MARYAM

Maryam merupakan salah satu nama surat di dalam al-Quran, dan nama tersebut duiambil dari nama seorang perempuan shalihah yang kemudian melahirkan seorang putra bernama Isa AS tanpa bapak.  Surat ini termasuk golongan surat Makkiyyah, karena sebagian besar ayat ayatnya diturunkan sebelum nabi Muhammad saw berhijrah ke Madinah.  Bahkan menurut suatu riwayat awal surat ini sudah diturunkan kepada Nabi sebelum umat Islam hijrah ke Habasyah atau Etiopia, pada saat awal penyebaran Islam.  Surat ini hanya terdiri atas  98 ayat saja, namun memuat banyak hal, termasuk kisah kisah yang sangat penting.

Surat ini memang banya mengetengahkan kekuasaan Tuhan, dan salah satunya yang sangat jelas ialah bagaimana Tuhan dapat melakukan sesuatu yang menurut kebiasaan tidak akan mungkin terjadi.  Keajaiban yang diputuskan oleh Tuhan tersebut diantaranya ialah tuhan mengabulkan doa nabi Zakariya yang sudah sangat tua dan isterinyapun juga mandul, tetapi Tuhan kemudian memutuskan untuk memberikan anak kepadanya.  Walapun pertama kalinya agak kecewa menerima kenyataan bahwa anaknya ternyata peempuan, namun setelah mendapatkan penjelaan, beliau akhirnya sangat berterima kasih kepada Tuhan atas karunia anak tersebut.

Kenyataannya anak tersebut memang  seorang yang sangat shalihah dan menjaga dirinya dari berbagai hal yang dapat menjatuhkan martabat dan harga dirinya.  Kehidupan selanjutnya yang dialami ternyata juga senantiasa diliputi berbagai keajaiban yang luar biasa.  Betapa tidak dalam berbagai persoalan  anak perempuan Zakariya yang diberui nama Maryam tersebut sungguh sangat merngagumkan.  Makanan yang sangat lezatpun selalu tersedia di dalam kamarnya, dan setiap kali ditanyakan mengenai hal tersebut Maryam hanya  menjawab bahwa Tuhanlah yang memberikan semuanya itu.

Pada saat Maryam telah menginjak dewasa, maka Tuhan kemudian memilihnya untuk menjadi perempuan shalihah yang luarbiasa dan melahirkan seorang Nabi yang luas biasa pula, yakni seorang Nabi yang sudah dapat berbicara pada saat masih bayi.  Lebih dari itu kejadian yang menyertainyapun juga luar biasa, yakni pada saat utusan Tuhan menyampaikan berita bahwa Maryam akan mengandung dan kemudian melahirkan, maka pertanyaan keheranan Maryampun muncul yaitu bagaimana mungkin hal tersebut dapat terjadi, padahal dia masih suci dan tidak ada seorang laki laki pun yang pernahn menyentuhnya.  Demikian itulah ketika Tuhan sudah berkehendak maka apapun dapat terjadi.

Benarlah bahwa kemudian Maryam hamil dan akhirnya melahirkan seorang bayi mungil yang diberi nama Isa yang kelak menjadi seorang Nabi dan menerima wahyu untuk disampaikan kepada umatnya.  Kisah ini tentu  menjadi momentum yang sangat luar biasa dan menunjukkan kemaha kuasaan Tuhan yang demikian hebat.  Karena itulah Tuhan kemudian menyampaikan  pernyataan bahwa kejadian Isa itu sama dengan kejadian adam, yakni kalau Tuhan sudah menghendaki maka tidak ada sesuatupun yang mustahil bagi-Nya.

Pernyataan Tuhan bahwa kejadian Isa itu menyerupai kejadian Adama juga dikandung maksud bahwa  nabi Isa itu hanyalah seorang hamba dan makhluk Tuhan sebagaimana Adam, karena itu sangat tidak beralasan dan sangat naïf, manakala kemudfian ada pihak yang menganggapnya sebagai Tuhan atau putra Tuhan.  Penegasan bahwa nabi Isa hanyalah seorang hamba  tersebut sekaligus mementahkan  argumentasi pihak pihak yang  menjadikannya sebagai Tuhan.

Kandungan surat ini juga dapat diungkapkan  bahwa masalah keyakinan dan ketauhidan menjadi perhatian utama, dan umat manusia harus mengaku hal tersebut dan menerimanya secara tulus.  Artinya  kekuasaan Allah yang demikian jelas ditunjukkan dengan peristiwa aneh menurut rasio, yakni  diberikannya nabi Zakariya seorang putri  padahal isterinya mandul dan juga  kelahiran nabi Isa dari Maryam yang jelas jelas tidak mempunyai suami dan sama sekali tidak pernah berhubungan dengan laki laki manapun, tentunya tidak mungkin untuk diingkari.  Hanya mereka yang tidak menggunakan akal sajalah yang kemungkinan dapat menolak peristiwa tersebut.

Tuhan tentu sangat berkuasa untuk melakukan apapun, termasuk yang tidak biasa dan tidak masuk akal sekalipun.  Tuhan juga tidak mungkin mempunyai anak sebagaimana tuduhan orang orang yang tidak  berdasar, karena kalau Tuhan mempunyai anak, tentu ada keserupaan antara Tuhan dengan manusia atau makhluk lainnya.  Dan kalau demikian maka  lunturlah ketuhanan Allah swt.  Karena itu sekali lagi kita memang harus mengakui kekuasaan Tuhan dan selanjutnya sangat tidak patut kalau kita kemudian melakukan kesombongan, karena hanya Allah lah yang berhak untuk sombong.

Tuhan juga mengutus malaikat Jibril untuk menyampaikan pesan pesan dan wahyu kepada para utusan dan Nabi yang dipilih oleh-Nya.  Semua utusan dan nabi tersebut tentu tidak ada yang mengajarkan sesuatu di luar petunjuk dan wahyu Allah.  Artinya semuanya  menyampaikan  hal ketauhidan dan keimanan yang benar dan sama sekali tidak ada yang kemudian mbalelo dan mengangkat dirinya sebagai Tuhan.  Bahkan dalam rsalah yang disampaiakn kepada umat manusia ada pernyataan bahwa semua orang nantinya akan mempertanggung jawabkan perbuatannya saat di dunia kepada Allah swt di akhirat.

Surat ini juga memuat keterangan mengenai  ancaman Tuhan terhadap orang orang yang meninggalkan kewajiban, terutama shalat.  Demikian juga Tuhan  mengancam kepada mereka yang selalu menuruti hawa nafsunya untuk menjauh dari syariat Tuhan.  Ancaman adzab yang sangat pedih tersebut memang sangat layak mengingat kedua hal tersebut yakni shalat adalah merupakan perintah yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun.  Dan lagi bahwa shalat tersebut nantinya akan dimintakan pertanggung jawaban di akhirat oleh Tuhan untuk yang pertama kalinya, sehingga  agar terus diingat dan dilaksanakan, maka ancaman tersebut perlu ditunjukkan.

Demikian juga mengenai  pembiaran hawa nafsu yang memang terus mengajak untuk melakukan pelanggaran atas syariat Tuhan, harus mendapatkan perhatian,  hal tersebut dikarenakan kalau hawa nafsu sudah menguasai diri seseorang, maka seluruh perbuatan dan sikap serta pemikirannya akan terus menentang perintah Tuhan dengan berbagai alas an yang dicari cari.  Karena itulah peroalan ini memang serius, sampai sampai nabi Muhammad pun menganggap bahwa persoalan nafsu ini merupakan hal yang serius dan besar, dan kita harus melwan dan berperang kepadanya.

Namun demikian ketika seseorang sudah terlanjur melakukan perbuatan maksiat karena menuruti hawa nafsu, dan kemudian menyadari kekeliruannya dan bertaubat serta  melanjutkan pertaubatannya dengan mengerjakan amal shalih, maka Tuhan akan  memberikan kabar gembira kepadanya, yakni dengan memberikan  pahala dan surag yang telah disiapkan dengan segala kenikmatan di dalamnya.

Surat ini juga memuat kisah kisah lain selain kisah nabi Zakariya dan Maryam yang melahirkan Isa tanpa suami, yakni kisah tentang nabi Ibrahim dengan ayahnya yang selalu memahat berhala untuk sesembahan, walaupun nabi Ibrahim sudah  mengingatkan dan mengajak kepada kebenaran, tetapi ayahnya yang bernama Azar ternyata masih tetap dalam kekufuran dan kemusyrikannya.  Demikian juga ada kisah mengenai nabi lainnya, seperti  kisah nabi Musa sebagai nabi yang memang dipilih oleh Tuhan, nabi Ismail yang  benar dalam janjinya, dan juga Nabi Idris yang  sangat kuat imannya.

Semua kisah tersebut sangat berguna bagi kita sebagai orang yang mau membaca dan merenungkannya, karena kisah kisah tersebut memuat berbagai pelajaran dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul pada saatnya.  Tentu kita juga dapat meniru dan mengambil teladan dari sikap yang mereka tunjukkan, terutama dalam ketabahan mereka  pada setiap hal yang menimpa dan dihadapinya.  Semoga kita dapat meneladani seluruh sikap dan perilaku mereka, terutama setelah kita mencermati dan merenungkannya secar lebih serius.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.