RAKOR KOPERTAIS WILAYAH X

Sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan merupakan unsur paling penting dalam usaha memajukan sebuah negara dan  memenuhi kesejahteraan umat manusia.  Dengan pendidikan  yang tingi seseorang akan  dapat meningkatkan  pendapatannya dan sekalius juga dapat memelihara  kesehatan mereka.  Pengetahuan mengenai berbagai hal akan sangat membantu seseorang dalam meraih kesejahteraan hidup yang didambakan.  Walaupun  dalam beberapa kasus ada juga orang yang berpendidikan rendah tetapi dapat sukses dalam hidup dan memperoleh penhasilan besar.  Tetapi secara umum mereka yang pendapatannya kecil dan  pada akhirnya berimbas kepada persoalan lainnya, ialah mereka yang berpendidikan rendah.

Untuk itu kita  berkomitmen untuk tetap berusaha mencerdasakan anak anak bangsa melalui  pendidikan.  Usaha yang terus menerus untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini harus dipertahankan dan ditingkatkan dengan berbagai cara yang memungkinkan.  Saat ini beberapa aspek sudah dilakukan, yakni dengan  menetapkan anggaran pendidikan  yang mencapai 20% dari total anggaran negara secara keseluruhan.  Dengan anggaran yang cukup besar tersebut kemudian  dapat dilakukan upaya peningkatan SDM pendidik, yakni melalui sertifikasi pendidik, sehinga mereka menjadi profesional dalam pekerjaan mereka.

Hal lain yang terus diusahakan peningkatannya ialah  pembangunan sarana prasarana serta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, seperti perpustakaan, laboratorium, akses internet dan lainnya.  Semua itu  dilakukan dalam upaya memberikan kesempatan akses yang lebih luas kepeda seluruh peserta didik  agar dapat mengenal dan mengetahui banyak hal yan sebelumnya tidak diketahui.  Demikian juga  berbagai fasilitas tersebut juga dapat diakses oleh para pendidik untuk meningkatkan  kualitas pembelajan yang mereka lakukan.

Salah satu hal yang  kita lakukan untuk menuju pendidikan yang berkualitas ialah dengan melakukan  pertemuan antar perguruan tinggi penyelenggara pendidikan untuk membicarakan berbagai hal seputar bagaimana meningkatkan perguruan tinggi, khususnya swasta agar dapat berpartisipasi dalam  memajukan bangsa melalui pendidikan.  Untuk itulah saat ini koordinatorat perguruan tingi agama Islam swasta wilayah X Jawa Tengah menyelenggarakan  rapat koordinasi untuk mengambil berbagai kebijakan strategis dalam upaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi.

Salah satu  hal penting yang dibicarakan dalam rapat koordinasi kalai ini  ialah baaimana  perguruan tinggi saat ini diharuskan menentukan pilihan untuk status perguruan tingginya, apakah akan meningkatkan atau justru akan turun.  Artinya  selama ini  untuk perguruan tinggi memang belum diatur mengenai persyaratan minimal program studi yang dikelola,  sehingga banyak nama perguruan tinggi yang  tidak sesuai dengan penamaannya.

Sebagai contoh ada perguruan tinggi dengan nama institut, tetapi ternyata hanya mengelola  beberapa prodi saja dan itupun serumpun, tetapi di lain pihak ada  perguruan tingi dengan nama sekolah tingi tetapi mempunyai program studi bervariasi, dan lainnya.  Sehingga edepannya harus ditata dan disesuaikan dengan aturan main yang ada.  Artinya kalau para pengelola perguruan tinggi tersebut berkeinginan untuk menjadikan perguruan tingginya sebagai institut atau universitas, maka  minimal harus mengelola 6 program studi yang bervariasi, tetapi kalau  cukup dengan nama sekolah tinggi, maka  programstudi yang dibina harus hanya serumpun.

Tidak boleh sekolah tinggi  kemudian mempunyai berbagai program studi yang berbeda atau sebaliknya  ada institut yan hanya mempunyai 2 atau 3 program studi serumpun.  Nah, kondisi ini harus disadari dan sekalius  segera diputuskan untuk menentukan masa depan perguruan tingginya.  Tentu  hal tersebut tidak mudah, karena harus dipertimbangkan dari berbaai aspek, dan hsrus dibicarakan dengan pihak yayasan.  Berbagai pertimbangan yang harus dimunculkan ialah tentang kekuatan  sumber daya manusianya, tentang fasilitas, sarana prasarana yang  dipunyai, kemungkinan  calon mahasiswa, dan kesiapan dalam kurikulum dan lainnya.

Persoalan lain yang dibahas dalam rakor kali ini juga  masih seputar baaimana perguruan tinggi mampu  memberikan dorongan kepada para dosennya agar dapat mengikuti berbagai pertemuan ilmiah, baik  di dalam maupun di luar negeri.  Hal tersebut tentu memerlukan banyak  kebijakan yang berani untuk melakukan perubahan mendasar, karena  saat ini kita tahu  masih banyak perguruan tinggi yang dikelola dengan sangat sederhana yang tidak mengikuti kaidah kaidah yan berlaku.  Dikatakan  sanat sederhana ialah disebabkan para dosennya hanya diambilkan dari para guru yang mengajar di MA, SMA dan sejenisnya atau bahkan diambilkan dari pegawai negeri di kementerian agama atau di kementerian lainnya.

Nah, kalau kondisinya sepertiitu, tentu perguruan tinggi tersebut akan sulit untuk dikembangkan, karena  SDM mereka tidak akan dapat difokuskan untuk memajukan perguruan tinggi, karena mereka sudah  berada di luar wilayah perguruan tinggi.  Seharusnya pimpinan perguruan tinggi sudah harus memikirkan hal tersebut untuk dilakukan kebijakan merekrut tanaga baru yang memang dapat mengabdikan dirinya  seratus persen untuk perguruan tinggi, dan bukan hanya sekedar samben.

Persoalan lainnya yang muncul ketika perguruan tinggi tidak mempunyai SDM dosen yang tetap dan fokus, maka data base yang diperlukan seperti PDPT tidak akan dapat  diisi dan akibatnya perguruan tinggi tersebut akan kesulitan dalam pengembangan berikutnya.  Itulah beberapa hal yang sangat perlu seara untuk diputuskan oleh perguruan tinggi  agar masa depannya  dapat direncanakan dengan  penuh pertimbangan matang.

Namun diantara sekian banyak hal penting tersebut sesunguhnya ada hal yang krusial yan harus ditekankan, yakni mengenai kesadaran para pimpinan perguruan tinggi swasta untuk secara serius  mengelola perguruan tinginya.   Kalau mereka fokus dan sekaligus juga  secara bersama sama dengan seluruh SDM yang ada untuk melakukan pengembangan pengembangan, tentu akan mudah  dan kalaupun ada hambatan, akan segera mudah diatasi.  Keseriusan dalam mengelola tersebut akan berimbas kepada  sebuah hasil yang dapat dicapai dan memuaskan.

Kita harus menyadari bahwa selama ini banyak perguruan tinggi yang kesulitan dalam mendapatkan  calon mahasiswa.   Tetapi sesunguhnya kalau dilihat dari jumlah calon mahasiswa atau mereka yang seharusnya kuliah di perguruan tinggi setiap tahunnya, untuk setiap tahunnya baru  dapat diakses sebanyak 17 % saja, sedangkan yang 83 % lainnya masih belum masuk ke perguruan tinggi.   Lantas kenapa masih banyak perguruan tinggi yang kekurangan calon mahasiswa?.  Jawabannya ialah karena perguan tinggi tersebut kurang maksimal dalam mengelolanya, sehingga masyarakat masih meragukan kemampuan perguruan tinggi tersebut dalam  mengantarkan mereka  meraih cita cita.

Pada kenyataannya, masih banyak perguruan tinggi swasta yang ternyata kebanjiran calon mahasiswa dan bahkan menolak banyak dantara calon.  Untuk itu seharusnya hal tersebut menjadi renungan dan pertimbangan para pimpinan perguruan tinggi swasta untuk menyambut tantangan  dalam megelola perguruan tinggi tersebut.  Artinya kalau sebuah perguruan tinggi dikelola dengan bagus dan bertangung jawab, tentu masyarakat akan dapat menilainya dan sekalius akan mempercayai.  Nah, kalau sudah mendapatkan pengakuan dan kepercayaan tersebut, tentu untuk urusan calon mahasiswa bukan menjadi masalah.

Pada akhirnya semuanya kembali kepada para pimpinan  perguruan tinggi dan para pengelola atau yayasan, apakah mereka mau melakukan pengelolaan secara serius dan dilandasi  untuk berbuat khidmah kepada negara  dalam mencerdaskan anak anak bangsanya ataukah hanya sekedar melakukan kegiatan rutin dan menerima apapun yang ada tanpa ada usaha untuk melakukan perbaikan dan terobosan untuk menjadi maju.  Semoa dengan rakor kali ini  akan muncul inspirasi dari seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta se Jawa Tenah untuk  fokus memajukan perguruan tingi mereka.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.