ROB SEMAKIN MENJADI JADI

Akhir akhir ini  naiknya air laut semakin terasa dan melanda beberapa kawasan pesisir laut utara Jawa.  Tidak saja terjkadi di Semarang yang memang sudah terkenal dengan robnya, melainkan juga telah melanda beberapa daerah di pantura, dan bahkan sudah merendam beberapa rumah dan pemukiman penduduk.  Kondisi tersebut tentu sangat mengkhawatirkan, karena prediksi rob tersebut masih akan terus terjadi dan semakin besar atau tinggi hingga pertengahan bulan ini.  Meskipun masyarakat sesungguhnya sudah akrab dengan masalah rob tersebut, namun  kejadian saat ini sungguh sangat mengkhawatirkan, karena disamping  lebih tinggi, juga  lebih luas menyapu banyak wilayah.

Barangkali bagi sebagian masyarakat yang cukup mampu, dapat berpindah ke tempat yang lebih timnggi dan aman dari serangan rob,  ataupun selalu meninggikan rumah dan bangunannya, namun bagi meeka yang hidupnya pas pasan, seringkali kita menyaksikan  sangat perihatin.  Mereka harus rela hidup diantara air rob yang menggenangi seluruh rumahnya, dan seluruh perabotan yang dimiliki juga harus rela diterjang air laut yang pasang tersebut.  Sungguh merupakan pemandangan yang sangat ironis dengan gemerlapnya kota atlas kebanggaan warga Semarang.

Kalau kenyataannya seperti itu, kita juga sudah dapat memprediksi, akan banyak masalah lainnya yang segera menyusul, seperti  menyebarnya beberapa penyakit, terutama penyakit kulit, perut dan lainnya.  Karena itu diharapkan dinas terkait segera bersiap untuk mengantisipasi persoalan tersebut, sehingga nantinya tidak akan  terjadi sesuatu yang lebih parah dan merugikan masyarakat secara umum.  Persoalan ini memang serius, karena tidak hanya mengenai beberapa keluarga saja melainkan  banyak warga yang rumahnya terendam air laut tersebut.

Apalagi pada saat ini sedang berlangsung ujian Negara untuk sekolah dasar, yang tentu banyak diantara waerga tersebut yang mempunyai anak kelas enam dan saat ini juga sedang menjalani ujian nasional tersebut.  Kondisi seperti itu tentunya akan sedikit menylitkan  warga yang mempunyai anak kelas enam.  Karena itu kita  harus mampu memberikan  support kepada mereka agar  anak anak yang sedang menjalani ujian te5sebuit tetap dapat belajar dan  mengerjakan soal ujian dengan baik.  Jangan sampai peristiwa rutin yakni rob tersebut dapat memngganggu dan bahkan menggagalkan  keinginan anak untuk terus belajat dan menuntut ilmu untuk masa depan yang lebih baik.

Kita tentu tidak mengerti apa penyebab rob tersebut yang sesungguhnya, karena  setiap kali rumah ditinggikan, maka setiap kali itu pulalah air terus merangsek naik.  Aapakah ada kemungkinan pengurukan oleh beberapa PT dalam membangun perumahan atau pertokoan di pantura yang memberikan pengaruh terus naiknya rob tersebut ataupun  disebabkan banyaknya air di perut bumi yang disedot tanpa ukuiran yang menyebabkan bumi  kemudian ambles ataupun sebab lainnya.  Entahlah, karena semua pihak emmpunyai kesimpulan sendiri sendiri.

Usaha untuk menanggulangi rob sesungguhnya telah dilalkukan oleh pemerintah, yakni dengan meninggikan jalan, meskipun selalu saja  berlomba dengan  rob tersebut.  Artinya peninggian jalan yang dilakukan seolah tidak pernah bisa tinggi, karena selalu saja  akan dikejar oleh rob.  Ambil contoh saja di jalan alteri sepanjang  Kali banteng hingga pelabuhan yang selalu ditinggikan, namun selalu saja ada sebagiannya yang terendam.  Lebih celaka lagi para orang yang berduit kemudian berramai ramai meninggikan tanah di sepanjang jalan tersebut, dan membangunnya dengan bangunan yang cukup megah dan tinggi, yang tentu hal tersebut sudah pasti akan merendam  pemukiman yang sudah ada.

Kita tidak tahu apakah dengan meninggikan jalan dan tanah disekitarnya tersebut kemudian menyebabkan terendamnya pemukiman di sekitar wilayah tersebut?.  Tetapi yang sangat jelas Nampak ialah bagaimana kita saat ini dapat merasakan betapa merananya  warga di pemukiman yang dahulu sama sekali tidak pernah dijamah air rob, namun saat ini sudah sangat akrab dengannya.  Meskipun sebagian diantara rumah yang ada  belum tersentuh oleh rob, namun perasaan khawatir saat ini sudah menghinggapi mereka, karena dalam beberapa tahun mendatang, mereka tentunya sudah akan merasakan bagaimana rob tersebut akan menerjang rumah mereka.

Rob memang persoalan alam yang hanya akan dapat diatasi dengan system yang benar dan memerlukan  penanganan yang serius serta tidak hanya ditangani secara parsial saja.  Artinya harus ada perencanaan yang sangat matang dan disertai dengan penyediaan  anggaran yang memadahi untuk menghindarkan diri dari masalah rob tersebut.  Tetapi kalau penanganan yang dilakukan masih parsial sebegaiamana saat ini, tentu  masalah rob ini tidak akan pernah selesai dan bahkan mungkin akan lebih luas dan  pada saatnya seluruh  kota Semarang akan  terendam.

Saya sendiri bukanlah  ahli dalam bidang  itu, namun saya sangat percaya bahwa bahaya rob tersebut dapat dihindari dengan rekayasa teknologi yang canggih dan membutuhkan perhatian serius serta anggaran yang cukup.  Tidak ada persoalan yang tidak dapat diatasi, apabila dilakukan dengan perencanaan yang matang serta dilaksanakan dengan  kesungguhan  yang luar biasa.  Jangankan hanya persoalan rob yang sangat jelas dan kasat mata, persoalan yang belum  Nampak saja  dapat diprediksi dengan relative tepat dan dicarikan  kemungkinan solusinya.

Barangkali ada sebagian orang yang kemudian menyalahkan alam dan tindakan manusia yang membangun tanpa  memperhatikan lingkungan, sehingga terjadi pemanasan global seperti saat ini.  Disamping itu mencairnya gunung es yang disebabkan oleh pemanasan tersebut, juga turut andil dalam meluapnya air laut sehingga melanda daratan, khususnya di daerah pesisir.  Mungkin pendapat tersebut tidak salah, tetapi  bukan waktu yang tepat saat ini  kita membicarakan masalah siapa yang salah dan siapa yang harus bertanggung jawab.  Karena persoalannya sudah mendunia, dan masyarakat kita sudah kena dampaknya.

Untuk itu yang dapat dilakukan saat ini ialah bagaiamana kita dapat menyelamatkan  daratan kita tersebut dengan cara  yang tidak menambah parahnya kondisi.  Maksudanya  ialah  dalam waktu yang relative singkat kita  dapat menyelamatkan  warga yang terndam air  dan menghindarkan mereka dari  jangkitnya  berbagai penyakit dan menghimbau agar mereka  dapat berpindah lokasi pemukiman yang memungkinkan.  Kalau hal tersebut sulit dilakukan, maka usaha usaha manual sebagaimana yang sudah biasa kita lakukan dengan memberikan  tanggul darurat untuk mencegah air lebih banyak masuk ke wilayah pemukiman, dapat dijalankan.

Namun akan lebih bagus kalau pemerintah merencanakan sebuah system yang terpadu dan menyeluruh dalam menanggulangi persoalan rob tersebut.  Kalaupun  kita harus mendatangkan ahli dari manca Negara, maka harus dilakukan, karena memang  itulah satu satunya jalan yang akan dapat menyelamatkan kota Semarang dari terjangan rob yang lebih dahsyat.  Tentu kalau dibutuhkan  sosialisasi kepada masyarakat mengenai hal tersebut, harus segera dilakukan, termasuk  kepada para pengusaha yang dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya rob tersebut.

Yang pasti jangan sampai kita membiarkan rob ini semakin hari semakin menggerogoti wilayah kita dan tidak ada usaha yang dapat dilakukan.  Sudah saatnya kita  mau mengalokasikan  anggaran yang cukup, tentu dengan sedikit mengurangi atau bahkan meniadakan beberapa  kegiatan yang dianggap kurang  prinsip dan dialihkan untuk kepentingan penanganan  masalah rob ini.  Tentu kita semua akan mendukung dan bahkan turut  membantu dalam banyak hal, termasuk finansial. 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.