SELAMAT UNTUK MUNCHEN

Baru saja pertandingan final liga Champion digelar di stadion Wimble Inggris dengan mempertemukan dua klub asal Jerman, yakni Bayern Munchen dan Borussia Dortmund, dan akhirnya dimenangkan oleh Munchen.  Sebagaimana perkiraan banyak pengamat bahwa Munchen kali ini akanlebih siap atas pengalaman kegagalan final tahun lalu melawan Chelsea.  Meskipun  demikian tidaklah mudah bagi Munchen untuk menaklukkan Dortmund. Bahkan pada saat Dortmund dapat menyamakan kedudukan melalui finalti, rasa was was para penggemar dan pendukung Munchen  sangat tampak.

Namun setelah Robben membuat gol penentu pada menit akhir babak kedua, suasa  kegembiraan  demikian meluap dan pada akhirnya setelah pluit panjang dibunyikan mereka semuanya  menyatu dalam suasana kemenangan yang sangat indah.  Selamat untuk Munchen yang kali ini benar benar membuktikan diri sebagai klub terbaik di daratan Eropa.  Tentu banyak catatan menarik selama pertandingan yang patut kita cermati, terutama untuk dijadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga  bagi klub manapun, termasuk klub klub di negera kita.

Semangat pantang menyerah dan sabar dalam memainkan bola, merupakan kunci sukses Munchen.  Kita paham betul betapa beban berat yang disandang oleh Munchen sebagai klub yang dijagoan oleh banyak pengamat, bahkan tahun lalu pun  ekspektasi dari seluruh pemirsa di duniapun menjagokan Munchen ketimbang Chelsea yang terseok seok dalam negrinya sendiri.  Tetapi apa kenyataannya bahwa  Chelsealah yang akhirnya berpesta pora memenangkan piala liga Champiun dan Munchen sangat kecewa dan menderita.

Nah berbekal pengalaman tahun lalu itulah, Munchen kemudian dapat memperbaiki diri dengan sabar dalam menyerang dan mengalirkan bola, termasuk pada saat Dortm,und sudah dapat menyamakan kedudukanpun Munchen tampak konsisten dalam menyerang dan kesabaran.  Justru Dortmund lah yang  kedodoran  dan pada saat menit terakhir mereka kebobolan dan tidak ada waktu lagi untuk menyusul.

Tentu kalau seandainya  unchen belum belajar dari kekalahan tahun lalu, nampaknya akan sulit baginya memenangkan pertandingan ersebut, karena di awal  dan di babak pertama begitu banyak peluang yang seharusnya  dapat menjadi gol, ternyata mentah begitu saja.  Berapa peluang yang dimiliki oleh Robben yang selalu mental di tangan kiper Dortmund.  Bahkan mungkin sudah ada yang memperkirakan bahwa  dengan kegagalan seperti itu akan dapat membuat frustasi para pemain dan sekaligus menurunkan mental dan semangat mereka.

Amun sekali lagi pengalaman kekalahan tahun lalu ternyata benar benar dapat dimanfaatkan oleh Mnchen untuk tetap foks dan tidak mudah terpengaruh leh hal hal seperti itu.  Ternyata mental memang merupakan  faktor penentu utama sebuah klb atau tim  sepak bola memanangkan sebuah kejuaraan.  Memang masalah skill  tidak dapat diabaikan.  Demikian juga faktor keberunungan juga dapat disebut sebagai salah satu faktor juga.  Tetapi dalam sebuah laga menentukan seperti dalam final, faktor mental merupakan  faktor utama dan menentukan  kemenangan sebuah klub.

Kita juga melihat betapa pelatih tidak terlalu mencampuri urusan pemain dalam lapangan dengan berteriak keras kepada mereka, melainkan lebih banyak memberikan kepercayaan kepada mereka untuk berimprovisasi sendiri dan megembangkan permainan.  Tentu arahan tetap sangat diperlukan, tetapi disampaikan dengan  cara yang arif dan dalam waktu yang tepat.  Saya melihat kondisi seperti itu sangat mendukung permaian para pemain di tengah lapangan. Tentu akan berbeda dengan pelatih yang selalu marah marah di pinggir lapangan dengan meneriaki para pemainnya.

Terlepas dari beberpa hala tersebut, Munchen saat ini memang sudah memanangkan  pala Champiun tahun 2013   dan itu artina  sebuah pencapaian prestasi yang luar biasa.  Konsistensi klub ini memang dapat dibangun sedemikian rupa dengan terus  berada di tanga teratas liga Champiun.  Tahun lalu klub ini juga mencapai final, meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan klub dari daratan Inggris Chelsea, dan tahun ini kembali masuk final dan memenangkan kejuaraan.

Konsistensi memang  merupakan hal penting bagi klub manapun, karena dengan konsistensi ersebut, kita dapat melihat sejauh mana sebuah klub memang berkualias dan dapat dibangakan.  Lihatlah banyak klub yang konsistensinya sangat rendah. Artinya pada suatu ketika sebuah klub  tampil sedeemkian memukau dan memenangkan sebuah kejuaraan, tetapi pada musim berikutnya kemudian malah turun  drastis dan seolah tanpa semangat dalam mempertahankan  performa.

Klub besar seperti Chelsea yang tahun lalu menjuarai liga Champion, namun pada tahun ini malah sudah terjerumus dan terpenal  sejak awal, meskipun akhirnya menjuarai piala Eropa.  Masih mending klub ini  dapat bertahan  di liga Champion tahun depan dan masih mendapatkan sebuah kejuaraan.  Sedangkan klub lain seperti Real Madrid dan Manchaster City misalnya setelah tahun lalu menjuarailiga domistik, ternyata kemudian terseok seok dalam perjalanan mempertahankan gelar.  Beruntung juga pada akhirnya klub klub ersebut akhirnya masih dapat finis di urutan kedua, walaupun sama sekali tidak mendapatkan piala apapun.

Kedua klub tersebut sesunguhnya masioh ada harapan untuk mendapatkan piala kejuaraan dalam negerinya masing masing, namun pada akhirnya keduanya juga terpental oleh klub yang biasanya mereka kalahkan.  Madrid kalah dari Atletico  dalam final Copa Del Ray, sementara Menchester City kalah dari klub yang tahun ini terdegradasi dari primer legue Inggris,yakni Wigan dalam final piala FA.  Sungguh memang terasa amat menyakitkan dan kedua klub tersebut pada akhirnya harus memecat menejer da pelatih masing masing.

Sesunguhnya masih banyak lagi klub yang tidak dapat mempertahankan konsistensinya sehinga harus melorot  dan ditinggal oleh klub lainnya.  Kita mencatat juga klub Itali Inter Milan yang saat ini terus terseok seok dalam liga domistik dan beberapa klub di negara Eropa lainnya.  Intinya  konsistensi dalam permainan dan mental merupakan hal yang harus dipertahankan oleh setiap klub agar klub tersebut dapat menempatkan dirinya sebagai klub yang hebat dan terus menjaga trend kemenangan dan mendapatkan sebuah kejuaraan.

Konsistensi tersebut sesungguhnya dapat dibangun dari menejer yang tetap dan tidak berganti ganti, meskipun kita tahu bahwa faktor menejr tersebut merupakan hal yang penting, tetapi  kalau hal tersebut terus dilaukan perganina dengan alasan ada menejer yang lebih piawai dan hebat misalnya, maka klub yang menjadi korbannya.  Kita semua tahu betapa hebatnya klub Barcelona dengan lional Messi dan sederet pemain hebat di dalamnya, namun setelah ditingalkan oleh pelatih dan menejer Guardiola, klub tersebut menjadi tidak ampuh lagi, walaupun masi tetap perkasa di liga domestik.

Klub sehebat Barca dapat kalah memalukan dari Munchen dengan gol yang sangat banyak tanpa  balas.  Kenyataan tersebut masih tidak dapat dipercaya oleh sebagian penggila bola yang sudah tahu kiprah  dan prestasi Barca.  Namun fakanya memang seperti itu dan siapapun tidak dapat mengelaknya.  Jadi kemapanan  sebuah klub itu banyak ditentukan oleh keserasian anara semua pemain, menejemen dan seluruh fans dan pemilik klub.  Mungiin dalam satu dua tahun  kurang dapat menunjukkan prestasinya, tetapi dengan berjalannya waktu dan  konsistennya semua puggawa klub, pastilah akan menghasilkan sebuah prestasi.

Sekali lagi selamat untuk Munchen yang kali ini menjadi juara, semoga dengan bergantinya menejer setelah merayakan kemenangan tersebut, prestasinya tidak akan tenggelam bersamaan dengan belum padunya antara pemain dan menjer.  Pep Guardiola memang seorang pelatih dan menejer yang hebat dengan deretan prestasi yang spektakuler bersama dengan Barcelona, tetapi apakah dengan bergabung dengan Munchen yang juga hebat secara team tersebut, langsung akan dapat serasi?.  Kita tunghgu saja jawabannya  tahun depan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.