KOMUNIKASI

Barangkali kata komunikasi tersebut merupakan kunci kesuksesan seseorang dalam membangun dan mengembangkan karir, karena dengan komunikasi, seseorang akan dapat mencairkan segala hal yang sangat mungkin sulit untuk diurai.  Komunikasi juga akan memungkinkan seseorang dapat menjalin hubungan dengan kalangan yang luas, dan hal tersebut tentu akan dapat menjadi sebuah  piranti untuk mengembangkan diri dan sukses.  Siapapun yang  menjadikan komunikasi sebagai andalan dalam hidup di dunia ini, sudah barang tentu ia akan lebih  sukses ketimbang pihak yang  tidak menjadikannya sebagai alat untuk mengembangkan diri.  Bahkan  bisa dikatakan bahwa tanpa komunikasi, seseorang tidak akan mengambangkan dirinya secara maksimal.

Komunikasi sebenarkan  merupakan bentuk hubungan antara satu pihak dengan pihak lainnya, dan dalam pengertiannya yang sederhana, komunikasi dapat diartikan sebagai kontak antara dua atau lebih pihak, baik keduanya sama sama menghendakinya maupun hanya salah satunya saja.  Artinya kontak antara seseorang dengan orang lain, terkadang hanya dikehendaki oleh salah satu saja, meskipun ketika salah satu yang menghendaki tersebut pandai menarik perhatian, maka pihak lain yang tadinya tidak ada niat berkomunikasi, akan tertarik pula untuk berkomuniasi, bahkan bisa saja  menjadi lebih intensif.

Betapa pentingnya  faktor komunikasi tersebut, dapat diibaratkan sebagai ruh kehidupan itu sendiri. Kita dapat membayangkan dalam kehidupan rumah tangga misalnya, kalau diantara para penghuni sebuah rumah tidak ada komunikasi, bisa bisa kehidupan di dalamnya akan menjadi seperti neraka, masing masing saling mencurigai dan buruk sangka kepada yang lain.  Kalau seorang suami  tidak mau berkomunikasi dengan isteri dan atau anak anaknya, tentu di sana telah terjadi problem yang menjadikan hubungan mereka tidak mulus dan harmonis.  Dan untuk mencairkan hubungan yang demikian, tidak ada solusi lainnya, terkecuali hanya komunikasi, baik secara langsung maupun memalui mediasi pihak lain.

Jadi dapat dikatakan bahwa siapapun tidak akan dapat meninggalkan komunikasi tersebut dalam bentuknya yang paling sederhana sekalipun.  Kebutuhan seseorang terhadap komunikasi itu bagai kebutuhan  seseorang terhadap bantuan orang lain.  Nah, sebagai makhluk sosial yang tentu dan pasti membutuhkan bantuan pihak lain, seperti itulah kebutuhan manusia terhadap komunikasi.  Ketika ada seseorang akan memerlukan  bantuan pihak lain, ia harus melakukannya dengan berkomunikasi, dan bukan dengan cara lainnya.

Suami ataupun isteri dan juga anak anak dalam sebuah rumah tangga tentunya juga akan saling membutuhkan, dan karena itu mereka tidak akan dapat melepaskan diri dari komunikasi.  Itu gambaran komunikasi dalam  kenyataannya yang tergambar dalam lingkup yang sempit, apalagi kalau kemudian kita tarik kepada pergaulan yang lebih luas, termasuk kebutuhan dalam mengembangkan karir seseorang, sudah tentu memerlukan komunikasi, bahkan dalam bentuknya yang  kompleks.

Artinya bentuk komunikasi yang harus dikembangkan dan dipraktekkan bukan lagi hanya sekdar menyapa dengan kata kata, melainkan juga harus dibarengi dengan sikap dan perilaku yang konsisten dengan apa yang dikatakan.  Dalam hal hal komunikasi yang dilakukan harus juga mengandung maksud untuk meyakinkan kepada pihak lain bahwa ia bermaksud baik dan tidak akan merugikan pihak lain tersebut.  Kita memang harus berusaha  untuk memberikan keyakinan kepada siapapun yang kita berkomunikasi dengannya, karena kita yakin bahwa  seseorang tidak akan menjadi begitu saja percaya dengan informasi yang didapat, termasuk melalui komunikasi yang kita lakukan, terkecuali kalau sikap dan perilaku kita memang baik dan mengarah kepada  sesuatu yang baik pula.

Mengingat hal tersebut, maka kepandaian berkomunikasi menjadi mutlak bagi siapapun yang menginginkan dapat berkembang dan mendapatkan akses yang luas. Bagi mereka yang dapat berkomunikasi dengan baik, tentu akan dapat menjalin kerjasama dengan banyak pihak, dan sebaliknya meskipun berkomnikasi itu penting, tetapi ada yang susah melakukannya, terutama kepada pihak yang belum dikenal, maka orang btersebut tidak akan dapat mengembangkan dirinya sebagaimana diharapkan.  Membangun komunikasi kepada pihak yang  baru tentu memerlukan kepandaian dan kiat tersendiri, dan tidak semua orang dapat melakukannya.  Bhkan hnya untuk memulai berkomunikasi saja  akan kesulitan mendapatkan kata kata, dan seterusnya.

Memang komunikasi itu tidak harus melalui kata kata, melainkan juga dapat dilakukan melalui  alat lainnya, semacam tulisan dan isyarat, namun  komunikasi melalui kata kata memang lebih  banyak dan memungkinkan untuk cepat dimengerti.  Bukan berarti komunikasi dengan lainnya tidak begitu efektif, karena ternyata saat ini banyak komunikasi lewat tulisan lebih disukai dan tidak mengganggu  kinerja seseorang.

Anbil contoh kalau seseorang melakukan investasi  di sebuah bank mengenai perdagangan tertentu ataupun transakasi terhadap jual beli tertentu, dan orang tersebut ternyata mempunyai aktifitas yang begitu tinggi, maka untuk berkomunikasi lisan tentu akan  menyita dan mengganggu aktifitasnya, walaupun dilakukan melalui ponsel misalnya.  Namun dia akan bisa lebih menikmati komunikasi tersebut melalui tulisan yang berupa informasi dan laporan yang disampaikan lewat tulisan tersebut.

Saat ini justru komunikasi  model seperti itu sedang digandrungi dan dikembangkan oleh berbagai pihak untuk memudahkan dan sekaligus tidak mengganggu masing masing pihak, tetapi sebaliknya dapat saling menguntungkan.  Namun demikian dalam  kenyataan sehari hari, komunikasi yang berbentuk lisan tentu masih mendominasi dan tidak bisa ditiunggalkan.

Sebagaimana  disebutkan di atas bahwa komunikasi merupakan hal mutlak yang  tidak bisa dihindari oleh siapapun, termasuk  dalam kehidupan  rumah tangga.  Karena kita tahu bahwa kalau komunikasi sudah buntu, maka  sudah tentu  akan menjadi masalah besar.  Yang ada hanyalah saling  mencurigai dan buruk sangka  yang pada akhirnya  akan mengarah kepada disharmoni. Dalam contoh kehidupan rumah tangga tersebut, tentu harus ada saling pengertian dan keprcayaan diantara seluruh penghuni rumah.  Dan untuk membangun kepercayaan tersebut juga sangat ditentukan oleh komunikasi dan juga  sikap serta perilaku.

Untuk itu kalau misalnya salah satu diantara mereka kesulitan untuk berkomunikasi, sudah barang tentu pihak lainnya harus aktif dan bahkan progresif untuk melakukan komunikasi, tentu dengan melihat situasi dan kondisi, karena bisa jadi dalam situasi tertentu, seseorang akan sangat tersiksa manakala  terus diajak berkomunikasi.  Itulah kenapa untuk berkomunikasi diperlukan kepandaian dan kelincahan tersendiri, sehingga tujuan komunikasinya akan  tercapai.

Apalagi kalau dicontohkan dalam kehidupan yang lebih luas tentu sangat dibutuhkan komunikasi yang  terbangun dengan baik, sehingga tujuannya akan benar benar terwujud.  Bahkan  termasuk berkomunikasi dengan Tuhan. Artinya ketika kita berkomunikasi dengan Tuha melalui doa, meskipun tidak ada larangan untuk memohon apa saja kepada Tuhan, namun  tentu kita harus dapat mengukur dengan keadaan kita, sehingga doa yang kita pohonkanpun juga akan kita sesuaikan.

Berkomunikasi dengan Tuhan memang tidak akan ada resikonya, kalau toh ada itu hanya sekedar  tidak atau belum dikabulkannya permohonan,  namun kalau kkomunikasi kita dengan Tuhan kita lalkukan dengan baik, termasuk perilaku dan tingkat kepatuhan kita kepada Tuhan juga menjadi pertimbangan, maka sesungguhnya  Tuhan itu pasti akan memenuhi keinginan kita yang kita lakukan melalui komunikasi doa.

Pendeknya, komunikasi memang  mutlak harus dilakukan oleh kita, meskipun tingkat kepandaian dalam berkomunikasi diantara kita tidak sama.  Untuk itu mengingat pentingnya komunikasi tersebut, masing masing kita harus terus berusaha mengembangkan dan menjadikan komunikasi tersebut sebagai prioritas utama dalam mengarungi kehidupan dan menjalankan tugas dan kewajiban kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.