MEMAKNAI KENAIKAN HARGA BBM

Sejak Sabtu yang lalu harga BBM telah resmi diumumkan kenaikannya dan apapun yang terjadi sebelum kenaikan tersebut, seperti demo anti kenaikan harga BBM dengan berbagai alasan  sudah tidak berpengaruh lagi.  Namun pengaruhnya bagi masyarakat jauh lebih besar bahkan sejak sebelum kenaikan itu sendiri diumumkan.  Artinya sejak wacana kenaikan harga BBM tersebut dilontarkan dengan alasan beban APBN yang sangat berat sehubungan melambungnya harga minyak dunia, maka sejak itu pula masyarakat sudah mulai resah dengan kemungkinan buruk yang akan menimpa mereka.

Hal tersebut kemudian disusul dengan semakin intensnya pembicaraan masalah tersebut dan  semacam tekat kuat dari pemerintah untuktetap menaikkan harga BBM, semakin membuat masyarakat panik, karena sejak saat itu harga  bahan pokok sudah mulai merangkak naik.  Apalagi saat menjelang sidang DPR untuk membahas persoalan APBNP yang didalamnya ada pengalihan subsidi BBM ke masyarakat miskin secara langsung, tentu sudah tidak terbendung lagi kesedihan masyarakat.  Saat itulah semua harga kebutuhan masyarakat sudah meroket.

Dua hari semenjak disahkannya RAPBNP menjadi APBNP kemudian baru diumumkan harga  BBM naik dan di situlah semua kesresahan kemudian menjadi satu dan ternyata juga sekaligus merupakan kelegaan dari  masyarakat itu sendiri.  Artinya spekulasi tentang kenaikan harga BBM sudah menjadi kenyataan dan  semua harga kebutuhan pokok benar benar tdak mungkin diharapkan turun.  Namun demikian hal tersebut masih lebih bagus karena sudah ada kepastian, dari pada digantung terus dan masyarakat yang menangung  akibatnya.

Setelah BBM naik masyarakat kita  ternyata  memang hebat, karena mereka masih tetap  dapat melakukan aktifitas sebagaimana biasa, meskipun  sebelumnya dikhawatirkan akan banyak tambahan rakyat yang menjadi miskin.  Namun bukan BLSM yang menjadi penyebabnya, melainkan memang  masyarakat sendiri yang tidak mau dianggap sebagai pihak yang  selalu tergantung  pada siapapun.  Satu hal yang diinginkan oleh masyarakat ialah  adanya ketegasan dan kepastian, dan bukan  wacana apalagi kemudian dikaitkan dengan keinginan beberapa pihak untuk mendapatkan keuntungan dari kondisi yang diciptakan tersebut.

Sesunguhnya  dengan melihat kenyataan tersebut kita dapat menyimpulkan, meskipun tentu masih banyak kelemahannya, bahwa  masyarakat kita  dapat mengerti ketika ada kebijakan pemerintah secara makro untuk kepentingan  bangsa, seperti harus menaikkan harga BBM, tetapi yang tidak dapat mereka mengerti ialah  cara yang dilakukan.  Mengapa harus dibahas sedemikian panjang dan melelahkan, sehingga kondisi tersebut hanya akan merugikan masyarakat banyak dan dimanffatkan oleh pihak pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan dengan merugikan masyarakat banyak.

Trnasparansi atas pengelolaaan  kekayaan alam yang menurut undang undang harus diperuntukkan sebesar besarnya bagi rakyat, juga harus dilakukan, sehinga  masyarakat akhirnya akan mendukung kebijakan yang diambil.  Demikian juga ketegasan dan kepastian dalam penegakan hukum kepada para pihak yang mengemplang uang yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat.  Itu  sesunguhnya diharapkan oleh rakyat, sehingga mereka akan dapat melihat dengan jelas apa yang dilakukan oleh pihak yang diberi amanat untuk mengelola negara ini.

Sebabnya  ialah masih banyaknya pihak yang mempertanyakan kepada pemerintah mengenai kebijakan pengelolaan sumber daya alam  yang sangat melimpah di negeri ini, tetapi justru rakyatnya  miskin ditengah gemerlapnya kekayaan alam negeri sendiri.  Konon ceritanya lagi ialah karena semua kekayaan alam yang  seharsnya dapat digunakan untuk mensejahterakan rakyat, malah saat ini dikuasai oleh pihak asing,  semenetara rakyat Indonesia yang malah menjadi kuli bagi pihak asing tersebut.

Kalau memang itu yang terjadi tentu harus dipertanyakan, kenapa bisa begitu, apakah hal tersebut hanya untuk kesejahteraan pihak pihak tertentu saja, sementara rakyat banyak yang seharusnya mendapatkanbagian dari kekayaan alam tersebut harus gigit jari.  Penjualan aset negara yang dibutuhkan  bagi hajat hidup rakyat banyak tentu merupaqkan sebuah dosa besar yang tidak boleh dilakukan oleh siapapun, termasuk penguasa.  Justru karena mereka  telah diberikan amanah oleh rakyat untuk mengelola negrri ini dan diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat luas, maka  mereka berkewajiban untuk mengolahnya sendiri dan bukan dijual kepada piha asing.

Untuk urusan minyak, sesunguhnya kita sangat kaya dan kalau harganya  di dunia ini melambung tingi,  seharusnya malah menjadi berkah tersendiri bagi kita, sebagaimana yang dirasakan leh banyak negara Timur Tengah. Tetapi kenapa kita justru kewalahan karena harus mengimport dari negara lain, yang sumber mentahnya diambil dari negeri kita sendiri.  Sekali lagi kalau hal ini memang benar, alangkah naifnya kita ini, kaya sumber alam, tetapi disebabkan tidak bijak dan mungkin tidak mau  susah, kemudian  sumber alam tersebut dijual mentah dan setelah diolah di luar kemudian dipasarlkan kepada kita dengan harga yang sangat tinggi.

Kiranya itu yang diminta oleh rakyaat untuk dijelaskan.  Artinya kalau memang negeri ini tidak mampu dan APBN menjadi sangat berat terkecuali dengan cara menaikkan harga BBM seperti yang diputuskan saat ini, tentu rakyat akan dapat mengerti.  Tetapi kalau masih ada jalan lain yang dapat dilakukan, tentu hal tersebut juga akan didukung oleh rakyat banyak.  Semua itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan persoalan politik yang biasanya selalu dikaitkan oleh phak pihak tertentu yang memang  ingin menampilkan dirinya seolah sebagai  pahlawan untuk rakyat.

Bagaimanapun saat ini harga BBM telah naik dan beberapa harga bahan pokok yang sulit dikontrol terus merangkat naik, lebih lebih sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadlan, tentu akan bertambah naik lagi.  Namn disisi lain ada pihak yang harus tekor lebih dahulu karena belum ada keputusan dari organisasi yang menangani lasalah tersebut,  seperti masalah ongkos atau tarif angkutan darat yang secara riil sudah erkena dampak kenaikan  BBM, tetapi masih tetap harus bertahan dengan harga yang sudah ada.

Bahkan beberapa armada yang mencoba menginisiasi sendiri untuk menaikkan ongkos, malah ditilang dan diancam akan dicabut ijinnya jika masih terus mempraktekkan  harga baru yang dibuat sendiri.  Sementara itu organda  sampai saat ini juga masih belum mengumumkan  tarif baru, dan masih terus menggodoknya dengan pihak pihak terkait.  Tentu kita semua berharap bahwa  dengan dinaikkannya harga BBM, tidak ada pihak manapun yang kemudia menjadi korban tanpa dapat melakukan apa apa.

Sedangkan mengenai persoalan BLSM yang digulirkan oleh pemerintah sebagai akibat dari naikkanya harga BBM, meskipun sudah berjalan, tetapi masih banyak kritik yang dilontarkan.  Salah saunya ialah masalah data yang kurang akurat, karena disinyalir bahwa data yang digunakan ialah data tahun sebelumnya yang saat ini sudah berbeda jauh, sehingga masih ada keluarga mampu bahkan PNS yang dapat BLSM, sementara  warga yang benar benar miskin malahan tidak mendapatkannya.

Memang persoalan penyaluran bantuan langsung seperti itu merupakan cerita lama yang terus berulang, tetapi sayangnya  tidak ada evaluasi menyeluruh dan akurat terhadap persoalan tersebut, sehingga kondisi tersebut  malah dimanfaatkan oleh pihak pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi.  Pendeknya masih  ada banyak al yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah, terutama  dalam hal evaluasi menyeluruh atas kebijakan yang diambil, sehingga  nantinya  akan dapat dilakukan upaya memperbaiki hal yang kurang dan meningkatkan hal yang sudah bagus.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.