KONTROVERSI HUKUMAN MATI

Meskipun negara lain menyepakati dihapuskannya hukuman mati bagi para pelanggar hukum dengan alasan Hak asasi manusia, maka sesungguhnya masih ada negara lain yang masih menerapkan hukuman mati bagi orang orang yang dianggap melakuka tindak pidana berat.  Mengenai hukuman mati tersebut memang  banyak penggiat HAM selalu menyuarakan agar hukuman mati di dunia ini dihapuskan dan digantikan dengan hukuman berat lainnya, semisal hukuman seumur hidup ataupun haukuman dua puluh tahun atau lebih.  Alasan yang sangat mereka tekankan ialah bahwa hukuman mati bertentangan dengan hak asasi manusia yang mempunyai hak untuk hidup.

Kita sesungguhnya dapat menyetujui tentang hak setiap orang untuk hidup, dan karena itu tidak ada seorangpun yang diperkenankan membunuh dengan alasan apapun.  Namun pada kenyatannya masih banyak orang yang dengan mudahnya membunuh dan menghilangkan nyawa orang lain, baik secara individual maupun secara massal.  Nah, pihak yang membunuh orang lain tersebut sesungguhnya telah melanggar HAM.  Kalau misalya pembunuhan yang dialkukannya tersebut dilakukan dengan tidak sengaja, barangkali kita masih dapat mengerti kalau yang bersangkutan tidak harus dihukum  sebanding dengan perbuatannya.

Namun ketika yang menghilangkan nyawa orang lain tersebut ternyata sangat sadis, bahkan tidak hanya satu orang melainkan juga banyak orang dan dengan rencana yang demikian matang, maka kiranya tidak adil kalau sekiranya yang bersangkutan tidak diberikan hukuman mati.  Bahkan mungkin dengan hukuman mati tersebut masih belum sebanding.  Apalagi kalau kemudian hanya diberikan hukuman beberapa tahun saja, rasanya tidak dapat diterima oleh siapapun yang  mempertimbangkan keadilan.

Islam sendiri sebagai agama yang syariatnya membawa rahmat bagi seluruh alam, tetap membenarkan adanya hukuman mati tersebut, terutama bagi mereka yang melakukan pembunuhan dengan sengaja.  Hal tersebut sengaja diberikan  dengan tujuan untuk memberikan efek jera bagi siapapun yang akan melakukan  kejahatan pembunuhan dan sekaligus memupus mata rantai orang yang membunuh dengan masyarakat.  Tentu akan semakin dibenarkan  memberikan hukuman mati tersebut, apabila yang melaqkukan kejahatan tersebut tidak hanya membunuh satu orang saja melainkan banyak orang, misalnya melalui bom yang diledakkan dan mengenai banyak orang.

Demikian juga kiranya akan terasa adil manakala  hukuman mati tersebut diterapkan kepada siapapun yang membahayakan  umat dan sekaligus merusaknya, seperti kejahatan korupsi,  narkoba dan sejenisnya.  Kejahatan korupsi sebagaimana  saat ini banyak dibicarakan orang, merupakan kejahatan yang  dampaknya sangat dahsyat, yakni dapat menyengsarakan umat secara  umum.  Masyarakat yang seharusnya dapat menikmati kesejahteraan, baik berupa fasilkitas umum maupun bentuk pelayanan lainnya, harus tidak dapat meniukmatinya.  Bahkan akibat dari korupsi tersebut, masyarakat harus menanggung berbagai biaya yang semestinya  dapat dibiayai dengan harta yang dikorup tersebut.

Justru yang lebih parah lagi ialah rusaknya sendi sendi kehidupan umat dan mental bangsa.  Uang yang dengan susah payah dikumpulkan  dari masyarakat melalui pajak, misalnya, kemudian dijarah dengan begitu enaknya oleh orang orang yang sama sekali tidak memikirkan  kepentingan pihak lain.  Nah, kejahatan korupsi seperti itu sudah sepantasnya  mendapatkan hukuman berat, dan bahkan dalam tingkatan tertentu sudah pantas dihukum mati.  Kalau kemuudian ada pihak yang menentangnya dengan alasan HAM, m aka kita coba memberikan pengertian kepada mereka bahwa apa yang dilakukan oleh para koruptor tersebut sama sekali tidak mengindahkan HAM, kanapa ketika menghukumnya harus dengan pertimbangan HAM?

Tidak ubahnya dengan kejahatan korupsi ialah kejahatan narkoba yang saat ini sedanag marak di negeri kita.  Hampir seluruh generasi muda yang kehidupannya  identik dengan gelamor, dapat dindikasikan  telah berkenalan dengan barang terlarang tersebut. Kita memang sangat menyesalkan kondisi tersebut, karena beberapa artis yang menjadi idola para remaja kita justru tersangkut maslaah narkoba.  Bahkan sangat ironis ketika ada  tokoh yang menjadi duta pemberantasan narkoba, ternyata malahan  dia sendiri tersangkut masalah narkoba.

Mengenai bahaya narkoba sesungguhnya sudah tidak perlu dijelaqskan lagi, karena disamping sudah banyak contoh orang yang menderita  akibat narkoba tersebut, juga  tidak ada seorangpun yang berhubungan dengan barang terlarang tersebut akan dapat berpikir benar dan berpandangan masa depan yang lebih baik.   Pada umumnya mereka hanya  menikmati kenimatan  sesaat dan itupun bukan kenikmatan hakiki.  Bahkan karena mereka tidak dapat berpikir  dengan baik, kebanyakan mereka kemudian melakukan  hubungan bebas dan merusak moral.

Akibat lebih jauhnya mereka kemudian harus  merwesakan siksaan yang sangat liuar biasa dan bahkan tidak sedikit yang kemudian harus berakhir dengan kematian.  Meskipun sudah banyak contohnya, namun ternyata  generasi muda kita masih banyak juga yang kepencut dengan makhluk yang satu tersebut. Pendeknya bahaya narkoba sesungguhnya tidak kalah dahsyatnya  dengan bahaya korupsi, terutama dalam menghancurkan masa depan umat.  Karena itu kiranya sangat pantas manakala  pihak pihak yang  terkait dengan produksi narkoba dan penyebarannya, harus dikenai hukuman yang sangat berat, bahkan hukuman mati.

Demikian juga dengan kejahatan teror yang selalu membuat ketakutan masyarakat dan bahkan terkadang harus  berhubungan dengan sebuah kematian.  Para teroris dalam melakukan  aksinya biasanya memang  ada kalanya  hanya menakut nakuti saja, tetapi tidak jarang mereka juga  melakukan aksi teror dengan membunuh banyak pihak yang dianggap tidak sejalan dengan  paham yang dianut mereka.  Pada umumnya mereka juga beralasan bahwa  hal tersebut dilakukan atas perintah agama yang diyakininya. 

Hanya saja seperti yang berkali kali kita sampaikan bahwa sesungguhnya tidak ada ajaran agama manapun yang memperbolehkan membunuh orang lain, terkecuali untuk memberikan hukuman atas kejahatan yang dilakukannya.  Pemahaman mereka tentang agama memang sangat kaku dan sempit dan ditambah dengan komitmennya terhadap agama yang begitu kuat, sehingga akan menimbulkan  sikap berani yang tidak terbatas tersebut.  Dan bahkan kebanyakan diantara mereka juga dilatar belakangi oleh persoalan ekonomi yang kurang menggembirakan dan kenyataan hidup yang  tidak menjanjikan.

Apapun alasan dan latar belakangnya, teror itu memang harus diberantas, karena  sudah barang pasti akan membuat was was dan takut bagi  masyarakat.  Ketenteraman dan kedamaian yang diinginkan  tidak mungkin akan tercapai, ketika praktek teror masih terus dilakukan.  Bahkan  ketika teror tersebut tidak hanya menakut nakuti, melainkan justru membahayakan jiwa dan menghilangkan nyawa, maka tidak ada alasan lain kecuali harus memberikan hukuman yang berat bagi mereka dan bahkan hukuman mati sangat pantas untuk diterapkan bagi mereka.

Bagaimana kita akan mempertimbangkan HAM dalam memberikan keputusan hukum bagi mereka, ketika mereka sendiri sama sekali tidak mengindahkan dan menghargai HAM orang lain.  Itu yang harus kita  sampaikan terutama bagi penggiat HAM.  Kita memang sepakat dengan  HAM yang harus dihargai dan ditempatkan pada posisi yang terhormat, namun ketika HAM tersebut diinjak injak, maka kita harus memberikan hukuman bagi mereka yang menginjak injak HAM tersebut dengan hukuman berat dan menjerakan, tidak saja bagi pelakunya, melainkan juga bagi siapapun yang akan melakukannya.

Jadi menurut saya hukuman mati sesungguhnya masih layak untuk diterapkan, terutama bagi mereka yang memang sangat membahayakan umat, baik karena  merusak akhlak dan moral, merusak masa depan, merusak pikiran dan anggota tubuh, bahkan membunuh.  Namun  ketika kejahatan yang dilakukannya tidak mencapai derajat seperti itu, maka  hukuman mati memang tidak perlu diterapkan.  Jadi keadilan akan dapat tercipta dan ketenangan masyarakat akan dapat dicapai.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.