PEMILIHAN GEBURNUR JAWA TENGAH

Sepertinya tidak lazim apa yang terjadi di Jawa Tengah menjelang pemilihan gubernur untuk tahun 2013-2018.  Biasanya akan terasa gegap gempita diramaikan oleh parac alon yang ingin memimpin daerah, mulai mendeklarasikan diri sebagai calon sampai kepada menyebar famplet, baliho, poster dan sejenisnya  di  seluru hpelosok desa.  Tujuannya sangat jelas  agar dapat dikenal oleh masyarakat, dan syukur syukur nantinya masyarakat mau memilihnya. Namun apa yang kita rasakan dan terjadi  di Jawa Tengah sungguh menjadi sangat aneh dan berbeda, karena hingga hari terakhir, Selasa tanggal 5 Maret sore hari, baru ada satu pasang calon yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum jateng, yakni pasangan incumbent, yang saat ini menggandeng  rector Unes.

Tampaknya partai PDI perjuangan sengaja untuk mengeluarkan rekomendasi pada detik akhir masa pendaftaran, untuk memberikan sebuah kejutan dan sekaligus sebagai upaya agar mereka yang tidak direkomendasi, tetapi semangatnya tinggi untuk maju tidak ada kesempatan menggaet partai lain sebagai kendaraannya.  Tetapi analisa seperti itu barang kali tidak seluruhnya tepat, karena zaman seperti sekarang ini semua bias terjadi, dan untuk menggalang partai pengusung tidak hanya dilakukan saat detik terakhir, namun sesungguhnya kita juga yakin bahwa sudah ada deal deal antara para calon dengan koalisi partai politik tertentu.

Karena itu ketika seseorang tidak mendapatkan rekomenasi dari  DPP PDI  perjuangan, pada detik detik akhir mereka masih dapat melakukan pendaftaran melalui kendaraan  lain tersebut. Namun demikian kita patut menyayangkan kenapa calon calon tersebut tidak mempunyai cukuip keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi,  sehingga sejak jauh jauh hari telah mempersiapakan diri melalui partai atau gabungan partai yang ada, dan tidak mengangtungkan

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.