WASPADA BULAN DESEMBER

Pada umumnya bulan Desember dianggap sebagai bulan evaluasi terhadap kinerja selama satu tahun berjalan, dan juga sebagai tahun laporan kegiatan selama satu tahun.  Namun pada akhir akhir ini yang terjadi justru sebaliknya, yakni berjubelnya kegiatan, disebabkan  target yang dicanangkan belum tercapai.  Akibat dari berjubelnya kegiatan tersebut, hampir tidak ada hari tanpa kegiatan, termasuk hari Sabtu dan Minggu.  Bahkan untuk persoalan kualitas pelaksanaan program tidak lagi menjadi prioritas, melainkan hanya sekedar menghabiskan  angaran  saja.  Itulah gambaran numum saat ini, dimana kita akan sangat kesulitan mencari tempat untuk menginap, karena hampir seluruh hotel telah dipesan dan digunakan untuk melaksanakan kegiatn tersebut.

Kondisi seperti itu tentu tidak mendorong untuk  peningkatan kualitas, melainkan hanya untuk mendukung daya serap anggaran  semata.  Memang tidak salah melaksanakan kegiatan di akhir tahun seperti ini, hanya saja   diindikasikan bahwa pelaksanaannya hanyalah untuk menghabiskan anggaran saja.  Dan kondisi  tersebut memang tidak sepenuhnya dapat disalahkan, karena itu merupakan  rentetan mata rantai yang bermuara kepada kebijakan dalam bidang anggaran yang cukup lamban dalam menangani persoalan anggaran tersebut.

Artinya meskipun DIPA sudah diluncurkan sejak bulan Deseber tahun sebelumnya, tetapi pelaksanaannya dapat mundur hingga bulan Juli. Latas apa yang dapat dilakukan  dalam bulan bulan sebelumnya, yakni Januari hingga Juni.  Ternyata persoalannya adalah adanya  tanda bintang dalam anggaran, yang hal tersebut menandakan bahwa angaran tersebut tidak bisa dilaksanakan sebelum bintangnya hilang.  Nah, persoalannnya ialah mengapa bintang tidak segera dihilangkan dan apa penyebabnya sehingga bitang berlarut dan tidak segera hilang?

Pertanyaan pertanyaan tersebut seolah sulit untuk mendapatkan jawabannya, karena diantara lembaga yang terkait dengan hilangnya bintang tersebut sama sama  mengelak dan  seolah tidak merasa dosa dengan menghambat pelaksanaan anggaran tersebut.  Seolah saling lempar tanggung jawab dalam  menjawab masalah tersebut.  Kita memang  tidak perlu mencari siapa yang salah, tetapi ke depan haruslah  tidak terulang kembali,  sehingga pada awal tahun sudah dapat dilakukan pekerjaan yang membutuhkan waktu lama dan konsentrasi.

Pihak Dewan tentunya harus juga membantu kondisi tersebut dengan cepat membahasnya dan sekaligus meloloskannya, terutama  untuk program yang terkait degan persoalan pendidikan, kesehatan dan  kegiatan lain yang memang  tidak dapat ditunda.  Sementara itu kementerian keuangan juga harus segra membahasnya dan menyampaikan hasilnya secara  cepat kepada pengguna,  sehingga kalaupun ada sesuatu yang perlu disempurnakan, akan dengan cepat dapat dilakukan, dan  pelaksanaan anggaran akan dapat sgera dilaksanakan.

Pengalaman tahun tahun yang lalu tentu tidak boleh terulang kembali yang menyebabkan kegiatan semuanya menumpuk di akhir tahun.  Tahun depan, meskipun merupakan tahun politik, dimana  akan diselenggarakan pemilu legislatif dan juga pemilu presiden, tetapi kita harus tidak boleh terpengaruh oleh kondisi tersebut dan tetap konsisten menjalankan kegiatan yang menjadi tanggung jawab kita masing masing.  Dengan begitu kita berharap bahwa pelaksanaan program akan lebih dapat berkualitas dan sekaligus dapat melakukan berbagai evaluasi  untuk meningkatkan setia kegiatan yang dilaksanakan.

Kita tentu sangat menyesalkan kenyataan seperti saat ini, karena pada saat akhir tahun yang seharusnya sudah dapat menikmati masa jeda setelah satu tahun berjalan melaksanakan aktifitas, tetapi justru pada saat sepertinini malah disibukkan dengana berbagai kegiatan yang belum  selesai dan  menghabiskan  seluruh konsentrasi dan waktu.  Itupun  terkesan tidak baik, disebabkan pelaksanaannya yang bertumpuk seolah tidak  akan ada hari lagi.  Akibat dari hampir seluruh kementerian  mengalami kondisi yang relati sama tersebut,  aktifitas masyarakat secara umum  sepertinya terganggu, semisal sulitnya mencari tempat, sulitnya mencari tiket pesawat dan lainnya.

Lebih dari itu menjadikan kegiatan  dilaksanakan pada akhir tahun juga mengesankan  ketidak mampuan kita untuk melakukan perencanaan secara baik, dengan membagi seluruh kegiatan pada seluruh bulan dalam satu tahun serta  menyusun  skala prioritas untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik dan meningkat.  Kuncinya ialah semua pihak harus dapat menyadari pentingnya  peningkatan kualitas tersebut, karena uang yang digunakan ialah uang rakyat  yang seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan yang berkaitan dengan kepentingan rakyat secara umum.

Bulan Desember memang bukan bukan jelek untuk melaksanakan kegiatan, hanya saja disebabkan tahun anggaran ialah sejak tanggal 1 Januari dan diakhiri pada tanggal 31  Desember, maka melaksanakan di bulan Desember merupakan sebuah  kerawanan tersendiri.  Di samping tidak akan mampu lagi untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan  tersebut, terutama kalau dilakukan sepanjang hari sebagaimana  saat ini kita saksikan, juga sekaligus  waktu seperti ini  akan lebih baik untuk membuat perencanaan pelaksanaan  kegiatan pada tahun berikutnya.

Biasanya juga pada bulan Desember seperti ini  curah hujan di negeri kita sudah cukup banyak, sehingga kemungkina akan menggangu pelaksanaan tugas da kegiatan sangat besar.  Memang kegiaan dapat dijalankan di ruangan yang tidak akan terganggu oleh curah hujan, tetapi untuk menuju tempat tersebut terkadang harus terhambat oleh kondsi cuaca yang buruk tersebut.  Apalagi kalau tempat kegiatan tersebut di luar kota yang embutuhkan transportasi  udara, maka  akan sangat besarkemungkinannya terganggu.  Apa yang kita alami saat ini, yakni  sulitnya  mendapatkan tiket pesawat, merupakan bukti mengenai hal tersebut.

Namun demikian apa yang disebutkan dalam judul yakni untuk mewaspadai bulan Desember, lebih banyak dimaksudkan untuk  dapat menata keseluruhan kegiatan   merata dalam semua bulan dalam satu tahun, sehingga tidak terkesan menumpuk di bulan Desember tersebut.  Selebihnya bahwa dengan penyebaran kegiatan di semua bulan, menunjukkan keseriusaan perencanaan dan pelaksanaan serta tanggung jawab  dalam melakukan dan melaksanakan  kegiatan yang dibiayayi oleh uang rakyat.

Intinya  kita memang harus  melakukan perubahan atas kebiasaan yang selama ini berjalan, yakni terutama berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan yang  sangat padat di bulan Desember, sehingga seolah tidak  dapat istirahat.  Kalau  persoalannya ada pada  tanda bintang sebagaimaa disebutkan di atas, maka sejak awal tahun kita harus  dapat mengetahuinya serta berusaha untuk mencabut bintang tersebut  secepatnya.  Di mana letak persoalan pembintangan tersebut, harus kita  tembus dan  kalau harus ada persyaratan yang disempurnakan,  maka harus sesegera mungkin kita lengkapi sehingga kita akan  longgar untuk mengatur dan membuat peta pelaksanaan kegiatan tersebut.

Semua kuasa pengguna anggaran harus mempunyai kesamaan visi dalam melaksanakan kegiatan tersebut, sehingga kualitas seluruh kegiatan yang dibiayai oleh uang negara akan dapat dipertanggung jawabkan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat secara umum.  Tentu kita juga menyadari bahwa  masih ada sebagian KPA yang hanya menungu bola dan tidak mau berusaha untuk menjemputnya.  Untuk itulah kiranya sangat tepat kalau kementerian selalu melakukan koordinasi untuk mengggah sebagaian KPA tersebut untuk aktif dalam usaha yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan.

Dengan melakukan usaha usaha tersebut, kiranya kita telah melakukan kewaspadaan terhadap bulan Desember; bukan untuk dikutuk atau dihindari, melainkan untuk dapat menjalani  seluruh tahun dengan  tetap melaksanakan kegiatan yang relatif  bobotnya sama.  Semoga tahun depan  akan lebih baik dan berkualitas ketimbang  tahun ini dan tahun tahun sebelumnya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.