MEMILIH PERGURUAN TINGGI

Saat ini merupakan waktu memilih perguruan tinggi bagi calon mahasiswa yang akan meneruskan studinya di jenjang pendidikan tinggi.  Tentu cukup banyak pilihan, karena semua informasi telah  digelar sedemikian  transparan dan semua orang dapat mengakses web yang dimiliki oleh masing masing perguruan tinggi.  Web tersebut akan memberikan gambaran yang nyata mengenai segala sesuatu yang ada dan dimiliki oleh perguruan tinggi tersebut, baik fasilitas penunjang pembelajaran, seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium dan lainnya, maupun juga SDM dosen yang dimiliki serta keahlian mereka serta program studi yang ditawarkan.

Dengan mencermati semua hal yang berhubungan dengan  kampus tersebut, seseorang akan dapat dengan leluaa memilih dan menentukan sendiri keinginannya untuk  studi di perguruan tinggi tertentu.  Namun demikian juga harus diingat bahwa daya tamping perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri sangat terbatas, karena itu harus  dilakukan berbagai pertimbangan agar nioat untuk kulaih tersebut dapat terlaksana.  Artinya jangan sampai niatnya besar untuk memasuki sebuah perguruan tinggi yang diinginkannya, tetapi prestasi yang diraih kurang memuaskan, sehingga dalam seleksi masuk  akhirnya tidak dapat tertampung.

Untuk memasuki sebuah perguruan tinggi  yang diidamkan, seseorang harus melihat minat calon mahasiswa yang mendaftar pada tahun sebelumnya terhadap sebuah program studi, khususnya pada tahun  yang lalu, yang informasi tersebut dapat dengan mudah diakses dalam web SBMPTN.  Dengan melihat informasi peminat tersebut akan dapat diukur kemampuan diri sesuai dengan keilmuan yang dimiliki.  Artinya kalau nilai rata rata kelas hanya biasa biasa saja, maka sebaiknya tidak memasuki atau mendaftar di prodi yang diminati banyak calon, karena kemungkinan untuk diterima sangat kecil, disebabkan kompetisinya yang sangat ketat.

Sementara itu bagi mereka yang berminat meneruskan studi di perguruan tinggi agama Islam tentu  juga harus  dapat memilih dan mengukur kemampuan dirinya sehingga tidak akan  menemui kegagalan masuk.  Artinya kalau  prestasi akademiknya kurang memuaskan sebaiknya dihindari mendaftarkan pada program studi yang  diminati banyak calon, seperti  prodi Pendidikan Agama Islam, pendidikan bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, ekonomi Islam, dan D3 perbankan syariah.  Namun dapat juga kalau misalnya tetap memilih prodi prodi tersebut, tetapi harus diingat untuk pilihan kedua dan ketiganya harus  diarahkan ke prodi lainnya.

Program program studi di  fakultas Ushuluddin dan fakultas dakwah dan Komunikasi, tentu sangat memungkinkan untuk dipilih, walaupun tetap dianjurkan untuk menjaduikannya sebagai pilihan utama, karena  bisa  saja  prioritas penerimaan didasarkan kepada pilihan pertama.  Bukan berarti prodi prodi tersebut kurang peminatnya, melainkan bilamana dibandingkan dengan prodi lainnya, memang lebih kecil, tetapi daya tampungnya juga terbatas.

Sesungguhnya masih banyak diantara para calon mahasiswa yang  salah dalam menerima informasi awal dari beberapa teman atau pihak yang juga belum tentu benar.  Artinya ada sejumlah informasi yang  kurang akurat, semisal lulusan prodi tertentu akan sangat mudah mendapatkan pekerjaan pada saatnya nanti, sementara itu untuk prodi tertentu sebalknya, yakni  masa depannya tidak menentu.  Tentu informasi ini sama sekali tidak akurat, karena masa depan seseorang itu akan ditentukan oleh dirinya sendiri bukan oleh  prodi dimana dia melakukan studi.

Memang ada sedikit pengaruhnya, namun sama sekali tidak signifikan.  Kita dapat membuktikan bahwa banyak alumni dari sebuah prodi yang dianggap  tidak bermasa depan cerah, namun ternyata sukses dalam hidupnya.  Dan sebaliknya  masih banyak juga  mereka yang lulusan dari prodi yang dianggap menjanjikan, tetapi masih  menganggur dan masa depannya tidak jelas.  Jadi untuk masa depan seseorang itu sekali lagi berada  pada dirinya sendiri.  Kalau seseorang menginginkan sukses dalam hidupnya, maka tentu ia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk meraihnya.

Harus diingatkan kepada para calon mahasiswa bahwa  dalam studi di perguruan tinggi  jangan sekali kali  memikirkan tentang  masalah lain yang tidak ada keitannya dengan studi.  Seseorang yang  studi tentunya harus focus dalam mencari dan mendapatkan ilmu.  Dengan ilmu itulah nantinya kita akan  dapat menjadi seseorang yang  sukses dalam hidup.  Tuhan sendiri telah berjanji kepada kita bahwa siapapun yang beriman dan berilmu tinggi, maka dia akan diangkat derajatnya oleh Allah swt.  Jadi yang terpenting ialah focus dalam menuntut ilmu sebanyak banyaknya, insya Allah Tuhan akan memberikan jalan yang sangat luas bagi pengabdian kita di dunia ini.

Karena itu yang terpenting dalam memilih perguruan tinggi ialah bagaimana perguruan tinggi tersebut dapat memberikan  jaminan bahwa studinya akan dapat berjalan dengan  baik, karena  fasilitas yang menunjang pembelajaran dianggap cukup dan SDM dosen yang dimiliki mempunyai kualifikasi yang ditentukan.  Karena itu seperti yang disampaikan di atas, seseorang sebaiknya membuka web perguruan tinggi yang  akan diminati untuk mengetahui fasilitas apa saja yang dimiliki dan memungkinkan  dia akan dapat memperoleh ilmu dengan  mudah dan akses kepada ilmu pengetahuan juga sangat  gampang.

Disamping itu patut kiranya diperhatikan juga mengenai  komitmen kampus untuk memajukan pendidikan tinggi dan sekaligus memadukannya dengan pembentukan akhlak mulia.  Tentu semua orang dapat memperoleh informasi yang cukup mengenai komitmen tersebut, baik melalui pemberitaan maupun melalui web yang ada.  Tentunya  berbagai sarana dan fasilitas penunjang komitmen tersebut dapat dilihat juga.  Termasuk dalam kaitannya dengan masalah ini ialah bagaimana kepdulian  perguruan tinggi tersebut terhadap pemberantasan penyakit  Negara, seperti korupsi, narkoba dan lainnya.

Singkatnya secara perguruan tinggi negeri sangat  potensial untuk memenuhi  fasiltas yang dibutuhkan  untuk menujang pembelajaran sehingga tidak perlu dikhawatirkan  untuk  kolep dan merugikan kepada mahasiswa.  Meskipun demikian  jujga tidak menutup kemungkinan perguruan tinggi swasta juga  dapat menyediakan fasilitas sebagaimana dikehendaki oleh calon mahasiswa.  Hanya saja  dalam persoalan ini  para calon  harus mempertimbangkan juga mengenai pembiayaan yang akan dikeluarkan selama menempuh studi tersebut.

Artinya sangat mungkin ada perguruan tinggi yang menawarkan pembiayaan yang sangat minim, tetapi fasilitas yang disediakan juga sangat terbatas, dan sebaliknya ada perguruan tinggi yang memberikan pelayanan dan fasiltas  sangat baik, tetapi biayanya sangat mahal.  nah, dalam  kondisi seperti itu, seorang calon harus pandai pandai memilih perguruan tinggi yang akan menjamin studinya tersebut benar benar sukses dan  mendapatkan ilmu yang  banyak, tetapi biayanya terjangkau.

Untuk persoalan itu tentu pilihan pertama ada di perguruan tinggi negeri, karena fasilitasnya disediakan oleh pemerintah, sementara  SPP yang dibayar oleh mahasiswa hanya digunakan untuk operasional  pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.  Itupun  masih disupport oleh bantuan operasional perguruan tinggi negeri yang disediakan oleh pemerintah.  Sehuingga dengan demikian seseorang dapat memperoleh pelayanan dan fasilitas yang baik, tetapi dengan pembiayaan yang cukup murah.

Saya sendiri sangat menganjuirkan kepada para calon mahasiswa untuk mencermati apa yang saya sampaikan ini, agar tidak terjebak dalam menentukan pilihan, sehingga pada akhirnya nanti akan menyesal. Di perguruan tinggi agama Islam, seperti IAIN Walisongo, memang  kuota sangat terbatas dan  semua  yang diterima didasarkan atas prestasi yang diraih oleh masing masing calon, namun demikian  melalui SBPPTN maupun SPMB-PTAIN yang saat ini sedang  pendaftaran, diharapkan para calon dapat mempertimbangkan untuk memilih prodi prodi di dua fakultas yang saya sebutkan di atas, yakni fakultas Ushuluddin dan dakwah dan Komunikasi.

Mudah mudahan niat baik untuk mancari ilmu dan dengan biaya yang terjangkau serta mendapatkan fasilitas memadahi melalui  IAIN Walisongo, dapat dikabulkan oleh Tuhan.  Insyaallah kuota untuk beberapa prodi di dua fakultas tersebut masih  memungkinkan untuk dimasuki, dan sekali lagi tidak usah terpengaruh dengan informasi  yang tidak akurat terutama  mengenai hal masa depan  lulusan dari prodi tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.