MENUNGGU UJIAN SLTP

Saat ini masyarakat tentu masih terngiang dengan ditundanya ujian nasional SLTA pada sebelas wilayah di Indonesia Tengah, bahkan  saat ini baru dilaksanakan, sehingga secara teoritik pelaksanaannya bersamaan dengan ujian nasional tingkat SLTP.  Penyelenggara dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan telah menyatakan kesiapannya secara menyeluruh untuk menyelengarakan ujian secara bersamaan.  Alasanna ialah karena semuanya telah siap, termasuk soal dan lembar jawabannya sudah terdistribusi ke seluruh wilayah.

Tentu sebagai masyarakat, kita hanya dapat berharap bahwa pelaksanaan ujian SLTP dapat berjalan sesuai dengan rencana dan harapan semua pihak.  Trauma adanya penundaan pelaksanaan ujian sebagaimana UN di tingkat SLTA tentu akan dirasakan oleh setiap siswa dan orang tua, karena bagaimanapun penundaan seperti itu akan dapat menggangu konsenrasi siswa dan tentu hasil ujian itu sendiri.  Hanya saja kita memang harus dapat memberikan pengertian kepada seluruh siswa, khususnya mereka yang sedang melaksanakan ujian, bahwa persoalan penundaan tidak akan  berlaku di ujian SLTP.

Kita harus percaya danmemberikan kepercayaan penuh kepada kementerian dikbud untuk melaksanakan ujian dengan baik.  Persoalan penundaan ujian nasional SLTA yang sudah terjadi biarlah menjadi catatan tersendiri, dan kementrian dikbud juga sudah memberikan penjelasan yang cukup atas terjadinya penundaan tersebut.  Sedangkan mengenai persoalan lainnya yang menyertai penundaan tersebut biarlah nanti ditentukan oleh pihak pihak terkait.  Artinya apakah penyebab penundaan tersebut  berkaitan dengan penyelewengan atau bukan.  Kalau memang ada unsur tindak pidana dalam pelaksanaan lelang dan lainnya, maka kita berharap hal tersebut dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Siapapun yang terlibat dalam persekongkolan sehingga merugikan negara dan juga masyarakat, haruslah mendapatkan sanksi hukum yang berat.  Namun jikalau dalam pelaksanaan  lelang dan seterusnya ternyata bersih dan semata mata hanya  ketidak mampuan rekanan pemenang tender dalam melaksanakan tugasnya, maka perusahaan tersebu harus dicatat untuk tidak diikutkan dalam tender lainnya, dan bahkan harus mendapatkan sanksi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kita memang tidak perlu memperpanjang persoalan ini dan biarlah pihak pihak yang berkompeten saja yang mengurusi dan kita memberikan kepercayaan saja kepada mereka.  Masih banyak persoalan lainnya yang memerlukan konsentrasi kita dalam upaya meningkatkan kualitas anak bangsa kita serta persoalan lainnya yang hingga kini belum kunjung surut, seperti pemberantasan korupsi, narkoba dan lainnya.  Kita jangan mudah  terprovokasi oleh sebagian orang yang selalu membesar besarkan persoalan yang sesunguhnya dapat dilokalisir.

Persoalan penundaan ujian nasioal kemarin itu memang memberikan pukulan tersendiri bagi siswa di sebelas wilayah Indonesia Tangah, namun bukan berarti kemudian menjadi kiamat, melainkan sedikit memberikan persoalan  bagi siswa dan orang tua.  Secara substansial ujian nasional untuk SLTA tetap dapat dilaksanakan dan sah, sehinga hasil yang nantinya  didapatkan oleh siswa tidak ada persoalan. Hanya saja memang kemungkinan  ada sedikit kekecewaan di pihak masyarakat, khususnya di sebelas wilayah yang pelaksanan ujiannya ditunda.

 Nah, dalam ujian nasional di tingkat SLTP kali ini tentunya  harus menjadi lebih baik karena dipandang dari sisi waktu persiapannya lebih panjang dan dapat belajar dari kesalahan yang dilakukan dalam pelaksanaan ujian tingkat SLTA kemarin.  Karena itu tentu kita tetap berharap dan optimis bahwa pelaksanaan ujian SLTP kali ini akan lebih mulus dan relatif tidak ada persoalan yang  dikhawatirkan.

Kalau sikiranya  masih ada persoalan seputar kekurangan naskah soal dan sekaligus lembar jawabannya, tentu hal tersebut sudah ada SOP yang harus ditempuh oleh para pelaksana dan juga pengawas yang ada.  Dan yang terpenting para siswa yang melaksanakan ujian sama sekali tidak dirugikan.  Namunn demikian  seharusnya memang tidak akan ada kekurangan soal dan lembar jawabannya, karena ini merupakan persoalan yang maha pentingkhususnya bagi para siswa.

Hanya saja  kemungkinan seperti itu bisa saja terjadi mengingat jumlah yang begitu banyak yang harus dilakukan oleh percetakan dalam mengepak naskah soal dan lembar jawabannya.  Untuk itu kalau masih ada sedikit kesalahan seperti itu tentu kita dapat memahaminya dan tidak perlu membesar besarkan persoalan hingga menjadi konsumsi publik dan bahkan dapat mengalahkan persoalan lainnya yang lebih penting.

Ujian nasional tingkat SLTP sebegaimana di tingkat SLTA juga ada tujuan yang ingin digapai, yakni dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara umum.  Artinya kalau ada pembanding dengan hasil evaluasi hasil belajar antara satu daerah dengan daerah lainnya, tentu akan dapat memacu peningkatan kualitas, terutama bagi para pendidik yang menjadi faktor utama dalam pembelajaran.  Jangan sampai ada sekolah yang merasa sudah berhasil sendiri, padahal ketika dihadapkan dengan sekolah lainnya, ternyata masih kalah jauh dalam hal kualitas.

Karena itu sangat diperlukan sebuah  evaluasi yang relatif sama diantara seluruh sekolah yang setingkat di negeri ini.  Kita tentu tidak ingin bahwa sekolah yang berada di daerah nantinya kualitasnya  sangat jauhtertinggal diandingkan dengan sekolah yang ada di perkotaan.  Memang kita etap menyadari bahwa diantara sekian banak sekolah tentu ada yang kualitasnya lebih baik dibandingkan yang lainnya, namun secara keseluruhan tentunya harus ada standart yang relatif sama, baik dalam hal kurikulum, proses pembelajarannya dan lainnya.

Lulusan ujian nasional di tingkat SLTP ini juga seharusnya memungkinkan untuk meneruskan  ke sekolah yang lebih tinggi sesuai dengan pilihan mereka.  Artinya tidak ada lagi perbedaan dan persyaratan yang rumit erutama  bilamana dilihat dari sisi asal sekolah, sedangkan kalau seleksi yang diadakan oleh sekolah dalam hal mata pelajaran  tingkat sebelumnya, tentu tidak menjadi masalah.  Karena itu dengan ujian nasional seperti itu sangat memungkinkan adanya p4elaksanaan kurikulum dan pembelajaran yang relatif sama, sehinga semua lulusan akan dapat berkompetisi secara fair.

Dalam setiap ujian secara teoritik memang ada yang lulus dan ada yang belu lulus, karena sebagaimana yang sudah dilaksanakan sebelumnya, bagi yang belum lulus tentu masih diberikan kesempatan untuk mengulang dalam waktu tersendiri.  Tentu kita berharap bahwa seluruh siswa yang mengikuti ujian kali ini dapat lulus semua dengan nilai yang baik.  Hanya saja kelulusan dan keberhasilan tersebut harus diraih dengan kejujuran dan prestasi yang dibangun secara berproses selama  mengikuti dan belajar di sekolah.

Kita tentu tidak  ingin ada kasus sebagaimana cerita yang sudah sudah, yakni adanya kecurangan dalam melaksanakan ujian, baik dengan cara  mencari bororan jawaban atas soal sal yang ada yang ilaukan oleh oknum oknum ertentu yang tidak bertangung jawab, ataupun  dengan cara kecurangan yang justru dilakukan oleh sebagian guru yang ingin mendapatkan pujian disebabkan bayak siswanya yang lulus dengan nila bagus.

Kita tentu akan sangat menghargai mereka yang lulus dengan kemampuan diri sendiri, lebih lebih mereka yang memang rajin dalam belajarnya sehingga nilai yang didapatkan dalam ujian kali ini juga sangat bagus.  Sebaliknya kita  akan sangat kecewa dengan mereka yang lulus dengan cara yang curang meskipun nilai yang diraihnya cukup baik.

Karena itu kia sanat menghimbau kepada seluruh siswa yang melakukan ujian kali ini  untuk berlau ujur dan mengerjakan soal soal  ujian dengan kemampuan diri sendiri. Insyaallah kalau siswa  belajar dan tekun serta cermat dalam mengerjakan soal, akan memperoleh hasil yang maksimal.  Semoga ujian kali ini akan dapat berjalan dengan sukses dan juga dapat menghaslkan lulusan yang bermutu.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.