LIBURAN SEKOLAH

Sebentar lagi, tepatnya mulai minggu depan, sekolah sudah mulai libur, khususnya pada tingkat dasar.  Tentu sudah banyak rencana yang akan dilakukan, baik oleh anak sendiri maupun oleh orang tua untuk mengisi masa liburan tersebut.  Hanya saja rasa was was tentu akan menyelimuti mereka sehubungan dengan adanya rencana kenaikan harga BBM yang belum juga diumumkan.  Sementara itu di pihak lain hampir seluruh harga di pasaran sudah mulai merangkak naik, apalagi  sebentar lagi sudah memasuki bulan puasa dan  tentu pengumuman keniakan harga BBM.  Untuk itu dibutuhkan perhitungan yang cukup cermat, terutama mengenai pengeluaran bagi mereka yang pas pasan.

Dalam kondisi  seperti itu kita memang harus pintar pintar untuk berhemat agar seluruh program yang telah direncanakan, termasuk bilamana ada salah seorang anak kita yang akan memasuki sekolah ataupun perguruan tinggi.  Karena sekali kita tidak cermat dan terlalu boros dalam menggunakan uang, maka pada saatnya kita membutuhkan untuk hal yang sangat penting justru kita dibuat pusing dan bahkan mungkin kita akan menyesalinya seumur hidup kita.

Biasanya masa liburan itu diidentikkan dengan membuka tabungan dan kemudian seluruh hasil tabungan tersebut dipergunakan untuk bersantai ria di sebuah tepat yang diinginkan dengan melupakan seluruh kebisingan hidup rutin.  Berwisata dan menikmati  liburan memang sudah menjadi sebuah kebiasaan sebagian masyarakat kita, dan hal tersebut tidak jelek, bahkan dapat dikatakan sebagai kebiasaan yang baik, terutama untuk memberikan peluang istirahat  kepada seluruh tubuh kita dengan bersuka cita.

Namun tidak semua wisata sepertin itu menadi bagi bagi kita, karena  bisa jadi dengan melakukan  wisata tersebut, apalagi yang dilakukan di luar kota dan harus menginap di hotel atau lainnya dan menghabiskan uang yang cukup banyak, kita bisa lupa untuk hal hal penting lainnya yang justru sangat menentukan jalan hidup kita atau anak anak kita.  Artinya   kalau dalam berwisata tersebut kemudian  lupa bahwa masih ada hal penting yangnmembutuhkan biaya, seperti sekolah misalnya, dan seluruh keuangan kita habiskan untuk liburan tersebut, maka yang ada  hanyalah penyesalan dan kesedihan.

Padahal maksud dan tujuan melakukan wisata tersebut ialah untuk mendapatkan ketenangan dan kepuasan, tetapi yang didapatkan malah sebaliknya yakni kesedihan dan penyesalan.  Meskipun demikian bukan berarti libuiran tersebut harus dihentikan atau dibatalkan, melainkan didesain kembali agar semuanya dapat berjalan sesuai denga rencana.  Artinya liburan tetap berjalan tetapi  dapat dilakukan dengan mempertimbangkan dana yang ada sehubungan dengan naikknya berbagai harga kebutuhan, termasuk transportasi dan akomodasi, sehingga dapat dilakukan dengan mengalihkan lokasi tujuan wisata misalnya, atau dengan mengurangi jumlah hari dan lainnya.

Artinya kita tidak serta merta menggagalkan acara dan rencana yang sudah ditetapkan, karena kalau hal tersebut yang kita ambil, boleh jadi justru anak anak kita malah menjadi sangat kecewa dan tidak produktif.  Dengan melakukan  aktifitas liburan tersebut meskipun dengan kebijakan yang relatif dapat menekan pengeluaran, maka kita sekaligus dapat memberikan pengertian dan pendidikan secara langsung kepada anak anak kita tentang sebuah arti kehidupan dan pentingnya  mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang.

Bahkan secara  bijak kita pun  pada saatnya dapat memberikan pengertian kepada mereka bahwa yang terpenting dalam liburan ialah bagaimana kita memanfaatkan waktu untuk kebaikan, misalnya saja dapat dilaukan dengan  berkebun di sekitar rumah atau dengan melakukan kegiatan  lomba bagi anak anak lainnya atau dengan memberian santunan bagi fakir miskin di sekitar lingkungan atau kegiatan lainnya yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Nah, kalau hal tersebut dapat dilakukan tentu akan menjadi sangat baik dan bukan saja liburan diartikan sebagai penghamburan uang dengan mengejar kesenangan sesaat, melainkan dalam upaya untuk mendapatkan sebuah kesenangan dan kepuasan yang hakiki.  Bukan berarti berwisata tidak boleh,melainkan dapat dilakukan  tidak pada setiap liburan, melainkan  hanya sesekali saja.  Toh dengan melakukan aktifitas positif, meskipun ada di rumah atau dalam lingkungannya saja , akan dapat memberikan kesenangan dan kepuasan yang sesunguhnya.  Kita memang harus membiasakan berlaku baik dan mendidik keluarga dan anak anak kita agar kelak menjadi manusia yang peduli kepada sesama.

Justru yang terpenting dari itu ialah bagaimana kita dapat mengarahkan anak anak kita agar mereka tidak terbiasa menggunakan uang secara berlebihan, apalagi yang tidak memberikan dampak positif bagi dirinya maupun masyarakat sekitar.  Hal penting harus haris kita tanamkan semenjak dini ialah  bagaimana mereka dapat peduli dan ikut merasakan bagaimana penderitaan yang diamali oleh mereka yang kurang mampu, sehingga secara sadar mereka kemudian terpikat untuk membantu mereka dalam  hal hal yang memungkinkan.

Kita akan merasa sangat rugi ketika anak anak kita justru asyik dengan kesenangan mereka sendiri dan sama sekali ntidak menyadari bahwa di sekitar mereka masih banyak anak anak lain yang  tidak pernah mendapatkan kebahagiaan di usia anak anak mereka.  Liburan yang kita l;akukan bersama dengan anak anak secara tidak langsung juga dapat mendorong anak anak menjadi individualistis dan tidak peduli kepada sesama mereka.  Namun  liburan yang kita desain sedemikian rupa juga dapat membuahkan hasil sebaliknya, yakni menjadikan anak anak kita lebih  dapat mengerti arti kehidupan, sehingga mereka dapat menghormati kepada siapapun.

Kita tentu juga tidak berharap bahwa  dengan masa liburan nanti anak anak justru melupakan pelajaran mereka dan  keasyikan dengan bermain.  Untuk itu kita memang harus memperhatikan  mereka dengan kesunguhan hati, bukan hanya sekedar memberinya  uang dan fasilitas lainnya.  Kita terkadang merasa sangat sedih ketika menyaksikan banyak anak yang justru bermain secara liar dan membahayakan diri mereka pada saat liburan, seperti bermain layang layang di jalanan dan kemudian berlairian tanpa memperhatikan keselamatan diri mereka.

Sangat mungkin mereka memang tidak diperhatikan oleh orang tua mereka yang disebabkan oleh kesibukan orang tua mereka untuk mencari rizki.  Namun sesungguhnya sesibuk apapun pekerjaan kita untuk mencukupi kebutuhan tumah tangga, tetapi memperhatikan anak itu merupakan kewajiban utama.  Bagiamana kita dapat meraih kebahagiaan dan kepuasan kelau anak anak kita menjadi liar dan tidak terurus, dan bahkan malah mersahkan masyarakat.  Lantas untuk apa kita berpayah payah mencari rizki kalau hasilnya justru kita malah mendapatkan banyak persoalan?.

Tentu akan sangat kita rindukan sebuah suasana  rumah tangga yang  bahagia dengan sleuruh anggota keluarga  harmonis dan penuh dengan pengertian dan keceriaan.  Keluarga yang seperti itu memang tidak dapat diwujudkan dengan mudah, tetapi harus direncanakan dan dilakukan  upaya upaya yang serius, termasuk dalam hal  menjadikan diri orang tua sebagai teladan bagi anak anak.  Keteladanan tersebut memang menjadi mutlak dibutuhkan, termasuk pada menyikapi masa liburan.

Mudah mudahan masa liburan nanti memang benar benar memberikan susana fress bagi kita dan keluarga kita sehingga pada saatnya akan dapat membantu seluruh rencana yang kita  buat dan pada saat kembali harus melaksanakan tugas rutin, seperti anak anak  mulai masuk sekolah lagi dan kita juga  kembali kepada pekerjaan yang kita tekuni, kita  akan bertambah semangat dan  dapat menghasilkan  sesuatu yang baik.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.