AL-INSAN

Surat ini merupakan surat yang ke 76 dari 114 surat yang ada di dalam al-Quran.  Jumalah ayatnya hanya terdiri atas  31 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyyah atau surat yang diturunkan oleh Tuhan setelah Nabi Muhammad saw berhijrah ke Madinah.  Penamaan surat ini dengaan al-insan yang berarti manusia diambil dari kata insan yang terdapat pada ayat pertama.  Secara umum surat ini membahas banyak hal, utamanya mengenai manusia itu sendiri dan petunjuk bagaimana  upaya agar  manjadi manusia yang baik dan sempurna, tentang  memenuhi nadzar, tentang memberi makan kepada mereka yang  fakir, miskin dan anak yatim, tentang tahajjud, dan lainnya.

Tentu saja  mengenai persoalan bagaimana seharusnya  mansuia di dunia ini yang harus melaksanakan perintah Tuhan, agar pada saat nanti di akhirat mendapatkan balasan yang  sangat membahagiakan, dan juga bagaimana manusia yang jahat dan menentang syariat Tuhan yang akhirnya nanti akan mendapatkan ancaman  adzab yang sangat pedih, juga  disampaikan di dalam surat ini.  Termasuk juga mengenai perintah Tuhan untuk bersabar dalam menjalankan hukum Allah dan sebaginya.

Pada awal surat ini Tuhan mengingatkan kepada umat manusia bahwa  setapa sesungguhnya sebelum manusia dijadikan oleh Tuhan, hanyalah berupa sesuatu yang tidak  disebut, yakni berupa  sperma yang kemudian dikumpulkan dengan ovum perempuan dan diproses dalam rahim seorang peremnpaun melalui tahaan tahapan tertentu, dan akhirnya menjadi bentuk manusia  sempurna.  Seharusnya manusia introspeksi diri dan kemudian mau menerima  syariat Islam yang benar dan  akan menjadikannya   lebih sempurna dan  bahagia di alam baka.

Tetapi pada kenyataannya,  sikap manusia  di dunia ada yang sombong dan kafir, meskipun ada sebagiannya yang taat dan bersyukur kepada Tuhan.  Bagi mereka yang taat dan bersyukur serta melaksanakan amalan baik, sudah barang tentu akan mendapatkan  balasan ganjaran dari Tuhan dan menghuni  surga secara abadi  di dalamnya.  Sebaliknya bagi mereka yang kafir, Tuhan sudah menyediakan  belenggu rantai dan  neraka yang  menyala nyala.

Secara lebih rinci, Tuhan menjelaskan bahwa  mereka yang  taat dan menjalankan amalan baik, Tuhan akan menyediakan minuman di gelas yang campurannya ialah kafur, yaitu  sebuah mata air di surga yang airnya sangat jernih  putih dan sedap baunya serta sangat lezat rasanya.  Air tersebut diperuntukkan bagi para hamba Tuhan yang baik, yakni mereka yang senantiasa memnuhi nadzar nadzar yang diucapkannya serta  takut kepada hari, dimana  adzab Tuhan merata  dan mengenai seluruh makhluk-Nya.

Orang orang yang akan mendapatkan balasan surga sebagaimana tersebut ialah disebabkan mereka selalu dan suka memberikan makan dengan makanan yang baik dan disukainya kepada mereka yang membutuhkan, yakni para kaum fakir, miskin, anak yatim dan juga para tawanan dengan penuh ketulusan.  Artinya mereka memang sagat senang memberikan makanan terbaik tersebut dan sama sekali tidak mengharapkan balasan dari yang diberi makan serta tidak pula mengharapkan ucapan terima kasih.  Justru yang mereka arapkan hanyalah ridlo dari Tuhan semata.

Mereka hanya takut kepada adzab Tuhan yang akan diterapkan kepada orang orang durhaka dimana muka mereka masam dan sangat kesulitan. Mereka selalu mendekat kepada Tuhan dengan melakukan perbuatan terbaik sebagiaman yang dianjurkan kepada seluruh umat manusia, dalam upaya mencapai tingkatan  manusia sempurna.   Atas dasar perbuatan mereka tersebut, tentu Tuhan  akan memelihara  mereka dari kesengsaraan hari tersebut serta memberikan kesenangan dan kegembiraan hati.  Tuhan memberikan balasan kepada mereka berupa surga dan  sutra atas kesabaran yang ditunjukkan.

Tempat mereka di surga nanti  hawanya sangat sejuk, tidak panas dan juga tidak dingin, sehingga mereka akan sangat nyaman di dalamnya. Surga tempat mereka tersebut juga dipenuhi dengan pohon pohon yang rindang dan  lebt berbuah.  Merekapun sangat mudah untuk memetik dan memakannya tanpa harus berusaha lebih jauh.  Mereka juga akan mendapatkan minuman yang sangat menyegarkan dan  disajikan dalam bejana bejana perak serta piala yang bening laksana kaca.

Mereka juga akan mendapatkan minuman yang  campurannya ialah jahe yang diambilkan dari salah satu mata air di surga yang bernama salsabil.  Minuman tersebut disajikan oleh pelayan pelayan yang muda, yang kalau kita lihat tentu laksana  mutiara yang bertaburan.  Para pelayan tersebut akan selalu muda dan tidak akan pernah berubah menjadi tua.  Di surga  akan ditemukan berbagai macam kenikmatan yang tiada tara dan juga kerajaan yang megah.  Para penghuninya akan diberikan pakaian yang sangat indah dan megah terdiri atas sutera hijau halus dan tebal serta  tidak lupa mereka juga diberikan gelang yang sangat indah. Itu semua  sebagai balasan  bagi mereka atas perbuatan baik yang telah mereka lakukan  di dunia.

Surat ini juga memuat kandungan petunjuk dan perintah Tuhan kepada nabi Muhammad saw dan juga  hakekatnya kepada kita semua umat beriman, bahwa Tuhan telah menurunkan al-Quran kepada nabi Muhammad saw secara berangsur angsur, agar  nabi dan umatnya dapat meresapi kandungannya dan sekaligus dapatmelaksanakan perintah perintah di dalamnya.  Karena itu Tuhan memerintahkan kepada  Nabi dan juga kepada kita semua untuk bersabar dalam menjalankan ketentuan Tuhan, serta  melarang kita semua untuk mengikuti  orang norang yang berdosa serta  orang kafir.

Di samping itu Tuhan  juga memrintahkan kepada kita untuk senantiasa mengingat dan berdzikir kepada Tuhan  dalam kondisi apapun, agtau dalam bahasa umumnya setiap pagi dan sore.  Demikian juga Tuhan mengingatkan betapa pentingnya melaksanakan shalat malam serta  bertasbih pada malam tersebut.  sebab dengan menjalankan shalat malam serta bertasbih, akan  menghidupkan hati dan terhindar dari sifat tercela, seperti sombong dan sejenisnya.  Shalat malam juga  akan dapat memberikan inspirasi untuk  evaluasi diri dan berkomitmen untuk melakukan hal hal terbaik dalam hidup. Bahkan secara khusus Tuhan menjanjikan tempat yang sangat terpuji bagi  mereka yang mau menjalani shalat malam secara rutin dan  sungguh sungguh.

Sebaliknya mereka yang kafir sangat menyukai kehidupan dunia yang hanya sementara, dan melupakan kehidupan akhirat yang kekal.  Memang Tuhan akan memberikan kekuatan dan kesenangan bagi mereka di dunia, tetapi karena mereka terus menerus menentang ayat ayat Tuhan, pada saatnya nanti sudah pasti mereka akan diberikan balasan adzab yang sangat  hebat dan tidak terbayangkan ketika masih di dunia.

Semua penggambaran tersebut, baik  bagi mereka yang taat dan kemudian mendapatkan bbalasan surga dengan segala kenikmatannya, maupun mereka yang durhaka  dengan balasan  adzab yang mengerikan, adalah sebagai peringatan yang sangat jelas bagi manusia.  Apakah mereka akan mampu mengambil hikmah terbaik, dan kemudian menjalankan kebaikan sesuai yang diperintahkan oleh Tuhan, ataukah mereka  sama sekali tidak menghiraukannya dan tetap dalam kekafiran  dan kedurhakaan.  Semuanya terserah kepada manusia itu sendiri.

Tentu bagi umat beriman sudah seharusnya mampu mengambil pelajaran tersebut dan kemudian  berusaha untuk  mengambil jalan Tuhan, agar   dimasukkan ke dalam golongan orang orang beriman yang mendapatkan kasih dan sayang Tuhan, serta berusaha dengan sungguh sungguh untuk menghindar dari  ancaman Tuhan  di akhirat nanti, yakni neraka yang dipenuhi dengan api yang menyala nyala.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.