SELAMAT JALAN USTADZ JEFRI

Tadi Pagi sekitar pukul 1 dini hari Jefri al-Bukhari yang dikenal sebagai Uje, sang ustadz gaul mengalami kecelakaan tunggal setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak pohon palm di kawasan pondok Indah Jakarta.  Meskipun sudah diuapayakan pertolongan, termasuk dirujuk ke rumah sakit fatmawati, namun nyawanya tidak tertolong.  Tentu berita tersebut sangat mengagetkan banyak pihak, sehingga pagi tadi banyak orang tercengang dengan berita tersebut, meskipun akhirnya mereka menyadari bahwa  semua itu sudah merupakan keputusan Tuhan.

Kita memang sudah sangat paham bahwa semua yang bernyawa di atas bumi ini, pasti akan menemui kematian, dan mengenai persoalan kapan dan dimana serta dengan cara apa, kita tidak ada yang dapat mengetahuinya, karena hal tgersebut merupakan rahasia Tuhan sendiri.  Tetapi yang jelas Tuhan telah menentukan ajal masing masing diantara kita.  Pada saat ajal tersebut sudah sampai, maka tidak ada kekuatan apapun yang dapat menghalanginya.  Itulah kenyataan yang harus kita yakini dan hadapi dan sekaligus kita  renungkan, sehingga  hidup kita akan dapat terkontrol dan bermakna.

Hanya saja manusia memang sering lupa, dan melupakan diri.  Lupa memang salah satu sifat yang dimiliki oleh setiap manusia, namun manakala kita mau mencermati dan terus berusaha mengingatnya, maka lupa tersebut akan dapat disingkirkan.  Mengingat kematian sangat dianjurkan dalam agama kita, bukan untuk  apa apa, melainkan agar kita dapat mempersiapkannya  dengan baik sehingga pada saatnya nanti kita dapat husnul khatimah dan di akhirta  akan mendapatkan balasan ganjaran yang banyak.

Kematian ustadz Jefri, meskipun mengejutkan banyak orang, namun memang harus kita terima sebagai sebuah kenyataan dan keniscayaan.  Bahkan kita semua harus mengikhlaskannya untuk menghadap sang pencipta. Kita doakan saja agar seluruh kebaikan yang pernah dilakukannya saat masih hidup akan  dibalas oleh Allah dengan balasan yang setimpal dan seluruh kesalahan dan dosanya akan diampuni, sehingga pada akhirnya  beliau akan mendapatkan tempat yang layak di akhirat nanti.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah saw, bahwa kematian itu juga merupakan sebuah pelajaran atau mauidlah, karena pada dasarnya mauidlah itu ada dua, yakni mauidlah yang hidup, yaitu al-Quran dan mauidlah yang mati, yakni kematian.  Kenapa  al-Quran disebut sebagai mauidlah yang hidup, itu disebabkan al-Quran  seharusnya memang terus hidup  dalam kehidupan manusia bertaqwa dengan selalu dikaji dan pelajari setiap saat.  Sedangkan kematian memang benar benar diam dan hanya kitanya yang harus dapat menerjemahkan bahwa  pada saatnya kita semua juga akan mengalaminya.

Untuk itulah  setiap manusia yang mempunyai keimanan bahwa hanya di akhiratlah kehidupan yang hakiki, sementara kehidupan di dunia hanyalah  sementara, maka otom,atis orang tersebut akan memikirkan bagaimana dapat hidup sejahtera dalam klehidupannya yang hakiki dan langgeng tersebut.  Nah, dengan kejadian kematian tersebut tentu akan mengingatkan seorang tersebut untuk menyadari seluruh aktivitasnya selama ini, apakah sudah baik dan sesuai dengan perintah Tuhan atau sebaliknya.  Dan yang paling penting ialah adanya komitmen diri setelah menyadari kondisi tersebut untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi sesame.

Dengan berpulangnya ustadz Jefri tersebut tentu banyak kenangan yang dapat direkam kembali darinya.  Memang tentu kita tidak akan dapat menyimpulkan bahwa  beliau adalah ustadz yang  sempurna, karena tidak ada seorangpun yang sempurna, bahkan tentu kita juga menyadari bahwa beliau juga memp[unyai banyak kekurangan, namun sudah selayaknya kalau kita saat ini jangan mengungkap kelemahannya, melainkan  sebaiknya mengenang kelebihan yang dipunyainya.  Artinya kiprah beliau dalam berdakwah selama inilah yang perlu kita kenang kembali.

Dia merupakan salah seorang da’i yang dapat  menyelami kondisi anak muda dan kemudian  mengajak mereka kepada kebaikan, meskipun  tentu tidak semua yang diajak kemudian  mau menerimanya, namun setidaknya pada saat didakwahi, mereka tertarik, karena cara yang digunakan juga menarik mereka.  Dunia anak muda memang sangat berbeda jauh dengan dunia orang tua, dan itulah seharusnya yang  dipahami terlebih dahulu oleh seluruh da’i sehingga dakwahnya akan dapat berhasil.  Walaupun belum maksimal benar, kita dapat menganggap apa yang sudah diberikan dan lakukan oleh beliau merupakan hal yang sangat baik, khususnya bagi anak anak muda.

Tidak mudah untuk dapat menyelami  kehidupan anak muda yang penuh dengan dinaika dan tuntutan, dan tidak semua pendakwah dapat melakukan dakwahnya dengan baik di hadapan anak anak muda.  Nah,  beliau merupakan salah satu diantara mereka yang dapat bergaul dan mengajak kebaikan kepada anak anak muda, tentu dengan disertai berbagai hal yang buiasa dilakukan dan digemari oleh mereka.  Dengan kepergiannya untuk selamanya tentu banyak pihak yang merasa kehilangan tentu di samping keluarganya.

Kita juga berharap agar muncul lagi diantara kita ini dai dai yang peduli terhadap keberadaan anak anak muda dan kemudian mau menyelami mereka serta memngajak mereka kepada kebaikan.  Kita sangat perihatin dengan kondisi anak anak muda kita, terutama  yang berada di perkotaan besar.  Seolah mereka sudah jauh sekali dari ajaran Islam yang santun, taat, menghargai pihak lain dan mau berterima kasih kepada siapapun yang berjasa kepada mereka.  Kita harus selamatkan mereka dari hal hal yang dapat menghancurkan masa depan mereka.

Salah satui cara yang dapat dilakukan, di samping di sekolah dengan keteladanan dan ketegasan para pendidknya, ialah dengan cara dakwah yang menarik dan digemari mereka.  Tentu tidak semua orang dapat melakukannya, untuk itulah sangat diperlukan kepedulian diantara kita untuk melakukannya  dengan cara menyelami kehidupan anak muda dan mengerti apa kemauan mereka.  Nah, dengan menggeluti dunia mereka, seseorang dapat menjadikan dirinya sebagai idola dan seterusnya  tentu akan l;ebih mudah untuk mengajak mereka kepada kebaikan.

Persoalan yang mengancam kehidupan generasi muda kita saat ini ialah narkoba, karena dengan  narkoba, orang akan menjadi lupa terhadap dirinya sendiri, apalagi kepada pihak lain, termasuk orang tuanya.  Artinya kalau seseorang sudah terkena candu narkoba, maka ia akan dapat melakukan apapun  yang diinginkan, tidak peduli apakah hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama ataupun tidak.  Nah, dengan  kondisi seperti itu tentu masa depannya akan menjadi tidak menentu dan bahkan cenderung suram.  Tidak hanya  pada dirinya sendiri melainkan juga  lingkungan dan negaranya akan ikut terpengaruh dengan kondisinya.

Itulah kenapa kita saat ini  terus berjuang melawan narkoba tersebut dan penyakit masyarakat lainnya.  Dan kembali kepada persoalan awal, yakni tentang kematian, kita memang harus menyadarinya dan kemudfian berusaha dengan sekuat tenaga untuk mempersiapkannya dengan baik,  dengan cara memperbaiki  apapun yang kita lakukan.  Dengan begitu kapanpun kita dfipanggil oleh Tuhan, kita akan siap dan mempunyai cukup bekal untuk kehidupan  akhirat yang langgeng.

Kita berharap bahwa dengan wafatnya ustadz Jefri tersebut dapat membuat kesadaran yang lebih bagi kita semua, bahwa memang kalau Allah sudah memutuskan dan berkehendak, apapun dapat terjadi.  Hanya dengan mengatakan “kun”, maka akan “fayakun”.  Kita ucapkan selamat jalan kepada ustadz Jefri al-Bukhari, semoga Tuhan senantiasa memberikan ampunaNya dan menempatkannya  pada tempat yang layak sesuai dengan amal perbuatannya. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.