MASA TENANG

Kemarin merupakan hari terakhir kampanye calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah untuk periode 2013-2018, dan semalam ditandai dengan debat para calon.  Meskipun diyakini bahwa  debat  calon tersebut tidak signifikan dalam pemilihan, tetapi menurut saya  itu jauh lebih baik ketimbang sama sekali tidak.  Memang kampanye yang menyedot  dan mengumpulkan banyak orang sebagaimana pada kampanye  yang lalu ternyata sudah kurang diminati oleh masyarakat.  Tentu masih ada yang  tetap melakukan kampanye seperti itu, hanya saja  antusias masyarakat menjadi lebih berkurang.

Kampanye yang sudah dilakukan oleh para calon pada umumnya langsung ke masyarakat calon pemilih, misalnya mendatangi masyarakat di pasar pasar, di kampung dan lainnya, yang hal tersebut dinilai sangat efektif untuk memperkenalkan program program yang akan dilaksanakan pada saat nanti terpilih menjadi gubernur.  Karena itu kita menjadi mengerti kenapa  sepertinya masa kampanye  yang diberikan kepada calon  tidak digunakan oleh para calon untuk mengerahkan massa sebagaimana pada masa yang lalu.  Bahkan gambar gambar para calon pun hanya ada di beberapa jalan strategis saja, dan tidak sampai masuk ke perdesaan.

Memang ada beberapa atribut kampanye para calon yang masuk ke perdesaan, tetapi  sangat jauh berbeda dengan  masa yang lalu.  Tentu hal tersebut bukan berarti mereka  memang membiarkan dirinya tidak dikenal oleh masyarakat, melainkan semata mata  menyangkut persoalan teknis di lapangan.  Apapun alasannya kondisi tersebut tidak menguntungkan kepada masyarakat calon pemilih, karena mereka akhirnya kurang memahami apa konsep dan program para calon pemimpinnya, dan kalaupun mereka  nantinya memilih, bukan didasarkan kepada pengertian dan kesadaran yang penuh, melainkan hanya sekdar memilih.

Nah, saat ini semuanya sudah berakhir.  Artinya usaha untuk sosialisasi dan kampanye sudah tidak diperbolehkan, karena sudah memasuki masa tenang.  Namun justru kerawanan biasanya terjadi pada saat saat seperti ini, karena itu panwaslu harus tegas dalam menindak setiap pelanggaran.  Demikian juga masyarakat harus kritis dan melaporkan semua hal yang melanggar ketentuan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, agar proses demokrasi tersebut dapat berjalan sebagaimana harapan seluruh masyarakat.

Kita tentu juga tidak menginginkan terjadinya politik uang yang biasanya disebut atau dikenal dengan serangan subuh.  Kita sangat menghimbau kepada para calon untuk berkonsentraqsi diri, menenangkan diri dan banyak berdoa kepada Tuhan, dan tidak melakukan upaya upaya yang dapat menimbulkan kerusakan proses demokrasi.  Artinya kita sama sekali tidak menginginkan  bahwa pilgub Jawa Tengah ini ternoda, bahkan sampai harus diulang, disebabkan ada kecurangan, sebagaimana yang terjadi di beberapa daerah.

Kalau hal tersebut sampai terjadi kita semua  orang  Jawa Tengah menjadi sangat malu, karena sesungguhnya  Jawa Tengah dike4nal sebagai daerah yang tenang, damai, dan sadar hukum.  Untuk itu sekali lagi kita semua harus bersama sama menjaga kondisi ini tetap aman, damai dan proses demokrasi berjalan dengan sukses.  Siapapun yang terpilih dan diberi amanah oleh rakyat Jawa Tengah harus didukung oleh semua pihak, termasuk mereka yang tidak memilihnya.  Kita harus dapat mengangap bahwa pilgub hanya merupakan sarana untuk memmilih dan menentukan calon pemimpin, tetapi kalau sudah ada yang terpilih, seluruh rakyat harus bersama sama mendukung untuk memajukan Jawa Tengah.

Pada saat masa tenang seperti ini  sebaiknya semua komponen rakyat harus dapat mengendalikan diri dan tidak melakukan hal hal yang dapat menodai pilgub. Artinya seluruh akayat dan juga para calon dan pendukungnya tidak boleh melakukan kegiatan apapun yang dapat dinilai sebagai pelanggaran pemilu.  Karena itu sebaiknya dipahami beberapa hal yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran pemilu, terutama oleh para pendukung kandidat calon gubernur dan wakilnya.  Sementara itu bagi rakyat yang tidak ada kemepentingan mendukung secara langsung sebaiknya juga tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun rakyat secara umum.

Idealnya memang para pendukung calon lebih aktif untuk menjadi contoh baik bagi masyarakat dan justru tidak sebaliknya malah melakukan berbagai pelanggaran.  Namn biasanya justru malah mereka melakukan  hal hal yang kurang mendidik dan bahkan tidak terpuji.  Mereka tidak menyadari bahwa dengan tindakan seperti itu sesunguhnya telah merugikan calon itu sendiri, karena masyarakat yang mungkin selumnya menaruh simpati, kemudian maalah anti pati.

Salah satu contoh baik yang seharusnya dilakukan oleh para calon dan pendukungnya ialah mentaati aturan main  dan tahapan pilgub, seperti malam tadi semua gambar para calon yang berkonotasi dengan kampanye harus sudah diturunkan atau dicopot dengan kesadaran tinggi.  Meskipun hal ini sungguh berat dan melelahkan, tetapi itulah contoh yang memang harus dilakukan, sehingga proses dan tahapan demokrasi tersebut dapat berjalan dengan aman dan tidak dibumbui dengan pelanggaran atau hal hal yang yang dapat menodai pilgub.

Namun kita juga  harus sedikit toleran jikalau sampai pagi ini masih ada atribut kampanye yang kebanyakan berupan gambar calon guburnur dan wakilnya ternyata masih terpampang di beberapa sudut jalan.  Artinya sangat mungkin karena saking banyaknya atribut tersebut, maka semalam tidak sampai tuntas, dan baru akan selsai pada pagi hingga siang ini.  Meskipun al tersebut sudah masuk dalam pelanggaran, tetapi tentunya kita masih dapat mengerti dan tidak perlu mempermasalahkannya  sedemikian rupa sehingga justru akan  merepotkan dan merugikan kita semua.

Hanya saja kalau kemudian  atribut atribut kampanye tersebut terus dibiarkan, tentu kita juga harus tegas dalam menyikapinya, terutama panwas.  Sebab potensi seperti itu nampaknya akan tetap ada, utamanya yang  terdapat di beberapa daerah yang jauh dari perkotaan.  Kita berharap bahwa pilgub Jateng kali ini harus kita sukseskan bersama dengan cara  mentaati seluruh ketentuan pilgub dan sejauh mungkin menghindari semua larangan yang sudah ditetapkan.  Harapannya kondusifitas  di Jawa Tengah tetap akan terus terjaga sebagai syarat untuk dapat maju dan sejahtera.

Pada hari pertama  masa tenang ini memang menjadi ujian bagi semua pihak, apakah dapat menaatinya dengan baik ataupun tidak.  Kalau pelanggaran masih terjadi dan dibiarkan serta tidak ada keinginan untuk memperbaikinya, maka hal tersebut berpotensi untuk memperkeruh dan bahkan dapat mengagalkan pilgub.  Tentu kita semua tidak menginginkannya, karena harganya terlalu mahal dan konsenrasi ita akan terkurans dalam masalah ini, sementara masalah krusial lainya menjadi terabaikan.

Memang kerawanan bukan hanya pada  hari pertama masa tenang, yang biasanya ditandai dengan masih banyaknya atribut kampanye yang belum diturunkan, namun kerawanan lainnya juga dapat terjadi pada  hari terakhir masa tenang, karena saat itulah yang paling krusial, terutama  persoalan  yang selama ini terus terjadi dalam setiap pemilu, yakni serangan fajar yang berupa politik uang.  Mungin bagi sebagian masyarakat, hal ersebut memang sangat diharapkan, tetapi secara keseluruhaan hal tersebut sungguh merupakan perbuatan yang membodohi masyarakat dan sangat tidak layak dilakukan oleh seorang calon pemimpin.

Untuk itulah kita semua  menghimbau terutama kepada para calon gubernur dan wakilnya agar semua hal yang melanggar aturan harus ditinggalkan.  Biarkanlah rakyat memilih sesuai hati nurani mereka.  Kalau memang para calon diberi kepercayaan  oleh masyarakat, maka tentu hal tersebut merupakan amanah yang harus ditunaikan dengan  sungguh sungguh dan penuh tangung awab, tetapi jikalau belum diberikan kepercayaan, ya harus menerimanya dengan tulus.  Semoga semuanya menjadi baik dan tetap damai.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.