AL-FURQAN

Sebagai salah satu nama  surat dalam al-Quran, al-Furqan sesunguhnya juga merupakan salah satu nama al-Quran itu sendiri, yang mempunyai arti pembeda.  Surat ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk ke dalam golongan surat Makkiyyah atau surat yang ayat ayatnya diturunkan sebelum nabi Mhammad saw. berhijrah ke Madinah.  Penamaan surat ini dan juga al-Quran dengan al-Furqan, kaena memang  kitab suci al-Quran merupakan kitab yang mebedakan antara sesuatu yang hak dan yang batil. Demikian pula dalam surat ini juga dijelaskan mengenai perbedaan antara kebenaran keesaan Tuhan dengan kebatilan dan kemusyrikan.

Ayat ayat awal dalam surat ini menjelaskan mengenai kekuasaan Tuhan dalam menciptakan langit dan bumi tanpa banuan siapapun.  Tuhan jga menekankan sekali lagi bahwa Tuhan tidak beranak serta tidak utuh kepada sekutu untuk memperkuat kekuasaan-Nya.  Namun orang orang kafir selalu menuduh  bahwa al-Quran itu hanyalah kebohongan belaka yang dikarang oleh Mhammad dengan dibantu leh orang orang ahli dongeng, lalu dibacakan kepada orang banyak setiap hari.  Tetapi nabi Mhammad diyakinkan oleh Allah agar menyampaikan  bahwa al-Quran tersebut diturunkan oleh Allah swt, Tuhan yang mengetahui rahasia langit dan bumi.

Orang orang kafir juga menyatakan keheranann mereka mengapa Tuhanmengutus jenis manusia dan bukan makhluk lainnya seperti malaikat, padahal manusia itu juga makan dan minum dan juga  melakukan aktifitas lainnya.  Itulah hal yang selalu dicari cari oleh mereka yang kafir untuk mendustakan  Nabi Muhammad saw.  Namun  sekali lagi uhan kemudian  membantahnya dan memperlihatkan kekuasaan-Nya sehingga betapapun mereka selalu berusaha untuk membendung pergerakan dakwah Nabi, namun justru semakin hari semakin banyak pengikut yang percaya kepada Nabi dan al-Quran yang memang luar biasa.

Tuhan memang mengutus  utusan-Nya dari jenis manusia itu sendiri dan bukan dari malaikat, tentu hal tersebut diantaranya  sebagai ujian bagi manusia itu sendiri apakah memang dapat menerima dengan tulus atau bahkan malah membangkang dan ingkar.  Pada aklhirnya memang  dianara masyarakat ada yang percaya  dan sebagiannya tidak percaya dan bahkan memerangi dan berusaha membinasakannya. 

Dalam surat ini uhan juga menggambarkan mengenai dialog yang akan erjadi diatara uhan dan  sesembahan orang kafir nanti di akhirat, yakni ketika Tuhan menanyakan kepada  sesembahan mereka mengenai apakah mereka yang telah menesatkan para penyembah ersebut ataukah mereka sendiri yang  menesatkan diri mereka sendiri.  Sesembahan merekapun kemudian menjawab; Maha suci Engkau tidaklah patut agi kami untuk mengambil pelig selain Engkau.  Namun karena Engkau telah memberikan kenikmaan yang banyak kepada orang tua mereka, kemudian mereka lalai mengingat Engkau dan bahkan kemudian mereka menjadi binasa.

Tuhan juga menggambarkan kondisi mereka yang inkar kepada Nabi dan juga al-Quran di akhirat.  Pada umumya  penyesalanlah yang akan mereka tumpahkan dan sekaligus menyalahkan kepada  pihak lain yang telah mengajak kepada kesesatan.  Pada saat mereka mengetahui betapa siksaan yang akan mereka hadapi, mereka  sangat ketakutan dan saling menyalahkan termasuk kepada diri mereka sendiri, kenapa mereka dahulu tdak mengikuti Rasul dan juga percaya kepada al-Quran.  Tetapi keluhan dan penyesalan seperti itu sama sekali tidak ada gunanya dan mereeka tetap akan mendapatkan siksaan yang  dahsyat.

Dalam surat ini Tuhan juga  menjelaskan  mengena kisah para nabi yang diutus kepada kaum dan kaumnya tersebut selalu berusaha untuk menentang dan pada akhirnya mereka dibinasakan oleh Tuhan.  Ambil contoh misalnya ketika Nabi Musa dan Harun diutus kepada suatu kaum dan mereka aklhirnya dibinasakan oleh Tuhan disebabkan ulah mereka sendiri.  Demikian juga dengan  kaum Nuh yang dihajar dengan badai dan banjir yang sangat dahsyat, serta kaum Ad dan Tsamud yang juga berakhir dengan kondisi yang sama hancur lebur atas kekafiran mereka.

Surat ini juga menjelaskan tentang kekuasaan Tuhan yang sanat luas dan tidak terbatas.  Beberapa contoh disampaikan di sini seperti  Tuhan telah menjadikan malam sebagai penutup, tidur sebagai istirahat dan siang sebagai  arena berusaha.  Demikian juga ketika Tuhan menurunkan hujan dari langi  dan dari uan tersebut kemudian Tuhan meyuburkan bumi dengan berbagai tanaman  dengan aneka ragam buah dan  kemanfaatan bagi umat manusia. Smua itu menjadi bukti kekuasaan Tuhan yang tidak terbantahkan.

Tuhan juga telah menjadikan manusia dari air lalu dijadikannya  keturunan mereka sehingga meyebar ke seluruh penjuru dunia dengan erbagai bahasa, adat istiadat, kebiasaan, wana kulit dan lainnya.  Namun semua itu belum cukup bagi orang orang kafir untuk meyaknkan mereka bahwa Tuhanlah yang Maha segala galanya dan mereka arus patuh dan menyembah hanya kepada Allah.  Bahkan mereka justru malah mengingkari dan mencari sesembahan lain  yang sama sekali tidak dapat memberikan manfaa ataupn madlara. Sungguh mereka itu  sangat bodoh dan karena itu pantaslah mereka disebut sebagai kaum Jahiliyah.

Disamping surat ini menjelaskan mengenai perangai dan sifat mereka yang kafir, di dalam surat ni juga dijelaskan mengenai sifat sifat hamba Allah yang baik dan mendapatkan kemuliaan.  Sifat sifat tersebut tentu merupakan hal yang seharusnya dimiliki oleh mereka yang beriman dan mengakui bahwa Nabi Mhammad saw adalah utusan Allah serta dengan tuls mau menjalankan semua kewajiban yang dibebanka kepada mereka.  Scara lebih lengkap sifat sifat tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Hamba Tuhan yang baik dan mulia ersebut ialah mereka yang pada saat berjalan di aas bumi selalu  rendah hati dan pada saat orang jahil  mengatakan sesuatu kepada mereka, mereka akan menjawabnya dengan salam atau pernyataan yang baik.  Mereka juga senantiasa menjadikan malam hari  sebagai arena bersujud dan bermunajat kepada Tuhan serta melaksanakan shalat tahajjud.  Mereka juga senantiasa  memohon kepada uhan agar dijauhkan dari neraka Jahannam, karena mereka sangat paham bahwa Jahannam itu merupakan tempat yang sangat buruk dan membinasakan.

Demikian juga mereka akan senaniasa membelanjakan arta tidak berlebihan dan tdakpla kikir, melainkan  berada diantara keduanya, yakni sedang  dan secukupnya.  Mereka juga tidak akan mungkin menjadikan Tuhan  selain Allah untuk dijadikan sesembahan.  Mereka juga tidak akan  melakukan perbuatan pembunuhan yang tdak hak, serta mereka  akan selalu menjauhkan diri mereka dari perbuatan keji seperti berzina dan sejenisnya.

Demikian pula mereka tidak akan pernah memberikan kesaksian palsu.  Mereka juga akan senantiasanya menjaga kehormatan mereka, terutama ketika mejumpai mereka yang yang berbuat tidak baik.  Bahkan mereka pada saat diberikan  mauidlah dengan menyebut ayat ayat Tuhan mereka sama sekali tidak pernah menutup telingan mata mereka atau  seolah tuli dan buta, melankan mereka akan mendengarkannya dengan seksama.  Mereka juga akan senantiasa berdoa Ya Tuhan kami  anugerahkanlah kepada kami  pasangan kami dan juga keturunan kami sebagai penyejuk hai dan jadikanlah kami sebagai imam bagi mereka yang bertaqwa.

Itulah beberapa  kandungan sura ini dan tentunya masih banyak lagi yang lain, terutama  dalam hal mencela oang kafir yang selalu saja mencari cari alasan untuk tidak percaya dan megingkari nabi Mhammad saw dan juga al-Quran yang diturunkan oleh Tuhan kepada beliau.  Bahkan  dengancara menunjukkan  atas kekuasaan Allah sekalipun mereka tetap saja  tidak mau menyadari dan malah  bertambah ingkar.

Tentu semua itu harus menjadi pelajaran bagi kita saat ini bahwa siapapun yang menentang Tuhan dan para nabi-Nya, sudah pasti akan rugi, baik di dunia maupun lebih lebih di akhirat nanti.  Dan yang lebih harus menjadi pemikiran dan reungan ialah akibat dari penentangan tersebut di akhirat mereka akan merasakan adzab dan kesengsaraan yang sangat dahsyat tanpa akhir.  Semoga kita diberikan kesadaran untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaatan kita kepada Allah swt amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.