MASIH TENTANG MU

Memang situs resmi Mu telah mengumumkan bahwa suksesor sir alex Ferguson ialah  david moyes yang saat ini masih menukangi  Everton, namun selama belum nyata, semuanya masih dapat berubah.  Itulah makanya kemarin saya masih menspekulasikan calon menejer lainnya yang juga potensial untuk menukangi MU ke depan.  Kalaupun nantinya Moyes yang  menggantikan Fergie, sesungguhnya iru merupakan keputusan yang cukup tepat, mengingat Fergie sendiri juga sudah memberikan rekomendasinya untuk Moyes tersebut.

Kita memang tahu sepak terjang pria berusia 50 tahun tersebut yang telah cukup berhasil menempatkan Evertyon dalam jajaran klub yang disegani di Inggris, meskipun belum mampu menembus empat besar.  Dengan modal pemain yang dimiliki, dan tentu dengan kemampuan finansial klub yang tidak wah sebagaimana klub Manchester city, Chelsea ataupun MU misalnya, Everton masih tetap dapat unjuk gigi sebagai klub papan atas, dan saat ini berada di urutan enam besar di atas Liver pool.

Diprediksi kalau Moyes memang benar benar berlabuh di MU, dia akan dapat meneruskan tradisi Fergie untuk terus memberikan gelar kejuaraan.  Tentu  ada banyak yang masih meragukan kemampuannya untuk dapat disejajarkan dengan Fergie.  Karena itulah saat ini sudah muncul komentar mengenai Moyes tersebut.  Rafael Benitez sendiri misalnya memberikan komentar bahwa MOyes memang pantas untuk menggantikan Fergie, hanya saja perlu waktu.  Artinya  Moyes masih memerlukan adaptasi dan waktu untuk dapat memberikan gelar bagi MU.

Tidak kalah girangnya ialah pemain City toure yang menyatakan bahwa dengan mundurnya menejer Sir Alex Ferguson, maka kesempatan bagi City untuk mendominasi liga Inggris.  Toure memang sangat mengerti bahwa fergie merupakan sosok yang sudah sangat matang dan  sangat sulit untuk digeser, termasuk prstasinya.  Nah, dengan muncurnya dia, maka manchater City yang selama ini  terus berada di bawah bayang bayang MU, akan dapat muncul dan menjadi kampiun di liga Inggris.

Namun semuanya itu hanyalah perkiraan semata yang belum pasti kebenarannya, karena bola sekali lagi memang bundar, sehingga  sangat mungkin semuanya bisa terjadi.  Tetapi patut diingat bahwa  meskipun memenjer berganti, tetapi kalau para pemainnya masih tetap dan solid, kiranya  masih akan tetap dapat diandalkan untuk tetap berprestasi.  Sentuhan menejer memang penting, tetapi materi pemain juga sangat penting.  Nah, kalau sebuah klub sudah menyatu dan jadi,  maka perubahan menejer atau bahkan  ditinggalkan menejer sekalipun, klub tersebut masih akan tetap berprestasi.

Atas dasar itulah saya masih yakin bahwa di musim depan MU masih tetap akan menjadi kekuatan yang hebat dalam kancah persepak bolaan Eropa.  Kapasitas David Moyes sendiri juga  cukup bagus dengan uykti dapat meramu pemain yang ada menjadi sebuah kekuatan yang hebat di Everton.  Nah, kalau kemudian  yang dia tangani justru para pemain yang sudah jadi dan relative kompak seperti para punggawa MU, maka bukan mustakhil MU justru  malah akan menjelma  menjadi kekuatan raksasa yang lebih ngidap ngidapi.

Para fans MU tentu tidak merasa khawatir dengan pergantian menejer kali ini, karena disamping pengganti fergie direkomendasikan sendiri oleh Fergie, juga kualitas Moyes sudah dikenal di daratan Inggris, sehingga hal tersebut tidak akan mengubah secara  frontal terhadap klub MU itu sendiri.  Kita juga sangat yakin bahwa Sir alex ferguson masih akan tetap menjadi penasehat yang bijak bagi MU tersebut.  Orang seperti Fergie tidak akan mungkin dapat melupakan begitu saja MU yang sudah seperti darah dagingnya sendiri, sehingga diyakini ia akan tetap bersama dengan MU setelah mengundurkan diri.

Disamping itu hal yang sangat menguntungkan ialah para pemain MU sendiri merasa  nyaman dengan menejer barunya.  Apa yang disampaikan oleh Michel carric beberapa  waktu lalu yang sangat antusias menyambut menejer barunya dan segera ingin  bermain  bersama dengan  Moyes, memberikan  angina sejuk tersendiri, karena keterpaduan antara pemain dengan menejer tentu akan menjadi salah satu factor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah klub.

Tidak ubahnya juga dengan komentar pemain senior MU  Rio Ferdinant yang juga  sangat bergairah dan berharap bahwa menejer barunya tersebut akan lebih  dapat memberikan suasana yang  bagus dan keberhasilan yang lebih.  Dengan komentar  para pemain berpengaruh tersebut diyakini bahwa kehadiran Moyes ke old Traford akan berjalan mulus dan  tidak diperlukan lagi waktu adaptasi sebagaimana komentar Benitez.   Bahkan sangat mungkin mereka akan langsung tancap gas dalam memulai musim kompetisi tahun berikutnya setelah menjalani pra musim ke Asia nanti.

Sesungguhnya masih ada ekspektasi klub Mu untuk mendapatkan gelar yang sudah lama tidak dirasakannya, seperti piala FA yang tahun ini mengharapkan sekali, namun harus tertahan oleh Chelsea yang kemudian juga harus kandas di tangan City.  Demikian juga dengan piala yang meskipun kurang diminati, seperti piala Carling yang sudah cukup lama pula tidak dirasakan oleh MU.  Dan yang paling  diinginkan oleh klub ini ialah piala liga Champion dan sekaligus antar klub dunia.  Nah, di tangan Moyes tersebut MU dapat merintisnya  dan sekaligus membuktikannya.

Namun yang perlu diingatkan ialah bagaimanapun para punggawa andalan MU saat ini sudah banyak yang dimakan usia, seperti Rio Ferdinant, Paul Sholes, Rian Giggs dan juga Patric Evra.  Untuk itulah MU harus segera meremajakan para punggawanya dengan merekrut debutan anyar yang potensial dan mempunyai masa depan cerah.  Memang adakalanya diperlukan merekrut pemain yang sudah “jadi:”, tetapi tidak semua, karena  kalau itu yang dilakukan maka akan banyak kritik dan kelemahan di sana.  Pemain bintang  sangat diperlukan, tetapi pemain berbakat yang belum banyak pengalaman tentu juga sangat diperlukan untuk lebih memantapkan langkah menuju juara.

MU adalah MU yang tentu berbeda dengan  tetangganya City atau rival abadinya Chelsea yang kebetulan kedua klub tersebut saat ini dikuasai oleh konglomerat yang  mempunyai banyak uang untuk belanja pemain.  MU bukannya miskin, melainkan  tahu diri dan berhemat untuk soal belanja pemain.  Kalau toh akan berbenaja pemain, tentu harus melego pemain yang dimiliki, sehingga  akan impas atau bahkan malah mendapatkan pemasukan dari penjualan pemain tersebut.  Ini merupakan salah satu kepandaian Fergie, yakni mendatangkan pemain yang belum terlalu kelihatan, sehingga  rekrutnya dengan harga murah, tetapi dalam waktu singkat akan mengkilat sehingga akan menjadi bintang dengan harga yang melangit.

Sesungguhnya saya  bukanlah fans yang terlalu fanatic dengan MU, tetapi hanya menaruh respek yang tinggi  kepada Ferguson yang  sangat hebat dalam menukangi MU, sehingga saking respeknya, terkadang terbawa emosi dalam mendukung MU.  Tetapi dalam waktu yang tidak berbeda jauh, saya kemudian menguasai rasio  dan kemudian balik menjagokan lawan yang dihadapi oleh MU.  Barangkali sikap saya tersebut dianggap sebagai plin plan, terutama oleh para penggemar MU yang fanatic.  Tetapi saya memang lebih memilih sikap rasional dengan  memihak klub manapun yang menurut penilaian saya  lebih baik dan lebih bisa memainkan bola dengan efektif.

Pada akhirnya kita sekali lagi mengucapkan selamat kepada Sir Alex Ferguson yang telah mengabdikan dirinya  selama lebih 26 tahun untuk kejayaan MU, dan sekaligus memberikan support kepada MU agar tetap mempertahankan performa dan kualitas permainan, sehingga masih tetap menjadi klub papan atas di liga Inggris dan Eropa.  Kita tetap menunggu aksi aksi brilian van Persi, roony, Chicarito, Welbeck dan lainnya.  Semoga kepergian Fergie dan kehadiran Moyes akan semakin memberikan keberuntungan bagi MU.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.