PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Hari ini tanggal 28 Mei 2013 saya bersama dengan para wakil rektor dan dekan di IAIN Walisongo akan mengadakan kunjungan kerja bersama dengan bupati Demak ke lokasi KKN mahasiswa IAIN Walisongo di kabupaten Demak.  Tentu banyak hal yang menjadi catatan dalam pelaksanaan kuliah kerja nyata kali ini, karena  seharusnya  kegiatan KKN seperti ini harus ada  hasil nyata yang dapat dinikmati oleh masyarakat, bukan dalam bentuk materi dan fisik, melainkan lebih banyak kepada masalah non fisik, seperti tumbuhnya spirit membangun, kesadaran diri yang tinggi unuk mengetahui dan sekaligus memanfaatkan potensi diri dan lainnya.

Berbicara mengenai kuliah kerja nyata saat ini tentu harus dibedakan dengan bentuk kuliah kerja nyata pada masa yang lalu. Ini disebabkan  dengan semakin  berkembangnya  dunia dan juga masyarakat, sangat dibutuhkan sesuatu yang tepat sasaran dan mengena, sehingga akan  bermanfaat lebih besar.  Artinya  kuliah kerja nyata harus  fokus terhadap persoalan yang jelas, dan karena itu KKN harus mengambil sebuah thema tertentu, sehingga semua kerja selama  satu setengah bulan akan dapat dilihat hasilnya, meskipun sekali lagi tidak harus berbentu fisik.

Thema pemberdayaan masyarakat berbasis masjid yang diambil dalam KKN kali ini menurut saya cukup tepat, disampng  ada uapaya untuk mengembalikan fungsi masjid yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai sarana beribadah mahdlah saja. Kita tentu sangat mengetahui melalui sejarah Islam bahwa pada zaman Nabi Muhammad saw, masjid menjadi basis kekuatan umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan.  Artinya di samping masjid sebagai tempat beribadah, juga dijadikan tempat menuntut ilmu pengetahuan, sarana berkomunikasi antar umat Islam untuk lebih mempererat tali silaturrahmi dan lainnya.

Bahkan masjid juga dapat dijadikan sebagai tempatuntuk menentukan strategi dalam menghadapi musuh, terutama pada saat ada  serangan musuh untuk menghancurkan ataupun untuk menjajah umat.  Jadi masjid sesungguhnya merupakan tempat aktifitas masyarakat dalam berbagai persoalan, karena kalau  berbagai kegiatan masyarakat dilaksanakan di masjid atau sekitar masjid, tentu akan dengan sendirinya terjauhkan dari berbagai hal negatif yang berkonotasi dengan maksiat.

Bahkan salah satu phak yang di hari kiamat nanti akan mendapatkan perlindungan dari Tuhan dimana  saat itu idak satupun perlindungan kecuali perlindungan Tuhan, ialah orang yang hatinya tergantung di masjid.  Artinya ialah orang yang kegiatannya selalu dikaitkan dengan masjid; ibadahnya selalu dilaksanakan di masjid, aktifitas sosial dan kemasyarakatannya juga dilakukan di masjid dan semua  aktifitas lainnya juga  dikaitkan dengan masjid.  Nah, dengan demikian kita sesungguhnya merindukan sebuah kondisi masyarakat dimana  masjid dijadikan sebagai basisnya.

Kersahan  banyak pihak pada saat ini dimana  banyak masyarakat yang mudah terprovokasi, mudah dibelokkan untuk melakukan hal hal yang destruktif, merusak dan lainnya, ternyata  bermuara kepada persoalan mralitas dan kesadaran pemahaman agama yang kurang, sehingga  dalam bahasa agama, setan mudah memasuki pemikirannya dan mengendalikan  diri mereka sehingga akan muda melakukan hal hal yang tidak bermanfaat bahkan cnederung kepada merugikan pihak lain.

Salah satu sebabnya ialah karena  kehidupan yang sudah  diwarnai oleh materealisme dan melupakan  kehidupan spiritual agama.  Akibatnya  seluruh keinginannya ialah untuk mencari dan megumpulkan materi yang dianggapnya akan  dapat memuaskan diri mereka.  Padahal  banyak contoh yang sudah dialami oleh banyak masyarakat, bahwa materi tidak akan dapat memuaskan seseorang, bahkan justru dengan terus memburunya, maka akan semakin keringlah hati mereka. Untuk itu satu hal yang harus diperhatikan  ialah bagaimana seseorang dapat memasrahkan dirinya kepada Tuhan secara total.  Karena dengan begitu seseorang akan mendapatkan sebuah kepuasan yang sesungguhnya.

Kita memang kita dapat mengelak bahwa materi merupakan salah satu faktor yang  dapat mengantarkan seseorang hidup sejahtera, tetapi bukan satu satunya, bahkan kalau hanya semata mata itu, maka justru ketidak puasan yang terus menggelayuti kehidupannya.  Karena itu kehidupan yang disandarkan  dan didasarkan atas  kedekatan dengan masjid sangat diperlukan dalam gemuruh dunia yang bagaimanapun.  Generasi yang  dibangun  di atas basis masjid diyakini akan dapat bertahan dalam gelombang globalisasi  maha dahsyat, dan tetap akan menjadi dirinya sendiri serta  tetap menjadi manusia Indonesia.

Nah, dengan pemikiran seperti itu KKN  IAIN  Walisongo kali ini memang difokuskan untuk membangun masyarakat yang berbasis masjid tersebut.  Tentu tidak akan sekali jadi karena waktu yang sangat pendek kiranya  merupakan sebuah tantangan dan kendala tersendiri dalam mewujudkan  masyarakat sebagaimana diinginkan tersebut.  Untuk itu kesinambungan merupakan kata kunci yang harus dipegang, dan tenunya kerja sama  antara perguran tinggi denga pemerintah kabupaten harus diperkuat dan  diwujudkan dalam bentuk nyata pembinaan masyarakat tersebut.

Tentu sebagaimana  di awal saya katakan bahwa kuliah kerja nyata bukan identik dengan  memberikan bantuan berpa sesuatu yang dapat dilihat dengan mata kepala, sebagiamana trend KKN pada masa yang lalu.  Artinya  KKN saat ini tidak mesti harus membangun jembatan, membangun jalan, membangun madrasah, membangun masjid dan mushalla serta lainnya. KKN saat ini  lebih  diarahkan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat dalam berpartisipasi dalam pembangunan,  kesadaran mengenai potensi diri yang sangat besar, kesadaran untuk bekerja sama dan kesadaran untuk memperbaiki diri.

Kesadaran seperti itulah yang sangat dibutuhkan, sehingga kalaupun   nantinya tim KKN sudah pulang ke kampus untuk menyelesaikan tugas kuliah mereka, masyarakat akan  dapat mengembangkan diri mereka ke arah yang lebih baik dan maju.  Tentu akan lain hala kalau kedatangan tim KKN membawa sesuatu yang dberikan berupa fisik, disamping  sangat mungkin hal tersebut tidak atau kurang dibutuhkan oleh masyarakt, juga tidak mendidik kepada masyarat, dan justru akan menjerumuskan masyarakat dalam mental yang berharap dan tidak berusaha.

Namun demikian kalau misalnya disamping foks kepada persoalan  pengembangan dfana pemberdayaan masyarakat berbasis masjid tersebut kemudian ada program fisik yang  dimunculkan dan kemudian  masyarakat tertarik melakukannya, tentu hal tersebut tidak menjadi masalah, bahkan dapat dikatakan sebagai hasil dari pemberdayaan mereka yang telah memunculkan kesadaran untuk melaukan perbaikan dalam berbagai bidang, misalnya  bidang pendidikan  atau kesehatan ataupun lainnya.

Artinya bukan sebuah program yang dimunculkan dan dipaksakan oleh tim KKN, melainkan merupakan keinginan masyarakat setelah mendapatkan wawasan dan pencerahan oleh tim KKN.  Program  renovasi tempat ibadah, programrenovasi ataupun pembuatan tempat pendidikan, program saran umum dan lainnya yang dimotivasi oleh tim KKN dan dilaksanakan sepenuhnya oleh masyarakat dengan sedikit bantuan dari tim KKN, tentu merupakan hal yang integral dengan thema KKN kali ini.

Kita tentu sanat berharap bahwa KKN kali ini memang akan memberikan kesan ersendiri bagi masyarakat, dalam arti mereka dapat menyadari betapa pentingnya melakukan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dalam upaya  untuk mengembangkan  desa dan diri mereka  dan menjadikan masjid sebagai  basis dalam semua kegiatan mereka.  Karena inilah sesungguhnya target dalam KKN kali ini, bukan semata mata  tinggalan yang berupa  fisik semata.  Semoga ada manfaat besar yang dapat dnikmati oleh masyarakat dan juga pengamalan  para mahasiswa untuk bekal hidup mereka di masa mendatang.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.