PELAJARAN DARI DAHLAN ISKAN

Rabu kemarin menteri badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan memberikan kuliah umum di Iain Walisongo Semarang.  Tema kuliahnya sendiri sangat bagus, yakni tentang menciptakan  jiwa wirausaha.  Dalam ceramah yang dilakukan dengan cara santai dan mengajak para mahasiswa  untuk  mendengarkan rekan mereka yang sudah mencoba dan melakukan usaha, Dahlan berhasil memukau lebih dari seribu mahasiswa yang memadati auditorium 2 kampus 3  IAIN Walisongo.

Dalam kesimpulannya, Dahlan mengingatkan bahwa  untuk berusaha itu tidak harus ada keturunan darah pengusaha. Hal itu didukung oleh kenyataan bahwa mahasiswa yang diundang maju ke panggung dan menceritakan usaha mereka, ternyata dari 14 mahasiswa tersebut hanya 2 saja yang orang tuanya  menjalani usaha, sementara yang lainnya sama sekali tidak ada kaitannya.  Itu membuktikan bahwa  tentang warisan darah  atau keturunan pengusaha hanyalah sebuah mitos saja yang tidak boleh dipercayai.  Usaha hanya dapat ditularkan dan tidak diturunkan atau diwariskan.  Itulah pelajaran penting pertama yang ditanamkan oleh menteri BUMN tersebut.

Hal lain yang disampaikan ialah tentang  wilayah usaha itu ternyata sangat luas dan tidak dibatasi oleh apapun.  Artinya siapapun yang mau berusaha  dalam bidang apapun, kalau kemudian ditekuni secara serius, maka akan dapat mendapatkan hasil maksimal dan sukses.  Pwernyataan dan kesimpulan tersebut juga dibuktikan dari pernyataan  14 mahasiswa yang diundang ke panggung ternyata tidak ada satupun yang usahanya sama.  Tentu masih banyak lagi lahan usaha yang dapat dilakukan dan dikembangkan oleh mahasiswa.

Usaha juga tidak harus dilakukan dengan menunggu waktu tertentu, semisal setelah lulus kuliah, melainkan harus dilakukan sejak saat ini juga.  Artinya kalausudah ada kemauan untuk berusaha, kemudian juga sudah ditemukan dengan mantap jenis usaha apa yang ingin ditekuni, maka segera lakukan.  Kesuksesan seorang pengusaha itu bukan dalam hal bagaimana seseorang memilih  jenis usaha melainkan bagaimana seseorang itu klangusng  melakukan usaha tersebut.  Boleh jadi usaha yang ditekuni saat ini merupakan hal yang dianggap remeh oleh sebagian besar manusia, tetapi justru itulah tantangan dan  seorang pengusaha harus dapat membuktikan bahwa  jenis usaha yang diklakukan tersebut  sangat layak untuk terus dikembangkan.

Termasuk hal yang ditekankan dalam kuliah dahlan Iskan tersebut ialah bahwa  meskipun factor modal merukan salah satu factor penting, namun tidak yang paling menentukan.  Oleh karena itu untuk berusaha jangan menunggu modal terlebih dahulu.   Karena di dunia ini tidak aka nada p[ihak yang mau memberikan modal kepada orang yang belum dikenal.  Para pemilik modal hanya akan mau memberikan modalnya kepada mereka yang sudah dipercaya bahwa modal tersebut akan dapat dikembangkan dan menghasilkan prosuk yang sangat tinggi.  Untuk itulah memulai usaha tidak perlu menunggu tersedianya modal besar.

Sesungguhnya pelajaran inilah yang sangat berharga bagi para calon pengusaha, karena biasanya mereka lebih mempercayai bahwa modal adalah factor utama dan penentu keberhasilan sebuah usaha, tetapi ternyata bukan seperti itu.  Buktinya juga sudah dilakukan oleh para mahasiswa yang  berusaha.  Tentu  jenis usaha yang dilakukan juga disesuaikan dengan kemampuan diri.  Kita memang tidak dapat menolak anggapan bahwa sebuah usaha tanpa modal hanyalah omong kosong.  Itu tentunya bagi usaha yang memang memerlukan modal awal yang besar.

Nah, di sinilah letaknya pelajaran yang sangat berharga, yakni bahwa seorang pengusaha itu seharusnya tidak boleh terlalu banyak pilihan dalam melakukan usaha.  Artinya kebanyakan orang yang akan melakukan usaha selalu memilah milih usaha  yang dianggapnya akan segera mendapatkan kesuksesan dan keuntungan besar.  Banyak usaha yang dicanangkan atau ada dalam benak dan pikirannya, tetapi menurut menteri nyentrik tersebut, ternyata dalam berusaha itu diperlukan tauhid perusahaan.  Maksudnya bahwa dalam usaha itu diperlukan pengesaan usaha yang berarti focus dalam satu usaha saja, dan tidak terpengaruh oleh jenis usaha lainnya.

Kebanyakan orang yang gagal dalam usahanya ialah karena tidak menrapkan tauhid uasha tersebut, yakni  meskipun sudah berusaha dalam jenis dan bidang tertentu tetapui masih saja mau usaha yang lain, sehingga tidak focus, dan pada akhirnya semuanya gagal total. Melakukan usaha yang beraneka ragam saat memulai merupakan kemusyrikan dalam usaha, yang dapat mengakibatkan masuk jurang atau neraka, atau dengan kata lain gagal dalam berusaha.  Karena itu tauhid dan focus dalam berusaha dalam buidang atau jenis tertentu merupakan kunci sukses dalam berusaha.

Saat ditanya tentang diri beliau yang mengurusi puluhan perusahaan, beliau menjawabnya dengan santai bahwa kalau seseorang sudah menjalankan syariat usaha, hakekat serta  tarikatnya usaha, maka ia sudah berhak untuk menempati makrifat usaha.  Artinya kalau seseorang dalam berusaha sudah berhasil dan sukses dalam usahanya tersebut serta  fondasinya sudah sedemikian kuat, maka bolehlah seseorang tersebut melirik usaha lainnya.  Tetapi catatan yang harus ditekankan bahwa usahanya yang pertama masih harus dikelola dengan serius, meskipun hanya pengawasan saja, sementara pelaksanaan dilapangan sudah ditangani oleh direksi dan orang orang yang dapat dipercayai.

Itulah maqam makrifah dalam usaha, dan  dipesilakan kepada para pengusaha untuk mencapai derajat makrifat tersebut.  Jadi kita jangan melihat hasil yang saat ini telah diraih oleh para pengusaha yang telah sukses, tetapi lihatlah betapa mereka saat memulai berusaha.  Karena itu dingatkan sekali lagi bahwa  siapapun yang  akan memulai usaha jangan sekali kali meninggalkan tauhid usaha atau focus dalam satu usaha saja, dan kemudian ditekuni dengan serius dan tetap tabah dalam menghadapi setiap tantangan dan rintangan.

Sementara itu pelajaran lainnya yang juga sangat penting, terutama bagi mereka yang akan memulai usaha ialah jangan sampai mengatakan sesuatu yang tidak pasti atau pernyataan yang multi tafsir, seperti  ketika menjawab pertanyaan kapan akan memulai sebuah usaha? dengan jawaban  secepatnya.  Seorang calon pengusaha harus berani  mengungkapkan hal yang pasti semisal  minggu depan, bulan depan atau lainnya yang tidak dapat ditafsiri lain.  Artinya kalau seseorang masih mengatakan sesuatu yang belum pasti, berarti dia masih belum yakin dan belum ada keinginan yang pasti mengenai usaha yang akan dilakukannya.

Hal lain yang  menurut saya sangat penting untuk disampaikan kepada semua orang terutama mahasiswa adalah bahwa masa depan kita itu berada di tangan kita sendiri.  Perkiraan bahwa Indonesia akan menjadi Negara yang ekonominya sangat kuat merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi kita.  Setidaknya sepuluh tahun mendatang, kekuatan ekonomi kita sudah menjadi 5 sampai 10 besar dunia, sehingga kalau kita tidak memulainya dari sekarang, maka kita hanya akan menjadi penonton dan menyaksikan orang lain yang akan menikmati  kekuatan ekonomi kita.

Mayoritas bangsa kita adalam muslim, karena itu tanpa harus mengatas namakan  muslim p[un  sesungguhnya kita sudah melakukannya. Bahkan sangat mugnkin kalau kita dalam berusaha dengan mengatasnamakan islam, malah akan mendapatkan banyak  rintangan.  Bukannya menjadi phobi terhadap Islam melainkan hsemata mata hanya menjaga keutuhan  bangsa yang memang terdiri atas berbagai suku, ras, agama dan budaya.  Namun demikian kalau sekiranya  dipandang perlu untuk menonjolkan keislaman dalam usaha tertentu juga tidak menjadi masalah.

Itulah pelajaran penting dari menteri BUMN yang telah diberikan kepada mahasiswa IAIN Walisongo Semarang.  Tentu kita sangat berharap bahwa  dengan pencerahan tersebut akan banyak mahasiswa yang tergugah untuk melakukan usaha dalam bidang apapun untuk menyongsong masa depan yang lebih baik dan menjanjijakn kesejahteraan.  Hanya orang yang ulet dan berani menanggung resiko sajalah yang akan mendapatkan kesuksesan di masa depan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.