KAMPANYE SUDAH DIMULAI

Sejaki kemarin kampanye terbuka  sudah dimulai dan  ada empat parpol yang  berkampanye di sebuah propinsi dengan mengambil beberaa titik berbeda.  Rupanya  untuk hari pertama tersebut  masa masih dapat terkendali dan tidak melakukan hal hal yang tidak diinginkan atau menggangu masyarakat secara umum.  Kita berharap untuk selanjutnya  suasana kondusif tetap dapat dijaga sehingga pelaksanaan pemilu kali ini tidak diwarnai oleh insiden yang sama sama tidak kita kehendaki.

Meskipun para pengamat banyak yang menyatakan bahwa kampanye dengan pengerahan massa sesungguhnya tidak efektif, tetapi nyatanya seluruh partai politik masih mengandalkan kampanye bentuk tersebut, karena dianggap dapat memberikan kesan mendalam kepada masyarakat bahwa partai bersangkutan banyak diikuti oleh masyarakat.  Pertunjukan kekuatan seperti itu bagi sebagian masyarakat memang masih digemari, walaupun bagi sebagiannya yang lain  sudah tidak disukai.  Kita  dapat memahami kalau parpol masih melakukan kampanye bentuk tersebut, karena  dianggap efektif dalam merebut hati masyarakat.

Kita memang boleh berbeda pandangan mengenai hal tersebut, dan yang paling penting ialah bagaimana  partai politik dapat menyeleggaraka kampanye dengan simpatik dan tdak mengganggu ketertiban umum, terutama jalan raya.  Artinya pawai dengan mengerahkan banyak masyarakat sebagaimana yang sering terjadi adalah  merupakan bentuk kampanye yang  meresahkan masyarakat, terutama penguna jalan raya.  Nah, meskipun saat ini kampanye dalam benmtuk rapat terbuka  diperkenankan dan menempati sebuah tempat tertentu, tetapi massa yang datang dan  pulang setelah kampanye selalu saja  tetap  mengganggu lalu lintas jalan.

Himbauannya ialah para tokoh partai politik dapat mengendalikan massanya agar tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat atau bahkan menakut nakuti masyarakat. Artinya  mereka harus diatur sedemikian rupa sehingga tetap tertib meskipun banyak dan berjubel.  Atau bahkan rombongan  yang banyak tersebut harus diarahkan ke jalan tertentu sehinga para pengguna jalan lannya masih akan tetap dapat  mengendarai kendaraannya dengan lancar dan nyaman.

Memang  kita sangat berharap bahwa partai  politik akan menampilkan kampanye yang berbeda dari yang konvensional, yakni  bukan lagi mengerahkan massa sebanyak banyaknya untuk menghadiri sebuah rapat besar di sebuat tepat, melainkan justru  parpol sudah mulai melakukan kampanye simpatik dengan mendatangi masyarakat  dan sekaligus menawarkan dan memberi tahukan megenai program program pro rayat serta kemungkinannya untuk dlaksanakan.  Penggambaran yang s jelas akan memberikan pengertian dan sekaligus meungin keyakinan kepeda amsayarakat, sehingga parpol akan dapat meyakinkan  masyarakat untuk memilih.

Kalau kampanye dilakukan dengan jalan seperti itu kita yakin  masyarakat akan bersimpati kepada parpol, apalagi kalau kemudian  dapat disampaikan mengenai hal hal yang mudah dilakukan oleh partai sehubungan dengan  kepentingan masyarakat. Hanya saja hal tersebut akan menjadi sulit, kalau parpor hanya menjajikan sesuatu saja tanpa dapat bisa memberikan gambaran yang jelas.  Persoalannya ialah masyarakat sudah  sangat hapal dengan janji parpol atau caleg yang sebelum pemilihan  memebrikan janji yang muluk muluk, tetapi setelah selesai pemilu sama sekali tidak ada apa apanya.

Kampanye dalam bentuk pengerahan massa besar dan dikumpulkan dalam sebuah tempat biasanya tidak efektif untuk menyampaikan pesan pesan dan program.  Biasanya  yang datang justru massa yang sudah jelas memilih partai tersebut, dan tidak mampu untuk menggaet masyarakat yang belum bergabung.  Hal hal yang disampakan dalam kampanye pun hanya sekedar yel yel untuk memberikan semangat kepada para anggota partai.  Program yang disampaikan juga sangat umum yang tidak memberikan jawaban atas kegelisahan masyarakat saat ini.

Jadi kalau partai masih saja mengandalkan  pengerahan massa seperti itu, sesungguhnya sangat rugi, karena tidak akan dapat merebut suara rakyat, terutama yang belum mempunyai pilihan dalam pemilu mendatang.   Kost yang harus dikeluarkannya pun menjadi sangat banyak, dan  manfaatnya menjadi tidak terjamin.  Tentu akan lain dengan kampanye dalam bentuk endatangi masyarakat dengan menjelaskan menganai program yang ditawarkan dengan  gambaran yang jelas bahwa program tersebut akan dapat dijalankan.

Tentu kampanye dalam bentuk tersebut sangat memerlukan skill tertentu  kepada seluruh kader yang menjadi juru kampanye sehingga justru tidak kontra produktif, karena kekurang matangan  kader dalam menyampaikan  program  kepada masyarakat.  Tetapi kampanye seperti itu  memang masih dalam angan angan dan belum  dapat dijalankan  oleh parpol dan para caleg.  Kalaupun ada justru malah dengan melakukan hal hal yang tida mendidik kepada masyarakat, misalnya  mendatangi masyarakat dengan membawa sesuatu, baik uang atau sembako  untuk memperoleh imbalan dipilih.

Kembali kepada persoalan pelaksanaan kampanye untuk pemilu  tahun ini, bahwa meskipun para kontestan pemil, yakni partai politik masih melakukan kampanye konvensional, tetapi kita tetap berharap dapat dilaksanakan denga cara yang santun dan mengesankan bahwa partai tersebut memang partai yang baik dan ingin  membangun negara dan mensejahterakan masyarakat, bukan sebaliknya menunmjukkan arogansinya dan membuat takut kepada masyarakat.  Apa yang sudah ditunjukkan partai politik dalam kampanye hari pertama  kemarin sudah cukup bagus, dalam arti tidak terlalu anyak menggangu masyarakat.

Nah, kondisi seperti itu seharusnya  tetap dipertahankan dan  bahkan lebih  diupayakan oleh partai politik yang sedang melakukan kampanye agar tidak ada lagi konvoi yang mengganggu jalanan sebagaimana biasanya.  Mungkin dalam kampanye kali ini  juga sudahada tanda tanda ke arah sana, tetapi kalau partai sigap dan dibantu oleh aparat kepolisian, tentu akan dapat  diarahkan agar tetap pada koridor yang benar dan tidak  ada perbuatan yang mengarah kepada hal hal yang tidak diinginkan bersama.

Demikian juga masyarakat sebaiknya tetap menjalankan aktifitasnya sebagaimana biasa dan tidak perlu terpengaruh atau terganggu dengan kampanye yang sedang berlangsung.  Artinya masyarakat yang sedang tidak berkampanye, sebaiknya  tetap fokus dalam pekerjaan masing masing, lebih lebihpegawai negeri sipil yang memang harus netral.  Kita memang boleh mengikuti programprogram yang ditawarkan oleh partai politik, melalui media yang dapat kita jangkau, misalnya berita di televisi saat malam hari atau lewat koran dan lainnya, asalkan dalam mengikuti berita kampanye tersebut tidak mengganggu  pekerjaaan pokok kita.

Saat kampanye biasanya memang menyita waktu semua orang, bahkan ketika terjadi konvoi besar besaran dan melintas di jalanan, hampir semua orang tertarik dan menyaksikan, tetapi  hal tersebut saat ini seharusnya sudah dipertimbangkan oleh masyarakat, karena bagaimanapun pemilu bukanlah ajang untuk unjuk kekuatan, melainkan bagaimana  para peserta pemilu menawarkan program yang baik dan  diminati oleh masyarakat.  Itupun sesungguhnya belum cukup karena pengalaman masa lalu dimana banyak jani janji dan program yang tidak terealisasi.

Nah,  tantangan buat para peserta pemilu agar mereka dapat menawarkan program kepada masyarakat dan sekaligus dapat meyakinkan bahwa program tersebut akan dapat direalisasikan. Bgaiamana cara meyakinkan masyarakat, tentu mereka mempunyai cara masing masing, tetapi agar masyarakat menjadi sangat yakin, mereka harus membuat pernyataan tertulis, bahwa kalau mereka memang, misalnya caleg kemudian terpilih, maka mereka  akan melaksanakan program tersebut, dan kalau tidak, maka mereka  akan mundur dari anggota legislatif.

Itulah hal hal yang seharusnya dilakukan oleh mereka yang mengikuti pemilu dan bukan asal ngomon dan janji yang sangat mudah untuk diingkari.  Masyarakat sudah hafal dengan gaya dan janji para caleg, untuk itu saat ini diperlukan sebuah terobosan untuk meyakinkan masyarakat, dengan harapan masyarakat akan memilihnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.