Al-AN’AM

Termasuk salah satu surat panjang dalam al-Quran,  meskipun jumlah ayatnya hanya sekitar 165 ayat dan diturunkan di makkah, alias sebelum nabi Muhammad saw berhijrah ke Madinah. Surat ini dinamai derngan al-An’am yang berarti binatang ternak, disebabkan  di dalamnya terkandung cerita mengenai ternak ternak yang pada mas jahilyyah dijadikan  alat untuk mendekatkan diri dengan Tuhan mereka.  Di samping itu dalam surat ini juga dijelaskan mengenai  ternak ternak yang diperbolehkan untuk dikunsumsi dan yang tidak diperbolehkan.  Meskipun demikian banyak ayat lain yang justru tidak bercerita tentang ternak tersebut.  Karena itu pemberian nama terhadaop sebuah surat memang tidak mesti berhubungan dengan  sesuatu yang banyak dibicarakan, melainkan  justru dikaitkan dengan sesuatu yang harus diperhatikan oleh umat.

Binatang ternak, seperti unta, sapi, biri biri dan kambing tentu merupakan binatang ternak biasa, tetapi keberadaannya pada saat itu telah dianggap sebagai binatang yang dapat mengantarkan mereka untuk  mendekatkan diri dengan Tuhan mereka, sehingga kondisi ini kemudian dikikis habis oleh Islam.  Karena itu bagi umat  muslim hal ini menjadi sangat penting agar tidak terulang lagi mensucikan binatang ternak yang hanya akan menyebabkan  tergelincirkan keimanan mereka.  Jadi penting untuk diperhatikan bahwa binatang binatang ternak tersebut dijadikan oleh Tuhan bukan untuk dijadikan sesuatu yang “suci” atau bahkan untuk sesembahan, melainkan semata untuk  kesempurnaan hidup manusia, sehingga mereka dapat memanfaatkannya untuk kehidupan mereka di dunia.

Dalam sejarah umat manusia, apapun dapat menjadi penghalang dan perusak akidah seseorang, termasuk binatang ternak.  Sangat mungkin sebuah batu akan dapat menjadi perusak iman seseorang, karena kemudian batu tersebut dianggap sakti dan dipercaya  panuh akan dapat memberikan sesuatu.  Padahal sangat jelas keberadaan batu hanyalah sebagai barang biasa yang sama sekali tidak akan memberikan madlarat atau manfaat, terkecuali memang dipergunakan untuk dimanfaatkan menjadi sesuatu.  Demikian juga dengan binatang, yang hanya merupakan salah satu makhluk Tuhan dan dapat dimanfaatkan oleh umat manusia untuk dikumsumsi dagingnya atau dipergunakan tenaganya. 

Tentu semua itu sesuai dengan ketentuan Tuhan, karena banyak binatang yang tidak diperbolehkan dikonsumsi oleh manusia atau bahkan harus dijauhi.  Karena itulah surat ini juga menjelaskan mengenai hokum hokum terhadap binatang ternak tersebut.  Lebih jauh surat ini sesungguhnya  memuat banyak hal terutama mengenai penegasan Tuhan dan persaksian-Nya  atas keberadaan para Nabi dan utusan-Nya.  Banyak nabi yang secara khusus ditegaskan dalam surat ini, seperti  Ibrahim, Ishaq, yakqub,  Nuh, dawud, Sulaiman,  Ayyub, yusuf, Musa,  harun, Zakaria, yahya, Isa Ilyas, Ilyasak,  yunus dan juga Luth.

Tuhan dengan tegas bersaksi atas kebenaran mereka,  yang sebelumnya banyak diraguykan oleh kaum mereka.  Penegasan Tuhan tersebut sekaligus  memberikan  peneguhan kepada mereka atas tugas yang diemban mereka, yakni mencerahkan umat untuk bertauhid dan mengikuti jalan dan syaraiat Tuhan.  Para nabi dan Rasul tersebut sesungguhnya  hanyalah pengemban amanah untuk para manusia agar mereka menjadi manusia yang baik dan taat atas segala yang diperintahkan Tuhan serta menjauh dari larangan-Nya.  Maksud dari semua itu sangat jelas, yakni agar manusia menjadi baik dan selamat di dunia dan akhirat.

Surat ini juga memuat hal yang sangat ditekankan oleh Tuhan yakni larangan bagi umat muslim dan beriman  untuk mengikuti kebiasaan kebiasaan jahiliyyah yang  jauh dari kebenaran.  Manusia yang sudah dientaskan dari keterkungkungan  dan kebiasaan jahiliyyah dan saat ini berada dalam kondisi tauhid yang mantap, sudah seharusnya tidak perlu melongok ke belakang, yakni kepada  kebiasaan jahiliyyah, baik  kebiasaan jahiliyyah asli maupunneo Jahiliyah.  Ketika kita sudah sangat mantap dalam tauhid, kita harus selalu bersyukur dengan cara lebih taat lagi kepada Tuhan dan Rasul-Nya, dan bukan sebaliknya, mencoba untuk kembali kepada kejahiliyahan.

Surat ini juga menegaskan  beberapa makanan yang dihalalkan dan sekaligus beberapa makanan yang haram atau tidak diperkenankan bagi umat muslim.  Persoalan hokum juga dibahas, karena kehidupan manusia itu tidak akan pernah luput dari masalah hokum.  Sealama hokum ditaati dan dilaksanakan secara konsisten dan berkeadilan, maka ketenteraman masyarakat akan terjaga dan kesentosaan juga akan dapat diraih.  Sekaligus dalam surat ini Tuhan juga melarang umat muslim mencaci maki berhala umat musyrik, karena  kalau hal tersebut dilakukan, nicaya mereka juga akan membalas mencaci maki Tuhan.  Inilah pangkal dan fondasi yang harus dimengerti oleh seluruh umat Islam, agar dapat menjaga keselarasan hidup di dunia.

Dalam persoalan kesejarahan, surat ini juiga menceritakan mengenai banyak umat terdahulu yang menentang kepada para Nabi yang diutus oleh Tuhan kepada mereka.  Demikian pula  di dalam surat ini dikisahkan mengenai perjuangan para nabi, termasuk perjuangan nabi Muhammad saw, dan pengalaman beliau dalam menjalankan  tugas menyampaikan risalah kepada umat.  Secara khusus dalam surat ini juga dikisahkan mengenai nabi Ibrahim yang membimbing umatnya untuk  bertauhid.

Dalam surat ini Tuhan juga memberitahukan kepada kita tentang sikap kepala batu yang dimiliki oleh kaum musyrikin.  Artinya dengan penjelasan Tuhan sepeprti itu, tentu kita akan dapat menyikapinya dengan bijak dan tidak membiarkan mereka kemudian dapat  merusak akidah umat secara umum melalui jalan apapun.  Pengetahuan kita mengenai sikap mereka tentu akan  menjadi sebuah  hal yang berharga, karena kita dapat meprediksi dan mempersiapkan diri dalam setiap berhadapan dengan mereka.  Yang jelas prinsip tauhid yang sudah mendaging  pada diri kita harus tetap kita pertahankan, meskipun kita sedang bergaul dengan umat musyrik tersebut.

Para utusan Tuhan yakni para nabi yang banyak dikisahkan di dalam al-Quran, termasuk dalam surat ini sesungguhnya hanyalah menjalankan tugas dan amanah yang dipikul mereka.  Mereka sama sekali tidak ada niat lainnya, apalagi niat yang bersifat duniawi, karena itulah ketika menghadapi tantangan dari kaum musyrik, para rasul tersebut selalu  menghadapinya dengan tabah dan tidak pernah sekalipun mengeluh atau putus asa.  Mereka sangat yakin bahwa semua yang dijalankan  dan semua yang merintangi hanyalah sebuah episode yang sudah didesain oleh Tuhan.  Mereka sangat yakin bahwa  Tuhanlah yang akan menlai dan menentukan apapun yang bakal terjadi.

Jadi ketika sebagian diantara kaum penentang rasul tersebut kemudian mendapatkan adzab dari Tuhan karena kekurang ajaran mereka dan sikap mereka yang sangat keterlaluan terhadap para utusan Tuhan, maka hal itu merupakan keputusan Tuhan.  Tentu para rasul tersebut akan berusaha secara maksimal dan memohon pertolongan Tuhan.  Tetapi kalau sekiranya Tuhan tidak berkenan untuk memberikan hidayah kepada mereka, para utusan tersebut tentu tidak akan dapat berbuat apa apa.  Itulah tugas yang diemban dan sikap para utusan Tuhan.

Meskipun tidak  luas, surat ini juga menyinggung persoalan kepercayaan kaum musyrik yang percaya kepada sebangsa jin, setan dan malaikat.  Demikian juga dalam surat ini disinggung mengenai  beberapa prinsip  keagamaan dan juga kemasyarakatan.  Artinya  bagaimana seharusnya  kita menjalani kehidupan dalam bidang agama  dan sekaligus bagaimana kita  menyikapi hidup dalam bermasyarakat dan berbangsa, tetaplah diberikan batasan batasan yang jelas.  Bahkan  mengenai  nilai kehidupan  duniawipun dijelaskan di sini, sehingga bagi kita kaum muslim sudah sangat mudah untuk melakukan apapun, asalkan kita  mau mengkaji dan memahami prinsip prinsip yang ditentukan oleh Tuhan.

Pada akhirnya surat ini memang  sangat perlu kit abaca dan kaji serta pahami kandungannya, karena banyak manfaat yang dapat dipetik untuk melengkapi  pengetahuan yang saat ini sudah ada dalam diri kita.  Tujuannya ialah agar kehidpan kita  ke depan akan semakin bertmabha makna dan sekaligus  berkualitas, terutama bilamana dipandang dari sisi ajaran Islam yang kita peluk dan percai. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.