PERUBAHAN SISTEM

Ternyata masih banyak orang yang tidak mau berubah dari kondisi yang ada, padahal perubahan yang dimaksudkan tersebut akan membuat nyaman dan mudah.  Pada umumnya mereka yang enggan berubah ialah yang menganggap cara kovensional yang selama ini ada dianggap cocok dan tidak perlu melakukan perubahan dan pekerjaan lagi.  Hanya saja mereka lupa bahwa seluruh perubahan yang ada  ditujukan untuk mempermudah dan memperbaiki kondisi yang ada, sehingga diperlukan sedikit perhatian dan konsentrasi untuk mewujudkan  kebaikan tersebut.

Perubahan  mengenai e tiket yang dilakukan oleh BRT misalnya, tentu pada awalnya masih banyak orang yang mempersoalkan, kenapa harus berubah, padahal  maksud perubahan tersebut untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses BRT, dan tidak perlu lagi antri dan berdesakan dalam upaya mendapatkan tiket.  Mereka pada umumnya  hanya memandang bahwa setiap perubahan  sudah pasti akan menyulitkan.  Namun  ketyika nanti semua orang sudah mengerti dan  merasakan betapa mudahnya cara baru tersebut, mereka baru menydari betapa perubahan yang dilakukan tersebut memang untuk memudahkan.

Tidak ubahnya dengan perubahan yang terjadi di beberapa lembaga pendidikan dimana segala proses yang dulu dilakukan secara manual,  kemudian diubah menjadi cara on line.  Tentu pada awalnya  ada yang merasa berat, karena tidak menguasa teknologi.  Tetapi kalau kemudian mau menyediakan waktunya barang  sejenak untuk belajar tentang IT tersebut, tentu kemudian akan  dapat merasakan betapa  teknologi yang diadopsi tersebut ternyata memang benar benar memudahkan dan memberikan manfaat yang besar.

Contoh mudahnya ialah bagaimana dahulu para mahasiswa melakukan perwalian dan juga daftar kuliah yang sangat melelahkan, padahal waktunya sangat terbatas.  Nah, dengan  perubahan system dari manual ke on line, akan sangat memberikan kemudahan  kepada semua pihak, yakni mahasiswa dan juga dosen.  Persetujuan dosen wali atas pilihan mata kuliah yang akan diambil dalam semester tertetu tidak diperlukan  ketemu secara fisik, melainkan seluruhnya dapat dilakukan di manapun juga, karena semuanya sudah  tersistem on line.

Walaupun demikian tentu  perwalian dalam arti pembinaan dan pembimbingan  kepada mahasiswa  memang diperlukan, yang menurut aturannya setidaknya dilakukan 3 kali dalam satu semester.  Memang pada awalnya para mahasiswa  banyak yang bertanya mengenai kebiasaan perwalian yang harus ketemu untuk meminta persetujuan dengan pembubuhan tanda tangan wali studi.  Setelah dijelaskan pokok persoalannya, mereka akhirnya menyadari bahwa era on line sudah dijalani, sehingga mereka harus menyesuaikan diri.

Demikian juga dengan para dosen yang secara bertahap melakukan perubahan.  Semula ketika mengikuti sertifikasi dosen dengan cara manual, kemudian ditingkatkan menjadi on line.  Hal yang sama juga dilakukan dalam hal laporan beban kerja dosen yang sebelumnya dilakukan dengan cara manual dan harus menyerahkan bukti fisik, tetapi kemudian diubah  menjadi cara on line.  Memang ada sebagian dosen yang kurang  familier dengan  IT merasa keberatan dan dengan terpaksa harus menyesuaikan dengan system yang ada.  Tetapi setelah berjalan beberapa kali, akhirnya mereka justru menikmatinya.

Persoalan on line dalam  urusan administrasi akademik memang harus dilakukan, meskipun  tentu  ada tahapan yang harus dilalui.  Karena itu seluruh komponen kampus harus mendukung perubahan system tersebut, demi kebaikan  bersama.  Sebagai missal tentang penilaian dosen kepada mahasiswa dalam ujian semester yang dahulunya  harus dimasukkan oleh petugas administrasi, saat ini  sudah harus dimasukkan sendiri oleh dosen bersangkutan, sehingga akurasinya  lebih terjamin.

Kita memang belum menemukan kecurangan dalam hal nilai mata kuliah tersebut, tetapi dengan cara dosennya sendiri yang memasukkan nilai dalam system, akan menghindarkan praktek jual beli nilai yang mungkin dilakukan oleh pegawai yang bertanggung jawab atas  pemasukan nilai tersebut ke dalam system.  Sekali lagi al-hamdu lillah  tidak ditemukan praktek kotor tersebut, tetapi dengan system  langsung dosen tersebut akan lebih menjamin keamanan yang memang harus dijaga.

Demikian juga tentunya dengan rencana BKD dan pelaksanaannya, saat ini sudah diberlakukan secara on line, sehingga  data base dosen akan terus terpelihara  dan sewaktu waktu akan dengan mudah dipergunakan.  Sistem on line seperti ini sekaligus juga dapat dijadikan control dalam hal pelaksanaan tugas  dan kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang dosen.  Lebih jauh, system ini akan dapat mencegah kemungkinan terjadinya plagiarism  yang dilarang tersebut, karena akan mudah terdeteksi.

Jadi perubahan yang dilakukan  dalam  bidang apapun  adalah dalam upaya meningkatkan  kualitas dan sekaligus memudahkan semua pihak.  Nah, perubahan system dalam berbagai hal  yang saat ini dilakukan oleh IAIN Walisongo Semarang juga dalam upaya untuk menjadikan segalanya menjadi mudah dan transparan, sehingga  ke depannya  serba praktis dan pelayanan administrasi akademik tidak terlalu bergantung kepada pegawai tertentu, melainkan  dapat dilakukan  hanya  oleh beberapa orang saja, dan seluruh kegiatan mahasiswa dan dosen akan dapat berjalan dengan  baik dan stabil.

Kita semua menyadari bahwa perubahan tersebut tentu akan membutuhkan partisipasi seluruh pihak, dan kalau diterapkan di IAIN Walisongo, tentunya  memerlukan perhatian dan partisipasi seluruh keluarga besar, baik dari kalangan pimpinan, para dosen, karyawan dan juga mahasiswa.  Barangkali ada sebagian diantara mereka yang  mengalami kesulitas dalam menyesuaikan diri, disebabkan  kurang familiernya dengan persoalan IT atau sudah nyaman dengan system yang lalu.  Namun demi kemajuan kita dan  demi ketidak tertinggalan  kita dari  dinamika di luar, maka mau tidak mau perubahan system ini memang harus dilakukan.

Kita juga akan berusaha menyesuaikan beberapa mitra kita yang belum melakukan perubahan, sehingga pada saatnya nanti seluruhnya akan serasi dalam system yang ada.  Kita menyadari masih ada kekurangan dalam proses dan itu  persoalan lumprah, tetapi kita akan mengusahakan untuk menjadi lebih baik dan sempurna.  Masih ada kekurangan di mitra kita, yakni pihak perbankan, sehingga ada beberapa  mahasiswa yang sesungguhnya sudah membayar uang kuliah, tetapi belum dimasukkan dalam system oleh mitra, sehingga otomatis mahasiswa belum dapat mengakses system yang ada.

Namun semua itu  sebagai koreksi dan  sejauh ini sudah ada penyelesaian dan tidak mengganggu system.  Kejadian tersebut sekaligus nantinya dijadikan bahan evaluasi  terhadap mitra kita sehingga pada semester depan tidak lagi  terjadi hal serupa yang tentu akan  merugikan banyak pihak, mahasiswa dan juga IAIN secara umum.  Selebihnya memang  soal teknik kecil yang sama sekali tidak mengganggu proses yang sedang berjalan.

Pada akhirnya kita  dan semua pihak harus menyadari bahwa untuk melakukan sebuah perubahan menuju sesuatu yang lebih baik, tentu bukan tanpa kendala,melainkan pasti ada masalah yang sedikit mengganggu, tetapi kalau kita konsisten dan terus bergerak menatap ke depan untuk sebuah cita cita  baik, tentu semua  aral akan dapat diatasi dengan baik dan tujuan akhirnya sebagaimana diidam idamkan akan terwujud.  Sebaliknya kalau menyerah dan berhenti melakukan proses perubahan tersebut, kita akan menjadi tertinggal jauh oleh dinamika yang terjadi disekitar kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.