AL-QIYAMAH

Surat ini merupakan surat yang ke 75 dan termasuk surat Makkiyyah atau yang diturunkan  sebelum nabi Muhammad saw berhijrah ke Madinah.  Jumlah ayatnya terdiri atas 40 dan pendek pendek.  Penamaan surat ini dengan al-Qiyamah ialah diambil dari ayat pertama yang  memang menyebutkan  kiamat tersebut.  Surat ini secara umum menjelaskan mengenai  terjadinya kiamat atau akhir dari alam dunia, dimana seluruh makhluk Tuhan akan binasa dan hanya Tuhan sendirilah yang tetap dan kekal.  Hari kiamat nanti juga merupakan kejadian yang sangat mengerikan dan huru hara terjadi mengiringi  kiamat tersebut.

Sunguh tidak dapat dibayangkan betapa  seluruh makhluk Tuhan begitu diguncang dengan berbagai kejadian. Termasuk manusia, dan tidak ada  makhluk di dunia yang akan mamu menyelamatkan diri dari kejadian kiamat tersebut.  Satu satunya perlindungan ialah milik Tuhan, dan kepurtusan Tuhan untuk hari kiamat tersebut sudah  terjadi, karena itu manusia sebagai makhluk yang diberikan tanggung jawab memegang amanah, akan  menjadi sangat beragam.  Ada diantara mereka yang sungguh sangat berat menaggung derita akibat  perbuatannya di dunia yang tidak mengindahkan perintah Tuhan.

Namun bagi manusia yang  shlalih, tentu mereka akan menghadapi seluruh kejadian dengan tenang.  Walauun demikian tentu kejadian hari kiamat sangat menguncang dan membuat seluruh makhluk menjadi binasa.  Gambaran hari kiamat yang begitu dahsyat tentu harus menjadi pelajaran bagi kita  kaum mukmin agar tidak bermain main dengan ayat Tuhan, apalagi sampai mendustakannya.  Hari kiamat tersebut sudah pasti akan datang, meskipun kita tidak akan mampu mengetahui persis datangnya, karena itu merupakan rahasia Tuhan.  Hanya saja manusia  harus menyikapiinya dengan bijak dan mempercayai secara penuh.

Pada  saat hari kiamat tersebut seluruh makhluk, utamanya manusia  menyesal, meskipun bentuknya berbeda antara orang yang beriman dan yang tidak beriman.  Orang beriman dan sudah bermal baik, ia tentu akan menyesal kenapa  tidak menjadikan seluruh hidupnya untuk berbuat kebajikan, sedangkan bagi orang yang kafir penyesalannya sangat lar biasa, yakni kenapa saat di sunia dahulu tidak menghiraukan  ajakan untuk beriman kepada Allah swt dan sekaligus mengikuti Rasul Muhammad saw.

Pada saat masih berada di dunia  banyak manusia yang  tidak percaya bahwa  pada saatnya nanti Tuhan akan mengumpulkan lagi tulang belulang manusia  dan kemudian menghidupkannya kembali.  Tuhan tentu berkuasa untuk  menjadikan semua itu dalam keputusan-Nya.  Sedangkan manusia  pada dasarnya selalu akan melakukan durhaka selamanya dan tidak menjalankan syariat Tuhan.  Bahkan diantara mereka justru malah menantang dengan pernyataan bahwa  kapan hari kiamat tersebut terjadi?.

Tuhan membiarkan mereka mengoceh dengan seenaknya sampai pada saatnya nanti, yakni saat  mata terbelalak saat menyaksikan huru hara hari kiamat dan sangat ketakutan yang luar biasa, dan saat bulan sudah hilang cahayanya,  serta matahari dan bulan dikumpulkan.  Saat itulah manusia sibuk  mencari tempat berlari dan sembunyi.  Namun yakinlah bahwa tidak akan ada tempat yang aman dari huru hara hari kiamat tersebut.  Hanya satu satunya tempat kembali ialah Tuhan semesta alam, yakni Allah swt.

Pada hari kiamat tersebut seluruh manusia akan diberitahu tentang amalannya, baik yang terdahulu maupun yang  baru  serta  apa yang telah dikerjakan ataupun apa yang ditinggalkan.  Demikian juga seluruh anggota tubuh manusia juga akan menjadi saksi bagi dirinya.  Itu semua disebabkan mulut manusia akan dikunci dan tidak akan sanggup mengatakan apapun, dan hanya tangan, kaki dan anggota tubuh lainnyalah yang akan memberitahukan dengan jujur mengenai sepak terjang manusia tersebut saat di dunia.

Surat ini meskipun membicarakan banyak tentang  hari kiamat, tetapi juga mengungkapkan mengenai al-Quran yang memang benar benar datang dari Tuhan dan akan tetap dipelihara oleh-Nya.  Kakena itu tidak perlu khawatir dengan  keaslian al-Quran serta penjelasannya sebagaimana yang disampaikan oleh Rasul Muhammad saw.  Memang ada sebagian orang yang  menyangsikan keberadaan al-Quran da  mempertanyakan juga mengenai urutan yang ada.  Nah, dalam surat ini Tuhan menekankan bahwa mengenai urutan ayat ayat dalam al-Quran tersebut menjadi urusan Tuhan yang langsung ditanamkan dalam dada nabi Muhammad saw.

Untuk itu seluruh manusia dihimbau agar mau membaca dan mempelajari al-Quran secara cermat dan  tidak tergesa gesa yang hanya akan menyebabkan kesalahan dan sekaligus  kefatalan  pada diri sendiri.  Perintah Tuhan seluruhnya adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri, namun demikian justru kecenderungan manusia ialah  ingin berbuat untuk dunia semata serta meninggalkan atau menjauh dari kehidupan akhirat.

Atas dasar itulah nanti pada  hari kiamat akan terlihat bahwa wjah wajah orang beriman dan menjalankan perbuatan baik, akan nampak berseri seri dan akan menyaksikan Tuhan mereka.  Sebaliknya wajah orang orang kafir dan orang orang yang tidak mau berbuat baik, akan tampak muram, disebabkan  ketakutan mereka akan mendaparkan adzab Tuhan yang sangat dahsyat dan memilukan.

Surat ini juga menjelaskan mengenai bagaimana sesdeorang menghadapi skaratil maut aau ditik detik sebelum nyawanya dicabut oleh Izrail.  Saat tersebut sungguh merupakan saat yang paling menakutkan, khususnya bagi mereka yang selalu mendustakan ayat ayat Tuhan dan juga Rasul-Nya.  Pada saat tersebut sungguh sangat luar biasa  sakitnya sehingga seolah  bertautlah antara betis satu dengan lainnya.

Pada saat sakaratul maut itulah manusia akan diperlihatkan tempatnya nanti di akhirat, karena itu bagi para mukmin dan beramal shalih tentu akan tersenyum karena melihat surga yang ditunjukkan kepadanya, dan sebaliknya para kafir akan masam dan sangat  takut karena diperlihatkan tempatnya nanti di akhirat, yakni neraka yang penuh dengan siksaan. Bagi mereka yang durhaka dan mendustakan sayariat Allah,  dan tentu tidak menjalankan shalat, mereka akan  mencari pelindung selain Tuhan.

Namun celakah mereka itu empat kali, yakni pada saat  ia akan dicabut nyawanya dengan kecemasan dan kesakitan yang luar biasa, yang kedua ialah pada saat nanti di dalam kubur, karena akan mendapatkan siksaan yang juga sangat luar biasa, ketiga pada saat hari kebangkitan, karena  mereka akan dikumpulkan dengan para pendusta lainnya dalam kondisi yang sangat mengenaskan.  Pada saat itu panasnya bukan main, karena  matahari tepat berada di atas umbun umbun mereka serta siksaan lainnya.  Dan yang keempat ialah pada saat nanti mereka  berada di dalam nerakan jahannam untuk selama lamanya dengan adzab yang luar biasa.

Pada akhir surat ini, Tuhan memberitahukan  kapada manusia bahwa  manusia itu dijadikan oleh Tuhan dari  air mani yang hina, kemudian dari mani tersebut dijadikanlah  oleh Tuhan  sebagai segumpal darah dan daging dan kemudian Tuhan menyempurnakannya hingga menjadi bentuk  kejadian yang sangat baik, yakni manusia utuh.  Setelah itu pun kemudian Tuhan juga menjadikannya  pasangan, sehingga menjadi  manusia laki laki dan perempaun.

Tentu semua itu dalam upaya agar manusia dapat berkembang biak dengan baik dan dengan cara yang baik sebagaimana diajarkan oleh Tuhan melalui Rasul Muhammad saw.  Dengan begitu martabat manusia  akan tetap terjaga dan tetap menjadi  hamba Tuhan yang banyak berdzikir serta berimadah kepada Tuhan.

Harus diingat bahwa manusia  dibiarkan hidup di dunia ini bukan kemudian juga dibiarkan untuk melakukan sesuatu sesuka hatnya, melainkan  Tuhan  telah memberikan kepada manusia sebuah amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan.  Itulah sebabnya manusia diberikan akal untuk memilih dan menentukan sendiri apa yang diinginkan, baik saat masih di dunia maupun nanti saat diakhirat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.