PELUNCURAN SBMPTN 2014

Tadi malam bertempat di kementerian pendidian dan kebudayaan, mentri Dikbud meluncurkan  seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), yang tahun ini akan diikuti oleh 64 peruruan tingi negeri, bertambah dua dibandingkan denan tahun lalu.  Pertambahan tersebut disebabkan ada dua peruruan tingi yang tahun ini bergabung, yakni UIN Arraniri, Aceh dan IAIN Raden Patah Palembang.  Pelaksanaan peluncuran itu sendiri cukup sederhana dan dihadiri oleh seluruh rektor  dan wakil atau pembantu rektor bidang akademik seluruh perguruan tinggi yang mengikuti SBMPTN tersebut.  Hadir pula direktur jenderal pendidikan tinggi dan pejabat kenenterian dikbud lainnya.

SBMPTN itu sendiri baru akan dibuka pendaftarannya  pada bulan Mei, tepatnya pada tanggal 12 jam 08.00 WIB dan ditutup pada tangal  6 Juni jam 22.00 WIB.  Sedangkan pelaksanaan ujiannya hanya satu hari, yakni pada tanggal 17 Juni 2014, Sedangkan bagi yang menyelenggarakan ujian ketrampilan, akan dilaksanakan pada tangal 18 dan 19 Juni 2014, dan pengumuman ujiannya akan dilaksanakan pada tangal 16 juli 2014 jam 17.00 WIB.

Memang ada  perbedaan yang  perlu dijelaskan bahwa pelaksanaan SBMPTN kali ini berbeda dengan pelaksanan pada tahun tahun yang lalu.  Artinya kalau pada tahun yang lalu semua pendaftar SBMPTN harus membayar sesuai dengan pilihan prodinya, yakni  untuk pilihan saintek dan soshum, yang dahulu biasa disebut dengan IPS dan IPA, harus membayar sebanya Rp 150.000,- sedangkan untuk gabungan keduanya, dan biasa disebut dengan IPC harus membayar Rp 175.00,-, tetapi untuk  tahun ini semua pendaftar dengan pilihan prodi apapun termasuk yang IPC hanya dikenakan uang pendaftaran sebanyak Rp 100.000,-.

Perbedaan lainnya ialah bahwa cara pendafratannya juga berbeda, yakni kalau pada tahun yan lalu, para calon harus membayar dahulu di bank mitra, kemudian mendapatkan pin untuk mengakses dan mendaftar, pada tahun ini diubah menjadi mendaftar dahulu, baru kemudian membayar di bank mitra.  Sementara perbedaan lainnya ialah bahwa nilai ujian nasional SLTA  sudah dimasukkan sebagai salah satu pertimbangan  dalam meluluskan seorang calon.

Sementara itu kalau seleksi nasional masuk perguruan tinggi  negeri atau SNMPTN yang saat ini masih berproses hingga  akhir bulan ini, seluruh biaya pendaftarannya ditanggung oleh pemerintah.  Hal tersebut merupakan amanat dari undang undang nomro 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi.  Tetapi memang  SNMPTN  hanya boleh diikuti oleh mereka yang lulus pada tahun ini saja, sedangkan bagi siswa yang lulus sebelaum tahun ini hanya boleh mengikuti SBMPTN.  Tentu ini bukan merupakan sebuah diskriminasi,melainkan semata hanya untuk mempermudah  seleksinya saja.

Memang dalam pelaksanaan penerimaan calon mahasiswa baru, baik yang melalui seleksi nasional maupun seleksi bersama, ada sedikit persoalan yang sebelumnya dipersoalkan oleh pihak pihak tertentu, yakni tentang dipersyaratkannya program studi tertentu yang meniadakan mereka yang menyandang cacat, sehinga persyaratan tersebut diangap sebagai sebuah diskriminasi.  Namun dengan kebijakan para rektor, gugatan tersebut kemudian direspon dengan sangat bijak, yakni beberapa syarat yang tidak mutlak, kemudian ditiadakan, tetapi kalau syarat tersebut menjadi hal yang niscaya, maka  tetap diberlakukan, tetapi bukan dengan semangat atau niat mendiskriminasikan pihak tertentu.

Dengan diluncurkannya SBMPTN kali ini, berarti panitia sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya agar pada pelaksanaannya nanti akan lebih mampu menghasilkan calon calon mahasiswa yang berkualitas dan menjanjikan masa depan bangsa.  Meskipun sesunguhnya kepanitiaan SBMPTN sama dengan kepanitiaan SNMPTN, tetapi pengelolaannya berbeda.  Hanya saja untuk kesiapannya tentu sudah didesain sedemikian rupa dengan memperhatikan beberapa kelemahan setelah mengevaluasi pelaksanaan  SBMPTN pada tahun yang lalu.

Semua pihak harus yakin dan percaya bahwa pelaksanaan SBMPTN akan dapat berjalan dengan fair dan menghasilkan calon calon mahasiswa yang memang memenuhi kriteria yang diharapkan.  Panitia sudah mempersipkan segala sesuatunya dengan cukup baik dan  dalam proses perjalannnya pun juga terus dikawal dengan baik  karena sudah berpengalaman melaksanakan setiap tahun, maka  hal tersebut bukan merupakan halangan untuk  tidak lebih baik dalam pelaksanannya  tahun ini.

Ada hal sangat  krusial dalam sambutan mendikbud  tadi malam, yakni tentang APK atau angka partisipasi kasar.  Dengan memaparkan kondisi perguruan tinggi  yang ada di negeri ini, ditunjukkan bahwa  masyarakat Indonesia yang berusia antara 18-23 tahun yang seharusnya mengeyam pendidikan tingi, ternyata baru 17% saja, sehingga dengan angka tersebut dapat diketahui bahwa bansa ini sebagian besarnya masih dalam taraf pendidikan rendah.

Untuk itu kepada semua PTN diharapkan untuk  menambah APK sehinga akses masyarakat terhadap PTN akan lebih banyak.  Namun demikian rupanya juga belum cukup untuk menggenjot percepatan  yang diinginkan,  sehinga harus ada upaya lain yang segera dilakukan untuk mengejar kondisi bansa yang diinginkan yakni  jumlah  anak bansa yang kuliah pada usia tersebut  mencapai 75% dan pada saatnya nanti akan mencapai 90% dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Hal hal yang sangat perlu segera dilakukan ialah  dengan membuka PTN baru, terutama di daerah perbatasan, untuk memberikan  kesempatan akses yang lebih besar bagi anak bansa di daerah [erbatasan tersebut, dan sekaligus juga  dapat dijadikan sabuk pengaman sosial budaya bangsa.  Di samping itu juga   sangat diperlukan segera  melakukan konversi dari PTS menjadi PTN, terutama yang sudah kuat dan mempunyai prospek santat bagus.

Untuk mengejar target tersebut kemudian juga diambil sebuah kebijakan untuk memberikan mandat kepada beberapa PTN yang dianggap baik dan mampu untuk membuka lokasi baru dalam  menerima dan melaksanakan proses pembelajaran.  Artinya selama ini kebijakan yang diambil ialah tidak memperkenankan  membuka kelas jauh, dengan asumsi bahwa hal tersebut hanya semata  unsur bisnis dan melupakan unsur kualitas, maka dengan mandat yang diberikan kepada beberapa PTN  tertentu tersebut diharapkan akan mampu memberikan kontribusi yang lebih banyak dan besar kepada masyarakat untuk dapat mengakses pendidikan tinggi.

Dengan cara seeprti itu diharapkan percepatan sebagaimana dimaksud di atas akan  lebih cepat digapai tanpa harus menunggu waktu yang cukup lama.  Namun demikian masih juga diperlukan usaha lain yakni bekerja sama dengan beberapa pemerintah daerah dan juga swasta atau BUMN untuk membuka perguruan tinggi di lingkungan mereka dan disesuaikan dengan  kekhususan yang dimiliki,  seperti Telkom yang sudah membuka universitas, PT Pos indonesia  yang juga membuka  akademi dan lainnya.  Tentu masih diperlukan kerjasama dengan beberapa peihak lainnya,  sehingga akan lebih  banyak lagi  perguruan tingi yan tentu berkualitas untuk menampung anak anak bangsa yang masih sangat membutuhkan tersebut.

Tidak kalah pentingnya ialah bagaimana  pemerintah  dan seluruh masyarakat berusaha dengan maksimal untuk meningkatkan kualitas perguruian tingi swasta di seluruh Indonesia, karena baaimana pun juga  perguruan tinggi swasta sangat banyak diharapkan oleh masyarakat yang tidak tertampung di perguruan tinggi negeri.  Nah, kalau  perguruan tingi swasta  kualitasnya tidak kalah denan negerui, tentu masyarakat akan dapat leluasa untuk mengakses perguruan tingi dengan lebih mudah dan sekaligus terjangkau.

Itulah beberapa hal yang  harus kita ketahui dan pikirkan bersama, terutama kita yang berada di lingkungan pendidikan.  SBMPTN  kali ini hanya dapat memberikan kontribusi terbatas kepada masyarakat untuk akses PTN, meskipun terus diupayakan peningkatannya, semoga keinginan baik kita seua untuk mengemban amanah UUD 1945, yakni mencerdaskan  kehidupan bangsa akan dapat diwujudkan beberapa tahun ke depan. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.