tanggung jawab yang dibebankan.

Artinya  para rector, direktur dan kopertis  membuat halaqah tersendiri, kemudian juga para wakil atau pembantu rector perbidangnya juga membuat kelompok diskusi tersendiri, sehingga pada akhirnya  kemudian dilakukan  pleno untuk menyampaikan hasil hasil yang telah disepakati dalam kelompok tersebut.  Tidak kalah penting dalam pertemuan BKS tersebut juga diikutkan para pendamping atau para isteri rector dan juga wakil atau pembantu rector, dan merekapun mempunyai acara tersendiri, yang biasanya didesain dalam bentuk ceramah oleh seorang pakar bidang tertentu.

Dengan demikian  pertemuan BKS tersebut disamping untuk membicarakan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masing masing perguruan tinggi dan juga masyarakat, tetapi juga sekaligus diharapkan akan tercipta keakraban dintara para pimpinan  PTN di Jawa Tengah, termasuk para pendampingnya.  Nah,  diharapkan pula bahwa dengan keakraban tersebut akan dapat dilakukan berbagai kerjasama yang lebih produktif dan lebih baik di masa mendatang.

Isu isu menarik seputar dunia pendidikan pasti dibahas dalam pertemuan BKS tersebut, dan tentu biasanya pihak tuan rumah sudah membuat draf beberapa masalah yang akan dibahas bersama dengan  mitra dari PTN lainnya, sehingga  saat pertemuan tersebut tidak blank dan smaa sekali baru mengira ngira atau bahkan baru mencari topic.  Sehingga dengan kondisi tersebut saat memasuki pembahasan dan diskusi, sudah ada beberapa topic yang disiapkan, meskipun dapat saja kemudian muncul topic baru yang dibawa oleh masing masing PTN yang hadir.

Menurut saya pertemuan BKS tersebut sangat bermanfaat bagi dunia perguruan tinggi, bahkan juga  bagi perguruan tinggi swasta, karena di dalamnya ada kopertis dan juga kopertais.  Meskipun judulnya adalah BKS PTN, tetapi  dalam realisasinya  kemanfaatannya juga  tudak hanya untuk PTN, tetapi merambah juga untuk PTS dan PTAIS.  Tentu hasil hasil dalam pertemuan BKS tersebut, khususnya yang terkait dengan maslaha pendidikan secara umum akan disampaikan oleh masing masing kooordinator perguruan tinggi swasta sehingga sel;uruh perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah dan DIY akan mendapatkan  manfaat dari BKS tersebut.

Bahkan  dengan kedudukan perguruan tinggi itu sendiri, ke depan diharapkan  berbagai persoalan bangsa juga  sangat perlu dibahas di dalamnya, untuk kemudian dijadikan masukan sebagai salah satu solusi mengatasi masalah yang timbul.  Tentu partisipasi dan kepdulian perguruan tinggi terhadapa persoalan masyarakat, bangsa dan Negara sangat bagus dan  sangat mungkin menjadi pemecah masalah yang ada, karena pertimbangan solusi  yang kita sodorkan tentunya didasarkan atas analisa  matang dan juga didasarkan atas  perkembangan riset yang kita lakukan.

Prinsipnya bahwa BKS PTN tersebut tidak  hanya akan memberikan keuntungan bagi anggotanya saja, melainkan juga  diharapkan akan mampu memberikan sumbangan yang nyata bagi masyarakat dan bangsa.  Tentu memang pada awalnya  BKS ini didesain hanya untuk membicarakan persoalan yang terkait dengan pendidikan dan segala pernak perniknya yang terkait langsung dengan PTN di Jawa Tengah dan DIY.  Tetapi sehubungan dengan semakin banyaknya persoalan yang harus diselesaikan, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarak secara umum, maka  BKS merasa terpanggil untuk ikut memecahkan persoalan tersebut.

Tetapi pada prinsipnya memang  pertemuan BKS PTN tersebut lebih banyak dimaksudkan untuk silaturrahmi diantara para pimpinan PTN.  Kalau kemudian ada pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi oleh PTN tersebut ialah sebagai imbas berkumpulnya para pimpinan perguruan tinggi.  Adalah sangat naïf kalau para akademisi dan pimpinan dari perguruan tinggi berkumpul kemudian hanya  sekedar berkumpul dan  ngrumpi.  Masyarakat akademik kalau berkumpul tentu harus ada hal penting yang dihasilkan, setidaknya  bagi kepentingan pendidikan  itu sendiri.

Untuk itulah BKS PTN ini kemudian mentradisikan  untuk membahas hal hal perting dan strategis bagi kemajuan pendidikan serta berusaha menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi dunia pendidikan, terutama pendidikan tinggi.  Namun demikian  sebagaimana disebutkan di atas bahwa ternyata perguruan tinggi juga mempunyai tanggung jawab  terhadap kemajuan bangsa, karena itulah kemudian  BKS PTN ini  mengembangkan  pertemuan rutin anggotanya untuk membahas juga persoalan kemasyarakatan dan persoalan bangsa secara umum.

Nah, kalau persoalan bangsa saat ini ialah tentang persoalan moral yang rendah, terutama dari para penyelenggara Negara, melalui tindak korupsi dan sejenisnya, sebagaimana yang marak di negera kita, tentu kita juga  terpanggil untuk memberikan  saran yang dianggap akan dapat  menjadi solusi masalah tersebut.  Demikian juga saat ini bangsa ini sedang menghadapi  pesta demokrasi melaui pemilihan umum, baik  untuk legislative maupun presiden dan wakilnya, tentu kita juga mempunyai tanggung jawab moral untuk  mensukseskannya dengan berbagai cara yang mungkin dilakukan.

Setidaknya  sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilu, dan himbauan agar masyarakat, terutama para mahasiswa untuk berpartisipasi menyukseskan pemilu tersebut.  Tentu persoalan kualitas para calon anggota legislative juga harus disampaikan, karena  pemilu tersebut seharusnya akan dapat mengubah arah dan kebijakan Negara ini untuk lebih pro kepada rakyat dan sekaligus juga dapat mengupayakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Sampai dengan pertemuan di UNY kali ini  memang masih ada beberapa perguruan tinggi negeri yang belum bergabung, dan diharapkan pada saatnya nanti mereka semua akan ikut bergabung sehingga anggotanya  lebih banyak dan pemikirannya pun juga akan semakin lebih bervariatif.  Beberapa perguruan tinggi negeri, khususnya yang berada dalam naungan pembinaan kementerian agama memang belum bergabung, seperti Sekolah Tinggi agama Islam Negri, baik yang ada di Pekalongan, Kudus, Purwokerto, dan Salatiga.

IAIN Surakarta memang sudah bergabung pada saat pertemuan BKS dilaksanakan di UNS Surakarta, meskipun  hanya diwakili oleh salah seorang pimpinannya, tetapi pada saat pertemuan berikutnya di Semarang, tidak mendatangi.  Untuk itu kita sangat berharap bahwa seluruh PTN dapat bergabung dengan BKS PTN ini agar  seluruh informasi dan perkembangan  diseputar perguruan tinggi negeri di jateng dan DIY dapat  diserap dan pada saatnya nanti tidak ada satu perguruan tinggi negeri yang tertinggal informasi penting.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.