TRANSMIGRASI

Nampaknya saat ini program transmigrasi kurang mendapatkan perhatian, baik dari pemerintah maupun masyarakat sendiri, padahal tujuannya sangat bagus, yakni  meningkatkan taraf hidup dengan usaha yang memungkinkan. Di pulau Jawa, masyarakat sudah sangat banyak sehingga seolah tidak ada lagi lahan yang dapat dijadikan sebagai tempat usaha pertanian dan atau perkebunan.  Bahkan hanya sekedar untuk  lahan perumahan saja  sudah sangat sulit, disamping harganya yang sangat  mahal.  Nah, transmirasi akan memberikan kesempatan bagi mereka yang mau berusaha dan bekerja untuk menjadi maju mengubah nasibnya sendiri.

Memang ketika pertama kalinya  memprogramkan transmigrasi, pemerintah  mendapatkan banyak kesulitan, namun dengan berbagai  penjelasan yang rasional, program tersebut dapat berjalan dengan baik dan bahkan dapat mengantarkan mereka yang  mau berusaha dengan keras, dapat menuai hasil yang  sangat bagus.  Banyak diantara mereka yang sukses dan menjadi petani atau pengusaha perkebunan dan lainnya.  Namun  kita juga harus mengakui bahwa bagi mereka yang tidak tahan uji, biasanya akan gagal dan kembali lagi ke kampung halamannya.

Beberapa kendala awal yang dialami oleh pemerintah dalam  program transmigrasi tersebut diantaranya ialah  adanya ungkapan yang sudah  kaprah di masyarakat bahwa “mangan ora mangan sing penting kumpul”, yang berrati  untuk urusan makan itu tidak terlaluu penting.  Justru yang lebih penting dari itu ialah berkumpul.  Jadi ungkpapan ntersebut mengandung arti bahwa  seluruh keluarga sebaiknya memang berada di suatu tempat sehingga akan dapat berkumpul, meskipun tidak bisa makan sekalipun. 

Tentu ungkapan tersebut sudah tidak relevan dengan  zaman, karena justru yang terpenting saat ini ialah bagaimana kita dapat hidup dengan sejahtera, meskipun harus berjauhan tempat tinggalnya.  Artinya untuk urusan tempat tinggal tidaklah harus  kumpul atau  berdewkatan, melainkan  dapat berkomunikasi dengan lancar.  Nah, saat ini  jarak sudah tidak lagi menjadi halangan untuk berkomunikasi, atau bahkan  ketika harus berhadapan secara langsung pun saat ini  sangat mudah, karena alat transportasi sudah sangat mudah dan cepat.

Untuk itu seharusnya program transmigrasi tetap digalakkan kembali di kalangan masyarakat yang padat penduduk.  Transmigrasi akan memberikan haraan hidup yang lebih besar, karena lahan tersedia, meskipun tentunya  tidak seperti dahulu, terkecuali di tempat tempat yang memang masih perawan.  Hanya saja   mereka yang akan menjalaninya harus kuat dan tabah dalam menjalani hidup dengan selalu berusaha.  Artinya kalau  bagi mereka yang tidak mau berusaha dan hanya ingin mendapatkan sesuatu secara instan, maka tidak akan cocok, dan dapat dipastikan akan gagal.

Transmigrasi adalah babak alas atau memulai hidup yang sebenarnya.  Tanah tersedia dan tentu bantuan awal akan diberikan oleh pemerintah melalui programnya. Nah,  kemauan besar dari masyarakatlah yang  nantinya akan menentukan berhasil atau tidaknya.  Niat dan komitmen harus jelas dan teguh  sehingga mereka tidfak akan mudah tergoda dengan berbagai rayuan yang mungkin muncul, seperti menjual tanah yang diberikan oleh pemerintah dan kembali ke kampung halaan dan sejenisnya.

Untuk mengantisipasi hal hal seperti itu, pemerintah memang harus terus berusaha melakukan pembinaan dan sekaligus pengawasan secara ketat.  Kita yakin bahwa siapapun yang maqu berusaha  dan tabah dalam menjalani hidup,  pasti akan meraih kesuksesan, meskipun dalam waktu yang cukup lama.   Transmigrasi memang bukan program instan, melainkan  harus melalui tahapan yang cukup anjang, tetapi jelas arah yang dituju.

Kepadatan penduduk dan sempitnya lahan yang ada di Jawa memang harus diatasi dengan program transmigrasi ke luar Jawa.  Sebagai contoh di Sulawesi Tengah misalnya, wilayah yang sangat luas, dan mencapai lebih  dari 60 ribu km2 hanya mempunyai penduduk sekitar 3 juta orang. Bandingkan dengan satu kota saja d jawa, misalnya di Surabaya saja yang pendduknya lebih dari 3 juta.  Atas pertimbangan tersebut kiranya memang kita harus kembali menyuarakan kepada masyarakat untuk mau bertransmigrasi ke luar Jawa untuk mendapatkan harapan hidup yang lebih baik di masa  mendatang.

Sementara itu kita mempunyai wilayah negara yang sangat luas yang melintang dari Aceh hingga Papua.  Penyebaran penduduk yang masih tidak imbang tersebut juga  menyebabkan  terjadinya ketimpangan dalam hal  kemajuan, baik dalam bidang pendidikan, teknologi dan juga kesejahteraan.  Dengan program transmigrasi tersebut diharapkan akan  memperpendek jarak antara  mereka yang selama ini dianggap kurang maju dengan mereka yang berada di perkotaan.  Tentu kita sangat menyadari bahwa  mayoritas penduduk kita berada di perdesaan yang tentu akan sangat berbedatingkat penyerapan informasi dan  kemajuan.

Transmigrasi sesungguhnya akan mampu menjembatani hal tersebut, kalau di daerah transmigrasi yang  masih perawan dan  sangat sepi tersebut, kemudian dihuni oleh banyak orang  yang datang dan berusaha  mengubah nasib mereka.  Nah, kewajiban pemerintah  untuk menyediaan berbagai fasilitas dan infra struktur yang memungkinkan mereka  tetap  mempunyai harapan untuk sejahera, seperti jalan yang  dapat menghubungkan dengan daerah lain atau perkotaan, fasilitas pendidikan bagi anak anak mereka, fasilitas kesehatan, fasilitas akses listrik ,  dan fasilitas mum lainnya.

Nah, dengan kondisi seperti itu pada saatnya  daerah tersebut diharapkan akan menjadi daerah yang ramai dan dapat mengembangkan diri menjadi sebuah kota dengan segala fasilitas yang memadahi, seprti layaknya kota lainnya.  Kalau seluruh transmigran mempunyai pemikiran seperti itu, maka perkembangan masyarakat dan daerah di nusantara ini akan lebih cepat terwujud, dan penyebaran penduduk ke seluruh wilayah  akan juga terjadi dengan cepat.

Bahkan kalau pada zaman dahulu  sasaran transmigrasi adalah para petani di beberapa perdesaan di Jawa,  kiranya sudah  sangat mungkin bahwa sasaran transmigrasi saat ini adalah para pelajar dan mahasiswa serta lulusannya.  Artinya  percepatan kemajuan daerah transmigrasi akan megalami  kemajua yang  sangat besar jika para alumni perguruan tinggi mau melakukan transmigrasi di daerah terpencil.  Tentu akan sangat berbeda antara transmigran intelektual dengan  para penduduk desa yang  tdak atau kuran mengenyam pendidikan formal.

Hanya saja kemungkinannya yang  sangat sulit, karena  hampir tidak ada  diantara para pelajar dan mahasiswa yang mempunyai pemikiran membangun suatu daerah dari nol.  Kebanyakan mereka menginginkan kehidupan yang sudah jadi dan mendapatkan pekerjaan yang relatif mudah,tanpa harus bersusah payah.  Namun barangkali dapat dilakukan upaya campuran, yakni program transmigrasi yang melibatkan para petani murni dengan para lulusan perguruan tinggi.  Harapannya akan terjadi sinergitas yang kuat dianara mereka dan  kemudian juga ada daya dorong yang kuat pula untuk memajukan daerah tersebut.

Kalau hal ini dapat terwujud dan  kita masih yakin bahwa meskipun sedikit, tetapi masih ada  diantara para lulusan perguruan tinggi yang mau melakukan transmigrasi tersebut,  tentu  akan membuat sebuah terobosan dalam upaya untuk memajukan daerah dan wilayah di nusantara.  Karena itu himbauan saat ini sangat perlu ditujukan kepada pemerintah untuk memunculkan kembali program transmigrasi tersebut agar di masa  mendatang cita cita  mensejahterakan seluruh masyarakat akan terbantu.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.