SOAL KETIDAK AMANAN PENERBANGAN

Akhir akhir ini banyak koplain yang dilakukan oleh para  pengguna jasa penerbangan, terutama terhadap salah satu penerbangan yang banyak digunakan oleh masyarakat, disebabkan harganya cukup murah.  Komplain tersebut berkaitan dengan  banyaknya barang yang  dibagasikan  dan hilang.  Bukan seluruh barangnya, melainkan sebagian isi yang ada dalam bagasi tersebut.  Tentu kondisi tersebut sangat meserahkan dan  membuat pelanggan tidak nyaman.  Meskipun demikian seolah pihak maskapai tidak serius dalam menangani persoalan ini, sehingga isu ini terus bergulir.

Hanya sayangnya memang kebanyakan masyarakat di negri ini tidak mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap masalah seeprti ini sehingga maskapai tersebut masih saja diserbu oleh masyarakat, karena kebanyakan mereka hanya mempertimbangkan persoalan harga semata.  Seharusnya masyarakat memberikan  perhatian terhadap masalah ini dan memberikan semacam worning kepada maskapai bersangkutan agar lebih berhati hati dan  menjaga keamanan pelanggan maupun barang milik mereka.  Caranya ialah dengan tidak menggunakan jasa maskapai tersebut, sampai mereka benar benar berubah dalam menjaga keselamatan.

Persoalan ini memang cukup serius dan seharusnya pemerintah, dalam hal ini  kementerian perhubungan  memberikan semacam sanksi dan teguran kepada pihak maskapai agar lebih mementingkan  kepuasan pelanggan dengan memberikan pelayanan yang cukup serta keamanan dan kenyamanan. Meskipun masih banyak masyarakat yang lebih memlih maskapai derngan harga rendah, tetapi bukan berarti pihak maskapai dapat melakukan pelayanan seenaknya saja, melainkan harus tetap menjaga kredibilitasnya sebagai penerbangan nasional yang baik dan bertanggung jawab.

Kita akui bahwa  bagi mereka yang lebih mementingkan  keamanan  dalam penerbangan, tentu tidak akan menggunakan jasa maskapai yang lalai dan tidak memperhatikan persoalan keamanan, baik bagi penumpang maupun  terhadap barang barang milik penumpang.  Mereka lebih memilih maskapai yang memberikan kenyamanan dan keamanan, meskipun  harga tiket yang harus dibayar cukup mahal.

Sesungguhnya maskapai yang dimaksud tersebut sudah banyak memberikan layanan yang tidak memuaskan, karena beberapa waktu yang lalu persoalan  hilangnya barang di bagasi sudah pernah muncul, kemudian juga  persoalan keterlambatan dari jadwal yang direncanakan.  Bahkan untuk hal yang satu ini seperti sudah  menjadi trade mark maskapai tersebut, bahkan terkadang keterlambatannya tidak tanggung tanggung, hingga sampai 4-5 jam bahkan lebih.

Belum lagi pernah maskapai tersebut dikomplain oleh para pelanggannya yang kepanasan dalam pesawat, hanya disebabkan  pihak maskapai tidak mau mengisi dan membeli  bahan semacam Freon untuk AC dalam kabin, sehingga atas peristiwa tersebut sebagian calon penumpang membobol pintu darurat, karena tidak kuat dengan panasnya  suhu dalam kabin.  Itu semua seharusnya menjadikan maskapai tersebut lebih berhati hati dan  mengubah menejemennya untuk  memberikan layanan yang lebih baik, simpatik dan menyenangkan.

Memang ada ketentuan bahwa barang barang yang dimasukkan ke dalam bagasi hendaknya tidak berupa barang berharga, melainkan hanya berang barang biasa,  sedangkan barang berharga harus dimasukkan ke dalam bagasi kabin.  Namun kalau maskapai amanah dalam menjaga barang milik pelanggan, tentu tidak sampai tas atau kokpor milik pelanggan dibobol oleh oknum petugas, sehingga  kopor tersebut rusak dan barang berharga di dalamnya hilang.

Ketentuan mengenai barang  barang yang harus dimasukkan dalam bagasi tersebuit memang sangat penting agar para pemiliknya dapat berhati hati, jikalau suatu  waktu tanpa kesengajaan ada sebagian bagasi yang tertinggal atau tertukar masuk dalam maskapai lainnya, dan  setrusnya.  Tetapi bagaimanapun kalau pihak maskapai amanah dan seluruh pegawai yang menangani  bagasi sejak awal hingga akhirnya  melakukan  kinerjanya dengan baik dan amanah, tentu tidak aka nada barang dalam bagasi yang hilang.

Kalaupun terpaksa ada kelalaian dari pihak maskapai dan menyebabkan barang milik pelanggan raib, maka pihak maskapai akan menanggungnya dan memberikan ganti yang setara atau bahkan lebih besar.  Ini semua harus ada dukungan yang kuat dari pihak pemerintah dan pihak lain, seperti pengadilan yang sangat mungkin akan mengadili persoalan tersebut.

Kita memang mengakui bahwa salah satu factor yang menyebabkan  persoalan dalam hal perhubungan ialah bagaimana orang orang yang ada di dalamnya tidak atau kirang paham terhadap persoalan perhubungan tersebut.  Banyak kasus  terjadinya kecelakaan lalu lontas, baik diudara, laut maupun darat, juga disebabkan oleh kesalahan factor manusia.

Kasus penerbangan yang mengalami  masalah juga disebabkan perawatan dan  cek terhadap kondisi mesin dan lainnya yang dipersyaratakan, banyak diabaikan.  Ketiidak taatan terhadap prosedur yang harus dijalankan juga  sering dilakukan oleh para awak yang bertanggung jawab, sehingga  kondisi tersebut memberikan rasa was was dan tidak nyaman bagi para pelanggan yang menggunakan jasanya.  Tentu tidak saja terhadap transportasi udara, melainkan juga terhadap transpotrasi lainnya.

Demikian juga mengenai ketidak taatan batas maksimal penumpang sering tidak dihitraukan, terutama dalam hal transportasi darat dan laut.  Sedangkan untuk transportasi uadara dalam hal ini biasanya sangat ketat.  Seharusnya para penyedia  jasa angkutan menjadi lebih berhati hati sehubungan dengan menjamurnya  transportasi sejenis, karena  pada saatnya masyarakat tentu akan lebih rasional dengan lebih memilih  jasa transportasi yang nyaman, aman, dan juga  pelayanan yang bagus.

Barangkali saat ini  memang masyarakat masih  belum menyadari kondisi tersebut, tetapi kita yakin bahwa seiring dengan berjalannya waktu dan  munculnya banyak persoalan di seputar  jasa transportasi tersebut, penyedia tranpsotasi yang  asal asalan akan ditinggalkan oleh para pelanggannnya.

Kondisi protes yang dilakukan oleh sebagian pelanggan yang merasa dirugikan tersebut hanyalah sebuah  worning agar  para penyedia jasa transportasi tersebut berpikir lebih rasional dan ke depan, bukan  berpikir pragmatis dan saat ini.   Kalau  mereka masih saja tidak mau menggunakan  rasionya dan tetap  percaya diri dengan kondisi saat ini, maka  mereka harus bersiap siap untuk benar benar ditinggalkan para pelanggan, apalagi kalau nanti  muncul banyak pesaing yang memberikan layanan lebih bagus dan menjanjikan.

Bagi masyarakat pengguna jasa transportasi, khususnya  transportasi udara tentunya sudah sangat paham dengan persoalan ini, dan kalaupun saat ini masih menggunakan jasa maskapai yang layanannya kurang baik, itu semata mata didasarkan atas semacam “keterpaksaan”, disebabkan   tidak adanya maskapai lainnya yang masih tersisa atau disebabkan persoalan finansial yang pas pasan.  Tetapi bagi pelanggan yang masih mempunyai waktu luang dan uang yang cukup untuk memakai jasa penerbangan yang lebih  baik, tentu mereka akan  lebih memilih yang terbaik tersebut.

Satu harapan kita kepada maskapai yang saat ini mendapatkan kritik tajam dari masyarakat disebabkan layanan yang kurang dan bahkan tanggung jawab  dan amanah yang kurang, dapat mengubahnya menjadi lebih baik dan memperhatikan  kepentingan pelanggan.  Karena  kita semua tahu bahwa pelanggan adalah raja yang harus diperlakukan sedemikian bguas agar mereka tidak lari dan mencari kepuasan di maskapai lainnya.

Tulisan ini tidak berpretensi apapun, tetapi semata mata hanya untuk memberikan pertimbangan kepada semua pihak agar  semuanya menjadi baik dan puas.  Tetapi sepenuhnya akan kembali kepada masing masing kita, karena kita  sama sama mempunyai  otak untuk mempertimbangkan segala sesuatu, dan demi kepentingan kita yang lebih baik dan lebih bermanfaat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.