AL-MULK

Surat ini adalah surat yang ke 67 dan termasuk ke dalam golongan surat Makkiyyah, dan ayatnya terdiri atas 30 ayat saja.  Meskipun demikian surat ini sesungguhnya kaya akan kandungan, terutama  menegnai kekuasaan Tuhan dan sekaligus ancaman Tuhan kepada siapapun yang tidak mempercayai dan mentaati-Nya.  Penamaan surat ini diambil dari salah satu perkataan dalam  ayat pertama, yakni al-Mulk, yang berarti kekuasaan.  Namun demikian ada juga sebagian ulama yang menakan surat ini dengan surat tabarak yang berarti maha suci.

Surat ini memang  mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak sombong, karena sesungguhnya kita ini sangat kecil, lemah dan tidak ada apap apanya dibandingkan dengan Tuhan yang Maha Perkasa dan Kuasa.  Peringatan Tuhan  kepada orang orang kafir yang selalu menyombongkan diri mereka seolah merekalah yang paling hebat dan berkuasa, padahal sudah banyak  contoh yang diberikan oleh Tuhan kepada para umat terdahulu yang ternyata  musnah diadzab oleh Tuhan, disebabkan kesombongan dan kepongahan mereka.

Kandungan surat ini cukup banyak, dan diantaranya ialah tentang  ujian Tuhan  kepada kita melalui kehidupan dan kematian.  Artinya  hidup dan mati,  sesungguhnya hanyalah ujian Tuhan kepada manusia.  Siapakah diantara manusia tersebut yang paling baik amalnya.  Kalau manusia diberikan kesempatan hidup dan berumur panjang, tetapi seluruh umurnya digunakan untuk maksiat kepada Tuhan, tentu  manusia tersebut akan mendapatkan balasan yang setimpal, yakni siksa yang sangat pedih di akhirat.  Sebaliknya jikalau manusia diberikan usia  dan digunakan sepenuhnya untuk mengabdikan diri kepada Tuhan melalui pelaksanaan amalan yang baik, tentu juga akan mendapatkan balasan yang setimpal, yakni surga dengan segala nikmatnya.

Disamping itu Tuhan juga menciptakan langit secara berlapis lapis dan seluruh ciptaan Tuhan tersebut seimbang.  Artinya Tuhan  itulah yang telah menciptakan langit dan juga bumi ini  dengan kekuasaan-Nya, sehingga semuanya tidak ada yang geseh, melainkan  seluruhnya seimbang dan rapi, serta sempurna.  Itulah sesungguhnya kekuasaan Tuhan yang sangat nyata, meskipun  masih ada sebagian manusia yang tetap saja tidak mau mengakui Kekuasaan Tuhan tersebut.  Penekanan surat ini ialah bahwa  kekuasaan Tuhan itu merupakan  kekuasaan yang tidak terbatas dan  seharusnya  seluruh manusia  mengakuinya, karena  sudah sangat jelas dan tidak terbantahkan.

Surat ini juga  mengandung beberapa peringatan Tuhan kepada umat manusia  untuk memperhatikan  bumi dan langit dan segala isinya.  Sebab dengan memperhatikan  alam semesta beserta isinya, manusia akan  mendapatkan sebuah kesimpulan yang nyata, yakni bahwa memang tidak terbantahkan kekuasaan Tuhan tersebut dan  seluruh manusia itu sangat bergantung kepada Tuhan.  Demikian juga dengan memperhatikan alam semesta, seseorang akan dapat lebih yakin dan bersyukur atas  semua nikmat yang telah diberikan Tuhan kepadanya.

Surat ini juga mengandung ancaman Tuhan kepada orang orang kafir dan sekaligus  janji Tuhan jepada orang orang mukmin.  Artinya  bagi orang orang kafir yang senantiasa menentang dan tidak mempercayai Tuhan, bahkan ada yang menantang  kepada para utusan Tuhan untuk menimpakan  siksa kalau memang mereka benar. Nah, pada saat di akhirat nanti mereka akan menyaksikan dan mengalaminya sendiri.  Bahkan ketika mereka akan dilemparkan ke neraka, mereka sudah mengetahui dan merasakannya sedemikian hebat, hingga mereka semuanya menjadi pucat pasi tanpa nyali. Nah pada saat itulah kemudian ada suara yang menyatakan bahwa itulah siksa yang dahulu mereka tanyakan  dan tantang, dan sekarang rasakanlah siksa tersebut.

Sedangkan bagi merka yang beriman kepada Tuhan serta selalu taat dalam menjalankan perintah perintah-Nya, sudah barang pasti Tuhan akan  memenuhi janji yang telah disampaikan, yakni berupa ganjaran dan surga yang  dipenuhi dengan segala nikmat yang belum pernah dibayangkan sebelumnya.  Sungguh sangat luar biasa dan mereka sangat bahagia  menghuni surga tersebut.  Itulah kondisi yang  akan dialami oleh mereka, baik yang  kafir maupun yang beriman.  Penggambaran tersebut dimaksudkan agar manusia menjadi sadar dan sekaligus bertaubat untuk kembali kepada fitarhnya sebagai manusia yang mmemang membutuhkan pertolongan Tuhan.

Surat ini juga memuat pernyataan Tuhan mengenai penciptaan bumi  yang sedemikian rupa sehingga sangat memudahkan kepada manusia untuk mendapatkan rizki dari Tuhan.  Bumi ini diciptakan oleh Tuhan memang diperuntukkan bagi manusia untuk mengelolanya,  sehingga dengan demikian seharusnya manusia  akan mampu memperoleh keuntungan yang besar dari bumi tersebut, dan kemudian juga membaginya dengan orang lain, bukan sebaliknya untuk dikuasai sendiri, bahkan dengan  menggencet orang lain.

Kalau manusia mau mengelola bumi ini dengan baik dan kemudian mendapatkan  keuntungan darinya, maka itulah tujuan Tuhan memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengolah bumi.  Namun  banyak diantara manusia yang justru kemaruk dan ingin menguasai seluruh bumi dan isinya dengan cara yang tidak baik, misalnya dengan mengeksploitasiny sedemikian rupa sehingga bumi akan menjadi rusak, atau dengan merusak lingkungan untuk kepentingannya sendiri tanpa menghiraukan kepentaingan manusia lainnya.

Nah, sikap dan tindakan manusia yang seperti itu, sesungguhnya merupakan sikap yang tidak bersyukur kepada Tuhan, dan hal ini   diperingatkan oleh Tuhan secara khusus, bahwa mereka yang tidak mau bersyukur atas segala nikmat Tuhan, nantinya justru akan sangat merugi dan  akan mendapatkan  adzab dari Tuhan.  Kesempatan yang diberikan oleh Tuhan kepada seluruh manusia untuk mengelola dunia dan sekaligus mendapatkan rizki dari Tuhan, seharusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh man usia itu sendiri, karena  itulah  salah satu bentuk kasih sayang yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia.

Surat ini sesungguhnya  sudah sangat jelas memberikan informasi kepada seluruh manusia bahwa Tuhan itulah yang seharusnya disembah, karena seluruh alam semesta adalah ciptaannya dan  selalu membutuhkan  kepada-Nya.  Kekuasaan Tuhan yang sangat tidak terbatas tersebut seharusnya mengilhami kepada manusia  untuk menjadi lebih arif dan selanjutnya  dapat melakukan sesuatu untuk mengimbanginya, yakni melalui berbagai aktifitas ibadah, baik mahdhah maupun ghairu mahdhah dan sosial.

Kewajiban manusia  ialah mensyukuri atas semua nikmat yang telah disediakan oleh Tuhan, yakni melalui  pelaksanaan seluruh perintah dan menjauhi larangan.  Sebab hanya dengan melakukan ibadah dan meningggalkan maksiat seperti itulah Tuhan akan menjadikan manusia  tersebut selalu dalam penjagaan dan perlindungan-Nya.  Pada saat manusia berada di dunia, Tuhan akan memberikan kemudahan  dalam berbagai hal, termasuk dalam hal memperoleh rizki, dan di akhirat Tuhan  pasti akan memberikan balasan  berupa surga dengan  segala nikmatnya.

Pada intinya surat ini memang  menuntut kepada manusia untuk selalu memperhatikan  ciptaan Tuhan sehinggga mereka akan mempu menyimpulkan sendiri betapa kekuasaan Tuhan tersebut sangat luar biasa, dan pada akhirnya  mereka juga akan menyimpulkan bahwa  semua manusia itu  harus tunduk dan petuh kepada-Nya, karena kalau Tuhan berkehendak apapun, sudah barang pasti akan  terjadi dengan sangat mudah.

Kedudukan manusia sangatlah lemah dan rapuh, terkecuali atas perlindungan Tuhan dan kasih sayang-Nya.  Untuk itu, peringatan Tuhan dalam surat ini mengenai   ancaman adzab bagi siapapun yang  menentang dan tidak mempercayai Tuhan, serta janji pemberian  pahala serta surga bagi siapapun yang  percaya dan taat menjalankan  kewajiban syariat yang ditetapkan oleh Tuhan melalui para utusan-Nya, haruslah menjadi perhatian utama dan sekaligus  menjadi alat untuk selalu ingat  kepada Tuhan dan mengakui-Nya sebagai Yang maha aPerkasa dan Kuasa.  Semoga kita tetap menjadi hamba yang  tetap taat. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.