SEMARAK DIES NATALIS

Sebagaimana biasanya dalam menyambut  dies natalis IAIN Walisongo tahun ini, diseleenggarakan beberapa even untuk menyemarakkannya.  Salah satu diantaranya ialah dilakukan seminar dan diskusi, sarasehan, dengan mendatangkan tokoh nasional, pameran, pertandingan dan perlombaan olah raga dan seni dan lainnya.  Tentu semua itu disemangati oleh sebuah kebersamaan untuk menyambut dies natalis yang insyaallah akan jatuh pada tanggal 6 April nanti.  Kegiatan kegiatan tersebut tidak hanya  dilaksanakan menjelang pelaksanaan dies natalis saja melainkan diawali sejak bulan Maret hingga akhir April nanti.

Disamping beberapa kegiatan tersebut, juga diselenggarakan beberapa kegiatan yang  didesdain dalam upaya menyemarakkan dies juga, yakni  konggres alumni yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2012 yang rencananya akan dibuka oleh wakil menteri Agama RI, Prof. Dr. Nazarudin Umar, MA.  Demikian pula  dalam menyongsong  dies kali ini sekaligus digelar sosialisasi pemilu dengan tujuan agar mahasiswa  ikut berpartisipasi  mensukseskan pemilu dengan menjadi pemilih yang cerdas.  Dalam kaitan dengan hal tersebut pada tanggal 25 ini juga diselenggarakan  pengukuhan guru besar dan pada tanggal 2 April nanti kita akan menyelenggarakan sarasehan dengan menghadirkan  tokoh dari Aljazair Syeikh al-Dibaghi dan seorang ulama lainnya.

Pada  Jumat kemarin pelaksanaan pertandingan dan perlombaan telah dimulai dengan ditandai dengan senam bersama, setelah cuaca tidak memungkinkan untuk jalan sehat bersama, dan lanjutkan dengan pembagian dorprize dan perlombaaan karaoke.  Nah, hari hari ini juga  dilaksanakan  kegiatan perlombaan dan pertandingan, meskipun  juga secara bersamaan dilaksanakan beberapa kegitan keilmuan lainnya.  Pertandingan dan perlombaan tersebut akan dikahiri dengan doa bersama  yang sebelumnya didahului  dengan tahtiman al-Quran sekaligus juga pembagian  hadiah bagi para pemenang perlombaan dan pertandingan.

Memang kegiatan  menyemarakkan dies natalis kali ini tidak diselenggarakan  besar besaran, melainkan dengan kegiatan yang sesungguhnya rutin, tetapi didesain secara terpadu, sehingga  dapat dikaitkan dengan  dies natalis.   Berbagai kegiatan mahasiswa juga digelar seputar memperingatai dies  IAIN Walisongo tahun ini, baik yang berupa kegiatan ilmiah maupun kegiatan   yang terkait dengan bakat dan minat.

Salah satu kegiatan yang cukup menarik, khususnya bagi para pelajar ialah kegiatan  Walisongo expo yang  juga sekaligus diadakan sarasehan mengenai sukses ujian nasional bagi pelajar.  Kegiatan tersebut didesain sekaligus sebagai upaya untuk mengenalkan  para pelajar di sekitar Semarang untuk melihat dan mengenal lebih jauh tentang IAIN Walisongo.  Harapannya ialah  ketika mereka telah mengenal, mereka akan tertarik dan akhirnya bergabung dengan IAIN Walisongo.

Sedangkan puncak kegiatan  memperingati dies natalis ialah  dilaksanakannya siding senat terbuka  dengan agenda khusus memperingati dies natalis dan sekaligus  laporan tahunan rector.  Dalam  rapat senat tersebut juga akan dihadirkan  Sekretaris Jenderal kementerian Agama Republik Indonesia yang akan memberikan orasi dan juga sambutan gubernur jawa tengah.  Walaupun demikian kegiatan tersebut masih didesain dengan sederhana dan khidmat, karena yang terpenting ialah bagaimana peringatan dies natalis tersebut dapat diselenggarakan dengan meriah, tetapi dengan ongkos yang murah.

Memperingati  hari ulang tahun sebuah lembaga memang  dapat dianggap penting dan juga dapat dianggap tidak penting, tinggal dari sudut mana  seseorang memandangnya.  Kalau hanya sekedar dilihat dari peringatannya atau bahkan  sekedar ramai ramainya, tentu  dapat dibenarkan kalau kurang  penting, tetapi manakala dilihat dari aspek memperingatan sebuah usaha mencerdasakan  anak bangsa melalui pendidikan  yang telah dirintis dan didirikan oleh para pendahulu, dan sekaligus  dengan tujuan agar seluruh warga kampus tidak meluipakan sejarah dan pentingnya terus mengembangkan  dan meningkatkan kualitas, tentu hal tersebut menjadi sangat penting.

Karena itu peringatan dies natalis kalai ini memang tidak  didesain khusus dan harus mengeluarkan banyak ongkos, tetapi  pelaksanaanya didesain dengan kegiatan rutin yang sudah biasa dilaksanakan, tetapi dibingkai dengan peringatan dies natalis.  Yang terpenting dari itu semua adalah semangat untuk menjaga kualitas serta  bagaimana  mengembangkan lembaga  menjadi lebih baik dan lebih dikenal oleh masyarakat, baik  di dalam negeri maupun masyarakat di luar negeri.

Ada hal l;ain yang tidak kalah pentingnya ialah bagaimana kita tetap dapat menjalankan tugas pokok  kita masing masing, meskipun sedang melaksanakan kegiatan tambahan dalam memperingati dies natalis tersebut.  Artinya kegiatan proses belajar mengajar dan bimbingan kepada para mahasiswa harus tetap berjalan normal sebagaimana mestinya.  Kalau misalnya ada  sebagian doen yang kebetulan dijadwal untuk melakukan pertandingan atau perlombaan tertentu, sehingga tidak dapat masuk kelas, maka   sedapat mungkin  dilakukan kegiatan serupa sebagai penggantinya pada hari lain yang memungkinkan.

Dengan begitu maka  meskipun ada peringatan dies natalis, tetapi tidak ada satu pun pihak yang merasa dirugikan, terutama mahasiswa. Dengan begitu kita tidak lagi mempolemikkan  penting dan tidaknya memperingati dies natalis tersebut, karena  meskipun dilaksanakan dengan pola sebagaimana yang saya sebutkan di atas, juga  proses dan mekanisme kegitan serta  kerja di lembaga ini masih tetap berlangsung dengan normal.

Memang lembaga kita  adalah merupakan lembaga pendidikan tinggi yang mempunyai kewajiban untuk melayani semua user dengan sebaik baiknya, karena itu, meskipun seandainya dalam memperingati dies natalis tersebut kegiatan rutin untuk sementara ditiadakan, tidak menjadi masalah dan dapat dimengerti.  Entoh demikian kita tetap berusaha bahwa kegiatan memperingati hari ulang tahun lembaga ini tidak akan sampai menyita perhatian yang dapat meninggalkan tugas rutin, seperti proses belajar mengajar, terkecuali hanya sebagian saja yang  tidak mungkiin dilaksanakan.

Kemeriahan dan semarak kegiatan memperingati dies natalis ke 44, meskipun diselenggarakan dengan pola sederhana tersebut, tetap mempunyai arti penting bagi lembaga, yakni  arti penting sosialisasi, termasuk membangun  imej masyarakat tentang kampus kita.  Saat ini kampus kita sudah  lebih dikenal oleh masyarakat, termasuk masyarakat internasional, dan bahkan mahasiswa kita juga ada yang dari Negara lain, sehingga kondisi tersebut sangat pelru dilestarikan dan bahkan ditingkatkan.  Nah, salah satunya ialah melalui pembangunan imej masyarakat terhadap perguruan tinggi kita.

Pembangunan imej tersebut sangat penting bagi sebuah institusi, termasuk perguruan tinggi, karena dengan dikenalnya perguruan tinggi secara luas oleh masyarakat, dengan sendirinya mereka akan selalu mencari tahu tentang berbagai hal yang ada dan dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut.  Sebagai akibatnya tentu peminat untuk bergabung dengan perguruan tinggi tersebut semakin terbuka dan banyak.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut, meskipun saat ini perguruan tinggi kita belum dapat dikatakan maksimal dikenal oleh masyarakat secara umujm, tetapi harus diakui bahwa  ada kemajuan yang cukup signifikan.  Hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya peminat untuk bergabung dan masuk ke perguruan tinggi kita, tidak saja dari propinsi jawa Tengah, melainkan hamper dari seluruh Indonesia, kecuali di bagian Timur.

Jadi  kesemarakan memperingati dies natalis tahun ini, walaupun dengan penyelenggaraan yang sederhana, tetapi mempunyai ganung yang besar dan memberikan kesan bagi masyarakat secara luas.  Cara seperti ini akan terus ditempuh dan bahkan diupayakan untuk lebih ditingkatkan gaungnya, sehingga  akan lebih diketahui oleh masyarakat, termasuk masyarakat internasional.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.