HARI IBU

Sebagai seorang muslim, kita tentu sangat ingat dengan  sebuah riwayat dari Nabi Muhammad saw, pada saat ditanya oleh seorang sahabat beliau tentang siapakah orang pertama yang harus diperlakukan dengan baik atau dihormati, lalu Nabi menjawab ibumu.  Dan pada saat ditanyakan kembali kemudian siapa setelah kitu, Nabi pun tetap menjawab ibumu, dan untuk ketiga kalinya ketika ditanya tentang hal yang sama, Nabi juga menjawab dengan mantap, ibumu.  Baru pada pertanyaan keempat, Nabi menjawab ayahmu.  Riwayat gtersebut biasanya kemudian dipahami sebagai sebuah kewajiban seorang anak untuk lebih menghormati ibunya tiga kali ketimbang bapaknya.

Namun demikian tidak mesti harus seperti itu, karena sesungguhnya kedua orang tua bagi anak merupakan  sosok yang memang harus dihormati dan diperlakukan dengan sangat baik.  Itu disebabkan bahwa keberadaan seorang anak, meskipun atas ijin Tuhan, tetapi orang tualah yang kemudian menyebabkan  anak tersebut  ada di dunia, dan pada umumnya  orang tualah yang  mendidik dan membesarkannya dengan penuh kasih dan sayang yang tiada terbatas.  Keikhlasan orang tua  dalam mendidik dan membesarkan anak tersebut tidak dapat dilukiskan dan  karena itu tidak akan  mungkin disamai  oleh perbuatan anak, sekalipun  seluruh umurnya dihabiskan untuk mengabdi kepada orang tuanya tersebut.

Orang tua, terutama ibu memang orang yang paling berjasa kepada seorang anak.  Bayangkan semenjak dalam kandungan, seorang ibu harus mengandungnya dan membawanya  kesana kemari dengan susah.  Kemudian kita juga dapat membayangkan betapa beartnya saat melahirkan,  katakanlah nyawa harus menjadi taruhannya.  Belum lagi saat merumat anak  sejak kecil yang  kadangkali rewel dan sangat menjengkelkan.  Namun toh seorang ibu akan selalu bersabar dalam  merawat dan membesarkannya dengan penuh  kasih dan sayang.

Mengingat hal tersebut, maka sangat beralasan jikalau kemudian Nabi Muhammad saw memberikan perhatian yang lebih untguk penghormatan kepada seorang ibu dibandingkan dengan seorang ayah.  Itu semata mata untuk menghargai jaya yang telah dibaktikan, bukan untuk membuat perbedaan yang berakibat kepada  sikap dan perilaku.  Secara umum seorang anak memang harus menghormati dan memperlakukan dengan sangat baik kepada orang tua, ibu, dan bapak sekaligus.  Bahkan ajaran  agama kita juga menganjurkan kewpada setiap pemeluknya untuk menghormati kepada siapapun yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, meskipun tidak terkait dengan hubungan nasab sekalipun.

Bangsa kita sebagai bangsa yang   mengenal agam, tentu juga tidak akan mungkin memberikan  ajaran yang berbalik dengan ajaran agama.  Artinya bangsa kita saat ini telah memberikan penghargaan yang tinggi kepada kaum ibu dengan memberikannya  satu hari yang kemudian diberikan nama hari ibu.  Hanya saja  bukan berarti pada hari itu saja kita  harus menghormati ibu, melainkan hanya sebagai peringatan saja bahwa kita memang harus menghormati ibu kita.

Tentu kita sangat menyayangkan adanya sebagian orang yang salah dalam mengartikan hari ibu tersebut.  maksudnya teerdapat sebagian orang yang hanya memperlakukan baik, sepreti ditraktir makan atau diajak berlibur, atau  diminta untuk istirahat dalam pekerjaannya dalam hari tersebut dan smeua kebutuhannya, mulai dari kebutuhan makan, minum,  dan lainnya, akan dipenuhi.  Sedangkan   stelah hari ubu tersebut bewrlalu, ibu tersebut harus menjalankan pekerjaan rutinnya kembali dan  kita sama sekali tidak merasa kasihan dan menghargainya.

Seharusnya  dengan lahirnya hari ibu tersebut  kita jadikan sebagai momentum untuk mengharagi seorang ibu dalam keseharian kita selama hidup kita.  Hari ibu semata hanya sebagai peringatan bahwa  seorang ibu itu sangat penting dalam kehidupan kita, karena doa orang tua, terutama ibu akan senantiasa didengarkan oleh Tuhan.  Sebuah riwayat telah kita peroleh bahwa  ridlo Tuhan itu tergantung kepada ridlo orang tua dan  murka Tuhan itu juga tergantung murka orang tua.   Hingga dengan demikian kita harus  selalu berusaha dan berbuat agar orang tua kita jangan sampai marah kepada kita dan mereka akan senantiasa  mendoakan kita.

Kalau kemudian kita memberikan sikap istimewa kepada ibu pada hari ibu, itu  tidak mengapa dan justru akan lebih baik.  Namun yang harus diingat ialah bahwa berbakti kepada orang tua, terutama ibu bukan  hanya pada hari ibu semata, melainkan sepanjang hidup kita.  Tentu sangat wajar bilamana kita  meu memberikan kado istimewa pada hari ibu kepada ibu dan orang tua kita dengan memanjakan mereka, asalkan mereka  dapat merasakan kegembiraan dan memberikan doanya untuk kita.

Kalau kita  beerada dalam lingkungan masyarakat yang terpelajar dan  taat menjalankan ajaran agama, tentu hati kita akan  bangga dengan sikap dan perilaku masyarakat tersebut, karena  semua  berjalan normal sebagaimana mestinya.  Namun ketika kita berada  pada lingkungan masyarakat yang awam dan bahkan kondis ekonominya sangat memprihatinkan, hati kita akan menjadi kecut.  Betapa tidak,  ada sebagai ibu ibu yang harus berjibaku dalam mempertahankan sekonomi rumah tangga  serta seolah dieksploitasi oleh laki laki yang seharusnya menjdi tulang punggung keluarga.

Masyarakat di pinggiran kota kota besar yang termasuk  kampung kumuh, sering terjadi pemandangan yang demikian, meskipun secara umum banyak pihak yang menghimbau dengan perilaku baik.  Bahkan para tokoh juga sudah memberikan wejangan serta ceramahnya.  Hanya saja mereka masih tetap tidak bisa beranjak dari kondisinya yang dialami  sejak bertahun tahun.  Itu disebabkan  para pihak tersebut hanya semata menghimbau dan tidak pernah mencarikan jalan keluar yang dapat ditempuh oleh mereka.

Lepas dari persoalan tersebut, sebagai seorang yang tahu berterima kasih, kita memang secara nalar harus berbuat baik dan bakti kepada orang tua.  Karena bagaiamanapun juga orang tua telah berjasa sangat banyak kepada kita.  Artinya meskipun ada sebagian orang tua yang tidak mampu memberikan jaminan  ekonomi atau memberikan kesempatan  sekol;ah kepada anak anaknya, disebabkan kondisi ekonomi, namun mereka sesungguhnya telah melakukan hal terbaik  dalam hidup kita, terutama pada saat kita masih kecil dan diperlakukan dengan sangat  sayang.

Tentu hal tersebut berlaku  umum, karena ternyata dalam kehidupan ini masih ada hal di luar nalar manusia, yakni adanya sebagian  orang tua yang sangat tidak mengharapkan kehadiran anak disebabkan oleh beberapa  hal, seperti  belum siap menjadi orang tua, sehingga harus membunuh  anak mereka sebelum menyaksikan indahnya dunia.  Atau karena alasan harkat dan malu,  ada juga orang tua yang tega menghabisi nyawa anaknya setalah beberapa menit menghirup udara dunia.  Nah, orang  tua seperti  itu merupakan pengecualian, karena dirinya memang sudah tidak berhak untuk dihormati atau diperlakukan baik.

Bagaimanapun orang tua  itu merupakan pihak yang sangat menentukan nasib dan kehidupan kita.  Sekali saja kita berani menentang mereka dengan menyakiti hati dan perasaan mereka, maka  hidup kita tidak akan pernah tenag dan bahagia.  Untuk itu doa dan restu mereka sangat kita butuhkan dalam menatap masa depan yang gemilang.  Hari ibu ini kita sikapi sebagai salah satu unsur yang tetap mengingatkan kita   betapa pentingnya peranan seorang ibu dan orang tua secara umum.  Semoga kita tetap dalam koridor menghargai dan menghormati orang tua kita, terutama ibu dengan penuh keikhlasan.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.