AL-BARA’AH

Satu satunya surat dalam al-Quran yang berbeda dengan surat lainnya yang berjumlah 114 ialah surat al- al-Bara’ah atau al-Taubah ini.  Tanda pembeda yang sangat mudah di ketahui ialah surat ini tidak dimulai dengan basmalah (tulisan dan bacaan bisamillahi al-Rahman al-Rahim), sementara seluruh surat lainnya dimulai dengannya.  Surat ini disebut dengan al-Bara’ah yang berarti lepas atau bebas, disebabkan dalam surat ini dijelaskan mengenai lepasnya hubungan dengan pihak pihak yang merugikanumat Islam, yakni orang orang musyrik.  Surat ini juga dikenal dengan nama al-Taubah yang berarti pengampunan, dikarenakan  di dalamnya banyak sekali pernyataan taubat tersebut dimunculkan.

Tetapi sebagaimana juga penamaan pada surat surat lainnya,  nama al-bara’ah atau al-taubah ini memang dimaksudkan untuk memberikan penekanan bahwa umat Islam memang sudah menyatakan diri putus dan bebas dari ikatan yang telah dibuat oleh orang musyrik dan kemudian dikhianati sendiri.  Dengan pernyataan bebas tersebut umat Islam tidak lagi terbelanggu oleh kesepakatan damai dengan mereka, sehingga umat Islam harus percaya diri bahwa Tuhan akan senantiasa menolong mereka dari segala tipu daya kaum musyrikin.  Surat ini konon diturunkan pada tahun 9 H setelah Nabi beserta sahabat beliau pulang dari perang Tabuk.

Ada  sebuah pertanyaan kenapa surat ini tidak diberi basmalah pada permulaannya, sebagaimana surat surat lainnya, ya, dikarenakan surat ini memang banyak mengupas tentang peperangan dengan mengerahkan seluruh kekuatan umat Islam  dalam upaya memerangi kaum musyrikin.  Berbagai kelakuan umat musyrikin yang menyakitkan umat Islam harus diakhiri dan dilakukan perang total. Karena itulah surart ini tidak dibuka dengan basmalah, karena basmalah itu lebih berkonotasi kepada kasih saying dan bukan pada peperangan.  Bahkan sebagian besar umat Islam mengharamkan membaca basmalah tersebut, namun demikian ada pula yang memperbolehkannya.

Dalam surat ini Tuhan

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.