ERUPSI GUNUNG KELUD

Seharian kemarin hingga hari ini aktifitas gunung Kelud menunjukkan hal yang luar biasa, yakni menyemburkan muntahan, hingga  abu vulkaniknya menyebar ke pulau jawa, terutama ke arah Barat. Beberapa tempat mengalami hujan batu kecil ataukerikil dan sebagian besar daerah sekitar Kediri di Jawa Timur terutama  di arah  bagian Barat gunung btersebut.  Saya sendiri yang saat ini berada di Cilacap merasakan  debu tersebut  sangat tebal di jalan jalan dan terutama sangat tampak di genting rumah dan daun daun pepohonan.  Beberapa kota lainnya seperti Surakarta, Klaten, Yogyakarta dan ke Barat hingga Cilacap terkena  imbas sangat  banyak.  Bahkan konon menurut informasi, abu letusan gunung Kelud tersebut sampai Bandung.

Sehubungan dengan  menyebarnya debu vulkanik tersebut memangada beberapa  sms beredar yang bermaksud baik, meskipun sangat mungkin justru dapat membatasi aktifitas masyarakat secara umum. Informasi tersebut menunjukkan tentang bahaya abu vulkanik yang katanya menurut penelitian sangat berbahaya  bagi manusia, baik untuk mata maupun organ tubuh dalam, seperti paru paru dan lainnya. Hanya  saja memang begaiamanapun debu itu  sangat bahaya bagi kedua organ tersebut, tetapi bukan kemudian sangat mengerikan seperti informasi tersebut.

Memang sangat disarankan kalau tidak ada kepentingan yang sangat mendesak, sebaiknya menghindar dari debu tersebut, tetapi kalau memang harus keluar untuk melakukan aktifitas wajib, tentunya tidak mengapa, apalagi kalau dapat melindungi diri dengan masker atau sejenisnya, tentu akan lebih baik dan aman.  Dalam menyikapi meletusnya gunung Kelud tersebut, terutama bagi masyarakat yang sangat jauh, seperti  yang berada di Jawa Tengah, tidak perlu  terlalu risau dan super protektif, melainkan biasa saja  dan  kewaspadaan juga tetap dipelihara sebagaimana biasanya.

Justru yang saat ini perlu mendapatkan perhatian lebih ialah para pengungsi akibat erupsi gung Kelud tersebut.  Bagaimana mereka dapat hidup secara layak di tenda tenda darurat atau di tempat pengungsian lainnya.  Artinya jangan sampai mereka yang sudah menderita akibat meletusnya  Kelud harus juga menanggung beban lebih.  Berbagai kebutuhan pokok mereka  harusnya kita suplay agar mereka dapat sedikit lega dengan kondisinya  yang sekarang mereka alami.  Kebutuhan pangan, air bersih, hingga pakaian untuk  sekedar menutup tubuh mereka dari kedinginan yang sangat.

Sebagai  manusia yang kebetulan lebih beruntung ketimbang mereka, sudah seharusnya kita  menaruh simpati terhadap nasib mereka.  Kalau beberapa waktu yang lalu banyak diantara saudara kita yang menderita akibat banjir yang terjadi dan hingga kini masih belum  selesai, sekarang ditambah lagi dengan musibah baru, yakni meletusnya gunung Kelud, tentu kondisi tersebut  sangat memerlukan perhatian kita.  Bukan saja pemerintah setempat, melainkan seluruh masyarakat sangat dihimbau untuk ikut  membantu merigankan beban mereka, sebagai bentuk kebersamaan dan kesatuan dan persatuan bangsa yang senantiasa kita dengungkan.

Kita memang berada di wilayah dimana banyak gunung aktif dan sangat mungkin dapat meletus sewaktu waktu.  Beberapa waktu lalu  gunung Sinabung di Sumatera Utara juga meletus dan pengungsi atas akibat tersebut hingga saatini masih memerlukan uluran tangan kita, saat ini sudah ada gunung meletus lagi di Jawa Timur.  Beberapa waktu lalu gunung Merapi di Jawa Tengah juga meletus dengan korban yang sangat banyak, termasuk mbah Marijan yang saat itusangat dikenal masyarakat.

Adalah merupakan sebuah resiko yang harus ditanggung oleh kita, terutama masyarakat yang tinggal dan menetap di dekat gunung gunung tersebut.  Pertanyaannya ialah kenapa mereka  mau tinggal di lereng gunung berapi?.  Jawabannya dapat bervariasi, seperti disebabkan oleh lahan yang dipunyai hanyalah dilereng gunung tersebut, dan untuk berpindah ke daerah lain atau merantau ke kota besar,  banyak pertimbangan yang harus dipersiapkan dan  kesimpulannya sangat tidak mendukung.  Menetap di kampung halaman yang selama ini memberikan harapan hidup itulah yang akhirnya dipilih.

Ada juga alasan lainnya ialah bahwa seluruh sanak famili juga ada di lereng gunung tersebut, sehingga sangat berat rasanya kalau harus berpindah ke daerah lain.  Dan  alasan yang sangat masuk akal dan biasa disampaikan oleh masyarakat yang hidup dilereng gunung berapi tersebut ialah bahwa tanah di sana sangat subur, sehingga akan mampu memberikan keuntungan besar bagi mereka.  Semua tanaman yang mereka tanam akan selalu menghasilkan keuntungan bagi mereka dan  sangat jarang mereka terpaksa harus puso dalam memanen hasil tanaman mereka.

Sesungguhnya kita juga kita  sepanasnya memindahkan mereka dari daerah asal mereka, meskipun sewaktu waktu gunung berapi tersebut dapat meletus.  Hanya saja  kalau mereka waspada dan mentaati himbauan pemerintah pada saat terjadinyaaktifitas gunung yang meningkat sehingga akan membahayakan mereka, mereka kemudian  secara suka rela  mau menjauh untuk menyelamatkan diri dan harta mereka.  Tentu kalau sudah ada rencana matang,  kondisi apapun akan dapat disikapi dengan bijak dan tidak sampai merenggut seluruh harta yang ada.

Artinya  mereka akan  menyikapi kondisi tersebut dengan melakukan  investasi hasil yang mereka dapatkan ke beberapa tempat yang aman, seperti  menabung di bank atau investasi lainnya yang diperkirakan tidak akan tersentuh oleh letusan gunung.  Tetapi bagi mereka yang kemudian tidak sanggup lagi menghadapi leutusan gunung berapi, sebaiknya memang mereka  mau direlkasi ke daeha yang relatif aman dari persingunga langsung dengan meletusnya gunung berapi. Dalam persoalan ini pemerintah mempunyai posisi yang sangat menentukan dan strategis.

Kaitannya dengan  meletusnya gunung Kelud saat ini, semua pihak memanag harus   dapat mengerti, terutama  berkaitan dengan tertundanya beberapa aktifitas masyarakat banyak, termasuk yang jauh dari lokasi gunung tersebut.  Sebagaimana kita tahu seharian kemarin beberapa bandara terpaksa harus dihentika aktifitas  penerbangannya, seperti bandara Abdurrahman Saleh di Malang, bandara  Juanda di Surabaya, bandara Adi Sucipto di Yogyakarta, bandara Adi Sumarmo di Surakarta, dan lainnya.

Barangkali ada sebagian masyarakat yang hajatnya terpaksa harus ditunda disebabkan adanya musibah tersebut.  Hitunglah hal tersebut  sebagai keikut sertaan kita dalam keprihatinan bersama atas musibah tersebut.  Kita sesungguhnya dapat mengerti atas sikap sebagian masyarakat kita yang  menggerutu atas ditutupnya sementara bandara, sebab dengan begitu  kemungkinan mereka  kehilangan kesempatan berharga yang terlewat begitu saja, sementara pihaklain yang  terkait tentu tidak mau tahu atas persoalan tersebut.  Taruhlah semisal mereka harus melakukan wawancara menentukan nasib mereka pada hari itu, sehingga dengan tidak terbangnya  maskapai, mereka  akan kehilangan kesempatan.

Namun secara umum kita memang harus mengerti kenapa  hari itu seluruh penerbangan dihentikan.  Ada prosedur yang  harus diperhatikan dalam penerbangan tersebut, semisal jarak pandang harus memungkinkan, juga  kondisi udara juga harus memungkinkan  pesawat dapat terbang dengan aman, dan lainnya.  Untuk itulah kita harus memandang persoalan ini sebagai musibah bersama, dan kita harus tetap bersyukur bahwa kita masi dapat selamat dari musibah yang lebih besar.  Itulah sikap bijak yang harus kita tunjukkan sehingga  semuanya  tetap menjadi baik dan sejuk.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.