MEMPREDIKSI CALONAN GUBERNUR JATENG

Tiga pasang calon gubernur dan wakilnya sudah mendaftarkan diri sebelum waktunya habis di KPU Jateng, dan seperti yang sudah banyak dikomentari oleh pengamat bahwa  pencalonan gubernur dan wakilnya di Jateng seakan kurang greget.  Hal tersebut dapat dilihat sampai hari terakhir, ternyata baru ada satu pasang calon yang mendaftar, yakni calon incumben.  Sementara yang lainnya saling menunggu, yakni menunggu rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan yang sengaja diturunkan  di injuri time.  Dan sebagaimana sudah dimaklumi bahwa saat ini tida pasang calon gubernur ialah incumben, kemudian jago PDI perjuangan, dan jago dari gabungan beberapa partai menengah.

Melihat kondisi tersebut banyak orang yang memprediksi hasil akhir, meskipun hal tersebut tentu dapat dikatakan  sebagai hal yang prematur.  Nah, prediksi yang akan saya sampaikan di sini tentu juga  didasarkan atas pengamatan terbatas saya  dan beberapa informasi dari sahabat yang sempat menyampaikan pendapatnya.  Prediksi ini bukan dimaksudkan untuk sesuatu tertentu, melainkan semata mata hanya  memberikan informasi dan pihak pihak tertentu dapat memanfaatkannya untuk melakukan beberapa upaya dalam hal  mendongkrak popularitasnya.

Meskipun sudah pendek waktunya pemilihan gubernur dan wakilnya, namun masih dianggap cukup untuk melakukan sosialisasi dan usaha mendapatkan dukungan dari masing masing calon.  Untuk itulah tulisan dan analisis ini dilakukan agar pemilihan gubernur di jateng nanti ada greget yang cukup dan tingkat partisipasi masyarakat juga tinggi.  Semua masyarakat Jawa Tengah tentu sangat berharap bahwa pemilihan pemimpin di jateng tidak akan menjadi pewristiwa yang merugikan masyarakat, melainkan  justru akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang demokrasi yang  adil, transparan dan damai.

Memang harus diakui bahwa saat ini tida pasang calon yang ada seolah tidak imbang dalam hal popularitas.  Calon incumben tentu lebih ppopuler dan dikenal rakyat hingga ke pelosok perdesaan, karena telah  berkiprah selama hampir lima tahun.  Disamping itu beberapa poster, baik untuk mengajak berkeluarga berencana, untuk membangun, dan lainnya yang menghiasi seluruh pelosok jawa Tengah menjadi salah satu faktor yang mendukung  kepopuleran calon incumben.  Jadi dari sisi popularitas, calon incumben memang lebih menonjol dan kemungkinan  akan menjadi pilihan rakyat.

Sementara itu  calon yang dijagokan oleh gabungan beberapa parpol menengah, sesungguhnya  sudah tidah asing lagi, khususnya di kalngan birokrat.  Itu disebabkan yang bersangkutan adalah seorang sekretaris daerah yang tentu  semua pejabat, mulai tingkat provinsi hingga desa sudah mengenalnya dengan cukup baik.  Hanya saja  menurut pengamatan saya calon tersebut belum begitu dikenal oleh masyarakat awam yang justru menjadi pemilih terbanyak.  Jadi calon ini masih memerlukan sosialisasi yang  ekstra untuk mengenalkan diri kepada masyarakat umum, khususnya di perdesaan, kalau ingin mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat bawah.

Sementara itu calon yang dijagokan oleh partai  deokrasi Indonesia perjuangan, justru malah sama sekali balum banyak dikenal oleh masyarakat.  Memang sebelumnya  banyak orang memprediksi yang akan maju da mendapatkan rekmendasi ialah kader yang saat ini  menjadi wakil gubernur, yang tentu  sudah dikenal masyarakat hingga tingkat perdesaan.  Namun dalam kenyataannya yang direkomendasikan justru orang “baru”, meskipun berasal dari Jawa Tengah.  Bahkan konon ceritanya  banyak warga PDIP yang juga belum cukup megenalnya.  Atau taruhlah warga PDIP mengenal dan nantinya akan memilihnya, tetapi menurut perhitungan saya hal tersebut belum cukup, dan harus memerlukan tambahan suara dari luar anggota.

Nah, karena itulah calon ini masih memerlukan sosialisasi ekstra juga kalau menginginkan memenangkan pemilihan gubernur.  Apalagi  menurut sahabat saya ada beberapa warga PDIP yang masih kecewa dengan rekomendasi DPP, karena mereka sudah sangat  percaya bahwa wagub saat inilah yang akan mendapat rekomendasi tersebut, dan mereka  saat itu  suadah  ada yang memutuskan untuk tidak memilih, meskipun diancam oleh DPP PDIP.  Hal yang mungkin mempengaruhi  persoalan itu ialah kenyataan bahwa  kader yang menunggu rekomendasi dan kemudian tidak mendapatkannya, kemudian bergabung dengan partai gabungan untuk maju sebagai wakil.

Memang yang bersangkutan saat ini sudah dipecat dari keanggotaan PDIP, namun manurut banyak pengamat bahwa  sosok Don tersebut masih banyak mempunyai kekuatan dan simpatisan di Jawa Tengah.  Melihat kenyataan tersebut, kalau pemilihan gubernur dilaksanakan saat ini tentu incumbenlah yang akan memenangkan, tetapi dalam kenyataannya pemilu kada masih dilakukan bulan Mei mendatang, sehingga masih memungkinkan  siapapun utnuk merebut simpati rakyat Jateng.

Artinya siapapun yang berkeja keras untuk memenangkan pemilihan, masih ada kemungkinan  dapat memenangkannya.  Syaratnya harus dapat meyakinkan masyarakat bahwa calon tersebut nantinya akan dapat memberikan harapan yang lebih baik, dalam berbagai hal, dalam pembangunan, kesejahteraan, kesehatan, pendidikan dan lainnya.  Tentu mesin partai akan sangat menentukan dalam masalah ini, meskipun pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan menilai dan menentukan.  Saat ini dibanyak pemilu kada, justru bukan partai apa yang mengusung seorang calon, melainkan masyarakat lebih melihat figur calonnya sendiri.

Dapat saja seorang calon hanya dimajukan oleh partai kecil dan hanya mempunyai beberapa wakil di dewan, namun kalau calon tersebut dikenal sebagai seorang fgur yang  dipandang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik, tentu calon tersebut akan lebih mendapatkan kepercayaan masyarakat.  Sebaliknya meskipun seorang calon diusung oleh partai besar dan mempunyai banyak wakil di dewan, tetap[i calon tersebut sama sekali tidak dikenal dan tidak mendapatkan dukungan rakyat, maka mereka tidak akan memilihnya.

Namun demikian, di Jateng mungkin tidak dapat disamakan dengan daerah lain secara persis, karena  ada  militansi warga terhadap partai tertentu yang dianutnya.  Mereka tidak peduli siapapun yang menjadi calon, asalkan dari partai yang diikutinya, maka mereka akan mendukung.   Namun sekali lagi warga yang militan sepeprti itu jumlahnya tidak cukup untuk memenangkan sebuah pe,ilihan gubernur.  Karena itulah dukungan mesin partai masih sangat diperlukan untuk mensosialisasikan calon dan sekaligus visi misi dan programnya lima tahun ke depan.

Ada plus minus dari masing masing calon yang saat ini sudah mendaftar sebagai calon gubernur dan wakilnya, nah, tugas para pendukung ialah bagaimana  mereka dapat menambal kekurangan tersebut dan memaksimalkan kelebihan yang ada.  Penting bagi mesin parpol untuk meyakinkan masyarakat bahwa calon yang diusung terswebut benar benar baik, bersih, jujur, dan akan tetap konsisten dengan sikapnya tersebut.  Disamping itu mereka harus dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa  rekam jejak para calon tersebut memang benar benar bersih, dan tidak pernah tersangkut persoalan hukum, terutama korupsi.

Ini menjadi sangat penting, karfena masyarakat saat ini sudah menjadi sangat muak dengan praktek kotor yang ditunjukkan oleh beberapa penguasa.  Pemimpin yang seharusnya memnuhi amanah yang dipikulkan ekpadanya untuk mensejahterakan rakyat dan memajukan daerahnya, namun justru yang terjadi malahan memanfaatkan jabatan dan amanah tersebut untuk kepentingan pribadi ataupun golongan. 

Setahu saya ketiga calon gubernur Jateng tersebut memang rekam jejaknya cukup bagus dan tidak pernah ada kabar mereka tersangkut persoalan hukum, hanya saja informasi tersebut  tentu belum sampai kepada seluruh masyarakat.  Tugas pendukunglah yang harus menyampaikan hal tersebut.  Kalau ketiganya bersih, lantas apa yang dapat ditonjolkan dan ditawarkan kepada masyarakat, agar mereka  simpati dan mendukungnya?  Para  tim suksesnyalah yang  harus menggali dan menyampaikan kepada masyarakat.

Sebagai warga jawa Tengah kita tentu berharap pemilu kada  nangi akan berjalan mulus, damai dan menghasilkan seorang pemimpin yang amanah dan  mau  serta peduli dengan nasib warga Jateng.  Artinya  dengan pemilu kada tersebut Jateng akan semakin tembah baik, sejahtera rakyatnya dan maju daerahnya serta  stabil dan aman.  Ini saja yang diharapkan, soal siapaun yang akan memimpin, itu sepenuhnya ada di tangan rakyat Jateng. Wallahu a’lam.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.