AL-BAQARAH

Arti al-Baqarah secara harfiyah ialah sapi betina, meskipun kemudian  untuk pernyataan tersebut akan lebih enak didengar manakala diucapkan dalam bahasa aslinya, yakni al-Baqarah.  Surat ini merupakan salah satu surat di dalam al-Quran, bahkan yang terpanjang diantara surat surat yang ada.  Demikian juga di dalam surat ini terdapat ayat yang terpanjang dibandingkan  dengan ayat ayat lainnya.  Surat al-Baqarah juga terkadang disebut dengan fusthathul Quran atau puncak al-Quran, dengan alas an bahwa surat ini merupakan surat yang di dalamnya termuat beberapa ketentuan hokum yang tidak dimuat dalam surat lainnya.

Kenapa dinamai dengan surat al-Baqarah, dan sejauh mana kepentingan sapi betina dalam kehidupan umat manusia, sehingga dijadikan sebuah nama  di dalam kitab suci.  Memang mengenai persoalan sapi betina tersebut tidak ada yang istimewa, hanya saja  hal tersebut menjadi penting dan menumental, disebabkan  ada persoalan kisah yang sangat berkesan bagi semua orang, khususnya untuk diingat sebagai sebuah pelajaran yang sangat berharga.  Ada dua hal kepentingan penyebutan sapi betina sebagai nama sebuah surat di al-Quran, yakni tentang perintah Tuhan  untuk menyembelih sapi tersebut yang dimaksudkan untuk diperhatikan oleh semua orang, yakni:

1.     Perintah Tuhan kepada bani Israil untuk menyembelih hewan sapi betina, yang kemudian disikapi secara berlebihan oleh mereka.  Bahkan awalnya mereka  seolah menjadikan perintah tersebut sebagai ejekan dan main main.  Namun setelah Nabi Musa mengatakan dengan serius, maka mereka kemudian malah banyak bertanya tentang sapi betina tersebut hingga sangat detai.  Berbabagi pertanyaan detail tersebut justru pada akhirnya   menjadikan mereka kesulitan tersendiri.

Untuk itulah dalam peristiwa ini Tuhan kemudian menyatakan bahwa  janganlah umat itu  banyak bertanya  tentang sesuatu yang kalau dijelaskan malah akan memberatkan atau menyengsarakan.  Namun bukan kemudian kejadian ini dijadikan alas an untuk tidak kreatif dan selalu bertanya tentang hal hal yang belum jelas.  Sama sekali begitu maksudnya.  Maksud ayat untuk tidak bertanya  tersebut ialah agar pada saat ayat masih turun dan wahyu masih berlangsung, ketika diperintahkan  sesuatu yang sudah jelas, langsung laksanakan saja dan tidak usah banyakmempertanyakan tentang kewajiban tersebut, karena kalau hal tersebut dilakukan, maka aka nada tambahan beban yang justru akan memberatkan.

Namun yang paling penting di sini ialah bagaimana   perintah menyembelih sapi tersebut harus diartikan bahwa kaum bani Israil yang pernah menjadikan sapi sebagai salah satu pujaan dan sesembahan, dapat benar benar melupakannya dengan jalan menyembelih sapi tersebut, karena pada dasarnya penyembahan kepada sapi tersebut tidak dapat dibenarkan.  Ini  merupakan perintah yang sekaligus juga mengikis habis kepercayaan atas ketuhanan sapi dan menjadikannya sebagai binatang yang dapat disembelih dan dimakan dagingnya.

2.    Perintah menyembelih sapi betina tersebut diperintahkan oleh Tuhan untuk memberikan pembuktian atas tuduhan yang dilakukan oleh kaum bani Israil kepada sesame mereka.  Artinya pada saat itu ada peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh pihak yang tidak mengakuinya dan diantara mereka kemudian saling menuduh>  karena tidak ada pengakuan diantara mereka dan juga tidak ada barang bukti yang menjurus kepada pihak tertentu, maka kemudian Tuhan melalui nabi Musa menyuruh mereka untuk menyembelih seekor sapi betina, dengan maksud  setelah sapi tersebut disembelih, maka salah satu bagian anggota sapi tersebut kemduaian di pukulkan kepada mayat yang terbunuh tersebut sehingga mayat tersebut akan dapat hidup kembali untuk membuktikan siapakah yang telah membunuhnya.

Memang kisah ini nampaknya tidak dapat diterima oleh sebagian umat Islam, karena  keyakinan bahwa seseorang yang sudah meninggal tidak akan mungkin dapat hidup kembali,  Tetapi sebagian lainnya dan ini merupakan pendapat kebanyakan  para mufassir bahwa  pada saat itu sangat mungkin hal tersebut terjadi, karena memang dikehendaki oleh Tuhan.  Dan setelah  sapi tersebut benar benar ditemukan dan disembelih maka mayat tersebut kemudian hidup kembali dan menyatakan tentang siapa sesungguhnya yang telah membunuhnya, lalu mati kembali.

Jadi itulah kisah penyembelihan sapi betina yang kemudian nama sapi tersebut diabadikan sebagai nama sebuah surat dalam al-Quran.  Tentu kandungan surat al-baqarah bukan hanya  kisah sapi betina tersebut, melainkan itu hanya merupakan  bagian kecil dari keseluruh isi kandungan surat ini.  Sebagaimana  dikatakan bahwa surat ini merupakan surat terpanjang dan  merupakan puncak al-Quran, untuk itu berbagai hal menyangkut hokum, ekonomi, pergaulan dan lainnya termuat di dalamnya.

Bahkan karena surat ini dianggap sebagai puncak al-Qurn, hamper keseluruhan hokum yang berkaitan dengan umat manusia diatur di dalamnya, mulai dari ketentuan mengenai hokum waris, hokum ekonomi, hokum, pidana , hokum perdata secara umum, hokum keluarga seperti nikah, talak, ruju’, waris, wasiat dan lainnya.  Bagimana seharusnya bersikap kepada mereka yang lemah seperti anak yatim dan lainnya juga menjadi tekanan dalam surat ini.  Demikian pula dengan beberapa perintah wajib bagi umat muslim seperti menjalankan shalat, puasa, zakat dan berhajji ditekanlan di surat ini.

Bahkan  Tuhan tidak hanya  menjelaskan secara umum saja mengenai beberapa hal seperti waris, dijelaskan dengan sangat rinci dan jelas, tentang larangan riba, tentang larangan meminum minuman keras, berjudi dan sejenisnya.  Kemudian Tuhan juga menjelaskan tentang larangan menikahi wanita musyrikah dan menjelaskan pula berbagai hal yang diperbolehkan dan yang dilarang bagi seorang muslim, baik dalam bidang makanan, perbuatan, maupun sikap.

Dalam awal awal surat ini Tuhan juga menjelaskan tentang bagaimana  di masyarakat itu ada berbagai macam orang; ada yang memang benar benar beriman kepada Tuhan dengan segala resiko yang  dipanggulnya, ada pula jenis manusia yang disebut sebagai munafiq, yang beranggapan bahwa mereka itu akan dapat mempermainkan umat, tetapi pada kenyataannya mereka itulah yang akan sengsara.  Demikian juga digambarkan tentang sikap orang yang tega menjual ayat Tuhan dengan hanya sedikit harta yang tidak ada apa apanya.  Begitu seterusnya, sehingga keseluruhan sikap seorang muslim yang beriman telah dijelaskan di dalamnya.

Pendeknya seluruh aspek kehidupan manusia yang berkaitan dengan hubungan sesame mereka semua diatur di dalamnya secara lebih rinci.  Beberapa sikap dan perangai manusia juga dijelaskan,bahkan termasuk kalaupun harus terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, semisal perang, mutad dan lainnya, semuanya dijelaskan dengan gamblang.  Kehidupan akhiorat yang demikian enak dengan dilambangkan sebagai surge yang sangat indah dengan penghuni yang juga sangat menyenangkan juga digambarkan di dalamnya, sehingga nama surat ini sebagai puncak al-Quran memang  sangat tepat.

Namun demikian bukan berarti kandungan surat ini hanya berkisar masalah hokum dan beberapa penjelasan  sebagaimana tersebut saja, melainkan juga mengandung kisah kisah umat masa lalu, termasuk juga bagaimana ketiaka awal mula Adam dijadikan oleh Tuhan dengan prosesnya, bagaimana kisah nabi Musa dengan bani Israil yang selalu membangkangnya dan berusaha untuk menghindar dari ketentuan Tuhan, dan kisah lainnya.  Semua itu dimaksudkan  agar kita dapat menjadikannya sebagai pengalaman sehingga kita akan dapat memetik sesuatu yang terbaik dan selanjutnya kita amalkan dan sesuatu yang bruk kemudian kita tinggalkan.

Dalam susunan  al-Quran standar mushaf Utsmani, surat al-Baqarah ini diletakkan setelah surat al-Fatihah atau merupakan ayat kedua.  Dan menilik muatan dan kandungannya, surat ini kebanyakan diturunkan di  Madinah atau setelah Nabi melakukan hijrah ke Madinah, karena itu surat ini termasuk surat Madaniah,  walaupun tidak menutup kemnungkinan salah satu ayat ayatnya juga merupakan surat yang diturunkan di Makkah atau sekitarnya.

Walaupun  nama surat ini adalah al-Baqarah yang berarti sapi betina, namun Karen kandungannya yang demikian komplit dan sangat berharga serta bermanfaat bagi seluruh umat muslim, kiranya tepat manakala kita juga sering mengkaji surat ini untuk direnungkan dan sekaligus dijadikan pelajaran yang baik.  Artinya mana yang perintah kemudian kita laksanakan, mana yang dilarangkemudian kita jauhi dan mana yang dapat dijadikan teladan  kita teladani serta mana yang  tidak pantas kita teladani, kita akan jauhkan dari kehidupan kita.  Dengan begitu hidup kita akan selalu mudah dan baik, dimata manusia dan juga di pandangan Tuhan.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.