PERILAKU TIDAK TAAT HUKUM

Di dunia ini selalu saja ada phak pihak tertentu yang merasa senang apabila melangar ketentuan hukum, atau setidaknya tidak mau tahu kalau perbuatan yang dilaukan tersebut melanggar ketentuan dan bahkan sangat mungkin dapat membahayakan pihak lain. Sebagai contohnya ialah ketika seseorang mengendarai mobil misalnya, kemudian dia melanggar marka jalan, tentu hal tersebut dapat membahayakan pengendara lain.  Demikian juga ketika pengendara tersebut menjalankan mobilnya di malam hari tetapi tidak menyalakan lampu, tentu akan dapat membahayakan  diri sendiri dan juga pihak lain.

Masih banyak perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang di negeri ini.  Seolah apa yang dilakukan sebagai pelanggaran atas ketentuan  tersebut dianggap sebagai hal biasa dan bahkan tidak merasa berdosa.  Apalagi kalau yang melanggar tersebut kemudian dengan menunjukkan kedudukannya sebagai pejabat di sebuah pemerintahan tertentu.  Bisa bisa dia malahan merasa bangga dengan pelanggaran tersebut, dan bukannya menyadari dan kemudian memperbaikinya.  Kalaupun  ada pihak lain yang mengingatkan, justru malah diangap melecehkanna dan  memarahinya atau bahkan menganiayanya dan lainnya.

Kita semua tahu bahwa ketentuan peraturan perundangan  tersebut dibuat dalam upaya  mengatur agar kehidupan menjadi teratur, aman dan tidak menimbulkan ketakuan.  Namun sekali lagi sangat disayangkan kalau sampa detik ini masih banyak warga kita yang melakukan pelangaran tersebut dengan tanpa merasa salah dan bahkan yang lebih menyedihkan lagi ialah pelanggaran tersebut dilakukan dengan kebangaan dan kesombongan, dengan mengandalkan kedudukan yang dimilikinya.

Tetapi pelaggaran tersebut juga banyak dilakukan oleh mereka yang memang susah diatur.  Biasanya yang seperti itu ialah mereka yang sedang mencari identitas atas dirinya atau sedang mencari perhatian dan  sama sekali tidak mengerti tujuan diaturnya sebuah kehidupan.  Apapun  alasannya pelanggaran terhadap ketentuan, apapun ketentuan tersebut, tentu tidak dapat dibenarkan dan harus segera diakhiri.  Semua itu untuk mewujudkan sebuah tatatnan kehidupan yang  indah, teratur, damai dan aman.

Satu hal yang perlu disesalkan ialah kejadian hari Rabu kemarin yang melibatkan seorang pejabat di Babel yakni pada saat  ia naik pesawat terbang dari Jakarta.  Nah, pada saat pesawat sudah akan terbang seorang pramugari mengingatkan keopadanya secara baik baik  agar HP yang dipakai dimatikan, karena hal tersebut akan dapat menganggu penerbangan dan membahayakan penumpang secara keseluruhan.  Namun jangankan  ia meminta maaf dan kemudian mematikan HP nya, ia malahan marah dan menunjukkan identitas dirinya sebagai seorang pejabat.

Ternyata tidak hanya sampai di situ, karena setelah sekitar satu jam, yakni pada saat pesawat sudah sampai di Babel dan para penumpang turun, maka si pejabat tersebut kemudian masih meneruskan amaranya dan  memukul pramugari yang diangap telah lancang berani mengingatkannya.  Dia juga mendorong pramugari tersebut sambil ngomel dan marah.  Tentu hal tersebut kemudian tidak bisa dibiarkan, maka  kru maskapai tersebut dan juga pramgari yang dimarahi tersebut melaporkannya kepada phak berwajib.

Bahkan kemudian wakil mentri perhubungan mendorong agar peristiwa tersebut diselesaikan melalui jalur hukum, agar dapat menjadi pelajaran baginya dan juga para penumpang lain yang terbiasa melakukan pelanggaran seperti itu.  Kita sebagai masyarakat tenttunya sangat mendorong agar kasus tersebut dibawa ke pengadilan agar dapat djadikan  pelajaran bagi siapapun juga bahwa kedudukan dan jabatan itu bukan untuk  disombongkan, melainkan justru sebaliknya,  yakni seoraqng pejabat itu harus menjadi teladan bagi masyarakat, terutama dalam ketaatannya  kepada hukum yang berlaku.

Sesungguhnya  masih terlalu banyak contoh perilaku menyimpang atau menabrak peraturan yang ada, dan anehnya yang banyak melakukan hal tersebut adalah mereka yang seharusnya  tahu dan menyadari, karena mereka itu kebanyakan adalah orang terpelajar, bahkan para pejabat.  Beberapa informasi yang disampaikan oleh para petugas di kabin pesawat misalnya, banyak menemukan pelanggaran menghidupkan HP saat berada di dalam pesawat, justru banyak dilakukan oleh kaum terpelajar dan bukan mereka yang memang tidak tahu.

Demikian juga dalam hal pelanggaran di darat, baik di jalan raya maupun di tempat lainnya.  Pelanggaran marka jalan dan menyerobot di lampu lalu lintas adalah pelanggaran yang paling sering dlakukan dengan berbagai alasan yang tentunya tidak dapat diterima oleh mereka yang berlaku bijak.  Padahal sudah terlalu banyak kerugian yang diakibatkan oleh pelanggaran yang mereka lakukan, bahkan termasuk menyangkut hilangnya nyawa seseorang.  Namun tetap saja seolah mereka tidak dapat mengerti dan mengambil pelajaran dari berbagai kejadian tersebut.

Pertanyaannya ialah apakah memang manusia kita diciptakan dengan potensi menyimpang lebih banyak?.  Tentu secara keyakinan kita akan menjawab bahwa Tuhan menjadikan manusia itu dengan poptensi yang relatif sama, hanya saja kemudian perkembangan dan pengaruh lingkunganlah yang akan menyuburkan potensi yang ada tersebut.  Artinya setiap manusia itu dibekali dengan potensi untuk taat dan sekaligus juga  diberikan potensi untuk meyimpang.  Nah, lngkungan da pergaulan keseharianlah yang pada akhirnya akan menumbuhkan dan menyuburkan salah satu potensi tersebut.

Kalau seseorang hidup dalam lingkungan orang orang yang taat dalam menjalankan ibadah dan seluruh aturan yang berlaku, tentu potensi taat yang ada dalam dirinya akan terus berkembang dan menjadi karakternya, sehingga ia akan menjadi takut atau setidaknya merasa malu jikalau akan melakukan pelangaran terhadap sebuah aturan.  Namun jiklau ia berada dan hidup dalam lingkungan yang masyarakatnya brengsek dan sudah menjadi kebiasaan untuk melakukan pelangaran dan berbagai kemaksiatan, tentu potensi negatiflah yang akan berkembang dan bahan keemudian menjadi karakternya.

Nah, kalau sudah begitu tentu ia akan dengan mudah melakukan pelanggaran dan tidak merasa berdosa, bahkan jiklau ada seseorang yang mengingatkan  atau  memberitahu padanya bahwa apa yang dilakukan tersebut sangat berhaya, ia malah merasa tersinggung dan marah.  Rupanya itulah yang saat ini terjadi dan masyarakatlah yang sesungguhnya  membentuk perilau seseorang, disamping tentu keluara dan kemauan diri seseorang untuk menjadi baik dan taat.

Melihat kenyataan tersebut, kiranya  sangat diperlukan sebuah usaha sunguh sungguh untuk menerapkan sanksi kepada siapapun yang melanggar aturan, dan bukan hanya sekdar tulisan ancaman sanksi yang tidak pernah dipraktekkan.  Lebih lebih pelanggaran yang  secara teoritis dapat membahayakan banyak pihak, seperti pelagaran menyalaka HP di dalam pesawat.  Artinya pihak maskapai tidak hanya sekdar mengingatkan lewat awaknya  kepada seluruh penumpang agar mematikan HP sampai mereka semua keluar dari pesawat.

Ancaman denda dan atau hukuman kurungan yang diancamkan sebagaimana diatur dalam undang undang, memang harus benar benar dipraktekkan.  Rupanya memang harus ada keinginan kuat dari semua pihak agar aturan benar benar ditegakkan, buka saja dari pihak aparat penegakhukum, tetapi juga asyaakat secara umum.  Hanya saja memang  terutama dari pihak penegak ukumlah yang harus memulainya atau peimimpin tertingi di negeri ini yang hars memberikan instruksi secara tegas, dan bukan hanya sekdar menghimbau semata yang terbukti tidak pernah dihiraukan oleh para peugas di lapangan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.