OPTIMIS MENATAP MASA DEPAN MELALUI PENDIDIKAN

Saat saat ini para lulusan  SLTA tentu   baru  dihadapkan kepada persoalan  studi mereka.  Memang sebagiannya sudah mendapatkan perguruan tinggi sesuai dengan yang diharapkan, namun sebagian terbesar dari mereka masih akan bertarung memperebutkan kursi seuai dengan kuota yang tersedia di pergruruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri.  Minggu depan, tepatnya pada  Selasa dan Rabu akan dilakukan seleksi bersama  masuk pergruan tinggi negeri, dan khusus yang akan memasuki perguruan tinggi agama islam negeri masih juga  dapat mengikuti seleksinya pada tanggal 25 dan 26 Juni 2013 nanti.

Sesungguhnya masih banyak kesempatan bagi  mereka untuk mendapatkan  tempat studi dengan beaya yang terjangkau dan  bermutu, yakni di pergruan tinggi negeri.  Hanya saja memang kuota yang disediakan  terbatas,  karena itu siapapun yang berminat untuk memasuki dan mendapatkan kuota tersebut, harus benar benar siap dalam menghadapi seleksi tersebut.  Sedangkan mengenai persoalan  biaya perkuliahan, saat ini seluruh perguruan tinggi negeri telah menyediakan  beasiswa bidik misi dan bea siswa lainnya yang dapat diakses, khususnya oleh mereka yang  tergolong kurang mampu, tetapi berprestasi.

Disamping itu setiap perguruan tinggi negeri  juga menyediakan  kuota beaya  studi yang sangat murah dan terjangkau oleh masyarakat.  Tentu kuota tersebut sangat terbatas dan sekali lagi  semua pihak harus berkompetisi untuk mendapatkannya.  Dibandingkan dengan  studi di masa lalu sesungguhnya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri pada saat ini, jauh lebih memungkinkan, karena  setiap anak yang cerdas dan  mampu berprestasi, tidak akan  kesulitan untuk mendapatkan  perguruan tinggi idaman, meskipun kondisnya tidak mampu secara ekonomi.

Namun bukan berarti  pernyataan tersebut  kemudian diartikan bahwa perguruan tinggi swasta tidak memberikan bea siswa bagi masyarakat miskin.  Hanya saja  untuk perguruan tinggi negeri memang ada keharusan untuk  hal tersebut dan pembiayaannya ditanggung oleh Negara melaui BOPTN.  Sehingga kalaupun ada perguruan tinggi swasata yang memberikan bea siswa kepada calon mahasiswanya yang berprestasi, itu tidak berlaku umum, melainkan hanya beberapa perguruan tinggi saja.  Karena itu tulisan ini memang sengaja tidak membicarakan persoalan tersebut melalui PTS.

Kita memang  masih memimpikan bahwa Negara kita akan dapat membebaskan seluruh pembiayaan studi bagi para mahasiswanya dan seluruh kebutuhan operasional pendidikan dan  keperluan lainnya, termasuk  penelitian dan lainnya ditanggung oleh Negara.   Namun  untuk saat ini rupanya memang belum dapat diharapkan banyak, mengingat persoalan ekonomi Negara kita masih terlalu berat untuk mengarah ke sana.  Dan paling banter ya seperti saat ini memberikan bantuan operasional pendidikan bagi perguruan tinggi negeri, dan selebihnya tetap dimintakan bantuan dari masyarakat melalui SPP dan lainnya.

Kita masih tetap mempunyai asa untuk dapat merealisasikan  cita cita tersebut, meskipun netah untuk tahuin berapa. Barangkali untuk para cuku dan cicit kita nanti, setelah  seluruh pejabat dan penyelenggara Negara semuanya bersih dan mempunyai komitmen tinggi untuk kesejahteraan rakyat.  Sergala macam bentuk korupsi dan suap serta sejenisnya sudah tidak kerasan lagi hidup di negera kita dan seluruh utang luar negeri sudah lunas terbayar dan kesejahteraan rakyat tampak dalam  kenyataan.

Tetapi pada saat ini kita memang harus menginjakkan kaki kita di bumi ini secara riil, karena pada kenayataannya  dunia pendidikan kita masih seperti ini, karena itu semua pihak yang   ingin studi di perguruan tinggi   berkualitas dan  dengan baiay terjangkau, tentunya harus mempersiapkan dengan prestasi yang bagus.  Selebihnya kalau prestasi yang didapatkan hanya pas pasan, harus rela untuk mendapatkan perguruan tinggi yang  relative pas pasan juga atau kalau  mampu secara finansial, tentu dapat memasuki perguruan tinggi ternama dan berkkualitas, khususnya  di PTS.

Sedangkan kalau di PTN, karena seluruh seleksinya melalui mekanisme tertentu yang diukur dari kemampuan calon mahasiswa dalam proses penyeleksian, maka tentu disamping dibutuhkan  biaya yang tinggi, juga dibutuhkan prestasi yang relative bagus.  Apalagi kalau program studi yang dipilih merupakan prodi yang membutuhkan kecerdasan dan ketrampilan tertentu, seperti  kedokteran dan sejenisnya.

Sesungguhnya ada hal yang lebih penting dari sekedar memilih program studi dan perguruan tinggi untuk melanjutkan studi seseorang, yakni keyakinan bahwa  siapapun orangnya dan program studi apapun yang dipilih, asalkan ditekuni dengan  sungguh sungguh dan kemudian dapat menguasai ilmu pengetahuan dalam bidang studi tertentu dengan matang, tentu orang tersebut tidak akan kesulitan dalam menentukan jalan hidupnya ke depan.

Artinya program studi dan perguruan tinggi sesungguhnya bukanlah  factor utama  seseorang untuk sukses.  Memang ada  pengaruhnya juga, tetapi tidak yang menentukan.  Lihat saja banyak orang yang lulus  dari sebuah perguruan tinggi ternama dan dari program studi favorit, tetapi hidupnya  banyak mengalami kesusahan dan kesulitan.  Itu disebabkan karena penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan ketrampilannya sangat minim dan tidak dapat mengembangkannya sendiri dalam kehidupan nyata.

Sebaliknya cukup banyak orang lulusan dari perguruan tinggi biasa biasa saja  tetapi mempunyai prestasi ilmiah yang sangat tinggi dan juga dapat mengembangkannya sedemikian rupa, sehingga hidupnya menjadi santat mudah. Bahkan untuk persoalan job pekerjaan dia tidak perlu susah susah mencari, melainkan malah banyak yang memintanya.  Jadi benar apa yang dijanjikan oleh Tuhan mengenai siapaun akan mempunyai ilmu tinggi dan beriman secara penuh kepada Tuhan, maka ia akan diangkat derajatnya oleh Tuhan.

Artinya  bahwa siapapun dan  lulusan prodi apapun, asalkan ia  serius dalam studi dan kemudian dapat memnguasai ilmu pengetahuan dengan baik, dan mampu pula mengembangkannya sedemikian rupa, maka  masa depannya tidak akan suram.  Bhakan kalau masa depan tersebut diukur dari sisi pekerjaan yang didapatkan, maka  ia akan mendapatkannya secara mudah.

Bahkan kalau diingat pernyataan Ali bin Abi Thalib yang menyatakan bahwa rizki itu ada dua macam, yakni rizki kita harus mencarinya dan yang kedua adalah rizki yang menari kita, maka orang yang menguasai ilmu pengetahauan tertentu  dengan matang dan dapat mengembangkannya, maka bentuk rizkinya tentu jenis yang kedua, yakni rizki itulah yang akan mencari dia dan bukan sebaliknya.Karena itu ada pesan yang sangat  penting bagi para calon mahasiswa bahwa memilih program studi dan memilih perguruan tinggi itu boleh tetapi bukan merupakan jaminan masa depan.

Masa depan kita yang menentukan ialah usaha kita sendiri dan  keputusan dari Tuhan.  Karena itu yang diperlukan ialah usaha sungguh sungguh untuk mencari ilmu dan ketrampilan tertentu yang  akan membekali kita di masa depan dan tentu doa kita setiap hari dan malam untuk  kesusesan hidup di dunia dan diakhirat.

Dengan demikian pesan ini  diharapkan akan dapat memberikan semangat dan spirit yang besar bagi keinginan para calon mahasiswa untuk dapat studi dengan focus sehingga akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat.  Dengan begitu maka masa depan kita  sudah dapat kelihatan kecerahannya dan kita dapat mantap menatapnya bersama dengan ketulusan dan kejujuran  dalam langkah kita selanjutnya.  Semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.