KHUSNUDZDZAN KEPADA KPK

Banyak kalangan yang mengkritik habis habisana sikap KPK yang dianggap tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri, setelah kemarin ternyata KPK tidak menahan tersangka korupsi simulator SIM, yakni Djoko Susilo, bahkan setelah diperaksa oleh KPK dia melenggang dengan tenangnya keluar dari gedung KPK.  Padahal sehari sebelumnya ketua KPK Abraham Shamad dengan lantangnya tidak akan beranjak dari tempat duduknya untuk menungggu penyidik menyodorkan surat penahanan tersangka.  Namun apa yang terjadi semua itu hanyalah isapan jempol belaka, dan bahkan banyak yang menuding bahwa para pimpinan KPK sengaja melarikan diri dan tidak berada di tempat.

Ketua KPK sendiri kemudian dengan alasan keluarga pergi ke Makasar dan  bahkan menyatakan bahwa  tersangka tidak akan ditahan hari itu karena  tidak ada pimpinan KPK yang berada di tempat kecuali hanya dua orang, padahal untuk menahan tersangka dibutuhkan minimal tiga orang pimpinan KPK yang menandatangani.  Lalu muncul dugaan telah terjadi deal diantara mereka, sehingga kemudian juga muncul kekhawatiran bahwa kasus tersebut tidak akan  ditangani secara serius, dan tidak akan menyentuh  orang oorang yang diduga  ikut terlibat, terutama para penggede polri.

Sebagaimana diketahui bahwa pada pemanggilan pertama oleh KPK, tersangka DS tidak hadir dengan alasan  ingin kejelasan siapakah yang berhak atas pemeriksaan dirinya; apakah KPK ataukah Polri.  Sikap DS tersebut kemudian menuai kritik dari berbabagi pihak dan kemudian  kemarin menjadi melunak.  Nah, sikap kooperatif tersebut kemudian diartikan sebagai telah terjadi deal, sehingga DS datang dan KPK tidak menahannya.  Itulah beberapa kritik dan catatan para pengamat yang peduli terhadap pemberantasan korupsi, serta berharap KPK tegas dan konsisten dengan apa yang  menjadi komitmennya.

Pernyataan  tegas sehari sebelum DS diperiksa kemarin sesungguhnya telah memberikan  harapan besar bagi  masyarakat, trentang keberanian KPK untuk menawhan jendral polisi, dan terus akan memebrikan dukungan maksimal bagi keberadaan KPK.  Namun dengan  kejadian yang kemarin itu, sungguh sangat menyesakkan masyarakat serta memebuat mereka sangat kecewa.  Bukan apa apa, tetapi  ketidak mkonsistenan pernyataan dengan perbuatan  itulah yang membuat sebagaian masyarakat menjadi jengkel dan kemudian  sangat menyangsikan KPK lagi.

Nahkan diantara para pengkritik tersebut ada yang  mempertanyakan kepemimpinan ketua KPK yang disamping  tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri, juga  terkesan lepas dari tanggung jawab.  Hal tersebut dipahami dari pernyataannya bahwa kalau memang pak Busyra menghendaki untuk menahan DS ya silakan saja.  Inilah ebberapa kejadian yang memamng membuat sebagian masyarakat kemudian menjadi  bingung dan pesimis bahwa KPK akan mampu  menuntaskan persoalan ini.

Dfengan kejadian kemarin sore itu juga muncul berbagai kritik lainnya yang sebelumnya sudah mengendap, yakni KPK saat ini telah bermain politik.  Artinya kegagalan untuk menuntaskan beberapa kasus besar seperti kasus Century, Hambalang, Wisma Atlet, yang  sudah terindikasi adanya pihak pihak penguasa yang terlibat di dalamnya, kmudian dilampiaskan untuk “mengelabuhi” masyarakat  dengan mengangkat kasus simulator.

Para pengkritik tersebut memberikan argimentasi bahwa  kasus Hambalang yang  diindikasikan melibatkan ketua umum partai demokrat, hingga saat ini KPK belum menjadikannya sebagai tersangka, sementara  dalam kasus simulator, dengan cepatnya KPK menjadikan Ds sebagai tersangka dan bahkan dengan penggeledahan di kompleks polri.  Ini jelas ada perbedaan perlakuan, sehingga KPK memaqng sedang bermain politik serta sedang melakukan pencitraan.

Namun semua itu  kritik dari pengamat dan masyarakat, yang tentu saja sah dan tidak dilarang. Hal itu disebabkan ekspektasi yang begitu tinggi kepada KPK  untuk dapat menuntaskan beberapa kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat.  Tentu KPK mempunyai alasannya tersendiri yang barangkali juga perlu kita dengar dan perhatikan. Artinya kalau KPK  kemarin itu tidak menahan tersangka DS,  kita perlu tahu apa alasannya, apakah alasan tersebut memang didasarkan atas hukum ataukah  ada alasan lainnya.  Dan karena itu kita berharap KPK  segera memberikan alasan yang jelas dan dapat diterima oleh masyarakat.

Jangan biarkan masyarakat menjadi penasaran dan bahkan kemungkinan nantinya malah anti pati dengan KPK yang dianggapnya sama saja dengan penegak hukum lainnya.  Demikian juga KPK harus segera menjelaskan tentang kritik yang dilontarkan seputar permainan politik tersebut, dan juga menjelaskan posisi kasus simulator dibandingkan dengan kasus Century dan juga wisma atlet serta Hambalang.  Penjelasan tersebut menurut saya sangat diperlukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat kepada KPK dan sekaligus untuk memberikan rasa bangga kepada KPK.

Demikian juga diperlukan penjelasan yang tuntas kepada masyarakat kenapa para pimpinan KPK pada Jumat kemarin tidak di tempat dan hanya menyisakan dua orang pimpinan KPK sehingga tidak akan memungkinkan menahan gtersangka DS.  Bahka  ketua KPK Abrahan shamat juga harus menjelaskan kenapa tidak konsisten dengan pernyatannya sendiri sehari sebelumnya, yang tidak akan bernjak dari tempat kerjanya utnuk menunggu penyidik menyodorkan surat penahanan DS.

Meskipun nantinya KPK dapat memberikan alasan dan argumentasi yang dapat diterima oleh masyarakat, kita juga tentu berharap bahwa para pimpinan KPK harus menunjukkan kekompakannya di mata publik, serta jangan memberikan pernytaaan yang nantinya tidak akan dilakukan.  Artinya para penegak hukum itu sebaiknya memang tidak banyak bicara tetapi banyak bekerja, apalagi KPK saat ini sedang mendapatkan banyak persoalan dan  untungnya banyak mendapatkan simpati masyarakat.  Nah, kalau kemudian masyarakat tidak bersimpatik lagi, terus bagaimana keberadaan KPK  di masa depan?

KPK memang harus segera mengevaluasi  diri dan berbenah agar tiudak mudah  dikritik orang.  Bukannya  kita menganjurkan agar KPK tidak  suka kritik, tetapi kalau kinerjanya  bagus dan  konsisten dengan pekerjaannya, tentu kalaupun tetap ada kritik, tidak separah seperti yang sekarang ada.  Mungkin kasus kemarin itu hanya  kasus kecil tetapi karena momentumnya demikian  strategis bagi banyak pihak, maka  kemudian mencuat  menjadi kasus yang seolah melunturkan seluruh kebaikan dan ketegasan KPK yang selama ini  ada.

Sikap yang paling arif bagi kita memang kita harus  menunggu pernyataan KPK tentang peristiwa  pemeriksaan tersangka DS dan kemudian selesai dengan enjoy dan bukannya  dengan penahanan seperti yang diekspektasikan oleh masyarakat.  Sesungguhnya secara teoritik tidak semua orang yang diperiksa terus  ditahan; ada kalanya harus segera ditahan untuk kepentingan penyidikan dan ada kalanya tidak ditahan.  Tetapi karena kasus ini kasus yang memasuki ranah publik, maka  tidak diitahannya tersangka DS dan  kebetulan  para pimpinan KPK termasuk ketuanya sendiri tidak ada di tempat, tentu menjadi pertanyaan besar.

Kita memang harus tetap percaya kepada KPK dan terus memberikan dorongan yang kuat dan maksimal agar KPK  dapat memberantas  korupsi serta menyelamatkan bangsa dan negara ini dari para koruptor.  Kita memang boleh mengkritik KPK, tetapi bukan berusaha untuk melemahkan posisinya.  Kalau  KPK melakukan hal hal yang kita anggap tidak patut, maka kita  bisa meminta  mereka untuk memberikan jawaban dan tentu jawabananyapun harus kita kritisi secara arif.  Kalau memang jawabannya rasional maka kkita harus dapat menerimanya, tetapi kalau jawabannya sangat meragukan, kita juga dapat menyarankannya untuk berbenah agar ke depan menjadi lebih baik.

KPK memang harapan terakhir  bagi kita untuk  dapat melakukanupaya pemberantasan korupsi di negeri kita, karena itu sekali lagi kita memang harus mendukungnya dan tidak “ngrecoki” kinerja nya.   Tetapi kita juga  meminta kepada KPK untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat tersebut, sehingga harapan besar masyarakat tidak akan terputus di jalan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.