WASPADA PENIPUAN

Pengalaman mungkin merupakan hal yang dapat mengingatkan kepada kita untuk waspada terhadap segala kemungkinan buruk yang bakal menimpa, termasuk kemungkinan adanya usaha penipuan yang saat ini marak di sekitar kita.  Kita sudah diingatkan oleh banyaknya korban penipuan, baik yang berkaitan dengan iming iming hadiah dari suatu produk, hadian undian, termasuk bantuan untuk mengikuti berbagai pertemuan dan lainnya.  Bahkan modus operandi yang  saat ini mulai beragam dan cukup canggih pun turut meramaikan dunia penipuan.   Yang lebih tragis lagi ialah penipuan  yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab kepada jamaah haji dan dilakukan di tanah suci.

Rupanya kejahatan saat ini sudah tidak lagi mengenai tempat dan juga obyeknya.  Kalau beberapa waktu yang lalu kita digegerkan oleh  adanya  penyuapan dan korupsi yang  berkaitan dengan pengadaan kitab suci, maka sekarang kita juga diingatkan akan adanya penipuan yang dilakukan di tanah suci.  Kita tidak bisa lagi mengatakan apa apa terhadap persoalan ini, kecuali hanya dapat menghimbau kepada para penipu untuk segera mengakhiri kegiatan menipu, sebelum adzab Tuhan  benar benar ditimpakan.  Demikian juga kita berharap kepada seluruh umat Islam untuk  bersikap waspada di manapun berada, termasuk di rumah sendiri, di masjid dan tempat lainnya.

Su’udzdzan memang tidak diperbolehkan, tetapi kalau bersikap waspada tentu tidak menjadi masalah, bahkan justru akan menjadi lebih baik bagi kita.  Mewaspadai kepada setiap orang yang belum kita kenal ya ng berkunjung ke rumah ataupun ke kantor tempat kita bekerja  menurut saya  sangat diperlukan, karena memang kita tidak tahu maksud kedatangan orang tersebut.  Kalau ternyata kemudian kita dapat mengertidan sekaligus dapatmengetahui niat baiknya, maka tentu kita akan memperlakkukannya secara baik pula, tetapi ketika kita masih ragu terhadapnya, karena memang gelagatnya mencurigakan, maka kita dapat melakukan upaya pencegahan dari segala kemungkianan buruk yang bisa menimpa kita.

Barangkali kita  perlu mengenal dan mengetahui beberapa tanda yang  dapat kita kenal sebagai tanda tanda  penipuan, walaupun  sekali lagi masih berupa tanda.  Nah, dari beberapa pengalaman yang ada, baik yang pernah kita alami maupun yang diceritakan orang tentang usaha penipuan, kiranya dapat disampaikan beberapa hal sebabgai berikut:

  1. Ketika ada telpon ataupun sekedar SMS yang memberiktahukan bahwa kita telah terpilih menjadi pemenang undian apapun yang semalam ditayangkaqn di dalam televisi tertentu, padahal kita sama sekali tidak menyaksikannya, maka hal tersebut jelas usaha  penipuan, meskipun dia meyakinkanmkita dengan berbagai argumentasi.  Dan sebaiknya tidak perlu kita tanggapi, sebab kalau benar kita mendapatkan undian tersebut tentu akan ada surat resmi yang  akan dikirimkan ke alamat kita, dan bukan hanya melalui telepon, atau bahkan melalui orang yang datang mengabarkannya.  Sebab bisa jadi modusnya kemudian ialah mereka mendatangi korban dengan mengabarkan  hadiah tersebut. 

Nah, kalau dalam mkondisi seperti itu, kita dapat mengatakan bahwa biarlah hadiah tersebut diantar ke rumah dan soal pajak dan lainnya akan dibayarkan setelah hadiah diantar, dan bukan  diberikan kepada orang yang datang dan belum membawa hadiahnya.  Kalau sekiranya  orang tersebut menjanjikan akan menguruskannya apabila dibayarkan pajaknya lebih dulu, maka itu tanda penipuan yang sangat jelas.

Demikian juga ketika  telepon kita berdering dan  disebelah sana ada orang yang mengabarkan tentang adanya sebiah kecelakaan  yang menimpa kepada salah seorang anggota keluarga kita, dan kemudian dengan berbagaqi dalih untuk keperluan emergensi perawatan dan pembelian sesuatu yang segera dan  mengharuskan kita untuk mentransfer sejumlah uang dengan  ancaman kalau tidak segera ditranfer maka  yang kecelakaan tersebut tidak akan tertolong, maka itu juga tanda yang sangat nyata  mengenai penipuan.

  1. Jika ada orang yang belum kita kenal dan kemudian datang ke rumah kita untuk keperluan memeriksa instalasi listrik misalnya, atau memriksa kabel telepon misalnya,  ataupun untuk sekedar mengecek kompor gas dan lainnya, maka kita harus ekstra waspada.  Artinya sangat mungkin hal itu benar dan sangat mungkin juga hanya akal akalan saja.  Untuk itu kita harus tetap menunggui dan tidak meninggalkannya sendiri.  Sikap tersebut kita lakukan jikalau kita pas berada di rumah, tetapi ketika kita tidak berada di dalam rumah, maka kita harus berpesan kepada yang di rumah; apakah itu pembantu atau anggota keluarga yang lain, agar tidak menerimanya masuk di dalam rumah dan dianjurkan untuk menunggu kita.

Membiarkan mereka memasuki rumah kita, sementara kita tidak berada di rumah sama dengan membiarkan harta kita dijarah oleh mereka.  Pengalaman sudah cukup banyak memberikan pelajaran kepada kita.  Para penipu saat ini memang sudah nekat dan seolah tidak takut tertangkap apalagi takut dosa, sama ssekali tidak terpikirkan oleh mereka.

  1. Jikalau ada seseorang  menawarkan sesuatu yang akan memberikan keuntungan besar bagio kita dengan cara yang mudah, kita harus ekstra waspada, sebab di hari seperti ini biasanya orang sangat kompetitif dalam mencari harta, dan hampir mustakhil ada orang yang mau memberikan keuntungan yang besar dengan cara yang mudah.  Apalagi caranya kita harus menyerahkan sejumlah uang sebagai modal awal, bisa bisa dlaam beberapa  hari uang kita akan amblas.  Aatau mungkin dalam beberapa bulan masih tampak meyakinkan, tetapi biasanya setelah itu semuanya akan berakhir.

Jadi sikap rasional dan mempertimbangkan  banyak hal adalah sikap yang bijak dan memang harus kita lakukan, agar kita tidak tertipu.  Akhir akhir ini cukup banyak usaha yang dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab dan menjanjikan sesuatu yang menggiurkan.  Dan kita sesungguhnya yakin bahwa kalau seseorang mau berpikir rasional, maka tidak akan pernah tertipu.  Hanya saja terkadang karena terdekak oleh keadaan, seseorangtersebut kalut dan tidak bisa berpikir rasional.

  1. Jika ada seseorang menawarkan diri untuk bisa membantu mengusahakan sesuatu, termasuk  menjadi PNS ataupun POLRI, TNI atau kerja di tempat tempat yang dianggap strategis dan enak, maka  sudah jelaqs  orang tersebut berusaha menipu, karena  kita harus yakin bahwa makelar untuk  urusan tersebut sudah tidak ada lagi dan sangat tidak mungkin.  Barangkali masih ada yang berpikir bahwa hal seperti itu masih ada dan kalau tidak mengikutinya, maka akan tertinggal.  Nah, pikiran sepeprti itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh penipu untuk mengeruk keuntungan.

Dan banyak lagi berbagai pengalaman yang telah dialami oleh banyak orang, dan yang paling menyedihkan ialah kebanyakan orang tersebut ternyata mereka yang terpelajar, sehingga  tidak mau melapor, dengan alasan malu terhadap ketololannya sendiri.  Kita berharap dengan  pengalaman tersebut kita akan lebih berlaku rasional dan waspada terhadap apapun yang tidak biasa.  Untuk menjaga diri kita dan juga keluarga kita agar tidak tertipu, maka sikap waspada tersebut harus terus kita pertahankan.

Tentu kita juga  harus tetap memohon kepada Tuhan agar kita dijauhkan dari segala macam penipuan  yang dilakukan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab.   Barangkali kita juga perlu  terus mengingatkan kepada  kawan dan saudara kita tentang persoalan tersebut.  Tujuannya ialah agar ketenteraman dan  kedamaian terus  dapat dirasakan bersama dan kemaksiatan, terutama penipuan  akan dapat dicegah dan dihentikan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.