HAKEKAT PUASA

Pengertian puasa sebagaimana yang saat ini sedang dilaksanakan oleh umat Islam ialah menahan diri dari makan, minum dan hubungan badan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Itulah pemaknaan puasa yang disimpulkan oleh para ulama, meskipun sesunguhnya masih mengandung banyak kelemahan, terutama  kalau dihubungkan dengan tujuan berpuasa itu sendiri, yakni ingin menjadikan pelakunya sebagai orang yang bertaqwa.  Namun sebagaimana  dapat diketahui secara kasat mata dan mudah bahwa masih banyak orang yang menjalankan puasa tersebut tetapi tidak bisa mencapai derajat taqwa sebagaimana dimaksud.

Artinya tidak semua orang yang menjalankan puasa dengan menahan diri dari hal hal yang dilarang tersebut, akan secara otomatis dapat  mencapai ketaqwaan yang diharapkan, bahkan  ternyata diantara mereka masih banyak yang  sama sekali tidak  ada perubahan menuju kebaikan.  Hal tersebut tampak dalam praktik kehidupan orang tersebut, yakni masih saja menjalankan praktek maksiat, seperti melakukan korupsi, menipu dan lainnya.  Demikian juga meskipun telah menjalankan puasa sebulan penuh, namun  masih saja terus melakukan hal hal tercela, seperti berdusta, tidak jujur, mendendam kepada kawan, dengki, dan tidak peduli kepada orang orang yang miskin dan anak yatim.

Puasa  itu sesungguhnya merupakan ibadah yang semata mata diperuntukkan kepada Tuhan dan tidak boleh dicampuri dengan tujuan lain, seperti agar dianggap sebagai muslim yang taat, malu kepada orang, atau tujuan lain.  Bahkan puasa dapat disebut sebagai perisai yang akan dapat menjaga pelakunya dari segala perbuatan  jelek dan maksiat.  Hanya saja dalam kenyataannya  masih ada  umat manusia yang tidak konsisten dalam memahami puasa tersebut, sehingga predikat taqwa, yakni sebagai pribadi yang baik, disiplin, sabar, jujur dan sifat baik lainnya, tidak bisa diraih.

Memang sungguh amat disayangkan kalau puasa yang jalankan selama satu bulan, ternyata sama sekali tidak memberikan pengaruh positif bagi diri pelakunya. Padahal puasa itu sendiri sesungguhnya juga merupakan latihan menuju kebaikan.  Bayangkan saja kalau setiap hari seseorang dilatih untuk disiplin, bersabar, sedikit lapar, serta melakukan kebaikan kebaikan, seperti tadarrus, shalat berjamaah, mengkaji syariat Islam, dan lainnya, tentu dalam waktu satu bulan seharusnya akan memberikan dampak yang dapat dilihat.

Bukan sekedar ritual

Nah, kalau ternyata  latihan selama satu bulan penuh tersebut  tidak  memberikan dampak apa apa, maka  di situ pasti ada yang salah dan perlu dievaluasi dimana letak kesalahannya.  Bukan untuk menyalahkan orang yang menjalankan puasa, melainkan justru untuk meningkatkan nilai puasa itu sendiri, sehingga akan bisa memberikan dampak baik bagi pelakunya. Puasa memang bukan sekedar ritual semata yang  wajib dijalankan oleh setiap umat Islam, tetapi ada tujuan lain yang ingin diperoleh, yakni  menjadikan mereka yang berpuasa sebagai orang orang yang  bertaqwa.

Kata taqwa itu sendiri sesunguhnya mengandung makna yang sangat dalam dan luas, yakni kondisi dimana  seseorang selalu taat dan menjaankan seluruh kewajiban dan pada saat yang sama juga menghindar dari segala larangan Tuhan, termasuk juga menjalankan segala kebaikan dan segala hal yang dapat memberikan manfaat serta meningalkan keburukan dan membahayakan atau merugikan kepada pihak lain secara tulus.

Jadi puasa itu dimaksudkan sebagai latihan dalam upaya membentuk pribadi  baik yang mempunyai watak disiplin, peduli kepada penderitaan sesama, tulus dalam menjalani kehidupan, sabar dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan, serta rajin dalam menjalankan ibadah.  Dan inilah kiranya yang dimaksudkan dengan taqwa tersebut.

Atas dasar itulah, maka sangat beralasan bilamana Nabi Muhammad saw pernah mensinyalir bahwa  ada banyak orang yang menjalankan puasa tetapi mereka tidak mendapatkan apa apa, terkecuali hanya rasa lapar dan dahaga semata.  Sinyalemen nabi tersebut tentu sangat wajar kalau mereka yang menjalankan puasa tetapi tidak menyadari apa tujuan dan bagaimana seharusnya  meraih tujuan tersebut,  kemudian mereka memang tidak mendapatkannya.  Tentu akan lain ceritanya dengan mereka yang sejak menapaki pertama puasa tersebut sudah mempunyai target dan berupaya mendapatnnya melalui berbagai cara latihan selama satu bulan penuh tersebut.

Bukan pula sekedar tradisi

Perintah berpuasa yang dilakukan setiap tahun selama satu bulan penuh  tersebut juga bukan  sekedar tradisi bagi umat Islam, tetapi lebih dari itu puasa merupakan sebuah ibadah yang sangat istimewa.  Keistimewaan tersebut tergambar  dari beberapa riwayat hadis yang menggambarkan tentang betapa  luar biasanya puasa di bulan Ramadlan tersebut.Salah satu riwayat tersebut menyebutkan bahwa  siapapun yang  menjalankan ibadah puasa dengan didasari keimanan yang benar dan semata mata hanya karena Tuhan, maka segala dosa dan kesalahannya akan diampuni oleh Allah swt.

Disamping itu  puasa yang diwajibakan bagi seluruh umat Islam tersebut juga dilaksanakan pada bulan Ramadlan, sebuah bulan yang luar biasa juga.  Beberapa riwayat juga menyatakan tentang kemuliaan Ramadlan tersebut, seperti  riwayat tentang pelipat gandaan amalan yang dilakukan di bulan Ramadlan tersebut.  Dan paling spektakuler ialah adanya satu malam di bulan Ramadalan yang kalau dimanfaatkan  secara maksimal, nilainya akan melebihi seribu bulan, yakni lailatul qadar.

Jadi puasa memang bukan sekedar ritual semata dan juga bukan  sekedar tradisi bagi umat Islam, melainkan  justru merupakan kombinasi dari keduanya.  Artinya disamping  sebagai ritual karena memang  merupakan kewajiban bagi setiap muslim, puasa juga seharusnya menjadi tradisi baik sekaligus sebagai sarana untuk melatih diri menuju terbentuknya pribadi pribadi yang muttaqin.

Barangkali  umat Islam harus  membiasakan diri untuk selalu meng tune up dirinya setahun sekali dengan melakukan ibadah puasa dengan benar, tulus dan penuh semangat.  Artinya tradisi menjalankan ibadah puasa harus  menjadi kebutuhan setiap muslim dalam upaya memompa  dirinya untuk menjadi manusia yang lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih taqwa.  Semoga.

 

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.