SURGA

Kiranya tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak paham terhadap perkataan surge, karena kata  tersebut memberikan sebuah  kondisi dimana segalanya menjadi sangat nikmat, nyaman dan lezat.  Bahkan ketika seseorang dapat menikmati lezatnya kehidupan di dunia, maka pantas untuk disebut mendapatkan surge dunia.  Seseorang yang  mendapatkan kabar berita tentang sesuatu yang menggembirakanpun terkadang  menyebut dirinya sedang mendapatkan angina surge.  Jadi surge sesungguhnya sesuatu yang menyenangkan, meskipun  dalam arti yang sesungguhnya, surge itu merupakan sebuah tempat akhir dari orang orang yang beriman dan beramal shalih di akhirat nanti.

Kata  kontradiktifnya ialah neraka atau tempat akhir dan siksaan bagi orang orang yang durhaka dan melakukan kejahatan.  Namun apa sesungguhnya hakekat dari surge itu sendiri, sampai saat ini masih belum ada kata sepakat.  Artinya masih banyak  pandangan yang berbeda dalam mengartikan surge tersebut, terutama dari sisi cirti dan sifatnya.  Meskipun demikian secara umum memang ada kemiripan  sifat tersebut, yakni sesuatu yang sangat menyenangkan dan sama sekali tidak ada satupun yang membuat seseorang menjadi sedih atau sengsara.

Kesimpulan tentang  kondisi umum surge seperti itu disebabkan banyaknya informasi yang mengarah ke sana.  Banyak pernyataan dan pujian yang menggambarkan hal tersebut.  Salah satunya ialah penggambaran Tuhan sebagaimana yang tertuang dalam surat al-Ra’d ayat ke 35 yang  kurang lebih maksudnya ialah “ perumpamaan surge yang dijanjikan kepada orang orang yang bertaqwa ialah sebuah taman yang di dalamnya mengalir sungai sungai, buah buahannya tidak pernah berhenti dan demikian pula lingdungannya.  Itulah tempat kesudahan bagi orang orang yang bertaqwa , sedangkan tempat bagi orang orang kafir ialah neraka”.

Disamping itu ada juga pernyataan “selalulah berada dalam kejujuran, karena kejujuran itu akan mendekatkan kepada kebenaran atau hak, dan kebenaran atau hak tersebut akan menunjukkan jalan ke surga”.  Dan tenrtu masih banyak lagi pernyataan pernyataan yang menggambarkan tentang surge, baik di dalam al-quran sendiri maupun di dalam hadis Nabi Muhammad, maupun di dalam pernyataan para ulama ataupun para sufi.

Namun demikian berbagai pernyataan yang memuat sifat dan ciri surge tersebut tidak dapat menghapus perbedaan mengenai hakekat surge itu sendiri, karena memang dalam kenyataannya  masih banyak persoalan yang mengitari masalah tersebut.  Lebih lebih kalau diingat bahwa  surge itu ialah” suatu tempat dengan segala kenikmatan yang tidak dapat dibayangkan, tidak ada matapun yang pernah melihatnya, tidak ada satupun telinga yang pernah mendengarnya, dan bahkan tidak sedikitpun terbersit dalam  hati anak manusia”.

Melihat berbagai pernyataan, terutama pernyataan yang terakhir tersebut, kiranya pantas kalau pembicaraan masalah surge tidak akan berhenti dan mencapai kata sepakat.  Artinya secara umum dapat dikatakan bahwa sebagai tempat akhir bagin mereka yang beriman yang beramal shalih tentu istimewa dan seluruh kenikmatannya tidak sebagaimana kenikmatan yang dapat dijumpai di dunia.  Kalau pemnggambaran sebagaimana banyak ditulis dalam teks teks, itu hanyalah sekedar penggambaran dan bukan hakekat yang sesungguhnya.

Pengambaran bahwa surge itu merupakan sebuah tempat yang didalamnya  atau di bawahnya mengalir sungai, menjadi tidak begitu indah bagi mereka yang setuiap harinya berhadapan dengan air, baik itu di lautan maupun danau  ataupun sungai.  Namun kondisi seeprti itu akan terasa sangat nikmat dan indah bagi mereka yang setiap harinya berada dalam gurun pasir atau tempat yang tandus dan susah menemukan air.  Dalam persoalan ini saya tidak berpretensi untuk menggugurkan bahwa  kemungkinan di surge juga ada sungai yang sungguhan, melainkan hanya sekedar memberikan gambaran bahwa  surge itu memang indah dan nikmat bagi para penghuninya.

Keindahan dan kenikmatan surge tersebut kemudian menyebabkan  setiap orang berusaha mendapatkannya, meskipun kemudian juga tidak jarang  diantara mereka yang  tidak mau mengusahakannya.  Tetapi bagi manusia yang berpikir benar dan menyadari sepenuhnya  akan hakekat dirinya, maka sudah barang tentu akan terus berusaha mendapatkan surge tersebut, walaupun harus melalui jalan terjal dan menyusahkan.  Bahkan untuk mendapatkan surge tersebut banyak orang kemudian berani melakukan berbagai hal yang di luar kebiasaan manusia pada umumnya.

Artinya untuk mendapatkan surge tersebut seseorang berani berkorban baik  melalui harta yang dimiliki maupun  tenaga dan pikirannya.  Berkorban melalui harta  ditunjukkan dengan berderma dan membantu siapapun yang membutuhkan serta tidak mengharap kembali atau balasan dari siapapun terkucuali hanya menginginkan balasan dari Tuhan di akhirat semata.  Berkorban melalui tenaga  ditunjukkan melalui bekerja  untuk kepentingan  umat dan kesejahteraan banyak manusia, melakukan shalat sunnah pada malam hari, pada saat kebanyakan manusia sedang nyenyak tidur, dan lainnya.  Sementara itu berkorban melalui pikiran, ditunjukkan  dalam  penggalian ajaran syariat yang dituangkan dalam bentuk jabaran yang mudah dipahami dan dijalankan oleh umat.

Namun demikian banyak cara umat manusia  untuk mendapatkan surge tersebut.  Salah satu contoh ialah melalui permohonan yang serius dan kontnyu kepada Allah SWT.  Dalam memohonp[un banyak cara yang ditunjukkan, semisal melalui cara terus terang menyatakan meminta surge kepada Tuhan, tetapi ada juga yang memintanya  tidak secara langsung, tetapi justru lebih mengena.  Cara yang terakhir tersebut seperti yang disampaikan oleh  sufi perempuan  rabiah al- aadawiyah melalui syairnya yang maksudnya kurang lebih:

“Wahai Tuhanku sesungguhnya saya tidak pantas untuk memasuki surge Firdaus, tetapi saya juga tidak akan mungkin kuat menanggung panasnya api dan siksa neraka jahim, karena itu berilah kepadaku  pertaubatan dan ampuni segala dosaku, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun atas dosa dosa yang besar.  Dosa dosaku bagaikan  butiran pasir, untuk itu berilah aku taubat wahai Tuhan yang Maha Agung.  Sementara itu umurku  selalu berkurang setiap harinya, sedangkan dosa dosaku selalu bertambah, lantas bagaimana  keadaanku”.  Dan tentu masih banyak lagi permohonan  hamba kepada Tuhan untuk mendapatkan kasih dan sayang serta surge-Nya.

Apapun perbedaan  pandangan manusia tentang hakekat surge tersebut, yang jelas ada kesamaan yang relative yakni  bahwa suraga itu merupakan sebuah tempat dengan segala kelengkapannya yang sangat nikmat dan tentu melebihi apapun yang  pernah dijumpai di dunia.  Tempat tersebut hanya disediakan bagi mereka yang patuh  kepada seluruh perintah Tuhan dan sekaligus menjauhi segala larangan-Nya.  Memang kemudian timbul perbedaan diantara umat manusia  apakah seluruh manusia pada akhirnya akan masuk surge, setelah mendapatkan siksaan di neraka.

Ada sebagian yang berpendapat bahwa tidak semua orang dapat masuk surge karena ada diantara umat manusia yang selamanya berada di neraka, tetapi sebagian yang lain  beranggapan bahwa setia manusia sudah barang pasti mempunyai  amal baik, meskipun sangat sedikit.  Nah, karena itu  meskipun harus beribu tahun berada di neraka, pada akhirnya nanti dia juga akan merasakan kenikmatan surge setelah siksanya habis dan tinggal amal baiknya.

Memang dalam menyikapi hal ini tidak ada kesepakatan,  hanya saja secara dhohir bahwa amal shalih yang diterima menurut kepercayaan Islam ialah yang dilakukan  secara ikhlas dan dilamdasi dengan sebuah keimanan yang benar.  Oleh karena itu kalau menurut ketentuan tersebut, sudah pasti aka nada sebagaian manusia yang selamanya  menjadi penghuni neraka.  Tetapi sekali lagi kita tidak dapat menghakimi dan memastikannya, dan semuanya terserah kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.