MENGENANG SOSOK GUS DUR

Rasanya tidak ada seorangpun yang tidak mengenal sosok Gus dur, panggilan akrab KH Abdurrahman Wahid, mantan presiden RI dan mantan ketua umum Pengurus Besar nahdlatul Ulama.  Gus Dur memang merupakan sosok fenomenal yang penuh misteri, dan hingga saat ini masih banyak yaang belum diketahui oleh publik.  Sebagai seorang presiden, Gus Dur banyak membuat teribisan yang sangat luar biasa, meskipun hanya sebentar menduduki jabatan presiden.  Salah satu diantaranya ialah bagaimana Gus Dur memberikan kesempatakan yang sama  kepada hidupnya agama Kong Hucu di negeri ini, yang sebelumnya  diharamkan.

Kran demokrasi juga dibuka sedemikian  luas, bahkan  hingga  menjadikan diri beliau sebagai korbannya.  Tetapi beliau sudah meletakkan  dasar dasar demokrasi yang benar dan harus dipertahankan di negri ini.  Keberanian Gus Dur juga tercermin dalam  sikap dan pernyataannya yang  terkesan ceplas ceplos, termasuk kepada  anggota DPR.  Pernah terlontar pedrnyataan Gus Dur yang membuat geram anggota DPR, karena  mereka dianggap sebagai anak kecil atau anak TK.  Kalau kemudian dipikir secara cermat, memang kelakuan sebagaian anggota DPR kita seeprti kanak kanak da;lam berbagai hal, sehingga  pernyataan Gus Dur tidak  salah.

Hanya saja  karena saat ini DPR yang berkuasa di bumi pertiwi ini, maka mereka  kemudian dapat melakukan apapun untuk menolak anggapan seeprti itu.  Kita juga  diingatkan dengan pernyataan Gus Dur yang sangat terkenal, yakni “begitu saja kok repot”.  Artinya dalam  memecahka persoalan, Gus Dur tampaknya tidak ingin  bertele tele sebagaimana prosedur yang diatur, karena  akan memakan banyak waktu dan mungkin biaya.  Seharusnya kalau itu dapat diselesaikan dengan cara yang mudah dan cepat, kenapa harus diperlambat dan dipersulit.  Itulah kiranya makna dari pernyataan tersebut.

Memang cara yang dipakai oleh Gus Dur, terutama dalam menjalankan pemerintahan, banyak dikritik orang, karena seringkali Gus Dur idak mau diatur oleh protokol dan seolah terkesan sak enake dewe.  Gus Dur memang merupakan sosok yang jauh melompati zamannya, sehingga banyak orang yang tidak dapat mengikuti cara berpikir beliau yang terlampau tinggi, sehingga banyak kritik yang kemudian dilontarkan bahwa seharusnya  beliau yang harus mengerti  masyarakat, bukan masyarakat yang harus mengerti beliau.

Salah satu hal yang  beliau lakukan setelah  menjadi presiden ialah berkunjung ke negara negara lain untuk memperkokoh hubungan dan sekaligus mendapatkan dukungan atas  terjadinya banyak huru hara sebelum reformasi.  Kita tahu bahwa banyak negara yang kemudian tidak simpatik dengan Indonesia, sehubungan dengan meletusnya banyak kekerasan dan bahkan penjarahan yang terjadi sebelum reformasi atau pada saat peralihan dari orde  baru ke orde reformasi.  Bahkan banyak masyarakat kita, terutama yang keturunan yang kemudian terpaksa harus minggir ke luar negeri untuk menghindari kemungkinan terjelek yang bisa saja terjadi.

Nah,  kondisi tersebut ingin dip[ulihkan oleh beliau dan sekaligus juga  dalam upaya  untuk ikut menjembatani banyak masalah yang melanda dunia.  Bahkan  beliau juag mnengunjungi negera yang selama itu tidak pernah dikunjungi oleh pemerintah sebelumnya, semata mata ingin menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang mendasarkan politik luar negerinya bebas aktif yang sesungguhnya.  Tepai memang kita tahu banyak orang yang tidak bisa mengerti dengan  maksud kunjungan beliau dan justru malah mengkritiknya sebagai klencer belaka.

Sebagai tokoh dan guru bangsa  Gus Dur memang sanagt tepat, tetapi sebagai presiden yang  harus  melayani sekian banyak manusia yang  jalan pikirannya masih banyak yang tertinggal,  nampaknya memang ada jarak yang harus diterjemahkan sehingga masyarakat akan menjadi tahu.  Hanya saja sayangnya memang tidak ada penerjemah yang dapat memberikan  penjelasaan yang menyenangkan dan menenangkan kepada masyarakat, sehingga protes dan kritik banyak disampaikan kepada Gus Dur.

Gus Dur memang termasuk tokoh dan manusia langka dalam arti positif. Bayangkan saja pada saat beliau mendengarkan oraang lain bicara, baik dalam seminar maupun dalam rapat sekalipun, seolah beliau tidur, dan mungkin memanag benar benar tertidur, tetapi jalan pikirannya  langsung nyambung.  Artinya keheranan kita menjadi sangat besar ketika  dalam seminar misalnya, setelah menyampaikan orasinya atau presentasinya, beliau kemudian tertidur, bahkan ketika sesi tanya jawab beliau juga masih tetap dalam posisinya, tetapi giliran diberikan kesempatan untuk menjawab,  belia dapat runtut menjawabnya. Itulah salah satu keanehan beliau yang tidak dapat diungkap oleh nalar biasa.

Keanehan belia juga dapat disaksikan setelah beliau  wafat.  Artinya semenjak beliau dikuburkan di Jombang Jawa Timur 4 tahun yang lalu, tetapi  makam beliau tidak pernah sepi pengunjung, bahkan setiap harinya ribuan orang terus mengunjunginya.  Kita tidak pernah tahu apa penyebab penziarah selalau mengarahkan tujuannya ke makam beliau.  Ada sedikit cerita dari lisan ke lisan bahwa masyarakat awam telah menganggapnya  sebagai wali yang kesepuluh di tanah Jawa.  Artinya beliau  disejajarkan dengan wali  wali yang sembilan  di tanah Jawa yang selama ini sudah dikenal.

Banyak hal sudah ditorehkan  selama hidup beliau.  Betapa banyak terobosan yang telah beliau lakukan pada saat menjadi keutua umum PB NU yang saat itu berada dalam zaman rezim orde baru.  Kita juga  masih sangat ingat betapa kuatnya beliau saat direcoki oleh pemerintah ORBA yang ingin menggulingkan dalam muktamar NU saat itu.  Kita juga tahu betapa beliau tetap tegar ketika dimusuhi oleh DPR dan beberapa partai politik ketika menjalankan tugas sebagai presiden, terutama saat  mengganti menterinya yang dinilai tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dan masih banyak lagi.

Menurt saya meskipun beliau menjabat sebagai presiden hanya  sebentar saja, tetapi sudah memberikan sesuatu pembelajaran yang sangat banyak.  Keberanian beliau mendobrak kebiasaan lama yang tentu tidak sesuai dengan zaman dan tuntutan, harus kita hargai dan lestarikan.  Dan meskipun banyak kalangan yang menyatakan bahwa beliau memang tidak tepat menjadi presiden dan lebih tepat sebagai tokoh dan guru bangsa, tetapi dalam kenyataanya banyak hal yang telah beliau torehkan dalam kapsitas beliau sebagai presiden.

Justru yang saat ini kita  penting untuk mengenangnya ialah bukan beliau sebagai presiden, melainkan beliau sebagai tokoh dan guru bangsa yang banyak memberikan pencerahan kepada umat, terutama dalam hal hidup berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat. Gagasan gagasan beliau cukup banyak dan akan sangat bagus bilamana kita munculkan kembali untuk memberikan pencerahan yang lebih bagi bangsa kita yang sedang terpuruk dalam banyak hal.

Candaan yang biasa beliau sampaikan sesungguhnya juga mengandung banyak hikmah, bahkan banyolan yang seolah hanya sebagai pelengkap minum kopi saja, sebenarkan kalau kita renungkan juga mengandung makna yang cukup baik.  Demikian juga jawaban jawaban atas pertanyaan menggelitik Jaya Suprana misalnya dalam dialog bersama Gus Dur yang  dahulu ditayangkan oleh televisi, juga banyak mengandung filosofi tinggi, meskipun seolah hanya  secagau guyonan semata.

Saya memang bukan berniat mengkultuskan Gus Dur, tetapi  semata mata hanya ingin mengenang Gus Dur dari sisi yang unik dan sangat langka.  Betapa  kehidupan Gus Dur yang sederhana, pikirannya yang cemerlang. Langkah dan tindakannya yang sangat berani dan lainnya, sangat perlu kita kenang.   Kalaupun dalam kehidupannya sebagai manusia biasa  mempunyai kelemahan dan kekurangan, maka biarlah Tuhan yang akan mengampuni beliau, kita hanya ingin mengenang  kebaikan beliau saja,  semoga kita dapat mewarisi sikap dan pemikiran beliau untuk menyongsong Indonesia yang lebih damai dan maju.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.