MAU DIBAWA KEMANA NEGARA INI

Kejanggalan demi kejanggalan terus berlangsung di negeri ini, meskipun kelengkapan aparat yang seharusnya menjamin terselenggaranya kondisi yang baik dan normal sudah ada dan keberadaannya juga sangat kuat dengan sederet peraturan perundangan.  Berbagai persoalan, utamanya dalam bidang hukum dan keamanan terus bermunculan dan tidak terselesaikan dengan baik.  Artinya memang ada penyelesaian, tetapi sama sekali tidak berpihak kepada keadilan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Peringatan nabi Muhammad saw, tentu sangat perlu diperhatikan dan saat ini nampaknya sudah  sedikit menjadi kenyataan, meskipun belum seluruhnya.  Peringatan Nabi tersebut ialah bahwa kerusakan dan kehancuran sebuah negara, bilamana ada pejabat atau orang terhormat yang melakukan kejahatan, maka hukum seolah tumpul dan tidak dapat menyentuhnya dengan benar.  Aatau kelau tetap tersentuh, tetapi kemudian putusan yang ada sangat ringan atau bahkan dibebaskan dengan alasan tidak terbukti.  Sementara kalau pihak yang lemah melakukan sedikkit kejahatan, maka hukum begitu tampak perkasa.

Kondisi seperti itu nampaknya sedikit sudah terbukti di negeri kita tercinta ini.  Lihat beberapa kasus hukum yang menjerat orang orang kecil dan lemah, bahkan seharusnya tidak perlu menjadi masalah, justru malah diproses hingga penahanan yang bersangkutan.  Kasus pencurian sandal jep[it, kasus nenk yang mengambil kapuk yang sudah tidak digunakan oleh pemiliknya, kasus mengambil semangka satu buah di sawah, kasus orang desa yang ditipu seorang oknum polisi dan kemudian malah dituduh mencuri laptop, dan laiannya.

Bandingkan dengan beberapa kasus yang kemudian hanya divonis sederhana dan ringan.  Ambil contoh kasus korupsi yang dilakukan oleh orang terkenal, justru hanya diberikan hukum ringan, kasus anak seorang pejabat yang menewaskan nyawa lebih dari satu orang, tetapi hanya mendapat vonis hukuman percobaan, dan tidak pernah merasakan hidup di tahanan.  Juga beberapa kasus korupsi meilyaran rupiah, tetapi sampai saat ini masih tenang tenang saja dan seolah tidak ada tindak lanjutnya.

Tentu kita semua sangat khawatir kalau hal tersebut terus berlangsung, maka  kehancuranlah yang akan melanda negeri kita ini.  Untuk itu kiranya perlu diingatkan kepada semua pihak yang memepunyai otoritas dan kebijakan dlaam pengambilan keputusan agar menghentikan praktek yang tidak  berpihak kepada rakyat banyak tersebut.  Tujuan utamanya ialah agar negeri kita tetap jaya dan hukum terus menjadi panglima tertinggi.  Menyaksikan kondisi sweperti yang dapat kita lihat saat ini, kemudian banyak pihak yang bertanya, mau dibawa kemana negara kita ini?

Lebih tragis lagi ialah ketika  persoalan keamanan menjadi sangat mahal.  Betapa banyak penjahat sangat berani melakukan aksinya  dengan terang terangan di siang bolong dan di tempat ramai pula.  Betapa pula banyak perempuan yang  terpaksa pulang malam dari kerjanya harus terus was was karena banyaknya pelaku pemerkosaan di angkot, dan juga betapa ketar ketirnya orang yang harus meninggalkan rumah, karena banyaknya perampok yang menyatroni rumah yang sedang ditinggalkan penghuninya, dan lainnya.

Bahkan lebih fatal lagi ketika sebuah instansi lembaga pemasyarakatan yang jelas dijaga dengan ketat, ternyata harus dikalahkan oleh sekelompok penjahat yang dendam dan kemudian dengan teganya mengeksekusi sendiri orang yang diduga telah mengeroyok kawannya.  Kejadian di lembaga pemasyarakatan di wilayah DIY yangb terjadi kemarin malam sungguh  merupakan kejadian yang sangat memalukan.  Meskipun hingga saat ini pera pelakunya belum dapat ditangkap, tetapi melihat gelagat dan tujuan serta sasaran yang dituju, gerombolan penjahat tersebut dapat dipastikan kawan dari seorang anggota TNI yang beberapa hari lalu meninggal karena dikeroyok mereka yang kemudian menjadi sasaran eksekusi tersebut.

Kita tentu sangat paham dengan apa yang disampaikan oleh pangdam IV Diponegoro bahwa anggotanya tdak ada yang terlibat, namun kita semua harus terus melakukan pemantauan dan pengawasan atas kejadian tersebut agar pelaku dapat segera ditemukan dan diberikan ganjaran yang sangat berat.  Kita tentu berharap para pelakunya memang para penjahat yang bukan anggota TNI sebagaimana diberitakan awal kejadian.  Menurut saya berita tersebut tentu tidak terlalu salah karena para pelaku meskipun  menutup wajah mereka, tetapi mereka  yang sekitar berjumlah 17 orang semuanya bersenjata lengkap dan menuju sasaran  tertentu.

Kalau kemudian yang terbukti melakukan kejahataqn tersebut ternyata para oknum anggota TNI sebagaimana yang diduga banyak pihak, maka amat sangat disayangkan dan pantaslah kalau kemudian ada pertanyaan, mau dibawa kemana negara ini?.  Kita juga belum lupa dengan kejadian  beberapa waktu yang lalu dimana  para anggota TNI menyerbu dan menyerang markas kepolisian di daerah Sumatera.

Artinya kalau para prajurit yang  seharusnya menjaga ketenteraman seluruh masyarakat dari berbagai ancaman, terutama yang datang dari luar, ternyata malah melakukan tindakan anarkhis yang sangat membahayakan keutuhan  seluruh aparat.  Untuk itu kalau melihat  tindakan yang dilakukan segerombolan orang yang bersenjata lengkap dan sangat banyak dan hanya mencari orang yang mengeroyok salah seorang anggota TNI hingga tewas tersebut, tentu diindikasikan ada hubungannya dengan seorang TNI yang tewas tersebut.

Lepas dari  pendapat dan bantahan dari pihak pihak yang terkait, namun para aparat harus segera menemukan para pelaku, karena kita juga sangat yakin bahwa semua kejahatan itu dapat dipastikan akan meninggalkan jejak yang dapat dijadikan awal pelacakan.  Meskipun kita tahu mereka  berusaha menghilangkan jejak diantaranya dengan merusak SCCTV yang dipasang di LP tersebut, tetapi tentu ada jejak lainnya yang dapat ditemukan.

Pada saat nanti para pelaku kejahatan tersebut ditangkap maka harus dijelaskan kepada masyarakat secara transparan dan diberikan hukuman yang sangat berat.  Hal tersebut disamping  merupakan tindakan main hakim sendiri, juga sekaligus  mencemarkan sebuah lembaga yang sangat dipertahankan oleh pemerintah beserta seluruh rakyat.  Pemaksaan  dan penodongan kepada seorang aparat atau penjaga lembaga pemasyarakatn tentu merupakan perbuatan yang dapat digolongkan sebagai berat bahkan sama dengan perbuatan makar.  Apalagi kalau misalnya yang melakukan justru dari anggota Tni sendiri, tentu tidak cukup hanya  diberhentikan dengan tidak hormat, melainkan juga diberikan hukuman yang sangat berat.

Sekali lagi dengan kejadian seperti itu kita  menghimbau agar seluruh aparat diberikan  bekal dan doktrin yang sedemikian kuat sehingga  jiwa mereka benar benar menyatu dengan negara dan kepentingan rakyat, dan tidak mudah terprovokasi  oleh apapun, meskipun menyanghkut  kerugian atas diri atau korp atau keluarganya.  Karena aparat tentu akan  memprosesnya dengan benar dan  akan mendapatkan  hukuman sesuai dengan aturan yang ada.

Atau jangan jangan kalau apa yang dialkuakn oleh oknum aparat seperti yang terjadi di pulau Sumatra beberapa waktu yang lalu itu disebabkan  mereka sudah tidak lagi percaya dengan proses pengadilan yang ada.  Nah, kalau para aparat saja tidak percaya kepada lembaga pengadilan, terus bagaimana rakyat jelata akan dapat mempercayainya?.  Rupanya  kondisi memang sudah sedemikian akut dan memerlukan penanganan yang serius dan tidak boleh main main lagi.  Karena kalau kondisinya masih seperti ini, lalu mau dibawa kemana negara kita ini?

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.