AL-QALAM

Surat ini merupakan surat yang ke 68 dari keseluruhan surat dalam al-Quran.  Jumlah ayatnya ada 52 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyyah dan diturunkan setelah surat al-Alaq.  Penamaan surat ini dengan al-qalam  disebabkan  pada ayat pertama memuat kata al-qalam yang berarti pena.  Namun demikian  masih ada sebagian ulama yang menyebutnya dengan surat Nun, sesuai dengan  pembukaan surat tersebut yang memang didahului dengan nhuruf nun.  Surat ini memang  jumlah ayatnya ada  52, hanya saja  tediri atas ayat yang pendek pendek, dan berisi mengenai  keimanan, ancaman dan janji Tuhan kepada hanba-hamba-Nya.

Surat ini memang  berisi sanggahan atas tuduhan ngawur para orang kafir, gterutama  terhadap nabi Muhammad saw.  meeka menuduh bahwa nabi Muhammad yang menyampaikan wahyu dari Allah swt, dikatakan sebagai orang gila.  Karena itu Tuhan kemudian menyatakan dengan sumpah bahwa Muhammad saw bukanlah orang gila, melainkan  seorang yang berbudi pekerti sangat luhur.  Mereka kelak akan melihatnya sendiri atau menyaksikan bahwa Muhammad saw memang benar benar orang yang sangat mulia, dan mereka sendirrilah yang sesungguhnya gila.  Sesungguhnya Tuhanlah yang Maha Melihat dan Maha  Bijaksana.

Surat ini juga menjelaskan secara gamblang bahwa mereka yang kafir itu  adalah tersesat yang sangat nyata, karena itu umat muslimin dilarang untuk mengikuti mereka.  Kelakuan mereka sungguh sangat keterlaluan, semisal mendustakan  syariat Tuhan yang sangat jelas manfaatnya, mendustakan seluruh informasi yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.  Dan untuk meyakinkan kepada orang lain, biasanya mereka suka bersumpah.  Mereka juga sangat  mudah mencela orang lain, bahkan sangat terbiasa memfitnak orang lain.

Kelakuan dan perkataan mereka sangat kasar, dan yang jelas mereka enggan melakukan sesuatu yang baik, melampaui batas dan sering melakukan dosa serta kejahatan.  Biasanya mereka sangat mendewakan  kondisi dirinya yang mempunyai banyak anak dan juga harta, sehingga mereka akan memicingkan mata, apabila dibacakan ayat ayat Tuhan.  Bahkan mereka  sempat menyebutnya  sebagai dongengan dongengan masa lalu.  Sungguh keterlaluan mereka itu, sehingga sangat wajar manakala kemudian Tuhan memberikan peringatan kepada mereka berupa  adzab saat di dunia dan lebih lebih nanti di akhirat.

Tuhan mencontohkan bagaimana  orang orang kafir  diberikan peringatan berupa adzab di dunia, yang digambarkan dengan para pemilik kebun yang sangat membanggakan dirinya serta memastikan bahwa esok akan mendapatkan keuntungan yang berlimpah disebabkan akan memanen hasil kebun mereka.  Tetapi kemudian Tuhan berkehendak lain, dimana  sebelum datangnya hari esuk, Tuhan memberinya  cobaan berupa terbakarnya seluruh kebun beserta isinya sehingga kebun tersebut hanya tinggal bekasnya yang hitam.

Orang orangn kafir belum menyadari hal tersebut sehingga mereka kemudian  saling memanggil diantara mereka dengan sapaan kebanggan, semisal pergilah ke kebunnmu jika kalian ingin memetik hasilnya dan mereka  memastikan bahwa hari itu tidak ada seorang miskin yang akan ikut pergu ke kebun mereka.  Artinya mereka menghalanginya   sedemikian rupa agar  harta mereka tidak  terkurangi disebabkan adanya orang miskin yang meminta minta.  Merka sangat kikir dan mengharamkan orang miskin mendekati kebun mereka.  Nah, pada saat mereka sampai di kebun dan menyaksikan betaka  hancur kebun mereka, maka mereka mengtakan  celaka dan tersesat jalan.

Salah satu diantara mereka yang jujur kemudian mengatakan bahwa buklankah saya telah mengatakan kepada kalian agar kalian bertasbih dan mensyukuri segala nikmat Tuhan yang  telah diberikan kepada kalian?.  Kenapa ke,lian kemudian malah mendustakannya dan menghalangi mereka yang miskin untuk ikut menikmati karunia Tuhan tersebut?.  Setelah itu merek  saling berhadapan dan saling  mencela.  Pada akhirnya mereka menyadari bahwa mereka memang termasuk orang orang yang dhalim, dan memohon kepada Tuhan agar merka diberikan ganti yang lebih baik.

Itulah sedikit gambaran mengenai orang yang menkufuri nikmat Tuhan  saat diberikan adzab di dunia, dan untunglah mereka kemudian  sadar dan bertaubat kepada Tuhan dengan mengikuti Nabi Muhammad saw. yakni pada saat fathu Makkah.  Mereka  tentu diberikan hidayah oleh Tuhan sehingga dapat berpikir positif dan  akhirnya menyadarkan mereka bahwa perbuatan mereka selama itu  ternyata sesat.  Itu baru adzab yang diberikan oleh Tuhan di dunia, apalagi kalau nanti harus berhadapan dengan adzab Tuhan di akhirat, tentu mereka lebih tidak sanggup lagi.

Sementara itu bagi orang yang beriman dan taqwa, tentu Tuhan  telah menyediakan surga  yang penuh dengan  kenikmatan luar biasa.  Untuk itu Tuhan tentu akan membedakan balasan antara orang yang beriman dan mereka yang ingkar.   Mereka yang ingkar dengan segala rtindakannya, baik mengingkari secara langsung dan menentang kehadiran Nabi Muhammad saw sebagai utusan Allah swt, maupun sewcara tidak langsung, yakni dengan membiarkan seluruh perintah Tuhan begitu saja tanpa dilaksanakan, meskipun secara dhahir mereka tidak melakukan apapun yang dapat digolongkan sebagai penentangan.

Karena itu Nabi Muhammad saw diminta untuk bersabar dalam menghadapi semua itu, karena pada hakekatnya tugas Nabi ialah menyampaikan risalah kepada mereka.  Soal mereka mau mengikuti seruan yang disampaikan oleh Nabi atau tidak atau bahkan justru menentang dan memerianginya, maka itu bukan lagi urusan nabi Muhammad saw.  Yang terpenting ialah bahwa  Nabi telah melaksanakan tugasnya sebagai seorang Rasul.  Dan kalaupun mereka menghina dengan mengatakan  gila dan lainnya, biarkan saja dan tinggal ditunggu siapakah sesungguhnya yang gfila sebenarnya, apakah Nabi ataukah mereka.

Kaum kafir memang selalu mencari alasan untuk tidak menerima  ajaran Tauhid yang dibawa oleh para rasul, termasuk yang disampaikan oleh nabi Muhammad saw.  Pada umumnya mereka  merasa diri merekalah yang lebih utama dan unggul, sehingga mereka akan merasa terhina bilamana mengikuti Nabi yang dianggap mereka  bukan  dari golongan mereka.  Artinya kesombongan merekalah yang menutupi hati dan pikiran mereka untuk menerima ajaran yang benar dan menyelamatkan tersebut.

Mereka akan selalu berusaha untuk mengalahkan dan menghancurkan para Nabi dengan cara apapun yang dapat mereka lakukan, termasuk misalnya harus memerangi  dan membunuh.  Rekayasa yang mereka lakukan sudah pasti diketahui oleh Tuhan dan  untuk itu Tuhan tidak akan membiarkan mereka membunuh Nabi, khususnya nabi Muhammad saw.  Jadilah Tuhan  senantiasa melindungi Nabi dari usaha makar yang direncanakan oleh mereka.  Dalam sejarah yang dituliskan oleh para sejarahwan muslim, kita dapat menyaksikan betapa orang orang kafir tersebut berusaha melakukan usaha yang tujuannya ialah menyingkirkan Nabi yang didahului oleh  pelemahan dan penyiksaan kepada para sagabat beliau.

Bahkan  usaha yang sifatnya megic pun mereka lakukan, yakni  dengan menghipnotis Nabi agar menjadi  hancur dan sama sekali tidak  berpengaruh.  Namun usaha mereka tidak mempan, karena Tuhan melindungi Nabi dari usaha jahat yang mereka lakukan.  Mereka  sangat tahu bahwa pengaruh al-Quran semakin hari semakin banyak dan hal tersebut akan membahayakan posisi mereka dan menguntungkan posisi Nabi.  Orang orang yang beriman semakin hari semakin bertambah dan itu artinya pemgaruh Muhammad semakin kuat. 

Demikian itulah ketentuan Tuhan yang memang sudah menjadi kenyataan.  Orang orang kafir semakin menderita dan umat mukmin semakin kuat dan Tuhan akan senantiasa memberikan pertolongan kepada siapapun hamba-Nya yang taat serta membela kepada nabi Muhammad saw.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.