MEMAKNAI PERGANTIAN TAHUN

Pada umumnya orang orang merayakan pergantian tahun dengan berbagai aktifitas, mualai dari rekreasi bersama dengan keluarga, menonton bareng, makan bareng ataupun menikmati liburan di rumah saja.  Tetapi sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat bahwa pergantian tahun tersebut dianggap sebagai sebuah peristiwa yang perlu dirayakan.   Untuk masyarakat kita kebiasaan tersebut justru dibarengi dengan  meniup terompet  untuk menandakan bahwa tahun baru telah datang.  Namun demikian  ternyata belum seluruh masyarakat yang merayakan pergantian tahun baru tersebut mengerti makna yang terkandung di dalamnya.

Memang tidak ada keharusan setiap masyarakat mengerti apa makna  dari sebuah pergantian tahun, karena yang terpenting bagi mereka adalah hepi dalam menyambut datangnya tahun dan sekaligus menikmati liburan.  Akan tetapi akan lebih bagus manakala masyarakat juga mengerti makna  dalam pergantian tahun tersebut, sehingga setiap aktifitas yang dialkukannya  dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan juga lingkungannya.  Meskipun demikian pemaknaan itu sendiri juga tergantung kepada setiap orang, dan untuk sekedar memberikan gambaran, berikut ini akan saya sampaikan beberapa makna yang dapat diambil dari peristiwa pergantian tahun tersebut:

1.     Bermuhasabah atau introspeksi diri pada  semua hal yang berkaitan dengan diri selama satu tahun berjalan.  Artinya pergantian tahun seperti saat ini seharusnya dijadikan arena untuk mengevaluasi diri tentang berbagai perbuatan kita selama tahun berjalan kemudian  berkomitmen untuk meningkatkan atau memperbaikinya pada tahun depan.  Tentu siapapun yang dapat melakukan muhasabah dan diiringi dengan komitmen memperbaiki diri tersebut adalah manusia baik yang beruntung.  Dalam pandangan Islam memang manusia itu dalam kaitannya dengan perjalanan waktu dibagi tiga, yakni pertama, mereka yang beruntung, ialah mereka yang  waktu ini lebih baik ketimbang kemarin, kedua, mereka yang rugi, yakni mereka yang antara hari ini dan kemarin sama saja tidak ada peningkatan sama sekali, dan ketiga, mereka yang  celaka, yakni mereka yang justru hari ini lebih jelek ketimbanga kemarin.

Artinya  kehidupan manusia itu seharusnya  selalu berubah menuju kebaikan dan kesempurnaan.  Itulah kenapa kita harus melakukan evaluasi diri dengan memutar kembali rekaman seluruh aktifitas kita selama tahun ini, untuk kemudian kita lakukan berbagai upaya perbaikan pada tahun depan.  Kita sangat yakin bahwa perjalanan setiap insan tentu mengalami berbagai problem dan terkadang juga malah pernah terjebur dalam perbuatan tidak baik,  nah, di situlah kita wajib untuk berusaha memperbaiki sehingga perjalanan hidup kita akan menjadi meningkat.

2.    Mensyukuri nikmat umur.  Artinya  dengan bergantinya tahun tentu  kita harus mensyukuri karunia Tuhan yang berupa usia.  Memang dalam memandang usia dalam bhubungannya dengan pergantian tahun tersebut, tidak semua orang sepakat.  Artinya sebagian manusia memandang bahwa dengan bergantinya tahun maka usia seseorang bertambah, tetapi sebagian manusia lainnya justru menganggapnya sebagai usia menjadi berkurang.  Namun hal tersebut sesungguhnya hanya terletak pada perbedaan cara pandang saja  dan substansinya tentu tetaplah sama.

Jika seseorang  memandang bahwa  pada tahun ini sudah berusia 50 tahun misalnya, maka dengan bergantinya  tahun, maka secara otomatis usianya akan bertambah menjadi 51 tahun tahun.  Karena bertambahnya usia yang diberikan oleh Tuhan itulah, kikta  berkewajiban untuk mensyukurinya, dan bahkan selalu  memohon terus kepada Tuhan agar diberikan tambahan usia yang berkah dan bewrmanfaat bagi dirinya, keluarganya dan juga masyarakat dan lingkungannya.

Namun demikian bagi manusia yang berkeyakinan bahwa usia mansuia itu sesungguhnya telah ditentukan oleh Tuhan, dan masing masing sudah digariskan serta tidak akan diralat.  Nah kalau misalnya usia seseorang telah ditentukan Tuhan hanya berkisar 60 tahun, dan tahun ini telah berjalan 50 tahun, maka logikanya dengan bergantinya tahun usianya  akan berkurang dan mendekati ketentuan yang digariskan Tuhan tersebut.

Lepas dari persoalan perbedaan pandangan dalam melihat usia tersebut, yang terpenting dari itu semua ialah  bagaimana kita  dapat memanfaatkan usia pemberian Tuhan tersebut untuk melakukan berbagai kebaikan serta selalu mensyukurinya.  Bentuk kongkrit syukur atas karunia tersebut ialah dengan memanfaatkan usia  yang ada melalui berbagai kegiatan yang  berguna bagi siapapun.

3.    Mensyukuri  semua pemberian Tuhan kepada kita.  Artinya pergantian tahun seperti  saat ini seyogjanya memang kita gunakan  untuk selalu  ingat kepada Tuhan dan seluruh nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita.  Adalah merupakan kewajiban kita selaku hamba Tuhan untuk selalu mensyukuri segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita, apapun wujudnya.  Dapat berupa kesehatan yang selama ini  kita rasakan, atau posisi dalam pekerjaan kita yang selama ini  diamanahkan kepada kita, ataupun rizki yang selama ini diberikan kepada kita, dan juga berupa  kondisi apapun yang melekat pada diri kita dan kita merasakan nyaman dengannya.

Bersyukur tersebut seharusnya menjadi sebuah kewajiban bagi kita dan bukan hanya sekedar anjuran semata, karena secara adab dab etika kita memang harus berterima kasih kepada siapapun yang berjasa dan memberikan  apapun kepada kita, lebih lebih kepada Tuhan yang sudah jelas  memberikan  umur dan segala karunia kepada kita.  Bahkan dalam al-Quran sendiri, Tuhan telah mengingatkan kepada kita semua bahwa  kalau kita mensyukuri nikmat, maka  Tuhan akan menambah nikmat tersebut dan sebaliknya kalau kita tidak mengakuinya   atau mengingkarinya, maka kita harus ingat bahwa siksa Tuhan itu sangat pedih.

Itulah beberapa hal yang dapat kita sertakan sebagai pemaknaan terhadap pergantian tahun, termasuk tahun ini.  Harapannya ailah agar kita semua tidak sekedar merayakannya tanpa mengerti makna dan mengambil manfaat darinya.  Memang kita tidak dilarang untuk merayakan pergantian tahun dengan berbagai aktifitas yang menurut kita dapat memberikan rasa puas dan nyaman, seperti dengan membunykikan terompet sebagaimana kebiasaan  di masyarakat kita ataupun dengan menggelar berbagai atraksi dan hiburan.  Namun sekali lagi yang paling penting dari semua itu ialah bagaimana kita dapat menempatkan diri kita sebagai hamba Tuhan yang senantiasa  merasa diawasi Tuhan, dan karena itu harus selalu menjaga  diri dari segala kemungkinan yang akan menjerumuskan kita kepada hal hal yang tidak pantas.

Pergantian tahun memang  sayang kalau dilewatkan begitu saja, apalagi bagi anak anak muda yag tentu menginginkan keceriaan, karena sudah barang tentu perayaan tahun baru tersebut akan memberikan  kegembiraan tersendiri, khususnya  ketika kita berada di lingkungan kita masing masing yang terbiasa dengan berbagai kegiatan menyambut datangnya tahun baru tersebut.  Seolah semua persoalan hidup yang selama ini dirasakan kemudian menjadi hilang begitu saja, sehingga perayaan pergantian tahun seolah menjadi sebuah obat  tersendiri.

Hanya saja kita juga berharap agar setiap perayaan apapun dalam menyambut datangnya tahun baru tidak dikotori dengan  berbagai  kemaksiatan, seperti minum  minuman keras, mabuk mabukan dan berbagai kemaksiatan lainnya.  Tentu semua itu  memerlukan pengawasan  dari kita selaku orang tua terhadap anak anak kita, dan sekaligus  pemberian keteladanan  yang baik dari kita.  Mudah mudahan pergangtian tahun kali ini akan memberikan kesan mendalam bagi setiap orang yang merayakannya dan sekaligus memberikan kesadaran untuk melakukan sesuatu yang terbaik pada ytahun baru nanti. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.