KEBANGKITAN

Hampir sembilan abad lamanya pemikiran Islam lesu dan seolah mampet dan sulit untuk bangkit.  Hal tersebut sebagaimana kita ketahui disebabkan oleh berbagai hal, yang salah satunya ialah rasa inverior umat Islam untuk menggali sendiri sumber hokum Islam  melalui kitab suci secara langsung.  Mereka seolah silau dengan kemonceran para ulama yang mendirika madzhab, dan mereka terkungkung oleh hasil ijtihad para imam tersebut.  Namun seiring dengan munculnya beberapa orang yang benar benar menyadari kemunduran umat Islam yang dengan mudahnya kemudian dijajah oleh Barat yang dahulunya tertinggal dari Islam, islam kemudian sedikit demi sedikit mulai menampakkan kemajuannya kembali.

Salah seorang yang sadar dan kemudian berusaha membangunkan umat Islam lainnya ialah Jamaluddin al-Afghani. Beliau mengingatkan kepada umat Islam bahwa penyebab utama kemunduran umat adalah penjajah Barat, untuk itu dalam upaya mengembalikan kemajuan dan kejayaan Islam, jalan yang harus dilakukan pertama kali ialah mengusir para penjajah tersebut.  Dan untuk melakukan hal tersebut umat Islam harus bersatu dan tidak boleh sendirisendiri.  Beliau kemudian menggagas sebuah ide yang sangat cemerlang dan kemudian dikenal dengan Pan islamisme.  Sebuah usaha untuk mempersatukan umat Islam dalam upaya mengusir penjajah dan mengembalikan Islam kepada kejayaan.

Tentu seorang Jamaluddin bukanlah sendiri, melainkan kemudian juga dibantu dan diiringi oleh beberapa tokoh yang kebetulan juga menyadari pentingnya menyelamatkan umat Islam dari keterpurukan. Dalam kondisinya yang sangat lemah, banyak umat Islam kemudian terperosok kepada persoalan bid’ah dan khurafat.  Untuk hal ini memang banyak ulama yang kemudian gigih untuk memberantasnya dengan berbagai cara yang bervariasi.  Mereka padaprinsipnya menyerukan kepada umat untuk kembali kepada kitab al-Quran dan hadis Nabi.

Kita memang memahami bahwa pada saat kelesuan melanda umat Islam dan ijtihad praktis tidak dilakukan dan kalaupun dilakukan hanyalah sekedar memilih pendapat diantara  yang ada dan tidak berani keluar dari

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.